
Sudah tiga kali Siska mondar mandir mengetuk pintu kamar Nindya.Namun tak ada jawaban sekalipun.Rupanya ia masih tidur saat Siska memaksa masuk kedalam.
"Bangun Nindya ini sudah jam berapa?"
"Ennggghhhh" Nindya merenggangkan badannya saat sudah duduk di ranjang
"Ayo bangun kita harus ke rumah t mmante Miyang" menarik lengan Nindya agar anak itu mau beranjak dari duduknya.
Selesai bersiap ia menuju rumah Miyang ditemani Siska,Mike dan Miran.
"Aunty..aunty..uncle Joon dan uncle Youngi datang juga?" tanyanya
"Tentu sayang" jawab Nindya
"Miran harus jadi anak baik ya kalau dirumah grandma" tutur Mike
"Iya pa" sahutnya
Nindya sudah mengirim pesan pada Joon dan Youngi jika ia sudah dalam perjalanan menuju rumah mama Jin.Mereka ternyata lebih dulu sampai disana.
Dari sana mereka menuju makam Jin.Jaraknya cukup dekat hanya dalam setengah jam mereka sudah tiba disana.
"Jin kau tahu Nindya masih saja menangisimu sampai hari ini" ucap Youngi
"Iya Jin.Bisakah kau bangun lagi?" celetuk Joon yang langsung dipandangi oleh Nindya dan Youngi
"Jangan dengarkan mereka Jin.Tak ada satupun yang benar dari ucapan mereka" ucap Nindya
"Boleh aku bergabung" ketiganya langsung menoleh saat mendengar penuturan itu
"Kau disini Den?" tanya Joon
"Kemarilah" Youngi memberi sedikit ruang disebelahnya.Membiarkan Deny berdiri diantara dia dan Nindya.
"Hai Jin,seperti janjiku padamu akan menjaga Nindya untukmu" ucapnya
"Kau pikir hanya kau yang dimintai Jin menjaga Nindya" ucap Joon
"Aku pun juga" tambah Youngi
"Kalian jika ingin bertengkar keluarlah.Aku tidak mengijinkan kalian ricuh di makam Jin"
"Pergilah aku ingin mengobrol dengannya" Nindya mengusir ketiganya pergi dari sana
Mereka bertiga saling bertanya satu sama lain tentang apa yang dibicarakan Nindya di makam Jin.Saat Nindya datang menghampiri mereka langsung berdiri tegap.
"Apa?" tanya Nindya
__ADS_1
Nindya sudah paham jika mereka mengajaknya untuk makan malam.
Deny mengutarakan rencananya tentang pembukaan hotel si Korea.Joon dan Youngi saling pandang.Memang benar jika ia ingin lebih dekat dengan Nindya.Karena jika di Indonesia ia akan jarang berkomunikasi dengan Nindya.Apalagi bertemu mungkin intensitas pertemuan mereka bisa dihitung dengan jari dalam satu atau dua tahun.
Joon setuju saja karna ia memang dipesan Jin untuk membantu hubungan Nindya dan Deny.Tapi Youngi kurang senang dengan ide yang di ungkapnya oleh Deny.
Untuk hari ini Nindya tidak minum seperti peringatan kematian Jin dulu.Ia tak ingin kembali larut dalam kesedihan.Sudah cukup kesedihannya.Dan ia harus bangkit segera.
"Dimana lu bakal diriin hotelnya Den?" tanya Nindya saat Deny mengantarnya pulang
"Baru rencana ini sih"
"Mungkin gua bakal beli salah satu hotel dari Grup Park" tambahnya
"Yang mana?"
"Belum tahu.Tergantung kesepakatan nanti gimana"
"Kalo gua sih pengennya yang gak terlalu jauh dari sini"
"Oh ya Nin.Kalo lu ada waktu temenin gua nyari rumah atau apartemen yang bagus,bisa?" tanyanya
"Besok gua kosong Den"
"Berangkat jam berapa?nanti gua jemput"
"Liat kan gimana Nindya keliatan lebih ceria pas sama Deny" ucap Youngi saat mereka duduk di mini bar yang ada di rumah Joon
"Iya aku tahu" ucapnya yang sedang memilih wine yang tersusun rapi di rak.Joon mengambil satu botol wine yang baru datang dari Paris awal bulan.
"Kau tidak ingin jujur padaku Young?" tanya Joon penuh selidik
"Kau sudah tahu hal itu" ternyata diam diam Joon sudah menyadari perasaan Youbgi pada Nindya.
"Mama tidak setuju akan hal ini.Menurutnya jika aku mempunyai hubungan dengan Nindya akan merusak hubungan baik keluargaku dengan mama Miyang" tutur Youngi
"Lagi pula kulihat Nindya memang masih menyukai Deny seperti apa yang diucapkan oleh Jin" ujar Joon
"Sudah sejak kapan?" Joon penasaran sekali apakah Youngi sudah menyukai Nindya sejak dulu
"Pertama kali aku melihat Nindya yaitu saat ia menghadiri acara fansign.Dari sekian banyaknya orang yang datang entah kenapa ia begitu menarik perhatianku" bahkan cincin yang diberikan Nindya masih ia simpan di laci kamarnya
Lalu untuk kedua kalinya Youngi bertemu di pernikahannya Mike dan Siska.Youngi reflek ingin menghampiri Nindya namun tak disangka sahabat baiknya menyukai Nindya lebih dari yang ia perkirakan.Awalnya Youngi pikir Jin hanya ingin bermain-main namun siapa sangka ternyata Jin sampai berniat memata-matai Nindya.Dan saat itulah Youngi memutuskan untuk mundur demi Jin.
"Lalu apa keputusanmu?" tanya Joon
"Menjaga Nindya sebagai orang yang dicintai oleh Jin" jawabnya
__ADS_1
"Itu yang membedakanmu dengan sahabatmu.Jika itu Jin ia tak akan mundur selangkahpun" paham sekali dengan sifat Jin
---
Grup chat yang beranggotakan Nindya dan teman-temannya ramai oleh kabar Deny yang berencana membuka hotel di Korea.Ramai memberondong Nindya dengan berbagai pertanyaan.Nindya yang menjadi tersangka hanya mengamati keributan yang dibuat oleh teman-temannya.
Paginya seperti janjinya pada Deny ia pergi menemaninya mencari rumah.
Mereka berkeliling cukup lama.Melihat berbagai apartemen yang dirasa cukup bagus.Namun belum ada satupun yang membuat Deny tertarik.
"Kayaknya gua bakal lebih sering masak ketimbang makan di luar" ucapnya
"Bener.Gua aja yang bertahun-tahun disini lebih suka masakan Indonesia"
"Kenapa lu bisa betah disini?"
"Karena oppa Korea ganteng-ganteng" celetuk Nindya
"Yuk lanjut kalo udah selesai.Gua masih ada satu rekomendasi dari Joon"
Tak disangka selera dia dan Joon sama.Deny langsung cocok saat melihat apartemen yang di rekomendasikan oleh Joon.Tidak terlalu besar namun cukup untuk ia dan teman yang akan menginap nantinya.
Malam Nindya baru pulang.Siska yang melihat Nindya pulang langsung meledeknya habis-habisan.Ia cukup yakin jika Nindya akan kembali dengan Deny.Lihat saja kapan waktu akan mempersatukan mereka nantinya.
Nindya menyadari jika kehadiran Deny membuatnya sedikit bersemangat.Karena ia bisa menemukan seseorang yang bisa diajaknya berbahasa Indonesia.Ya meski aksennya sekarang terdengar agak kaku.
"Kamu udah makan Nin?" tanya Mike
"Udah kak" sahutnya cepat yang segera beralih menonton televisi
Ia melihat cuplikan Youngi yang membintangi iklan parfum.Sungguh tidak seperti Youngi yang biasa ia kenal berisik.
"Gimana Deny udah dapet apartemennya?" tanya Siska yang ikut duduk di sebelah Nindya
"Udah kak.Rekomendasi dari Joon yang ia pilih"
"Dimana lokasinya?"
"Itu deket kantornya Joon kak"
"Jangan terlalu keras hati Nin.Deny sampe pindah kesini kan demi kamu" goda Siska
"Mulai deh kak"
Nindya yang terus saja di goda lalu kembali ke kamarnya.Mike pun ikut menggodanya yang semakin membuatnya salah tingkah.
Nindya hanya butuh waktu.Tak mudah baginya untuk membuka hati secepat itu.Dua kali begitu mempercayakan hatinya dan dua kali ia terluks hebat.
__ADS_1