Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 31


__ADS_3

Memangnya siapa?" penasaran juga


"Kau tidak tahu?" Melonggarkan pelukannya lalu membalikkan badannya Nindya


"Kau saja tidak bilang" jengah dengan curhatan Youngi


"Aku hanya tidak mau kau terluka,itu saja" dan Nindya dibuat bingung dengan ungkapan Youngi yang menyandarkan punggungnya ditembok


"Sudahlah Young kau sedang mabuk" Nindya hendak beranjak dari sana


"Ayo.Yang lain pasti menunggu" ajak Nindya


"Kau duluan saja" Youngi mengeluarkan sebungkus rokok.


Masih bersandar pada tembok.Membakar beberapa batang lalu menghembuskan asapnya tinggi-tinggi.


Youngi menginjak putung rokok ketiganya.Kembali menuju tempat Nindya dan teman-temannya berkumpul.Saat tiba ia melihat Nindya tengah di soraki untuk meminum soju yang ada di tangannya.Youngi buru-buru merebutnya.Menaruh gelas ke atas meja dengan gerakan keras.Semua yang berada di sana diam.Tak pernah melihat Youngi bersikap semarah ini.Di lihatnya Nindya yang sudah mabuk dengan pipi bersemu merah.Shit.Sudah berapa gelas yang ia minum sebenarnya.


"Siapa yang memberinya alkohol!" suara Youngi yang menahan emosi membuat semua yang berada disana tegang


"Youngi" Nindya menggapai gapai tangan Youngi.Mencari pegangan untuk di raihnya.


"Aku sudah bilang jangan membuatnya mabuk" suaranya melemah.Merasa sedikit berlebihan atas sikapnya barusan.


"Sudah ku katakan jangan memaksanya minum Leo" ucap Daniel


"Maaf Youngi" ucap Leo yang duduk di sebelah Nindya


"Sudahlah,semua sudah terlajur terjadi" sahutnya menahan geram


"Kau baik-baik saja Nindya?" tanya Youngi yang ikut duduk di sebelahnya.Nindya mengangkat kepalanya menatap Youngi dalam dalam.Youngi menelan salivanya.Akankah wanita ini menangis lagi pikirnya.Satu tetes air mata membasahi pipi kirinya.Youngi sedikit panik di buatnya.Berharap Nindya tak memperlihatkan sisi lemahnya di hadapan teman temannya.


"Hey..jangan menangis" ucapnya yang menghapus air mata itu

__ADS_1


"Youngi,apa dia baik-baik saja?" tanya Jiang


"Pulang" ucap Nindya kemudian


"Semuanya maaf aku harus mengantar Nindya pulang lebih awal" Youngi membantu Nindya yang berusaha berdiri sambil mengalungkan tas selempang ke lehernya


Semua orang di sana tahu.Jika Youngi sering bergonta-ganti wanita yang ia bawa saat berkumpul menemui teman-temannya.Tak pernah membawa seseorang yang sama untuk kedua kali.Semua yang di ajaknya selalu orang yang berbeda-beda.Dan Nindya adalah wanita pertama yang sudah beberapa kali di ajaknya pergi bersama.Ditambah ia yang selalu memperlakukan Nindya dengan berbeda.Itulah mengapa mereka ingin tahu sejauh mana perasaan Youngi pada wanita yang selalu ia sebut sebagai sahabatnya itu.


Lihat saja betapa marahnya Youngi saat menemukan Nindya sudah dalam keadaan mabuk seperti ini.


"Anak itu" ucap Jiang


"Dia terlalu naif untuk mengakui perasaannya" cibir Leo


"Jangan membicarakan ia di belakang" ucap Daniel yang di setujui oleh managernya


"Kita lihat saja sejauh mana Youngi akan memendam perasaannya" usul si manager


"Tapi kurasa Youngi akan tetap menyimpan semuanya rapat-rapat" Leo bergumam pelan sekali


Ponsel Nindya bergetar.Tertera nama Siska yang menelfonnya.


"Nin,kamu bawa kunci rumah gak?kakak sama Mike lagi di rumah sakit sekarang" ucapnya panjang lebar


"Halo kak ini Youngi" jawabnya dan Siska langsung ber oh-ria


"Mana Nindya nya Young?" tanya Siska kemudian


"Hehehe..maaf kak Nindya nya mabuk" ucap Youngi yang merasa tidak enak


"Aduh anak itu.Udah tahu gak kuat minum banyak-banyak" gerutunya


"Oh ya siapa yang sakit kak?" Youngi masih duduk di kursi kemudi mobilnya

__ADS_1


"Miran demam Young"


"Kamu bisa jagain Nindya sampe Mike pulang nanti?" tanyanya


"Bisa kak"


"Yaudah makasih ya.Kakak tutup dulu telfonnya" Siska memutuskan sambungan telfon saat mendengar tangisan Miran


Youngi memasangkan sabuk pengaman pada Nindya.Memacu mobilnya meninggalkan restoran yang masih ramai pengunjung.Ponsel Nindya kembali berdering ia melihat nama Deny disana yang membuatnya reflek menekan tombol merah.Dua kali tiga kali panggilan yang terus saja di lakukannya meski si pemilik tak menjawab panggilannya.Merasa kesal Youngi sengaja menonaktifkan ponsel Nindya sekalian.


Gerbang rumah Nindya otomatis terbuka.Youngi memarkirkan mobilnya di halaman rumah.Saat ia menyadari ternyata Nindya sudah pulas tertidur.Ia cukup beruntung karena Nindya tak mempermalukan dirinya dengan memuntahinya atau meracau tidak jelas.Namun mengapa harus menangis yang menjadi kebiasaannya saat mabuk.Membuat khawatir saja.


Terpaksa Youngi membopong Nindya seperti yang ada dalam adegan drama drama Korea.Tubuhnya yang atletis saja masih kewalahan membawa Nindya menuju kamarnya yang ada di lantai atas.Ia membaringkan Nindya ke kasurnya.Menyelimuti Nindya yang sedang mengusap air liurnya.Hal jorok yang sama sekali tak membuat Youngi merasa risih.Justru ia menganggap Nindya unik dengan sifatnya.Saat hendak keluar ia tak sengaja melihat bingkai foto yang tergeletak diatas meja.Youngi duduk di tepi ranjang dan meraihnya.Ia melihat Nindya semasa sma bersama kelima sahabatnya.Membuat Youngi mengingat  acara fansign saat mempertemukan mereka secara langsung.Gadis yang tersipu malu saat ia menyapanya.Gugup saat memberikan cincin hadiahnya.Dan sekarang ia bisa mengenal Nindya lebih jauh sebagai orang terdekatnya.Berbagi cerita dan rahasia satu sama lain.Patah hati melihatnya memilih Jin sebagai orang yang dikasihinya.Memaksanya harus mengalah demi kebahagiaan sahabat terdekatnya menikahi gadis impiannya.Lalu sekarang Deny kembali hadir dalam hidupnya.Ditambah Joon yang dijodohkan mamanya dengan Nindya.Entah karena terbiasa atau apa yang membuatnya mampu memendam perasaan itu dalam dalam.Tersisa Deny yang terlihat jelas mempejuangkannya.Sekali lagi ia harus diam dan menutup rapat-rapat isi hatinya.Membohongi orang lain dan dirinya sendiri jika ia sempat mengagumi.


"Enngghhhh" Nindya menggeliat dalam tidurnya


Youngi kembali meletakkan bingkai foto keatas meja.Nindya menahan tangannya saat ia hendak bangkit


"Tidurlah Nindya" ia berusaha melepas pegangannya.Dan selanjutnya yang terjadi membuat dirinya syok.


Nindya memuntahkan segala isi dalam perutnya ke baju Youngi.Menahan jijik pada dirinya sendiri saat Youngi melihat betapa banyak yang di keluarkan Nindya


"Sial" umpatnya.Nindya sedikit sadar saat mendengar umpatan dari Youngi


"Youngi" panggilnya


"Haduh kenapa untuk hal seperti ini kau selalu menyusahkanku bukannya Joon" gerutu Youngi


"Aku harus pergi ke kamar mandi" ia melihat jijik pada bajunya yang basah oleh muntahan Nindya


Nindya menunjuk pintu kamar mandi yang ada di kamarnya.Segera mungkin Youngi ingin membersihkan diri.


Nindya merubah posisinya menjadi duduk.Memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.Ia bangun menuju dapur untuk mengambil air putih.Satu gelas yang ia minum di kamarnya jauh dari kata cukup untuk memulihkan kesadarannya.

__ADS_1


Sempoyongan ia berjalan sambil berpegangan pada sisi tangga.Sudah lupa berapa gelas yang ia minum sampai membuatnya semabuk ini.


Nindya meraih pegangan kulkas untuk mengambil air dingin.Meneguk langsung sebotol air dingin yang ia ambil.Nindya mendengar derap langkah dari tangga.Di lihatnya Youngi yang bertelanjang dada sedang mengusap usap perutnya yang membentuk enam kotak seksi.Nindya sampai tersedak minumannya melihat Youngi dengan penampilan yang seperti itu.


__ADS_2