Ruang Hati

Ruang Hati
#37 Harus kuat


__ADS_3

"Joshua sudah menjelaskan semuanya.Kakak sudah menghubungi Yuri untuk menjadwal ulang pemotretanmu.Jadi selama seminggu ini kau bisa memperbaiki suasana hatimu.Dan lagi kakak sudah meminta tolong Jin untuk mengijinkanmu tinggal dirumahnya.." perkataan Siska dipotong Nindya


"Kak.." suara Nindya hampir tidak terdengar


"Iya" Siska merasa kawatir


"Kakak tenang saja.Aku akan baik-baik saja disini" Nindya berusaha menahan air matanya


"Jangan ditahan.Jika kamu sedih menangislah.Menahan air matamu malah membuatmu semakin sakit" Siska bisa memahami perasaan Nindya hanya dengan mendengar suaranya


"Deny.." suara Nindya tercekat


"Belajarlah melupakannya.Kau harus memaksa dirimu sendiri.Jangan menyakiti dirimu dengan hidup dari bayang masa lalu"


"Pikirkanlah.Apa gunanya kamu menangisinya seperti ini.Jangan buang waktu dan tenagamu untuk hal yang sia-sia"


"Tapi kak" Nindya sudah tidak bisa menahan air matanya


"Kau harus melanjutkan hidupmu Nindya.Percaya ucapan kakak jika Deny memang mencintaimu Deny pasti akan kembali suatu saat nanti"


"Huh..iya kak" Nindya menarik nafas panjang, percakapan mereka berakhir sampai disana.


Benar.Biar bagaimanapun aku harus terus melanjutkan hidupku.Meski harus susah payah sekalipun.Cengeng bukanlah penyelesaian dari masalah.


Sudah lewat jam sepuluh malam tapi Jin belum juga pulang.Nindya berniat mengucapkan terima kasih karena sudah menolongnya.Ia juga ingin memastikan apa benar jika dirinya diijinkan menginap untuk sementara waktu.


Nindya berdiri di balkon kamarnya.Ia memandangi air mancur yang ada dihalaman rumah Jin.


"Kau belum tidur?" suara berat Jin mengagetkan dirinya

__ADS_1


"Eh..iya maaf belum" Nindya sedikit canggung


"Kenapa minta maaf?"


"Itu aku minta maaf sudah merepotkanmu"


"Kau sudah makan malam?" Jin mengalihkan pembicaraan


"Sudah" jawab Nindya bohong


"Turun.Temani aku makan"


Nindya memilih menyalakan televisi.Belum selesai makan Nindya malah tertidur diruang tamu.


"Merepotkan.Kenapa dia malah tidur disini" gerutu Jin.Mau tidak mau ia membawa Nindya kembali ke kamarnya.


"Kenapa perempuan ini berat sekali" napas Jin terengah-engah setelah selesai menidurkan Nindya dikasur.Ia menyelimuti Nindya.Mengelus rambut Nindya yang hitam panjang.


Paginya saat Jin dan Nindya sibuk makan tanpa disadari ada seorang wanita yang tengah berjalan menghampiri mereka.


"Halo sayang" sapa mama Jin yang bernama Kim Mi Yang


"Siapa wanita cantik ini?" Nindya segera bangkit dari duduknya membungkuk menyapa mama Jin


"Pagi nyonya"


"Mama.Kenapa mama tidak memberi kabar dulu jika akan kemari?" Jin terlihat gugup


"Pelayan bawakan sarapan untuk ibuku" perintah Jin saat mereka kembali duduk dimeja makan.Nindya canggung dengan keadaan tersebut.

__ADS_1


"Siapa namamu?Apa kau tahu Jin tidak pernah membawa wanita pulang kerumah ini?" Mi Yang mulai bergosip.Nindya hanya menggeleng menjawab pernyataan mama Jin.


"Ma sudah.Biarkan ia menyelesaikan makannya" Hening saat sampai mereka bertiga menyelesaikan makannya.Miyang sangat menyukai Nindya yang sopan padanya.Ia bahkan berniat menjadikannya menantu.


Sesampainya dikantor jin sudah disibukkan dengan berbagai berkas yang harus ia periksa.


Tok tok..


"Masuk" sahut Jin tanpa melihat kearah pintu


"Maaf pak.Ada seorang wanita yang ingin menemui bapak" ucap sekretaris Jin yang bernama Ahn Reum


"Apa kau tidak lihat jika aku sedang sibuk?" Jin menatap sedikit kesal


"Baik pak" Ahn Reum hendak pamit


"Tunggu siapa yang datang?"


"Dia mengatakan namanya Nindya" Jin kaget mendengar penuturan sekretarisnya.Untuk apa Nindya datang kemari pikirnya.


Nindya agak sedikit canggung berhadapan dengan Jin.Pasalnya Jin terlihat sedang tidak senang dengan kedatangannya.


"Apa kau akan tetap diam saja disana?" suara Jin memecah lamunan Nindya


"Emm..itu..aku hendak kembali ke apartemen karena.."


"Tidak bisa" potong Jin


"Kenapa tidak?" suara Nindya terdengar sedikit melengking

__ADS_1


"Karena aku sudah berjanji pada Mike dan Siska jika aku akan menjagamu selama mereka pergi"


__ADS_2