
Nindya merasa kesulitan untuk berjalan.Tulang selangkanya seakan tidak bisa kembali ke posisi semula.Membuat langkahnya seperti bayi yang baru belajar jalan.
Jin tersenyum melihat kepayahan Nindya.Membuat Nindya mengumpat dalam hati melihat raut wajah Jin.
"Sini aku bantu" Jin membopong Nindya menuju meja rias
"Kau menyebalkan Jin" gerutu Nindya
"Lama-lama kau akan terbiasa sayang"
Hampir dua jam Jin menunggu Nindya untuk bersiap.Kali ini ia rela berangkat telat ke kantor.
"Sudah lebih baik?"
"Iya" jawab Nindya
Jin menggandeng Nindya menuruni tangga menuju meja makan.Ia masih tersenyum mengingat kejadian semalam saat dirinya menggagahi Nindya.
"Hentikan senyumanmu Jin" ucap Nindya tanpa menoleh kearah Jin.Raut wajah Nindya sudah bersemu merah sejak bangun tidur.
Untung ia tidak punya jadwal pemotretan untuk beberapa hari kedepan.Yuki sengaja menolak beberapa tawaran karena melihat Nindya yang cukup lelah belakangan karena padatnya jadwal.
Bukannya istirahat Jin malah membuatnya semakin kecapean.Keadaannya lebih lelah dibandingkan pemotretan seharian penuh.
Jin mengusap mulutnya ketika ia selesai makan.
"Aku berangkat dulu sayang" Jin mencium kening Nindya yang masih melanjutkan makannya
"Jangan pulang terlalu larut" ucap Nindya
"Apa kau menginginkannya lagi?" goda Jin
"Bukan itu maksudku.Aku tidak ingin kau kelelahan bekerja"
"Tidak akan.Aku sudah mendapat begitu banyak vitamin tadi malam" seketika rona pipi Nindya kembali bersemu mendengar ucapan Jin.
"Telfonlah jika ada sesuatu" Nindya hanya mengangguk.
Sesampainya dikantor Jin langsung menghadiri rapat.
"Oke aku setuju dengan idenya.Segera lakukan pengecekan lokasi untuk pembangunan resort"
"Baik pak"
"Pak perusahaan yang di California sedang ada masalah" ucap Ahn Reum saat Jin tengah duduk diruangannya.
Jin hanya menatap sekretarisnya meminta jawaban.
"Masalah kekurangan dana pak"
"Siapkan jet"
"Baik pak"
Sudah seminggu Jin tidak pulang.Nindya sudah kembali ke kegiatannya.Meski Jin selalu menelfonnya tapi ia kesal karena tidak diberitahu sejak awal.
"Jo"
"Iya nona"
"Kapan Jin akan pulang?"
"Kenapa nona tidak menanyakan langsung pada tuan" Nindya malah merengut mendapat jawaban Joshua
__ADS_1
"Beberapa hari lagi tuan akan pulang" sahut Joshua sambil tersenyum kecil
*California
"Pak.Pengajuan pinjaman sudah disetujui"
"Ajukan pertemuan siang nanti untuk membahas detailnya"
"Baik pak"
Jin bertemu Stevan ceo tempat ia mengajukan pinjaman.Keduanya membicarakan tentang kesanggupan Stevan yang tidak bisa memberi pinjaman penuh.Jin berusaha memutar otak kemana ia harus menutupi kekurangan dana untuk perusahaannya.
Mike.Benar iya harus menghubungi Mike.
Mike dengan cepat merespon.Ia bahkan memberi pinjaman tanpa bunga untuk Jin.
"Kenapa kau bisa kekurangan dana"
"Ah..masalah itu.Aku tidak mau membahasnya"
"Baiklah.Bagaimana keadaan Nindya"
"Baik.Mamaku sudah memperkenalkannya sebagai calon menantu keluarga Park"
"Perkembanganmu sangat cepat Jin"
"Tentu saja" jawab Jin sebelum menyeruput kopi yang mereka pesan.
Chat grup
*Rita
P
P
Nindya mana Nindya?
*Dian
Berisik lu ta
*Rita
Woy Nindya
*Tari
Lu kesurupan Ta?
*Nana
__ADS_1
Kenapa sih ribut-ribut?
*Rindu
Spam aja lu Ta
*Rita
Lu kemana Nin?
*Nindya
Rusuh lu Ta (setelah melihat puluhan pesan)
*Rita
Kata Evan lu putus ama Deny
*All
Whattttttt?????
*Nana
Kenapa diem aja gak cerita??
*Nindya
Udah gak cocok lagi
*Rindu
Kenapa gak cerita lu udah gak nganggep kita temen???
*Tari
Jangan nambah masalah Ndu
*Dian
Cerita makanya gua penasaran
Nindya pun menceritakan keseluruhan kejadian
*Rita
Yang sabar Nin
*Nindya
Tenang gua udah dapet gantinya
*All
Anjirrrr
Jin memang sudah mengalihkan perhatian Nindya tapi ia juga tidak bisa bohong jika Deny masih menempati ruang dihatinya.
Nindya meletakkan kembali ponselnya saat sesi fotonya akan kembali dimulai.
"Oke cukup untuk hari ini.Terimakasih untuk semuanya"
Nindya dan para kru mengucapkan terimakasih satu sama lain.Yuki membantunya mengemasi beberapa barang Nindya.
__ADS_1