
Setiap kesabaran..
Setiap pengorbanan..
Akan berbuah manis pada akhirnya..
-----
Kejadian itu membuat Jessie sadar jika sudah waktunya mereka untuk go publik.Ia tak mau menyakiti Ardit lebih jauh lagi karena terus menerus merahasiakan hubungan mereka.
"Lu yakin minta gua anter ?" tanya Ardit saat Jessie selesai mandi
"Iya Dit" sahut Jessie yang tengah memakai sepatunya.
Selesai bersiap Ardit melajukan mobilnya menuju tempat Jessie akan melakukan busking atas undangan dari program salah satu stasiun tv.
Sesampainya mereka di sana,tempat itu sudah dipadati oleh banyak fans dari tiga idol yang akan tampil hari itu.
"Kok gua deg-degan ya Jes" Ardit menyentuh dadanya saat melihat banyaknya orang yang memadati tempat itu
"Pengen berak kali" sahut Jessie melepas sabuk pengamannya
"Ckk..gua ikut turun nih?" Ardit menahan tangan Jessie yang hendak membuka pintu mobil
"Ayo buruan.Gua udah telat" Jessie segera turun dari mobil diikuti Ardit.Salah satu staf langsung menyambut kedatangan mereka.
"Tunggu sini" titah Jessie yang berlalu pergi menghampiri seorang pria paruh baya.
Melihat Jessie berdiskusi dengan pria itu Ardit tidak merasa curiga sama sekali.Namun ia mulai merasa aneh saat ditarik paksa oleh Jessie menuju ketengah kerumunan orang yang mengitari area itu.
"Jangan belajar gila Jes" umpat Ardit dengan suara sepelan mungkin.
Bukannya menjawab Jessie cuek saja dan mulai menyanyi saat musik terdengar.
To be young and in love in New York City (New York City)
To not know who I am but still know that I'm good long as you're here with me
Melihat Jessie menikmati lagunya.Hal itu menular pada Ardit yang awalnya merasa gugup.
To be drunk and in love in New York City
Midnight into morning coffee
Burning through the hours talking
Damn, I like me better when I'm with you
Ardit ikut bernyanyi.Meski suaranya tak sebagus Endra.Tapi Ardit berusaha keras agar tak membuat Jessie malu.
I like me better when i'm with you
Jessie menatap Ardit.
I knew from the first time, I'd stay for a long time 'cause
__ADS_1
I like me better when
Ardit melanjutkan potongan bait sebelumnya.
I like me better when I'm with you
Jessie mengakhiri bait kedua..
Orang-orang yang mengelilingi mereka berteriak histeris saat Ardit menggenggam tangan Jessie.
Jemari mereka saling bertaut.Menatap satu sama lain untuk mencari pantulan diri mereka dari bola mata orang yang dicintainya.
Tak ayal senyum bahagia menghiasi wajah keduanya.
Jessie memang tidak bisa bersikap romantis dan manis secara alami seperti kebanyakan wanita lain.Namun inilah caranya menunjukkan cintanya pada Ardit.
Inilah caranya meyakinkan Ardit jika hanya dia yang ada dihatinya.Tak peduli jika ia bertemu orang yang lebih hebat dari Ardit sekalipun.Ia tak akan berpaling ataupun goyah.
Karena Jessie akan selalu mencintainya.Mencintai Ardit yang sudah
menemaninya dari nol sampai ia bisa bersinar di dunia KPop.
"Aku yakin.Setelah ini acara kita akan memuncaki rating" ucap produser yang kebetulan hadir saat itu dan berdiri disebelah kru yang sedang bertugas.Dia adalah orang yang menyetujui ide Jessie untuk bernyanyi dengan Ardit.
Hal itu sebenarnya tidak sama seperti yang dilakukan penyanyi sebelum-sebelumnya.Karena seharusnya Jessie menyanyikan lagu kejutan yang dipilih melalui voting di media sosial acara tersebut tanpa sepengetahuannya.
Jadi acara itu akan menguji seberapa luas pengetahuan lagu dari penyanyi yang tampil di sana.
Author : buat yang kepo sama suara Ardit bisa search di YouTube tulis aja di pencarian...
Seperti yang sudah diperkirakan, penampilan Jessie dan Ardit diacara itu membuat banyak orang bertanya-tanya tentang hubungan mereka.Banyak media yang merilis berita dengan judul "Ada hubungan apakah Jeesun dengan pewaris tunggal keluarga Pahlevi?"
Mendengar berita yang disampaikan oleh Eri asistennya.Sebagai orang tua Ardit,Aidan segera menghubungi Deny jika dua hari lagi ia akan datang ke Korea untuk membicarakan masalah pertunangan anak mereka.Tentu hal itu disambut baik oleh orang tua Jessie yang begitu mendambakan Ardit menjadi pasangan Jessie.
Setelah menerima telfon,semua pelayan dirumah Siska disibukkan dengan persiapan untuk menyambut kedatangan keluarga Pahlevi.Selama dua hari mereka bekerja keras membersihkan rumah dan halamannya.
"Ini rumah udah kayak mau kedatangan presiden aja sih ma" ucap Jessie saat melihat mamanya sibuk mengatur ini dan itu
"Kamu tu ya Jes"
"Yang dateng nanti calon suami sama mertua kamu" Nindya dibuat kesal dengan kelakuan anaknya yang bangun kesiangan
"Lagian papa main iya aja" sahut Jessie
"Mau dibatalin aja?!" Nindya berkacak pinggang menatap anaknya
"Ya janganlah ma" jika hal itu sampai terjadi ia pasti akan ditinggalkan Ardit selamanya.
Miran yang baru turun dari kamarnya segera menarik Jessie untuk pergi berbelanja.Tentu setelah memaksa Jessie untuk mandi dan berdandan terlebih dulu.
----
"Bagus yang mana?ini atau yang ini?" tanya Miran pada Jung Seok dan Leo saat mencoba gaun
"Kakak ini kenapa ribet sekali,yang akan tunangan itu Jessie bukan kak Miran!" Jung Seok merasa kakinya mulai kesemutan
__ADS_1
"Aku ralat ya.Membahas pertunangan" ucap Miran
"Tentu saja aku harus terlihat cantik" lanjut Miran yang masih bingung memilih gaun
"Lihat.Jessie saja cuek" Jung Seok menunjuk Jessie yang asyik bermain game online
"Tentu saja dia santai.Tante Nindya dan mama yang sibuk mempersiapkan semuanya" jawab Miran ketus
"Biarkan Jung.Diumur kak Miran yang sekarang ia perlu mempercantik diri agar bisa mendapatkan jodoh" Leo menepuk pundak Miran seolah menyemangati
"Maksudmu aku tua,begitu?!" Miran terlihat sewot.Pasalnya ia adalah salah satu dari sekian wanita yang menolak tua
"Tidak bisakah kalian akur barang sejenak" Jessie mengantongi ponselnya karena tidak bisa fokus bermain game
"Astaga!Lihat matamu mulai berkantung Jes,selesai ini kau harus ke klinik untuk perawatan" Miran menyodorkan paksa gaun yang hendak ia coba pada Jung Seok dan beralih pada Jessie.
Mereka berempat memang selalu rusuh setiap berkumpul.Terlebih Leo dan Jung Seok memang senang meledek Miran karena ia paling ribet dan heboh diantara mereka.
Contohnya seperti sekarang,hanya karena pusing memilih warna apa yang lebih bagus ia sampai meminta Jung Seok dan Leo datang untuk menanyakan pendapat mereka.
Selesai menemani Miran yang katanya hanya ingin membeli satu gaun tapi malah beralih memborong beberapa kosmetik terbaru.Akhirnya mereka menuju restoran untuk makan siang.
"Untuk apa beli kosmetik sebanyak ini kak?" tanya Jessie saat mereka sedang menunggu pesanan
"Aku ingin review ini semua untuk konten Youtube besok" sahut Miran mengecek satu persatu belanjaannya
"Begitulah kakakmu itu Jes.Yang ada di otaknya cuma konten..konten..dan konten" sahut Jung Seok
"Aku bukan kalian ya,yang bisanya hanya mengandalkan uang orang tua" sungut Miran yang melotot pada Jung Seok
"Wajar karena kami masih kuliah" Leo membela diri.
Ucapan Miran tidak sepenuhnya benar, karena terkadang Jung Seok dan Leo mengambil kerja part time sebagai model.Bayarannya tentu lumayan.
----
Curhatan Author :
Author bakal ceritain behind the scene saat author kesulitan buat nulis RUANG HATI maupun yg lain..
1.Nulis cerita cuma paket hp bukan laptop ✓
2.Casing hp belakang rusak dan harus diiket pake karet gelang ✓
3.Mulai dari baterai yang cepet lobet ✓
4.Berlanjut harus nempel sama charger terus setiap nyalain hp ✓
5.Sampel baterai melembung ✓
6.Kebeli baterai baru ✓
7.Lalu ada sedikit rejeki buat beli hp yg layak ✓
😂😂😂😅😅😅
__ADS_1
Mana like komen dan subscribe buat Jessie ♥️ Ardit