Ruang Hati

Ruang Hati
#47 Baby


__ADS_3

"Aku hanya tidak suka melihatnya menatapmu seperti itu"


"Tatapan seperti apa?"


"Tatapan penuh rasa cemburu"


"Semua sudah menjadi masalalu" tutup Nindya sebelum mencium Jin


"Aku suka kau yang seperti ini" ujarnya


"Kau masih mencintainya?" tanya Jin yang membuat Nindya diam sesaat


"Sudahlah Jin" bukan itu jawaban yang ingin dia dengar.Tapi sudahlah Jin tidak ingin mendesak Nindya terus menerus.


Nindya mengganti gaun yang ia kenakan dengan baju tidur.Lega sekali rasanya bisa melepas pakaian ketat itu.Ia duduk disofa sambil memakan camilan yang ada dipangkuannya.Jin ikut bergabung menemani Nindya yang asyik menonton acara stand up comedy.Tawa yang begitu tulus dari wajah Nindya.Membuat senyum Jin mengembang seketika.


Nindya merasa sesuatu berputar putar diperutnya.Ia segera lari ke kamar mandi untuk menumpahkan segala yang ada diperutnya.


"Hoeekk.." entah sudah berapa banyak cairan yang Nindya keluarkan.Jin membantu memijat leher Nindya


"Kau sakit?" tanya Jin


"Sedikit pusing" jawab Nindya


"Ayo istirahatlah" Jin membantu Nindya berjalan ke ranjang.Muka Nindya terlihat begitu pucat.

__ADS_1


Keesokannya Jin menunda keberangkatan mereka melihat Nindya yang sedikit pucat.Namun Nindya bersikeras kembali ke Korea karena ia ada syuting iklan lusa depan.Betapa keras kepalanya wanita satu ini.


Setelah perjalanan yang begitu melelahkan akhirnya mereka sampai dirumah Jin.Belakangan Nindya hanya berselera makan pedas.Selain itu tidak ada yang mau ia makan.


"Jaga kesehatannmu Nindya.Sebentar lagi kalian akan menikah" ucap Mi Yang saat memergoki Nindya selalu makan yang pedas pedas


"Iya ma" jawab Nindya


"Jangan terlalu sering makan pedas.Itu tidak baik untuk lambungmu" Nindya malah nyengir menanggapi ucapan Mi Yang


"Kalian sudah fitting baju?" tanya Mi Yang lagi


"Kami sudah ada janji jam sepuluh nanti ma" jawab Jin


Tak lama Jin dan Nindya pamit untuk pergi ke tempat desainer,mereka akan melakukan fitting ulang karena berat badan Nindya sepertinya bertambah.Membuat Yuki ikut cerewet memintanya menurunkan berat badan.


"Iya.Nafsu makanku semakin banyak"


Setelah itu mereka pergi untuk melihat pesanan cincin yang sudah mereka pesan sebelumnya.Dilanjutkan menemui Tara yang menangani dekorasinya.


Jin membawa Nindya ke kantornya karena sore ini ia ada rapat dengan para pemegang saham.


Rapat berjalan cukup lancar selama beberapa saat.Namun Ahn Reum memotong jalannya rapat.


"Nona Nindya pingsan" Ahn Reum begitu panik

__ADS_1


"Cepat siapkan mobil Jo" perintah Jin


Meski dikantornya ada dokter Jin memutuskan untuk membawa Nindya ke rumah sakit yang tak jauh dari kantornya.


Sudah sepuluh menit Jin mondar mandir didepan pintu.Ia khawatir dengan keadaan Nindya.Takut jika kekasihnya mengalami penyakit serius.


Pintu ruang rawat terbuka.


"Bagaimana dok?" raut wajah cemas masih diperlihatkan Jin


"Selamat pak.Istri anda tengah hamil empat minggu"


"Apa?" Jin senang bukan main mendengar Nindya tengah mengandung anaknya.


Dokter mengingatkan jika Nindya butuh asupan sayuran dan vitamin.Nindya dilarang melakukan aktifitas berlebihan atau beban pikiran yang berlebih.


"Jin" ucap Nindya saat mendapati Jin tengah duduk dikursi dekat ranjangnya


"Sayang akhirnya kau sadar" Jin mengecupi bibir,pipi dan kening Nindya berulang kali


"Kau kenapa?"


"Terimakasih sayang.Kau sudah memberi ku kado terindah"


"Kita akan punya bayi" lanjutnya

__ADS_1


"Benarkah?" Nindya tak kalah bahagianya mengetahui dirinya tengah hamil.Kabar itu segera Jin beritahukan pada Mi Yang dan kakak Nindya.Mike dan Siska segera melakukan penerbang menuju Korea.


__ADS_2