Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 30


__ADS_3

"Aunty kenapa gak suka es krim?" pertanyaan yang entah ke berapa


"Aunty gak bisa makan es krim karena alergi sayang" jawabnya


"Kenapa?Miran gak sakit kalo makan es krim" ujarnya polos


"Karena kata dokter,kalo Aunty makan es krim nanti bakal diare" jawabnya


"Yasudah es krimnya untuk Miran semua"


"Miran mau tambah lagi?" tanya Nindya


"Enggak aunty" sahutnya yang sibuk memakan dua cup es krim


Nindya selalu diam diam membelikan Miran es krim.Karena Siska tidak memperbolehkan jika anaknya mengkonsumsi es krim terlalu banyak.


Nindya mendapat telfon dari Joon jika ia berada di depan rumahnya.Nindya bergegas keluar rumah menghampiri Joon yang menyandar pada badan mobil.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Nindya


"Ikut aku sebentar" ajaknya yang menarik paksa Nindya untuk masuk ke dalam mobilnya


Joon tidak menjawab pertanyaan Nindya yang berisik menanyakan tujuan mereka.Ia masih fokus menyetir tanpa memperdulikan ocehan Nindya.


"Untuk apa kita kesini?"


"Tentu saja makan" ucap Joon yang membawa Nindya menuju tenda yang menjual makanan dan soju


"Jangan minum soju" larang Joon


"Kenapa mengajakku kemari?" tanya Nindya kesal


Joon menarik nafas panjang melepas beban yang membebaninya


"Kau tahu mama semakin membuatku pusing dengan terus menerus menjodohkanku dengan kau" keluh Joon


Nindya tertawa "Kenapa Joon aku tidak jelek" canda Nindya


"Iyaaa" menampakkan ekspresi jengah "Tapi kau tidak waras" tambahnya yang mendapat tabokan di lengan


"Bagaimana dengan hubunganmu dan Deny?" Joon mengganti topik pembicaraan karena tidak ingin membahasnya terlalu jauh


"Biasa saja"


"Kau tidak menyukainya lagi?" tanya Joon


"Entahlah" Nindya meminum soju yang ada di tangan Joon


Joon tak melarangnya.Karena satu seloki juga tak akan membuatnya mabuk.


Malam itu berakhir dengan Nindya yang mengantar Joon pulang karena mabuk.Joshua dan pengawal lainnya membawa Joon masuk ke kamarnya.


Sudah dua tahun lamanya ia tidak pernah menginjakkan kaki di rumah ini.Beberapa pelayan lama menyapanya.Nindya hanya tidak ingin di ganggu malam ini.Ia berjalan menuju dapur.Tempat dimana ia sering memasakkan Jin makan malam.


Kembali melanjutkan langkahnya menyusuri anak tangga,ia meminta pelayan untuk membukakan pintu kamarnya dan Jin dulu.Semua masih sama.Baik penataan barang dan aroma lavender yang menyambut Nindya yang baru saja masuk.


Nindya menuju ruang ganti.Disana masih tersusun rapi pakaian miliknya dan milik Jin.Meraih satu jas yang menjadi setelan favorit Jin yang merupakan hadiah pertama dari Nindya.


Ia keluar dari sana.Berdiri di balkon sambil menatap air mancur yang ada di depan rumah itu.


Perasaannya sudah jauh lebih baik.Ia tidak lagi mengenang Jin dengan uraian air mata.Karena memang sudah saatnya ia merelakan kepergian Jin dan membuka lembaran baru.

__ADS_1


Ia segera keluar lalu mengunci kembali kamar yang memang sudah seharusnya di tutup rapat-rapat.


"Nyonya" sapa Joshua


"Hay Jo"


"Nyonya baik baik saja?" Joshua terlihat agak khawatir


"Ayo turun.Sudah lama kita tidak mengobrol" Nindya mengajak Joshua duduk di bangku taman depan rumah.


"Sudah lama ya Jo" Nindya memulai percakapan setelah pelayan mengantarkan dua cappucino panas


"Lega sekali rasanya aku bisa melepas beban berat di hatiku" lanjutnya.Ya meski baru sebagian.


"Ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan"


"Saya ikut senang mendengarnya nyonya"


"Baiklah Jo.Ini sudah malam bisa kau antar aku pulang" Nindya mengakhiri obrolan mereka.Ia tak mau membahas lebih jauh yang mungkin bisa membuatnya kembali sedih.


---


Nindya diundang Deny untuk menghadiri peresmian nama hotel yang baru.Ia datang bersama Joon dan Youngi yang baru saja pulang dari jepang.Acara itu hanya di hadiri beberapa staf hotel dan jajarannya.


"Kau mempermalukan kami saja Nin" ucap Youngi


"Jauh-jauh sana" Nindya mengibaskan tangannya pada Youngi agar menjauh


"Biarkan saja" bela Joon


"Hay Joon" sapa Gal Hee yang entah mengapa ikut hadir.Wanita yang saat SMA pernah dekat dengan Joon.


"Hay" balas Joon


"Kau mau kuambilkan sesuatu?" tanya Joon


"Tidak.Aku hanya ingin mengobrol" jawab Gal Hee


Youngi dan Nindya beranggapan jika mereka berdua cocok.Terlihat jelas jika Gal Hee sangat menyukai Joon hanya tinggal bagaimana Joon meresponnya.


"Pantas saja Joon setres berat dijodohkan denganku" keduanya tertawa dengan gurauan Nindya


Deny menarik lengan Nindya untuk menemaninya memainkan sebuah lagu bersamanya.Ia mengambil gitar dan menyilakan Nindya duduk disebelahnya.


Deny mulai memetik senar gitar.Mengalunkan indahnya suara yang di hasilkannya.


Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan.Nindya berjalan menghampiri Youngi yang sendirian.Deny sibuk menyapa kolega yang turut diundangnya.


"Aku tidak pernah tahu jika kau bisa menyanyi" ujar Youngi


"Jadi apa kau bisa mempertimbangkan akan mengajakku menyanyi diatas panggung bersamamu?"


"Kau tidak berniat menghancurkan konserku kan?" tanya Youngi


"Sialan kau!"


"Mau kemana kau?" tanya Youngi


"Aku bosan" keluh Nindya


Youngi mengikuti Nindya dari belakang menuju rooftop yang baru saja di buka.Nindya mencopot heelsnya bertelanjang kaki dari lift.Sepi karena hotel sedang tutup karena ada acara.

__ADS_1


"Harusnya kau disana itu acara Deny"


"Kau lupa jika aku beberapa kali mengajak Jin kabur dari acaranya sendiri" Nindya mengingatkan


"Aku sudah lihat gosipnya" ucap Nindya


"Iya itu lebih parah ketimbang yang dulu" Youngi setuju dengan ucapan Nindya.Merasa konyol mereka digosipkan satu sama lain.


"Daniel mengajakmu merayakan pencapaian viewers yang mencapai sepuluh juta hanya dalam waktu tiga hari"


"Siapa saja yang datang?" tanya Nindya


"Manager,member mungkin hanya itu"


"Oke"


Keduanya malah asyik mengobrol disana.Lupa akan acara yang sedang berlangsung.


Nindya pulang diantar oleh Deny meski ia memilih pulang sendiri.Deny juga langsung pulang setelah mengantar Nindya.


---


Malam perayaan..


"Halo semuanya" sapa Nindya saat datang bersama Youngi


"Ini dia yang di tunggu tunggu datang juga" ucap manager


"Duduk Nindya aku akan menuangkan minuman untukmu"


"Nindya tidak akan minum segelas pun" larang Youngi


"Hey Young.Kenapa kau protektif sekali padanya" ucap Leo


"Sudah biarkan Youngi melindungi pacarnya ini" ucap Manager yang sudah mabuk


"Kalian ini ada ada saja" Youngi mengelak


Nindya benar-benar tidak minum satu gelaspun.Karena setiap ia ditawari Youngi akan merebut gelasnya sebelum Nindya sempat minum.


Nindya ijin ke kamar mandi,disusul Youngi yang mengikutinya dari belakang.


"Lihat ini toilet wanita kau tidak boleh masuk!" Nindya menunjuk gambar di depan pintu toilet


"Aku tungu disini" Youngi berdiri di luar pintu toilet.Keadaannya yang sudah mabuk membuatnya tak sadar jika ia berlebihan kali ini.Untuk apa coba ia membuntuti Nindya sampai ke toilet.


Nindya terkejut saat melihat Youngi yang masih menunggunya.


"Nindya" ia memeluk Nindya dari belakang saat Nindya berjalan mendahuluinya


"Lepas Young kau ini apa apaan?" Nindya berusaha melepaskan pelukannya yang malah semakin erat


"Pernahkah kau menyukai seseorang tapi tak bisa meraihnya" ucapnya


"Ada apa denganmu?" tanya Nindya bingung


"Meski aku tidak lagi mengharapkannya,tapi hatiku sesak setiap melihatnya bersedih" menyandarkan kepalanya di pundak Nindya


"Memangnya siapa?" penasaran juga


"Kau tidak tahu?" Melonggarkan pelukannya lalu membalikkan badannya Nindya

__ADS_1


"Kau saja tidak bilang" jengah dengan curhatan Youngi


"Aku hanya tidak mau kau terluka,itu saja" dan Nindya dibuat bingung dengan ungkapan Youngi yang menyandarkan punggungnya ditembok


__ADS_2