Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 40


__ADS_3

Nindya masuk kedalam rumah membawa hadiah yang diberikan Youngi dan buket bunga yang entah dari siapa.


Nindya memandangi sepasang sepatu dan buket bunga yang ia terima dari orang misterius.Sepertinya itu dari orang yang sama.Namun Nindya tidak tahu dia siapa.


Nindya sedang ada pemotretan untuk lipstik lokal.Yang lokasinya tak jauh dari kantor Joon berada.


"Nin ada kiriman coklat untukmu" seorang staf memberikan satu kotak coklat kepada Nindya


"Siapa pengirimnya?" tanya Nindya


"Mungkin orangnya masih di depan?" jawabnya


Nindya langsung bergegas keluar studio untuk mencari orang yang mengiriminya coklat.Ia rasa itu masih orang yang sama yang membelikannya sepatu dan buket bunga.


Banyak orang berlalu lalang.Nindya melihat ke segala arah untuk mencari seseorang yang mungkin mencurigakan.Tapi tak ada satupun dari sekian banyak orang yang membuatnya curiga.


Nindya kembali masuk.Mencari seorang staf yang memberikannya coklat tadi.


"Maaf bisa kau jelaskan seperti apa ciri cirinya?" tanya Nindya


"Aku tidak begitu memperhatikan.Tapi ia mengenakan masker,topi dan kaca mata hitam"


"Pokoknya semua serba hitam" tuturnya


"Yasudah terima kasih" ucap Nindya


Ia bertanya apakah Nindya tidak tahu siapa pengirimnya.Dan ia pun hanya tersenyum kaku menanggapi pertanyaannya.


"Dari siapa Nin?" tanya Ji Eun


"Aku tidak tahu"


"Mungkin ia salah satu penggemarmu"


"Hey katamu aku tidak seterkenal itu?"


"Iya karena kau selalu menolak tawaran bermain di beberapa film"


"Hahaha..kau ini.Apa gajimu yang sekarang masih kurang?" ledek Nindya


"Ayolah Nin.Kau tahu betapa inginnya aku melihatmu bermain dalam sebuah film" ujar Ji Eun


Jawaban Nindya akan selalu sama.Ia akan menolak meski Ji Eun merengek untuk membuat Nindya setuju menerima tawaran film.


Baginya pemotretan yang tidak sampai satu hari saja membuatnya lelah.Apalagi jika harus syuting selama berhari hari bahkan sampai berbulan bulan.


Sorenya Nindya mengajak Gal Hee untuk bertemu di kafe.Nindya membawa sepatu,bunga dan coklat yang ia terima siang tadi.


"Hadiah untukku?" tanya Gal Hee yang baru saja datang dan menaruh tasnya di kursi


"Kau ingat sepatu ini?" tanya Nindya balik


"Ada apa?" Gal Hee mulai mengerti arah pembicaraan Nindya


"Dua hari yang lalu aku menerima buket mawar putih ini.Dan hari ini dia mengirimiku coklat"


"Kurasa ini dari orang yang sama" lanjut Nindya


"Kau yakin?"


"Aku tidak tahu persis.Tapi perasaanku mengatakan hal yang demikian" ungkap Nindya


"Lalu apa rencanamu?" tanya Gal Hee


"Aku akan melihat apa lagi yang akan ia kirim.Sambil mencari tahu siapa dia"


Gal Hee mengalihkan topik pembicaraan karena ia tak ingin Nindya terlalu terbebani dengan hal itu.Karena bisa saja itu bukan orang yang sama.Atau penggemarnya hanya ingin memberikannya hadiah.Meski jika dipikir pikir rasanya cukup aneh.


Nindya pulang dengan pikiran yang masih saja terfokus pada hal itu.Ia pun membuka chat grup yang belakangan lumayan sepi.


*Nindya


Kok sepi?


*Rita

__ADS_1


Video (Nindya membuka video yang di kirim oleh Rita.Isinya video orang-orang yang sedang berjoget diiringi musik dangdut)


*Dian


Parah si Rita


*Rindu


Pait pait


*Tari


Yang pake topi ama celana pendek semoga mirip anak Rindu


Tolong di amien kan


*All


Amien


*Rindu


Sialan lu pada ya!


*Nana


Jangan gitu


Mending yang pake baju kuning yang rambutnya kriwil


*Rindu


Maaakkkkk!!!


*Nindya


Yang giginya semakin di depan?


*Rita


*Rindu


Kena azab kesamber petir tau rasa


*Dian


Pait pait


*Nana


Tenang dong gua


Punya ilmu penangkal petir


*Tari


Widihhh


*Nindya


Titisan kera sakti mak?


*Dian


Wanjirrr


Nindya sampai sakit perut jika sudah bercanda dengan teman temannya.Jahil banget padahal tau temennya lagi hamil tua.


---


Nindya sedang duduk di kafetaria yang ada di kantor Joon.Ia masih memikirkan apakah sore nanti ia akan pergi bersama Deny atau tidak.


"Kusut banget muka" Joon datang dengan minumannya


"Iya nih" sahut Nindya lemas

__ADS_1


"Cerita ada apaan?" Joon tak mau berbasa basi terlalu lama


"Deny ngajakin pulang ke Indonesia" Joon menghela napas panjang mendengarnya


"Semua terserah kamu Nin"


"Sore nanti jam tiga dia nunggu aku di bandara"y


Nindya juga menceritakan keseluruhan kejadian saat ia bertemu seseorang bernama Lee Jin Suk yang suaranya sangat mirip dengan Jin.Joon sampai tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Ia sampai berfikir jika Nindya masih belum merelakan Jin


"Jangan mengada ada Nin" ucap Joon akhirnya


"Kalau kau tidak percaya aku bisa menelfonnya sekarang"


"Kau punya nomornya?"


Nindya mengangguk yakin dan mencari kontak nama bertuliskan Jin Kw Super.Joon melongo melihat nama kontak yang ditulis Nindya.Pasalnya selain aneh ia juga tak paham apa makna dari nama tersebut.


Tutt..tutt..


Panggilan yang kedua belum juga diangkat.Joon mulai menyerah untuk percaya dan mengabaikan Nindya yang masih berusaha menelfon.


"Halo Nina,apa kau merindukanku?" suara yang membuat Joon sampai menyemburkan minumannya


"Jorok!" Nindya menggerutu melihat tangannya yang terkena minuman Joon.Joon menatap bingung pada ponsel Nindya.


"Maksudmu aku?" tanyanya.Joon mensiagakan kupingnya untuk mendengar lebih jelas.


"Bukan bukan kau" sanggah Nindya


"Ada apa Nina sampai membuatmu menelfonku?" tanyanya


"Tidak ada aku hanya ingin memastikan jika lukamu sudah sembuh"


"Sudah.Berkat pertolonganmu"


 Nindya mematikan sambungan telefonnya karena sudah tak punya topik untuk dibahas lagi.


Joon terdiam,masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.Serasa mustahil ada orang yang bersuara begitu mirip.


"Saat ku ceritakan ini kak Siska juga tidak percaya" ucap Nindya


"Apa kau tahu dia tinggal dimana?"


"Tidak Joon.Tapi ia bisa mengerti bahasa Indonesia seperti Jin"


"Untuk bahasa siapa saja bisa belajar.Yang aneh adalah suaranya"


"Bisa kau ajak ia bertemu aku" pinta Joon


Nindya tampak berfikir keras sebelum mengiyakan.


Nindya pulang karena Joon harus bertemu dengan klien penting.Ia duduk di tepi ranjang.Apapun keputusan yang diambil Nindya,Siska dan Mike akan mendukung ia sepenuhnya.


"Kapan kau berangkat?" tanya Siska diambang pintu


Nindya lalu menarik kopernya menuruni tangga.Semoga keputusan yang akan ia ambil benar dan tak akan membuatnya menyesal di kemudian hari.


Nindya memesan taksi menuju bandara.Ia mengirim pesan pada Youngi yang belum tahu akan keberangkatannya.


*Nindya


Aku pergi Young


*Youngi


Jangan bercanda!


Kau mau kemana?


*Nindya


Akan ku kabari jika aku sudah sampai tempat tujuan


Youngi yang membaca pesan dari Nindya terlihat gusar.Ia menanyakan pada Joon kemana tujuan Nindya yang membuatnya mengumpat berkali kali.Tak lagi ia perdulikan latihan untuk tour konsernya.Mengabaikan teriakan pelatih vokal yang berusaha mencegahnya.

__ADS_1


Youngi meninju stir mobilnya berkali kali saat ia menemui lampu merah yang memakan banyak waktunya.Ia harus cepat sebelum Nindya pergi meninggalkan Korea.


__ADS_2