
Jangan lupa like komen dan subscribe..
Selamat membaca semoga suka ♡♡♡
-----
Udah-udah.Ini kenapa jadi author ngeracunin pikiran pembaca yang normal.
Balik lagi ke cerita yuk sayyy...
"Sejak saat itu Dit gua selalu makan banyak biar gak ada nasi yang sedih lagi" Jessie sudah seperti pujangga saja
"Alesan lu aja itu ma.Makan lu kan emang banyak" ucap Ardit
"Oh ya Jes.Minggu depan gua mau ke Paris"
"Ngapain?" tanya Jessie
"Dimas minta gua buat jadi sponsor acara pameran fotonya" jawab Ardit
"Kan minggu depan ada acara Music Award,Dit.Masa lu gak dateng!"
"Manja amat si Dimas pake minta lu dateng segala!"
"Lagian cuma jadi sponsor kenapa harus sampe dateng ke Paris sih!" Jessie sudah mulai kesal
"Ya gak gitulah Jes.Dimas kan sahabat kita" ujar Ardit
"Kita?lu aja kali" sahut Jessie ketus
"Gini aja deh.Ntar gua angkutin menara Eifell kesini biar lu gak marah lagi" bujuk Ardit
"Angkut sono pake gerobak" belum hilang rasa kesalnya
"Ini kenapa jadi lu yang ngambek sih?kan tadi gua yang marah"
"Wah gak sesuai skenario nih!" tambah Ardit
"Terserah gua dong.Authornya aja gak masalah" jawab Jessie
"Hahahaha...iya deh iya yang kesayangan Author" Ardit mengusap rambut Jessie.Awalnya hanya pelan tapi lama kelamaan gerakannya semakin cepat membuat rambut Jessie tak beraturan.
"Ardit!" teriak Jessie
Selesai makan keduanya langsung mencuci piring agar tak menumpuk di wastafel.Terdengar ponsel Ardit berdering saat mereka masih membereskan dapur.Jessie melangkah ke ruang tamu tempat ponsel Ardit diletakkan.Dengan malas Jessie menjawab telepon.
"Apa!" jawab Jessie ketus saat wajah Dimas yang memenuhi layar ponsel
"Itu muka apa keset Jes.Lecek amat" olok Dimas
"Ngambek dia Dim" sahut Ardit yang muncul dibelakang Jessie
"Napa sih Jejes lagi dateng bulan ya?" tanya Dimas yang tepat sekali.Ardit yang sudah duduk disofa terlihat menahan tawa.
"Asal aja kalo ngomong.Gua aduin sama pemadam kebakaran nih" kilah Jessie
"Ngapain?" tanya Dimas bingung.Jessie ikut duduk di sofa disebelah Ardit.
"Kan bapak lu pemadam kebakaran" sahut Jessie
__ADS_1
"Sembarangan bapak gua presiden" Dimas makin ngawur saja meladeni ucapan Jessie
"Bapak lu fireman kan?" tanya Jessie.Ardit yang duduk disebelah Jessie sudah tertawa kencang
"Astaga..iya-iya gua baru mudeng" Dimas menepuk jidatnya karena gagal paham dengan candaan Jessie.Tahukah kalian?nama bapaknya
Dimas itu Firman.
"Udah mana Arditnya.Ngeribetin aja lu ma" ucap Dimas sewot
"Deeehhh..gua minta Ardit batalin jadi sponsor acara lu nih" ancam Jessie
"Ampun nyonya ampun"
"Udah mana Arditnya?" Dimas kembali bertanya
"Nih..nih..mamam tu Ardit" Jessie kesal lalu menyodorkan ponsel kedepan wajah Ardit yang hanya menampilkan hidungnya saja
"Kenapa Dim?" tanya Ardit setelah menerima telfon dari Dimas.Satu tangannya lagi menahan Jessie yang hendak bangkit dari sofa
"Minggu depan lu pasti kesini kan?" tanya Dimas yang tak bosan memastikan untuk kesekian kalinya
"Selow aja sih" sahut Ardit
Merasa diabaikan Jessie menyanyikan lagu mandarin sekenanya.Awalnya tak ada yang mempermasalahkan hal itu.Namun lama kelamaan Dimas merasa terganggu dengan nada Jessie.
"Suara lu bikin gua gagal fokus Jes" protes Dimas yang tak melihat wajah Jessie
"Ngobrol ma ngobrol aja Dim" sahut Jessie yang berakting seolah sedang berada dalam konser
"Yaudah yang waras ma ngalah deh"
"Gua matiin nih biar lu PUAS!" tambah Dimas yang menekankan kata puas
"Kok gua sih?" tanya Jessie tanpa dosa
"Tanggung jawab karena lu udah gangguin gua" ujar Ardit yang mengedipkan satu matanya
"Ahhh..gamau gua.Capek" keluh Jessie
"Ayo buruan" titah Ardit yang mengangkat kedua kakinya ke pangkuan Jessie
"Ini gua pacar apa tukang urut sih Dit.Tiap kesini disuruh mijitin kaki lu" keluh Jessie
"Kalo punya bakat itu harus digunain biar bermanfaat Jes" sahut Ardit
"Bilang aja lu gamau manggil tukang urut!"
"Emang lu mau gua di *****-***** tukang urut?" tanya Ardit
"Mana ada Dit tukang urut *****-*****.Pikiran lu aja yang jorok" sahut Jessie
"Udah buruan..pegel nih kaki gua"
"Pake koyo cabe aja nih" usul Jessie mengeluarkan koyo cabe dari kantongnya
Dan hanya sebatas itu perselisihan keduanya.Tak pernah berlanjut karena mereka sama-sama menahan ego masing-masing.Keduanya tak pernah memperpanjang masalah yang nantinya mungkin akan merusak hubungan yang sudah terjalin selama tiga tahun lamanya.Tentu hal semacam itu jangan sampai terjadi.
Setengah dua belas malam Jessie akhirnya pulang.Besok ia akan ada latihan untuk penampilan di acara music award.
__ADS_1
Hari ini bisa mereka lewati.Tidak tahu bagaimana kedepannya nanti jika banyak masalah yang datang.Semoga keduanya tetap sama-sama dewasa dalam menyikapi masalah.
Setelah sampai Jessie merebahkan diri dikasur berukuran king size.Lelah sekali hari ini.Tak lupa ia memasang dua koyo tambahan di kakinya sebelum beranjak tidur.Kebiasaan yang hanya diketahui oleh segelintir orang.
---
"Jes bangun" Sunny sudah sejak tadi membangunkan Jessie yang seperti orang mati
"Gada lima menit lima menitan!" Sunny menepis tangan Jessie yang terulur menunjukkan kelima jarinya.Tanda Jessie meminta waktu lebih.
Akhirnya usaha Sunny berbuah manis juga.Jessie dengan malas menyeret dirinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Barusan mandi?" tanya Sunny heran karena Jessie baru sepuluh menit masuk kamar mandi
"Mau latihan koreo kan?jadi ngapain wangi-wangi" tukas Jessie santai
"Prinsip macem apaan sih Jes" Sunny merasa kehabisan kata-kata setiap menghadapi Jessie
"Ayo!" gantian Jessie yang memberi komando
"Ayolah ayo berangkat" Sunny bangkit dari ranjang Jessie
Terus saja Jessie melakukan latihan menjelang acara music award.Banyak artis yang akan tampil diacara bergengsi itu.Jangan sampai Jessie membuat malu.Hal itu yang selalu ditekankan oleh Sunny.
Hari H
Jessie sedang bersiap untuk penampilannya.Kali ini ia akan membawakan lagu berjudul SOLO (anggap saja itu lagu Jessie) (kalo pengen tahu suaranya Jessie.Cari di Youtube ketik cover lagu SOLO versi JW)
"Lihat hyung!" Minsuk menyenggol lengan Mark berulang kali saat Jessie naik keatas panggung diiringi penari latar.Mata Mark memang sudah terfokus ke panggung sejak nama Jeesun disebutkan
"Jeesuni itu memang ajaib.Tingkah dipanggung dan aslinya bisa berbanding terbalik" puji Yungchul
"Aku suka karakter suaranya" ujar Jongmin.
Para penonton ikut bernyanyi selama Jessie tampil.Hal itu menunjukkan betapa popularitas Jessie sedang berada diposisi yang bagus.
Panitia memang mengatur posisi duduk Jessie satu meja dengan boyband Light karena alasan mereka satu agensi sekarang.Tentu hal itu disambut baik oleh member LIGHT yang merasa itu momen berharga.
"Hai Jessuni" sapa Yungchul yang antusias saat Jessie datang
"Mulai hari ini aku resmi jadi JesFriend" ucap Jongmin yang diiyakan oleh Minsuk juga.Ketiga member LIGHT kecuali Mark memang cepat akbrab dengan Jessie.
"Pemenang kategori best album adalah..." suara pembawa acara menghentikan obrolan mereka
"Jeesun dengan album All about Friend" tepuk tangan bergemuruh menyambut pemenang yang diumumkan
"Ayo Jes maju" Jongmin menyadarkan Jessie yang merasa tidak percaya dengan pendengarannya
Para JesFriend terus meneriakkan nama Jessie selama idolanya menuju panggung.Seperti biasa yang diucapkan oleh para pemenang perhargaan.Jessie mengucapkan terima kasih untuk semua orang dibalik kesuksesan karirnya.Keluarga teman dan semua yang mendukungnya.
"Peluk dari Jessun untuk Bolo-bolo dan JesFriend"
"Wulan,gua udah nepatin janji gua kan" ucap Jessie dengan mata yang berkaca-kaca.Tepuk tangan dan teriakan semakin kencang terdengar saat Jessie turun dari panggung.
Dan pernyataan Jessie tentang Wulan membuat banyak wartawan penasaran akan nama yang ia sebutkan secara khusus.Mereka berlomba-lomba untuk mengulik masa lalu dari Jeesun yang sedang naik daun.
Cukup lama Jessie berada dibawah panggung menuju backstage.Sunny langsung bergegas menyusul Jessie yang masih berdiri disana.
"Are you okay?" tanya Sunny memastikan.Jessie mengangguk mantab.
__ADS_1
Tak perduli kapanpun kenangan itu hadir Jessie harus tetap tersenyum saat kembali kedepan layar.
Kenangan biarlah tetap jadi kenangan.Berikan ia tempat terbaik di ruang hati.