Ruang Hati

Ruang Hati
Season tiga - bagian 24


__ADS_3

Halooo...


author datang....


-----


Flashback on..


Kejadian sebelum Jessie terdampar di apartemen Ardit..


Sore itu kedua orang tua Jessie sudah berangkat ke Korea.Keduanya selalu mengosongkan jadwal menjelang peringatan hari kematian Jin,mendiang mantan suami mamanya.


"Lelaki hebat dengan cinta yang luar biasa" kalimat itu yang selalu menjadi penutup dari cerita papanya.


Entah kenapa Jessie jadi merindukan sahabatnya Wulan.Selepas mengantar mamanya ke bandara Jessie minta diantarkan mang Diman ke makam Wulan,seperti biasa setelah mengatar nona mudanya itu mang Diman akan langsung pulang.Karena Jessie tak pernah mau diganggu jika sudah disana.


"Lan,sorry ya gua baru dateng" ucap Jessie yang duduk disebelah makam Wulan.Sudah tiga bulan sejak terakhir kali ia kemari,rasanya ia sangat rindu.


"Gimana kabar lu?gua kangen banget" keluh Jessie memegangi batu nisan Wulan.Dan saat itu bayangan Wulan seolah hadir dan ikut duduk disebelahnya.Menatap Jessie dengan raut muka cemberut.


"Tau gak Lan,ada kafe enak banget yang baru buka" Wulan mendadak antusias,duduk bersila menghadap Jessie


"Gua udah pernah kesana sama temen sekolah...Tau gak Lan gua sekarang punya temen baru.Ada Maya yang selalu khawatir sama gua kayak lu dulu.Gua juga ketemu Oktav,inget kan dia siapa?ituloh yang dulu tinggal sama om Ari"


"Pengen banget gua ngenalin lu sama Ken,dia vokalis band sekolah Lan,gua yakin lu pasti naksir sama dia.Udah ganteng suaranya bagus banget,selera lu deh pokoknya" Wulan ikut senang dengan kabar jika ia mempunyai teman-teman yang baik.Rasanya ia lega sekali mendengar kabar itu dari Jessie


"Terus Dimas yang nantangin gua nyanyi.Oh ya hampir lupa gua ada Doni juga Lan,fans garis keras gua hahahaha lucu anaknya suka pengen gua lelepin ke mangkok bakso rasanya" Wulan tertawa lepas saat Jessie menceritakan tentang Doni.


"Dan lu tau gak Lan,ada bocah ngeselin banget yang tiap hari kerjaannya bikin gua kesel aja.Ardit namanya,ganteng sih ganteng Lan tapi..beeuhhh...ngeselinnya tujuh turunan"


"Gua rasa lu bakal lebih sewot lah daripada gua kalo kenal tu anak.Sumpah nyebelin banget" Wulan malah memasang ekspresi jahil pada Jessie


"Kalo masalah ini lu pasti udah tau kan,gua ketemu Dia di festival Lan.Nyesek rasanya tiap liat dia hidup baik-baik aja" Wulan menghela napas berat.Kecelakaan itu bukan sepenuhnya salah Endra.


"Oh ya orang tua lu kabarnya sehat kok.Lusa kemarin gua ketemu di butik nyokap gua.Makin cantik aja nyokap lu" puji Jessie yang membuat Wulan terlihat bahagia


"Eh iya mendung nih Lan,gua balik dulu ya.Kapan-kapan gua ajak Oktav sama Maya kesini"


"Dah Wulan,gua sayang lu" pamit Jessie mencium nisan Wulan lalu mendapat pelukan sepihak dari Wulan.Kepergiannya seolah membuat bayangan yang ada di angan Jessie ikut memudar.Sebisa mungkin Jessie selalu berusaha tegar saat mendatangi makam sahabatnya itu.Tapi semakin langkahnya menjauh,air matanya tak akan mampu dibendung lagi.


Flashback off..


"Lain kali gua bakal nemenin lu ke makam Wulan" Ardit menggenggam tangan Jessie.Membuat air mata Jessie lolos begitu saja


"Maaf Dit" ucap Jessie yang menghapus jejak air mata


"Sial pedes mata gua!!" umpat Jessie.Ia lupa belum cuci tangan,mana bekas makan sambel pake tangan.


"Si beg*.Ayo!" Ardit memandu Jessie menuju westafel yang ada di dapur


"Perih" keluh Jessie dengan nada merengek selesai membasuh wajahnya

__ADS_1


"Ayo kita ke dokter" mode panik Ardit sudah aktif


"Gak usah,gak perlu ke dokter" Jessie menahan lengan Ardit saat ia hendak pergi


"Basah muka lu" masih dengan sebelah tangan yang dipegang Jessie,Ardit mengelap wajah Jessie yang basah


"Njirrr..itu kain lap Dit" Ardit reflek membuangnya ke lantai.Kain lap sialan,umpat Ardit dalam hati.


"Sorry Jes gua kaga tau" Ardit tertawa.Gagal sudah momen romantis mereka.


"Cuci muka lagi sono ke kamar mandi" titah Ardit selepas ocehan panjang Jessie


Tanpa mereka tahu Eri mengamati dari pintu yang lupa ditutup.Ia memfoto interaksi keduanya untuk dilaporkan pada Aidan.


"Bagus,buat dia jangan sampai meninggalkan Ardit" titah Aidan saat melihat senyum anaknya.Jika ia tak mampu mengadirkan senyum anaknya lagi maka ia harus mengikat Jessie agar selalu berada disisi Ardit.


Dan tentunya Aidan sudah bertemu dengan Deny sebelum ia pergi ke Korea.Aidan meminta rekan bisnisnya agar mengenalkan mereka.Itu salah satu cara agar ia bisa mengenal Deny lebih jauh dan membuat kedua keluarga mereka semakin dekat.


Kembali ke apartemen..


Jessie dan Ardit asyik menonton siaran langsung pertandingan sepak bola.


"Golllllllllllll" keduanya sampai berjingkrak-jingkrak sambil berpelukan saat tim jagoan mereka mencetak gol


Degg..


Keduanya bisa merasakan detak jantung masing-masing.Jessie gugup sekali.Pertama kalinya ia memeluk lelaki,karena Oktav pengecualian ya.Mereka murni bersahabat.


Ardit menahan gerakan Jessie yang ingin melepas pelukan mereka.Membuat degup jantung Jessie semakin tak karuan.


Suasana mendadak canggung selepas pelukan yang baru saja terjadi.Keduanya lanjut menonton pertandingan bola berusaha bersikap biasa.


"Punya betadine gak Dit?" tanya Jessie untuk mencairkan suasana


"Kenapa?" tanya Ardit datar


"Bedarah nih kaki gua" keluhnya menunjukkan kaki lecet dengan darah yang sudah mengering


"Kenapa bisa gini sih!" terdengar nada kawatir dari suara Ardit


"Kan gua jalan kaki dari makamnya Wulan" ujar Jessie santai


"Jauh?" tanya Ardit yang membawa kotak obat.Duduk menghadap Jessie sambil menuangkan betadin keatas kapas.


"Kalo naik mobil ma setengah jam kali"


"Jangan belajar gila Jes,itu jauh banget" karena kesal Ardit jadi menekan luka di kaki Jessie


"Ardit!!"


----

__ADS_1


Miran sudah kembali ke London dengan aktifitasnya sebagai mahasiswi semester akhir.Disana ia satu kampus dengan anak Rita dan Ervan yang bernama Raffa.Mahasiswa yang menjalin persahabatan dengan Miran meski umur mereka terpaut jauh.


"Gimana skripsinya kak?" tanya Raffa mahasiswa semester awal dengan beasiswa full.


"Pusing" keluh Miran yang mengambil S2 bisnis


"Kakak udah liat video Jessie sama mas Kenzie di Youtube?" Kenzie Saputra adalah anak Tari dan Putra sahabat Nindya.


Selain masih berstatus mahasiswa.Kenzie adalah seorang Youtuber yang terkenal dengan cover lagunya.Subscribernya juga banyak,dan dari pendapatannya itu Kenzie kuliah tanpa harus meminta biaya dari orang tuanya.


"Mana-mana?" tanya Miran antusias


"Udah empat juta viewers aja" padahal video itu baru diunggah seminggu yang lalu.Dan pertama ia menonton juga belum sampai satu juta viewers.


"Bangganya punya keponakan kayak Jessie" ucap Miran


"Iya cantik pula" timpal Raffa


"Liat doang tantenya aja cantik gini" Miran mengibaskan rambutnya kemuka Raffa


"Shampooan gak sih kak.Bau nih" keluh Raffa


"Kau bukannya ada kelas dengan profesor Luis?"


"Ah iya aku terlambat kak" Raffa langsung membereskan buku dan berlari menuju kelasnya


BONUS!!!!



Rita sama Ervan



Raffa



Tari dan Putra



Kenzie



Jessie



Ardit

__ADS_1


Author : Kemungkinan gak lama lagi bakal tamat,jadi biarin author nulis dengan santai yaaa...


salam sayang dari author ♡♡♡


__ADS_2