
Tak terasa waktu cepat berlalu,kini Nindya tengah disibukkan dengan berbagai les karena sudah menginjak kelas dua belas.Persahabatan yang sudah terjalin diantara mereka menjadi begitu erat.Segalanya mereka ceritakan satu sama lain tanpa ada yang disembunyikan.Sampai ke hal yang paling intim sekalipun.
Dua bulan lagi adalah pertunangan Dian dan Kevin.Orang tua keduanya sepakat mempercepat rencana yang sudah dibuat ketika mengetahui Dian dan Kevin sudah pernah tidur bersama.Hal itu dilakukan untuk menghindari Kevin lari dari tanggung jawabnya.Meskipun hal itu tidak mungkin terjadi melihat kevin yang sudah cinta mati dengan Dian.
Masa libur semester dihabiskan mereka untuk membantu persiapan pertunangan.Nana dan Arya kebagian tugas untuk mencari gaun dan setelan terbaik untuk Dian dan Kevin.Tari dan Putra membantu memilih contoh surat undangan dan membantu menyampaikan pada teman mereka.Rindu dan Rian bagian sewa gedung.Rita dan Ervan bagian dekorasi gedung.Sedangkan Nindya dan Deny sudah pasti kebagian catering.Sedangkan tugas-tugas lainnya akan mereka kerjakan bersama.Undangan sudah disebar kepada semua teman-teman terdekat mereka.Dian dan Kevin hanya menerima beres soal persiapan acara mereka.
Malam pertunangan...
"Para hadirin diminta untuk berkumpul kedepan panggung sebentar.Dikarenakan acara pertunangan akan segera dimulai" suara mc.
Seluruh keluarga besar keduanya hadir menyaksikan pertunangan Dian dan Kevin.Tak lupa semua undangan yang totalnya mencapai lima ratus tamu undangan.
"Lu berdua kapan nyusul Dian sama Kevin" tanya Rita pada Rindu
"Gua kapan aja siap tinggal nunggu gimana Rindu" jawab Rian
"Kalo lu berdua kapan?" tanya Tari pada Nana
"Kita ma santai" jawab Arya dibarengi Nana yang mengangguk
__ADS_1
"Lu sendiri gimana,Put?" tanya Rindu
"Nunggu gua lulus kuliah dulu,gua juga perlu belajar bisnis sama bokap dulu" jawab Putra
"Lu gimana Rit"
"Tanya Ervan" sahut Rita
"Gada yang mau nanya gua nih?" Nindya membuka suara
"Lu ma kaga usah ditanya Nin.Kayaknya kalian masih lama" jawab Nana.
Nindya yang biasanya doyan makan malam ini tidak menyentuh hidangan sama sekali.Ia sudah bosan mencicipi makanan yang menjadi tanggung jawabnya.Sedangkan temannya memberi dua jempol untuk selera makanan yang dimiliki Nindya.
Pesta yang begitu meriah membuat mereka hampir lupa waktu.Jika bukan karna Nindya yang terus menguap diantara mereka tidak akan ada yang menyadari sudah lewat jam dua belas malam.
"Jangan lupa kabarin kalo udah sampe" ucap Nindya saat tiba di depan kos
"Siap komandan" Deny memberi hormat pada Nindya layaknya prajurit
__ADS_1
"Gua masuk dulu ya" namun pergerakan Nindya ditahan Deny yang sudah lebih dulu menciumnya.
"Deny" ucap Nindya setelah ciuman keduanya berakhir
"Lu cantik banget malam ini"
"Emang biasanya gua jelek?"
"Emang boleh gua jujur?" ledek Deny
"Iya gua ma jelek Den" Nindya merajuk
"Gitu aja ngambek" Deny lalu mencium Nindya kembali.Nindya segera turun dari mobil.Disusul Nana yang tak lama datang dengan Arya.
Nindya dan Nana segera masuk kekamar dengan senyum yang merekah.Mereka berdua teringat dengan ciuman yang mereka dapatkan malam ini.
Nindya mendapat kabar dari kakaknya jika ia akan menikah dengan bosnya sendiri yang menjabat sebagai direktur.Nindya sangat senang mendengar kabar bahagia itu.Terlebih ia bisa menginjakkan kaki di Korea.
Nindya segera memesan tiket ke Korea untuk ia dan keluarga Deny yang akan ikut menghadiri acara pernikahan kakaknya.Hubungan keduanya sudah mendapat restu dari keluarga besar mereka.Sedangkan keluarga Deny malah mendesak mereka segera bertungan seperti Dian dan Kevin.Meski Deny berasal dari keluarga terpandang,keluarganya tidak pernah membandingkan perbedaan status diantara mereka.
__ADS_1