Ruang Hati

Ruang Hati
Season tiga - bagian 7


__ADS_3

"Jess"


"Jessie" panggil Maya untuk yang kedua kalinya


"Eh iya May" sahut Jessie gelagapan


"Kenapa sih lu?" tanya Maya


"Gada laper doang" jawabnya asal.Berharap Maya tak lagi bertanya lebih jauh


"Gua tau lu bohong" sepaham itukah Maya terhadap dirinya


"Mikir apaan?" tanya Maya lagi


"Serius lu mau dengerin?"


"Jangan bocor tapi" ancam Jessie pada temannya.Jessie menoleh kebelakang.Bangku dibelakang mereka kosong.


Maya jadi berfikir apakah sampai serahasia itu?


Jessie mengetuk ngetuk meja dengan jemarinya.Apa ia harus menceritakan ini semua?


Lihat saja sejauh mana Maya bisa di percaya.


"Serius lu?" tanya Maya yang matanya


"Diem lu jangan ampe bocor" ucap Jessie sunguh sungguh.Jarang sekali Maya melihat temannya itu bersikap serius.


"Tuh yayang dateng" Maya mengalihkan topik.Memberi kode dengan matanya keluar jendela.


"Yayang palalu!" Jessie menoyor kening Maya dengan telunjuknya


"Katanya gemes" Maya mengingatkan fakta yang ia ucapkan saat pak Bimo mengajar


"Pagi anak anak" suasana riuh di kelas kembali hening


Dua jam yang menyiksa.Jessie tidak mengantuk namun ia merasa bosan setengah mati.Beberapa murid lain malah ada yang pura pura ke toilet lumayan lama.Mengusir bosan sebelum kembali kedalam kelas dengan mood yang lebih baik.


"Makan apa May?" tanya Jessie yang menawarkan diri untuk mengantri


"Soto yang pedes" jawabnya menunggu di meja yang kosong


Jessie ikut mengantri bersama yang lainnya.Membawa dua mangkok soto dengan penuh perasaan dan hati hati.


"Panas panas" ucapnya menggosokkan kedua tangannya berkali kali


Niatnya hanya ingin fokus saat makan di jam istirahat yang berharga itu.Namun ketenangannya di ganggu oleh kedatangan Rania dan Nadia.


"Ini yang anaknya model abal abal itu" Jessie yang hendak menyuap menghentikan gerakan tangannya.Dari mana ia tahu,batinnya.Sudahlah lupakan saja.


Lalu ia mulai menggosipkan Nindya dengan suara keras.Beberapa murid sampai menoleh.Bukannya merasa tertarik dengan setiap gosip yang ia mulai.Mereka malah merasa terganggu.Norak kurang lebih seperti itu arti dari tatapan mereka.


"Keterlaluan gak sih dia" ucap Maya menyenggol lengan Jessie yang masih fokus makan


"Pengen liat aja gua sejauh apa di kepo ama kehidupan gua" sahut Jessie yang masih tenang


"Dia aja yang gak tahu malu,udah jadi janda masih aja mau nikah sama bujangan kaya" Jessie berjalan ke meninggalkan meja.Hello gak tau aja kalo sebenarnya Nindya yang jauh lebih kaya ketimbang Deny


"Nih biar makin sedep gosipnya!" Jessie menaburkan sekotak mecin


Rania berdiri dengan raut merah padam.Berdiri di sampingnya sang bala bantuan Nadia yang membantu membersihkan rambutnya,penuh mecin.

__ADS_1


"Lu gila!" bentak Rania


"Lebih gila lu karena nyari masalah sama orang gila" Jessie menunjuk muka Rania


"Kurang ajar lu ya" bukan Maya atau siapapun.Tapi Jessie sendiri yang menahan gerakan tangan Rania yang hendak menamparnya.


"Udah yuk Jes,tinggalin aja orang kampungan kayak gini" ajak Maya menarik lengan Jessie.Sudah cukup keributan hari ini.


Rania hanya berdecak sebal sambil memarahi Nadia yang hanya diam saja.


"Jessie lu gak apa apa?" Oktav berlari menghampiri Jessie yang masih berjalan di koridor.Ken mengikutinya dari belakang.


"Baek gua" sahut Jessie dengan wajah yang masih kusut


"Lain kali siram pake kuah soto" Ken memberi ide


"Ngaco aja" Maya menyahut sewot.Tak setuju dengan ide gila yang diberikan Ken


"Jangan di dengerin Jes" Maya menasehati


"Bener juga sih lu,kenapa gua gak kepikiran ya" Jessie merasa baru tersadar


"Sama gilanya lu berdua" Oktav menggelengkan kepalanya.Ken yang dikatai gila memang sepertinya sudah gila karena tersenyum senyum sendiri.


"Balik ngumpul yuk,taman belakang sekolah" Oktav memberi ide.Berkumpul siapa saja memangnya batin Jessie.Terserahlah ia juga tidak masalah sebanyak apa orang yang akan berkumpul nantinya.


Jam terakhir mata pelajaran matematika.Maya yang duduk disebelahnya menggaruk kepala pusing.Tak ada satupun rumus yang ia mengerti.


"Si Kunyuk malah maen game" Maya melirik Jessie yang sibuk memainkan game online diam diam


"Sambil gini juga mudeng gua" sahut Jessie songong.Andai otaknya seencer Jessie keluhnya.Ia  malah ikutan mengeluarkan ponsel.Membuka sosial media melihat postingan terbaru lambe turah.


"Malah buka gosip" Jessie melongok melihat apa yang membuat Maya ikut sibuk


"Kalian ngerti gak apa yang bapak bilang?" tanyanya


"Ngerti pak" jawab Jessie enteng


"Maju kedepan" suruhnya


Jessie meletakkan ponselnya kedalam laci.


Maju kedepan mengulang penjelasan yang baru saja di terangkan olehnya.


Jessie menunjuk grafik yang ada di papan dengan spidol.


" Pada grafik di atas dapat dilihat melalui dua titik, yaitu (0,1) dan (1,3). Untuk mendapatkan fungsi eksponensial tersebut, kita harus mensubstitusikan kedua titik yang ada ke dalam persamaan fungsi eksponensial secara umum f(x)\=b × ax untuk mencari nilai a dan b, sehingga:


Untuk titik (0,1) didapat f(x)\=b × ax


1\=b × a0


1\=b × 1


b\=1


Untuk titik (1,3) didapat f(x)\=b × ax\=1 × ax\=ax (masukkan nilai b \= 1)


f(x)\=ax


3\=a1

__ADS_1


3\=a


Maka, fungsi eksponensial dari grafik tersebut adalah


f(x) \= b × ax


f(x) \=1 × 3x


f(x) \=3x " jelas Jessie panjang lebar


*mon maap kalo salah,author cuma copas di internet say hehe*


"Mulai besok jika bapak gak bisa ngajar,kamu yang gantiin di kelas ya" Jessie mengangguk paham lalu menyerahkan spidol kepada gurunya.


Semua mata memandangnya sekarang.


"Gua yang dari tadi dengerin aja kaga mudeng Jes" ucap Maya saat Jessie kembali duduk di sebelahnya.Melanjutkan game online yang sedang ia mainkan.


"Belajar makanya" Jessie mengingatkan


"Maklumin otak gua yang gak secerah punya lu Jes" keluhnya


Sepulang sekolah Jessie pergi ke taman belakang bersama Maya.Sudah ada Oktav dan Ken tentunya.Ditambah Bella yang juga ikut hadir.


Duduk kursi yang ada dibawah pohon.


"Cepet amat datengnya" sapa Jessie yang menaruh tas diatas meja


"Mau ngapain sih emang?" tanya Maya


"Ngumpul aja" sahut Oktav memainkan gitarnya


"Kemana tu kembar sial" tanya Ken yang duduk berhadapan dengan Jessie


"Heyyyy" yang ditanya baru saja datang


"Nih kita bawain makanan" ia membawa dua plastik makanan dan air dingin


"Seblak enak nih" Bella memberi ide


"Telat lu Bel kita udah pada nyampe" sahut Dimas kesal


"Kesukaan gua nih" Jessie membuka makaroni pedas


"Inget lambung Jes" Oktav mengingatkan


Ken melirik keduanya.Sepertinya Oktav memang banyak tahu tentang Jessie.


"Minum nih dedek gemes" Doni menyodorkan air dingin


Jessie yang mendengar kata GEMES langsung tersedak.Ken reflek bangun meminta Jessie meminum botol air yang sudah ia buka


"Gak apa apa?" tanya Ken memastikan.Menepuk pelan punggung Jessie


"Parno amat sih ama kata gemes Jes" Maya tertawa puas.Jessie menoleh sesaat.


"Kenapa emang?" tanya Bella mengalihkan perhatian.Cemburu dengan perlakuan Ken pada Jessie.Awas kalo lu cerita,tatapan Jessie pada Maya yang ia dapat artikan.


"Kan Jessie pernah bilang kumis pak Bimo gemesin" Ken yang sudah kembali ke tempat duduknya terpingkal pingkal diikuti yang lainnya.


"Ya ampun dedek gemes seleranya yang udah mateng ternyata" Doni masih memegangi perutnya

__ADS_1


"Sett dah Jess mending ama gua" candaan Oktav dianggap serius oleh Ken.Kenapa ia jadi mengurusi kehidupan Jessie sih batinnya.


Satu hal lagi yang membuat mereka tahu tentang Jessie,kecuali Oktav dan Maya.Jika Jessie terbilang gadis yang lucu dan berani.


__ADS_2