
Jessie sedang membereskan kekacauan semalam disaat teman-temannya masih tidur.Lalu sibuk memasak beberapa makanan untuk mereka sarapan sebagai ungkapan terima kasihnya.
"Lu kesurupan Jes?" tanya Dimas yang hendak ke toilet.Tak lama yang lain ikut bangun.
"Kayaknya enak nih" Doni ingin mencomot telur balado namun Jessie langsung memukul punggung tangannya
"Mandi,jorok!" ucap Jessie
"Lu masak?!" siapa lagi jika bukan Ardit yang bertanya.Teringat saat Jessie masak mie instan yang kurang matang.
Matahari semakin meninggi.Semua sudah duduk lesehan di karpet dengan berbagai masakan yang dibuat Jessie.
"Ayoo makan" seru Maya yang begitu bersemangat diikuti yang lainnya
Satu suap..
Muka mereka mendadak kaku..
"Enak kan?" tanya Jessie dengan pedenya
"Ini.." Oktav langsung membekap mulut Doni yang hampir keceplosan
"Enak Jes enak"sahut Dimas penuh semangat
"Yaudah nih tambah sayur sop apa telur baladonya" Jessie mengambilkannya untuk Dimas tanpa persetujuan
"Mati gua" batin Dimas.Yang lain pura-pura makan sambil menahan tawa.
"Kok lu gak makan Dit?" Pancing Ken.Semua harus merasakannya,jangan biarkan ada yang lolos.
"Gua gak biasa sarapan" alasan yang paling masuk akal untuk menyelamatkan perutnya
"Gua gamau tau lu harus makan!" titah Jessie dengan gerakan mengambil nasi sayur dan beberapa lauknya.
"MAMPUS!!" Ardit dapat membaca gerakan bibir mereka saat Jessie bersiap menyuapinya
"Aaaaa" Ardit pasrah saja jika ia akan berakhir di kamar mandi nanti
Rasa yang tak bisa Ardit jabarkan.Entah asin,manis,pedas,kebanyakan mecin tidak jelas mana yang lebih tepat.Mungkin bahasa anak sekarang itu nano-nano kali ya.
"Gua cobain ah" Jessie mengambil satu sendok hendak makan.Dan mereka semua kompak berteriak..
"JANGAN!!" Jessie jadi curiga dengan reaksi mereka yang berlebihan.
__ADS_1
Njirrr..umpatan yang keluar dalam hati Jessie.Ia pun kedapur untuk membuang makanan yang terlanjur masuk ke mulutnya.
Tempat sampah menjadi tujuan Jessie.Setelah memuntahkan semua Jessie beralih ke westafel untuk berkumur.
"Gak takut mati lu pada!" suara Jessie melengking diruang tamu.Terbongkar sudah akting mereka.
"Jangan dimakan kalo gaenak" suara Jessie melunak.Duduk di sofa disamping tempat Ardit duduk.
"Udah..udah gua masakin buat kalian" Ardit mencoba memecah ketegangan karna Jessie yang mendadak serius
"Horeee" semua berteriak kegirangan.Aji mumpung untuk membuat suasana kembali mencair.
---
Itu adalah kejadian 5 tahun yang lalu saat Jessie masih duduk dibangku kelas dua sma.
Kini Jessie dan Ardit sama-sama tinggal di Korea.Lulus kuliah lebih cepat 2,5 tahun di Harvard.Prestasi yang membanggakan karena mereka lulus dengan nilai cumlaude.Satu kampus dan sekarang sama-sama tinggal di Korea.Ardit memang menepati janjinya,terlebih karena takut Jessie berpaling.
Yang lain?
Maya sudah sukses dengan profesinya sebagai model di Indonesia.Bersama Oktav yang kini menjadi Ceo termuda dengan pengaruh terbanyak di Indonesia.
Ken tinggal di Amerika meneruskan bisnis properti.Bella mencoba peruntungannya menjadi desainer.
Kini mereka sedang duduk di salah satu kafe yang ada di Bandara Internasional Incheon Korea.Menunggu asisten pribadi Ardit untuk menjemput kedatangan mereka berenam.
Jauh-jauh terbang ke Korea melupakan jarak dan meninggalkan semua urusan penting demi menyaksikan sahabatnya menggelar konser perdana.
"Berasa mimpi dateng kesini buat nonton konser dedek gemes" gumam Doni saat duduk di limosine yang menjemput mereka menuju hotel Dream High di daerah Myeongdong milik Deny.
"Apapun kalo udah diniatin pasti bakal tercapai Don,apalagi Jessie emang berbakat meski otaknya rada geser" komentar Dimas yang semakin dewasa
"Ahh...jadi klepek-klepek babang" ucap Doni
"Bukannya dari Jessie masih ileran" koreksi Ken
"Bakal ketemu oppa ganteng kita Bel" Maya antusias sekali.Mendengar itu Oktav jadi mendehem,lalu kembali sibuk dengan laptopnya.
"Bener,jadi gua bisa minta Jessie promosiin rancangan gua ke idol lain" jiwa-jiwa pembisnis yang pengen dipromosiin gratisan
Konser Jessie masih diadakan besok.Jadi mereka bisa beristirahat lebih dulu hari ini.
---
__ADS_1
Menjadi idol di Korea mengharuskan Jessie bisa dance,akting dan lain sebagainya.Mental Jessie memang sudah ia persiapkan dengan baik.Baik saat ia mengalami bullying di medsos maupun secara langsung.Bagusnya Jessie tak pernah memperdulikan itu semua.Karena tekadnya sudah bulat,ia harus sukses demi janjinya pada Wulan.
Janji konyol yang kenyataannya ia perjuangkan siang malam tanpa kenal lelah.Yang akhirnya semua berbuah manis dengan adanya dukungan penuh dari keluarga,sahabat dan pacar tentunya babang Ardit.
Gedung megah dengan semua tiket yang sold out.Teriakan-teriakan dari fans yang menamankan mereka dengan sebutan Jes Friend (best friend maksut yang sebenarnya).
"All is well..all is well..all is well" rapal Jessie berulang kali saat Jessie berdiri dibawah tangga menuju panggung.
"3..2..1..naik Jes" seorang staf yang bertugas mengatur waktu tampil
"Selamat malam Jes Friend!!" teriak Jessie untuk mengurangi rasa gugup.Tampil dikonser sendiri membuat jantung Jessie seperti dipompa.
"Jeesun" teriakan dimana-mana.Jeesun adalah nama panggung Jessie
Lampu dari lightstick yang mereka nyalakan menjadi penanda banyaknya orang berada ditempat yang gelap itu.
Memang gelap dan Jessie tak bisa melihat orang-orang yang duduk dibangku penonton karena semua lampu menyorotnya.Hanya sebagian orang yang berdiri disekitar panggung yang bisa ia lihat.Memakai dresscode bertuliskan nama Jes Friend.Ada juga yang membawa hand-banner bertuliskan pujian-pujian.
"JESSIEE!!" sayup-sayup Jessie mendengar suara yang ia kenal meneriakkan namanya.Semua sahabatnya yang rela datang jauh-jauh kemari ada disana.Bergerombol sambil memakai bando berbentuk love menyala dan membawa lightstick.
Jessie sudah melangkah dan ingin menghampiri mereka.Namun ia mendapat instruksi agar tetap fokus.Baiklah ini konser,batin Jessie.
Ada beberapa penyanyi juga yang ikut mengisi konser Jessie.Tak mungkin Jessie menari dan menyanyi seorang diri selama dua jam lamanya.
About promise..
Menjadi lagu terakhir yang membuatnya semakin bersinar di industri musik Korea.
Lagu yang diciptakan sendiri oleh Jessie.Setiap lirik yang ia tulis sebagai curahan isi hatinya.Untuk sahabatnya.Untuk janji yang dia titipkan padanya.Ya meskipun awalnya banyak yang salah mengartikan sebagai lagu percintaan.
Kerusuhan backstage setelah konser..
"Aaaaaaaaaaaa" delapan orang sahabat itu saling berpelukan dan berputar-putar seperti anak kecil.Melepas rasa rindu karena sudah dua tahun lamanya tak bertemu.
Melihat betapa semangatnya delapan orang itu para staf yang ada disana sampai lupa akan lelahnya bekerja selama konser.Ikut tersenyum bahagia melihat kelakuan artis mereka yang memang dikenal konyol dan tidak pernah jaim oleh publik Korea.
"Hati-hati Jes,kakimu bisa cidera" Sunny menginterupsi kebahagiaan mereka.Bukannya berhenti mereka malah menarik manager Jessie untuk bergabung.Membuat lingkaran lebih besar dengan kerusuhan backstage yang lebih menggila.
Semangat yang menular membuat Sunny yang lupa akan umurnya ikut terpengaruh dengan mereka.
Rasa bahagia yang memenuhi setiap ruang hati mereka.
Author : mana like dan komennya??
__ADS_1
ada yang mencium bau-bau tamat?