Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 47


__ADS_3

"Kau masih belum bicara dengan Nindya" tanya Youngi pada Gal Hee yang hanya menggeleng.Ia kesal karena menganggap Nindya sebagai perusak hubungan mereka.


"Ayolah.Nindya tidak melakukan kesalahpahan apapun" tegur Youngi


"Tapi Youngi" Gal Hee menyenderkan kepalanya di kaca mobil


"Dewasalah Gal Hee.Kau buruk jika bersikap seperti anak kecil"


"Aku hanya.."


"Hanya apa?"


"Siapa tahu kita cocok"


"Omong kosong"


Lama tak bertegur sapa dengan Nindya.Gal Hee memang sering menghabiskan waktu dengannya.Sebenarnya ia ingin marah dan memaki Nindya.Namun karena kedekatannya itu membuat Gal Hee tak mampu melakukannya.Ia kecewa namun ia juga merasa tidak bisa menyalahkan Nindya sepenuhnya.Youngi menurunkan Gal Hee di depan rumahnya.Dari teras sampai ia merebahkan badannya.Ia kepikiran dengan ucapan Youngi.Tidak saling bicara seperti ini membuatnya merasa tidak nyaman.Haruskah ia mengunjungi Nindya.


"Gal Hee" panggil Nindya


Gal Hee yang sedang menyesap kopinya menoleh.


"Dari mana kau bisa tahu aku ada disini"


"Maaf.Aku tahu dari Youngi"


"Dasar Youngi"


"Gal Hee" panggil Nindya lagi


"Sebenarnya aku ingin marah padamh,kenapa harus kau yang dijodohkan dengan Joon.Tapi entah kenapa rasanya sulit" mendengar jawaban Gal Hee yang seperti itu malah membuatnya semakin bersalah.


"Maaf"


"Aku akan memaafkanmu,tapi ada syaratnya"


"Jika kau berikan salah satu villamu yang ada di dekat pantai"


"Semahal itukah maafmu" canda Nindya.Bagaimanapun rasa kecewa Gal Hee tidak bisa merusak persahabatan yang sudah mereka jalin.Nindya terlalu sulit untuk ia benci.Entah kenapa meski Nindya selalu jahil atau membuatnya kesal.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita shopping" usul Nindya


"Kau yakin?" nasi sudah menjadi bubur karena Nindya terlanjur mengatakannya


"Kenapa kau tidak membeli mobil baru atau apartemen" keluh Nindya


"Dengan tiga kali pemotretan saja sudah mampu menggantikan semua ini"


"Jangan mendramatisir seperti itu" Gal Hee memang benar benar memanfaatkan tawaran Nindya yang ingin membayari belanjaannya


Tidak sampai disana kegilaan Gal Hee.Setelah pulang dan berganti baju ia menghubungiku Youngi dan mengajaknya keluar sebentar.


Youngi sedang berjalan dengan Gal Hee di sebuah kawasan perbelanjaan.Dengan masker dan topi yang menutupi wajah membuatnya sedikit berbeda.Gal Hee tentu saja berdandan seperti biasanya.Ia enggan ikut memakai masker karena menurutnya tidak perlu.Kan yang artis bukan dia.


"Kau ini apa apaan Youngi,kita itu mau jalan jalan bukan ke pemakaman kenapa memakai baju serba hitam!" ucap Gal Hee saat bertemu Youngi


"Sudah tau aku banyak fans,kau malah mengajakku ke tempat ramai seperti ini"


"Kau mau melihat temanmu ini dikejar fans" sahut Youngi panjang lebar


"Pantas saja Nindya tidak mau denganmu,kau terlalu ribet untuk jadi lelaki" cemooh Gal Hee


Saat mereka sedang memperdebatkan hal tidak penting.Datang wanita yang mengenali sosok Youngi.


"Maaf apa anda Youngi?" sapanya


Gal Hee dan Youngi langsung diam.Lupa dengan perdebatan mereka.Youngi menelan salivanya.Jika ia hanya meminta foto mungkin akan baik bagi Youngi dan Gal Hee.Jika ia fans fanatik akibatnya bisa fatal.


Youngi membuka maskernya.Tersenyum ramah pada wanita yang menyapanya.


"Astaga ada Youngi,Big Star" teriaknya pada kumpulan gadis yang sedang bergerombol.


Tamat riwayatmu Youngi.


Tanpa pikir panjang Youngi langsung menarik tangan Gal Hee.Mengajaknya berlari secepat mungkin menghindari kejaran fans fanatiknya.


Mereka berlari diantara orang orang yang berlalu lalang.Beruntung saat itu jalanan disekitar perbelanjaan itu tidak padat.


Langkah mereka berbelok di sebuah rumah makan pangsit.Gal Hee menahan Youngi utuk berlari lebih jauh.Sepertinya mereka harus bersembunyi disana.

__ADS_1


"Suttt" Gal Hee menekan telunjuknya di bibir Youngi


Mereka sampai menahan napas saat berjongkok dibawah meja yang ada di sudut ruangan.Napas mereka terengah engah.Sekitar delapan wanita berlari melewati rumah makan pangsit.Youngi dan Gal Hee menghembuskan napas lega.


Youngi menatap Gal Hee yang berjongkok tepat didepannya.Gal Hee langsung menarik telunjuknya dari bibir Youngi.Suasana canggung menyelimuti mereka berdua.


Kepala Gal Hee terantuk meja saat ia hendak berdiri.Ringisan terlihat di wajahnya.


Bukan sakitnya yang ia rasakan.Tapi malu karena dipandangi seluruh pengunjung yang sedang menikmati makanan mereka.Ia pun memperlihatkan senyum tebaiknya agar mereka mau memaklumi keributan kecil yang ia buat.Youngi ikut bangkit.Duduk dikursi pelanggan diikuti oleh Gal Hee.


"Ini lebih melelahkan daripada belanja" tuturnya


"Sudah kubilang jangan mengajakku pergi ke tempat seramai tadi" Youngi kembali mengingatkan


"Tapi jika dipikir pikir ini menyenangkan" Gal Hee tertawa mengingat kekonyolan mereka saat panik di kejar para fans dari Youngi


"Apanya yang menyenangkan.Bahkan rasanya lebih menegangkan saat naik roaler coaster" ucap Youngi yang masih bergidik ngeri.Ia tak sanggup membayangkan jika ia tertangkap para fans itu.


"Seprtinya kita harus sering sering melakukannya" ide gila yang muncul di benak Gal Hee


"Wanita gila!" cibir Youngi dengan tatapan sinis


"Kau tahu Youngi,ekpresi mu tadi patut diabadikan" ia masih saja mengoceh panjang lebar saat pesananan makanan yang dipesan oleh Youngi datang.Terlanjur lapar karena tenaganya lumayan terkuras.


"Terima kasih" ucap Youngi saat pelayan selesai menaruh dua porsi pesanannya


"Makanlah.Kau terlalu banyak bicara.Kepalaku pusing mendengar suaramu yang fals" Youngi menyuapi Gal Hee sesendok penuh pangsit


"Panas..panas" Gal Hee mengipasi mulutnya dengan kedua tangan


"Kau mau membuat bibirku melepuh!" omel Gal Hee disela kegiatannya yang tak berpengaruh banyak itu


Perut Gal Hee menyambut aroma pangsit yang menggoda dietnya.Cobaan apa ini,batinnya.


Youngi memandangi Gal Hee yang menatap semangkok pangsit dengan tatapan melas.Ia mudah saja menebak jika Gal Hee sedang menjalani dietnya.


"Makanlah.Semangkok pangsit tak akan membuatmu terlihat gemuk" alih alih tersinggung dengan ucapan Youngi ia malah memakan habis pangsit yang baru saja berusaha ia tolak.Makanan apapun itu jika kita lapar pasti akan terasa nikmat dan menggugah selera.


Setelah kenyang bukannya senang dan lega.Gal Hee malag menyesal.Sedikit aneh memang.Pasalnya ia menghabiskan dua porsi saat itu.Membuatnya merasa diet yang ia jalani dua hari belakangan terasa sia sia.Oh wanita.

__ADS_1


__ADS_2