
Please like,komen dan subscribe buat dukung author ya ♡♡♡
-----
*Nindya
Aku pergi Young
*Youngi
Jangan bercanda!
Kau mau kemana?
*Nindya
Akan ku kabari jika aku sudah sampai tempat tujuan
Youngi yang membaca pesan dari Nindya terlihat gusar.Ia menanyakan pada Joon kemana tujuan Nindya yang membuatnya mengumpat berkali kali.Tak lagi ia perdulikan latihan untuk tour konsernya.Mengabaikan teriakan pelatih vokal yang berusaha mencegahnya.
Youngi meninju stir mobilnya berkali kali saat ia menemui lampu merah yang memakan banyak waktunya.Ia harus cepat sebelum Nindya pergi meninggalkan Korea.
Waktu akan terasa melambat bagi orang yang sedang berpacu dengan waktu.Tidak..ia tak ingin temannya kembali merasakan sakit lagi.
Youngi sudah berjanji pada Jin akan menjaga Nindya dengan nyawanya.
Deny tengah berdiri dengan dua tiket di tangannya.Menanti harap harap cemas apakah Nindya akan datang atau tidak.
Deny melirik arlojinya.Penerbangan mereka setengah jam lagi.Ia beberapa kali berdiri lalu duduk berdiri lagi.Deny merogoh sakunya untuk mengelyar
Senyumnya merekah saat melihat Nindya melambai padanya dengan tangan kiri menarik koper mengikuti langkahnya.
"Udah lama?" tanya Nindya
"Yang penting lu dateng" sahutnya senang
Di luar bandara Youngi memarkirkan mobilnya sembarang.Berlari sekuat tenaga dengan nafas tersengal sengal menuju terminal keberangkatan luar negeri.Beberapa wanita yang mengidolakannya mulai berteriak histeris saat melihat Youngi tanpa pengawalan.Beruntungnya mereka adalah fans yang menjaga privasi idolanya dan hanya memfoto atau merekam Youngi dari kejauhan.
Nindya yang berdiri tak jauh dari sana melihat Youngi yang sedang kebingungan mencari seseorang.Wajahnya terlihat begitu cemas membuatnya tak tega.Kakinya hendak melangkah untuk menghampirinya namun ia urungkan saat mendengar pemberitahuan jika pesawat akan segera take off.Lagi pula jika ia menghampiri Youngi banyak kamera yang sedang mengarah padanya.Dan akan menjadi masalah baru jika video itu tersebar
"Samperin gih" ujar Deny yang berdiri di sampingnya
"Gausah"
"Kenapa?kasian dia Nin" ucap Deny
"Lain kali bakal gua jelasin sama dia" sahut Nindya
Sudah satu jam Youngi duduk terdiam du kursi bandara.Menghubungi ponsel Nindya yang ia tahu sudah tidak aktif sejak pesan singkat terakhirnya.Melihat pesan singkat yang tak mendapat balasan dari Nindya.Bahkan di baca pun tidak.
__ADS_1
Sebagai sahabat Youngi khawatir dengan ucapan yang dikatakan oleh Gal Hee.Jika benar Nindya mengidap Philophobia ia takut Nindya akan semakin terpuruk nantinya.
Ponselnya bergetar cepat cepat ia mengangkat panggilan telefonnya.
"Halo Nin" sapanya tanpa melihat nama pemanggilnya terlebih dulu
"Leo" ujar Leo mengingatkan
Youngi sedikit kecewa mendengarnya.Karena yang ia harapkan adalah Nindya.
"Sampai kapan kau akan pergi.Kami masih menunggumu untuk melanjutkan latihan" dari nada suara Leo ia terdengar sedikit kesal
"Aku akan pulang sekarang" sahutnya lalu menutup telefon
"Joon apa tidak sebaiknya kita memberitahu Youngi tentang Nindya" ucap Gal Hee yang menyambangi Joon di kantornya
"Jangan ikut campur urusan mereka.Biar Nindya sendiri yang menjelaskannya" saran Joon yang sibuk memeriksa berkas
"Aku hanya kasian" ujar Gal Hee yang merasa iba dengan temannya itu
"Dan kau tidak kasian denganku yang mulai lapar" Joon memasang ekspresi memelas.Membuat Gal Hee teringat jika ia melewatkan jam makan siang Joon
"Maaf aku lupa.Tunggulah aku akan membeli sesuatu sebentar" ucapnys meraih tas yang ada dimeja
"Jangan terburu buru.Aku bisa menunggu" teriak Joon saat Gal Hee hampir menjatuhkan vas diatas meja
Vocal coach beberapa kali menegur Youngi yang tidak fokus pada latihan.Akhirnya latihan pun ditunda selama setengah jam agar Youngi kembali berkonsentrasi.
Youngi menggeleng pelan sambil menatap layar ponsel
"Lihat saja besok apa ia akan menghubungimu" saran Jiang
"Kau harus fokus pada latihan menjelang konser selanjutnya"
"Masalah Nindya kau bisa mengurusnya setelah konser selesai" Leo yang biasa usil terlihat begitu serius menasehati Youngi
Latihan kembali dilanjutkan.Youngi terlihat sedikit membaik setelah mendengar nasehat dari teman temannya.
Sudah tiga hari Nindya tanpa kabar.Youngi masih saja mencoba untuk menghubunginya namun hasilnya nihil.Ia juga menanyakan pada Joon dan kakaknya namun mereka hanya mengatakan jika Nindya baik baik saja.Apa tujuan mereka mengatakan jawaban samar-samar seperti itu.Tidakkah mereka perduli dengan dirinya yang galau karena hanya ia yang tak mendapat kabar mengenai Nindya.
---
"Gimana persiapan pernikahannya udah beres Nin?" tanya Rita
"Belum Rit.Masih ada problem sama gaunnya" jawab Nindya lesu
"Sabar aja,ngurusin kayak gini ma emang ribet" sahut Rita memberi semangat pada Nindya
"Tuh jemputan udah dateng" Rita memberitahukan jika Deny datang untuk menjemputnya
__ADS_1
"Duluan Rit" pamit Nindya yang keluar kafetaria menghampiri Deny
Deny baru saja pulang dari hotel.Ia pun langsung menjemput Nindya yang sedang menyambangi Rita di kantornya.Dari sana Deny mengajak Nindya ke High Level untuk bertemu Appe dan Rendy.
"Widihhh.Bareng lagi nih?" goda Appe yang tak bisa mengontrol rasa ingin tahunya
"Lama gak ketemu masih berisik aja lu" jujur Nindya yang duduk di sebelahnya
"Gimana persiapan udah lancar?" tanya Rendy
"Belom.Pusing gua Ren.Perasaan dulu gua gak seribet ini ya nikah" ujarnya
"Lu kan nyewa wo buat ngurusin semuanya ogeb.Nah ini kan beda" sahut Rendy
"Sok pinter lu!" Deny menoyor jidat Rendy
"Traktir dong Nin,lu kan sekarang banyak duit" ujar Appe
"Pesen..pesen lu mau apa?mau sekalian gua beliin kafenya?" tawar Nindya dengan gaya bak orang yang mendadak kaya
"Sadis..sadis" ucap Rendy yang membuat ia dan Appe menggeleng gelengkan kepala.Deny hanya menyimak kelakuan ketiganya yang memang diambang waras.
"Tiati Den" ujar Nindya saat hendak turun dari mobil
"Good night" ucapnya menahan tangan Nindya
"Apaan sih lebay.Belum mau tidur gua masih sore" sahut Nindya
Nindya menutup pintu mobil lalu melambai pada Deny yang hendak pulang.
Saat ia masuk Nana sedang menonton tv sendiri di ruang tamu.
"Beuhhh...enak ya mak nyantai.Gak inget sama anaknya yang pontang panting" gerutu Nindya yang ikut menyomot kerik pedas dari toples
"Gimana gaunnya?" tanya Nana
"Aku masih kurang srek mak.Makanya aku minta rubah lagi bagian tangannya.Jadi dari siku kebawah di bikin longgar" tutur Nindya mencontohkan bagian yang ia maksut
"Selaw masih ada waktu seminggu lagi" Nana menenangkan
"Gila aja mak.Belom juga kemarin naro pantat"
"Lagian kenapa harus mendadak gini sih" gerutunya sambil mengunyah keripik pedas
"Tapi akhirnya lu urusin jugs kan"
"Yaiya mau gimana lagi,abis gada yang ngurusin" ujar Nindya pasrah
H-1 Nindya masih disibukkan dengan dekorasi gedung yang menurutnya masih kurang sempurna.
__ADS_1
"Ayo pulang udah jam berapa ini Nin.Lu juga butuh istirahat" ajak Deny yang mengetahui dari karyawan jika Nindya belum makan malam.
"Ayo tunggu apa lagi" Deny menarik lengan Nindya agar ia cepat pulang dan beristirahat.