
Seperti biasa setelah selesai sarapan Nindya akan menghabiskan dua jam untuk merawat tanaman milik mama Deny.Hal itu ia lakukan bukan berdasarkan permintaan mama Deny,karena Nindya memang suka merawat tanaman hias.
Bel pintu rumah Deny berbunyi,ternyata Desy kakaknya Deny dan Luna anaknya yang baru berusia lima tahun.
"Tante" Luna menghampiri Nindya memberi pelukan kecilnya
"Hai sayang" Nindya lalu menggendong Nindya
"Kakak sama siapa?" tanya Deny
"Cuma sama Luna,Den"
"Oh ya Nin kamu bisa jagain Luna dulu gak?soalnya kakak mau nemenin mas Tio ke Bandung"
"Iya kak.Luna mau kan bobok sama tante?" sudah pasti Luna mau karena ia memang sangat dekat dengannya
"Luna yang nurut sama tante Nindya,jangan nakal besok pagi mama sama papa jemput kamu"
"Iya mah" jawab Luna
"Kabarin kalo udah sampe Bandung kak" Desy hanya mengiyakan dengan anggukan.Setelah Desy pergi Nindya segera membereskan peralatannya.
Nindya membawa masuk Luna karena Luna meminta pudding.Nindya memang sangat suka dengan anak kecil terlebih Luna termasuk anak yang penurut dan pintar.Meski awalnya Luna sangat susah diatur dan nakal tapi lama kelamaan ia menurut pada Nindya yang dengan cepat bisa mengambil perhatiannya.Deny tersenyum memandangi Nindya yang dengan sabar menyuapi Luna.Karena saat bersama anak kecil Nindya akan berubah seratus delapan puluh derajat.Dari yang tadinya pecicilan dan jahil akan berubah menjadi keibuan.
"Tante,Luna pengen makan es krim"
"Luna mau makan es krim apa?"
"Coklat"
__ADS_1
"Luna mau gak pergi ke taman sama tante?"
"Mau.Ayo kita berangkat sekarang" Luna menarik baju Nindya agar bergegas
"Mau kemana?" tanya Deny
"Luna mau es krim om" jawab Luna pada Deny
"Bentar ya om ambil kunci mobil dulu".
Lalu mereka pun pergi ke supermarket terdekat membeli beberapa es krim dan makanan ringan.
Melihat Luna berlarian Nindya mengingatkan agar ia berhati-hati.Luna pun menurut mendengar perkataan Nindya.Tidak seperti saat bersama mamanya ia akan cenderung melawan.
"Kamu gamau coba makan es krim?" tanya Deny
"Gua penasaran aja.Lucu kali ya" ucap Deny lalu terkekeh
"Oh gitu.Mau gua kasih ulet bulu"
"Jangan-jangan" tolak Deny
"Gua heran sama lu cewek gada takutnya sama begituan" Nindya malah menjulurkan lidahnya.
Mereka berdua pulang setelah Luna merasa lapar.Sebelumnya mereka mampir kesebuah kafe dekat taman lebih dulu.
"Tari" panggil Nindya saat melihat temannya
"Eh Nindya" Tari dan Putra berjalan ke meja Nindya dan Deny
__ADS_1
"Hai adik kecil,nama kamu siapa?" tanya Tari
"Luna tante"
"Oh ya Den kenalin itu Putra pacaranya Tari"
"Salam kenal" keduanya saling menyapa lalu ikut bergabung dimeja Nindya.Selesai makan Tari dan Putra pamit terlebih dulu karena Putra ada keperluan mendadak.
Malam harinya Luna tidur lebih cepat karena kelelahan bermain di taman.Deny dan Nindya duduk dibalkon sambil memainkan gitar.Benar yang diucapkan Deny dulu jika ia juga pandai menyanyi.Suara Deny terdengar maskulin berbeda dengan wajahnya yang baby face.Puas bermain gitar Deny menarik tangan Nindya untuk mengikutinya berdiri dibalkon.Deny memeluknya dari belakang mirip dengan adegan romantis dalam drama Korea.
"Den.Kenapa lu gak kuliah di Korea aja sih" tanya Nindya
"Maaf Nin.Bukan gua gamau deket Lu tapi papa kan nyuruh aku kuliah bisnis sambil bantuin urusan hotel"
"Lu yakin mau ke korea gak ikut gua aja"
tawar Deny
"Lu kan tau gua suka banget sama apapun yang berhubungan sama Korea.Lagian kakak gua juga tinggal disana"
"Jangan panggil lu gua lagi" Nindya pun mengangguk
"Janji ya kamu harus sering ke Korea" Nindya membalikkan badannya
"Pasti.Karena aku ga bakal betah kalo lama-lama jauh sama kamu"
"Makasih sayang" Nindya memeluk Deny
"Cium dong" Deny mengoda Nindya
__ADS_1