Ruang Hati

Ruang Hati
#26 Fansign


__ADS_3

Nindya dan keluarga Deny tiba dibandara internasional Incheon,Korea Selatan.Salah satu bandara terbesar di Asia.


Ia mendapat kabar jika grup Big Star idol favoritnya akan mengadakan fansign untuk album mereka yang berjudul My spirit.Ia masih punya waktu tiga hari sebelum pernikahan kakaknya.Nindya sangat berantusias untuk datang.Deny mau tidak mau mengijinkan Nindya pergi sendiri.


Perjalanan Nindya diantar oleh supir yang sudah disediakan calon kakak iparnya.Untung saja Nindya sudah fasih berbahasa Korea jadi ia tidak kesulitan berkomunikasi dengan supirnya.


"Bapak boleh pulang dulu.Nanti setelah acara selesai saya akan kabari" ucap Nindya dalam bahasa Korea.


"Baik nona" jawab supir.


Nindya memasuki gedung yang megah tempat untuk mengadakan acara fansign.Disana sudah dipenuhi ribuan fans yang mengantri.


Idol yang dikagumi Nindya memang terkenal dekat dengan fansnya yang disebut Stars.


"Halo.Salam kenal" sapa member yang bernama Min Young Do


"Halo" jawab Nindya yang mukanya bersemu merah.


"Boleh saya tahu siapa namamu?"


"Nindya"


"Darimana asal kamu?Sepertinya kamu bukan warga Korea?"


"Saya berasal dari indonesia"

__ADS_1


"Wow.Jauh sekali.Apakah kamu kesini hanya untuk menghadiri acara ini?"


"Tidak.Aku sekalian menghadiri acara pernikahan kakakku.Mendengar Big Star akan mengadakan acara fansign aku langsung kemari"


"Tunggu aku punya sesuatu untukmu" tambah Nindya sembari mengeluarkan cincin berwarna hitam.


"Oh terimakasih" sambil memegang tangan Nindya.Jika saja ada alat untuk mengukur rasa bahagianya mungkin sudah melampai batas maksimal.


Jemputan Nindya sudah datang saat ia keluar gedung.Supirnya memang sangat tepat waktu.


Malamnya Nindya pergi bersama Deny untuk berkeliling Seoul.Mencicipi makanan khas negeri gingseng.


Meski Nindya sangat menyukai Korea tapi tidak dengan lidahnya yang sudah terbiasa masakan Indonesia.Mau tak mau akhirnya mereka mencari restoran khas Indonesia.


"Nindya" suara Siska dari luar pintu


"Tadi Mike nanya kamu seneng gak selama disini?" Calon kakak iparnya yang berdarah blasteran Korea dan New York


"Seneng kak.Kakak beruntung banget sih bisa dapet suami kayak kak Mike"


"Namanya juga udah jodoh" sahut Siska


"Kamu gimana sama Deny?kalian serius sama hubungan ini?"


"Serius ma serius kak.Tapi aku ngerasa masih muda buat ada ikatan"

__ADS_1


"Kakak setuju.Lagian kalian belum lulus sekolah dan masih muda".


Keduanya berbincang cukup lama.


Paginya Nindya mengajak Deny untuk minum kopi instan di toserba.Sedangkan keluarga Deny mereka masih berkeliling Seoul.


"Lu kenapa sih suka sama Korea?"


"Alasan klasik sih Den.Karena gua suka drama korea,kpop dan oppa korea" celoteh Nindya


"Oh suka oppa Korea"


"Suka kan bukan berarti gua pengen nikah sama orang Korea"


"Yakin?" tanya Deny


"Lu gak lanjut kuliah fotogtafi?" tanya Nindya balik


"Fotografi itu hobi gua,Nin.Tapi gua punya tanggung jawab buat ngurusin bisnis perhotelan keluarga"


"Gua lupa kalo lu orang kaya,Den"


"Maksud lu kayak orang kali?" Deny mencubit hidung Nindya.Keduanya menghabiskan waktu disana sampai malam.Nindya mengajak Deny pulang setelah mendapat pesan singkat dari kakaknya.


Nindya sudah pernah bertemu Mike ia sangat ramah dan menyenangkan.Sosok yang sangat pas untuk menjadi pendamping kakaknya.Setelah menikah Siska tidak lagi dibolehkan bekerja sebagai sekertarisnya.Namun ia akan tetap berada dikantor untuk membantu pekerjaan Mike.Karena Mike sudah terbiasa dengan Siska yang cekatan dan sangat teliti dalam berbagai hal.Sifat yang sangat berbanding terbalik dengan Nindya.

__ADS_1


Mike sudah menyiapkan apartemen mewah untuk Nindya yang nanti akan menyusul mereka setelah kelulusan.


Jauh dilubuk hati Nindya sebenarnya ia sangat sedih karena waktunya bersama Deny tidak banyak lagi.Ia takut jika suatu hari Deny akan meninggalkannya.Karena bagaimanapun Paris banyak wanita cantik.Semoga saja mereka bisa menjaga hati satu sama lain.


__ADS_2