Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 33


__ADS_3

Nindya menekam tombol daya untuk menyalakan ponselnya kembali.Setelah menyala ia meletakkan ponselnya keatas meja.Baru ia menengok ia mendapat beberapa notifikasi dua panggilan tak terjawab dan empat pesan.


Dua panggilan tak terjawab dari Deny dan satu panggilan yang ditolak.Nindya mengerutkan dahinya sambil melihat lebih dekat jam panggilan.Sekitar satu setengah jam yang lalu.


Lalu empat pesan.Tiga diantaranya dari Deny dan satu pesan dari Youngi.Jarinya menekan untuk membuka isi pesan dari Youngi terlebih dulu.


*Youngi


Aku sudah sampai


*Nindya


Oke


Lalu ia menekan tombol kembali untuk membuka isi pesan dari Deny.


*Deny


Besok lu sibuk gak Nin?


Kalo engga gua mau ngajak lu pergi


Jam dua siang kalo lu setuju


*Nindya


Oke


Nindya kembali meletakkan ponsel diatas meja lagi lagi ponselnya berdering.


*Youngi


Kau sudah tidak mabuk?


*Nindya


Tentu saja


*Youngi


Baguslah


Cepat tidur


*Nindya


Nice dream


Youngi yang membaca pesan Nindya sampai melongo.Apa Nindya salah ketik.


Dan benar saja Nindya yang menyadarinya mengumpat kesal dikamarnya.


Youngi menaruh ponselnya diatas meja lalu beralih ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Paginya Nindya bangun lebih awal.Kepalanya masih berdenyut pusing pengaruh dari alkohol.Baru saja Nindya membuka pintu mobil ia melihat Miran yang sudah diperbolehkan pulang paginya.


"Kesayangan tante" Nindya memeluk Miran saat anak itu turun dari mobil

__ADS_1


"Aunty" rengeknya yang membalas pelukan Nindya


"Ayo masuk Miran" ajak Siska disusul Mike yang ada di belakangnya


Nindya menggendong Miran masuk ke dalam rumah.Wajahnya masih sedikit terlihat pucat.


"Kenapa bisa sakit sih sayang?" Nindya mengelus pangkal kepala Miran pelan


"Ia kelelahan.Mungkin sebaiknya kita mengurangi les tambahannya sayang" usul Mike yang di setujui istrinya


"Bukannya Nindya pintar matematika.Kenapa tidak dia saja yang mengajari Miran dirumah"


"Jadi Miran tidak perlu keluar rumah untuk pergi les" ucap Mike panjang lebar yang membuat deretan gigi Nindya terlihat jelas


"Beda lah kak pelajaran di Indonesia sama Korea" ujarnya


"Kamu gamau Nin?" tanya Siska


"Liat aja nanti gimana ya kak.Kalo aku bisa ngajarin Miran sih gak masalah" jawabnya.


"Iya kakak ngerti.Nanti kalau kamu sibuk biar kakak yang nemenin" ucap Siska


Miran cukup diam biarkan orang dewasa yang mengaturnya untuk dia.Lagi pula ia tak masalah jika harus belajar dengan Nindya.


Nindya sudah menyiapkan makanan untuk mereka.Rantang yang akan ia bawa ke rumah sakit kembali dipindahkannya ke piring.


Sedangkan di kantor Joon..


Joon baru saja duduk di kursi kantornya.Akhir-akhir ini ia sering menghabiskan waktu dengan Gal Hee yang membuatnya jarang bertemu dengan Nindya dan Youngi.Jika dengan Youngi wajar saja karena ia sibuk dengan berbagai kegiatan ke artisannya.


"Kau pasti juga sibuk.Kenapa repot repot melakukannya" ucap Joon


"Aku senang melakukannya untukmu" sahutnya


"Jam lima sore aku selesai pemotretan.Bagaimana jika kita pergi ke sauna bersama yang lain"


"Aku tidak yakin dengan Youngi"


"Ah iya dia pasti sibuk sekali"


"Jangan khawatir aku akan menanyakannya"


"Oh iya kita juga bisa mengajak Deny pergi bersama"


Joon memakan masakan Gal Hee.Rasanya lumayan menurutnya.Joon menyuapi Gal Hee sebenarnya tak ingin makan.


Deny mengiriminya pesan jika ia sedang dalam perjalanan menjemputnya.Nindya hampir saja lupa dengan janjinya.Ia langsung berlari menuju kamarnya untuk bersiap.


"Lama ya?" tanya Nindya saat ia masuk kedalam mobil


"Mandi?" tanya Deny


"Udah tadi pagi" sahutnya dengan senyum mengembang lebar


"Jorok" cibir Deny


Ia lalu menyalakan mesin menuju tempat tujuannya.Sepanjang perjalanan mereka membahas tentang teman teman mereka.Banyak hal mulai dari kebiasaan yang konyol dari teman temannya sampai anak Dian yang tak luput dari pembahasan mereka.Ya dengan Deny,Nindya memang seperti menemukan kebahagiaan baru.Tapi ia juga ragu dengan perasaannya sendiri saat ini.Awalnya ia merasa jika mungkin ia dan Deny memang berjodoh.

__ADS_1


Deny memarkirkan mobilnya di depan hotel miliknya.Ia mengajak Nindya menuju rooftop yang ingin ia tunjukkan.Berniat memberikan kejutan untuk Nindya yang sebenarnya sudah pernah kesana.Suasananya ramai oleh pengunjung.Berbeda saat ia datang bersama Youngi.


"Kata Joon lu buka mini bar juga ya?" tanya Nindya saat menikmati jus jeruk


"Sebelumnya emang udah ada Nin,gua cuma perluas areanya"


"Jauh lebih kekinian sih sekarang Den"


"Gua cuman nambahin dikit Nin.Banyak yang tetep gua pertahanin" ucapnya


"Di lobby kalo gak salah gua liat foto yang baru lu pajang ya?"


"Lu gak liat itu kan foto pas di Bali,Nin"


"Masa sih?" Nindya memang tak memperhatikan secara jelas


Nindya membuka sebuah pesan dari Joon.Ajakan untuk pergi ke sauna miliknya.Ia mengatakan jika Deny bisa ikut bersama mereka.Nindya menanyakan apakah Youngi akan ikut namun Joon belum mendapat balasan.


Nindya ingat jika Youngi sedang mengisi acara di sebuah stasiun televisi.Acaranya baru dimulai jam empat sore.


"Gua telfon Youngi bentar ya Den" ucap Nindya yang turun dari kursinya


Tutt..tuttt..


"Halo"


"Jam berapa kau selesai?"


"Ada apa?" tanya Youngi


"Joon dan Gal Hee mengajak kita ke sauna miliknya"


"Siapa saja yang ikut?"


"Kita berempat ditambah Deny" jawab Nindya


"Mungkin aku akan telat" sahutnya


"Sudah dulu giliran kami tampil" ucap Youngi sebelum menutup telefon


Selesai menelfon Nindya kembali menghampiri Deny yang menunggunya.Nindya mengatakan jika mereka bisa berangkat nanti saja.Karena sauna milik Joon lumayan dekat dari sana.Nindya mengajak Deny untuk melihat lihat mini bar yang ia perluas.Tak disangka selera Deny cukup bagus dalam mendekorasi ulang tempat itu.Kini terasa lebih cocok untuk segala umur.Meski ada sudut yang masih menampilkan sisi kemewahan khas desain hotel Royal.


Nindya sempat ingin mncicipi bir yang ada disana.Namun tatapan Deny sudah jelas berkata tidak saat ia menanyakan hal itu.Apa boleh buat Nindya mengurungkan niatnya.Deny benar juga jika tidak baik untuknya terlalu sering minum minuman baralkohol.


Tidak ingin membuat Joon dan yang lainnya menunggu terlalu lama ia mengajak Deny bergegas menuju sauna.Disana Gal Hee dan Joon sudah memakai baju yang disediakan oleh sauna milik Joon.Mereka memilih sauna privat agar mereka lebih leluasa.


Tak berselang lama Youngi juga datang.Nindya pikir ia akan datang sendiri.Namun ternyata ia membawa member girlband yang belum lama melakukan debutnya.Cantik dan seksi seperti selera Youngi yang biasanya.


"Kenalkan namanya Sora" Youngi memperkenalkannya


"Halo semuanya salam kenal" ia menyapa mereka sopan.Sepertinya ia mudah berbaur.


"Yang tampan dan mempesona itu namanya Joon.Dan wanita yang disampingnya itu Gal Hee" Youngi memperkenalkan Gal Hee lebih dulu


"Sedangkan itu lelaki bermata abu-abu itu namanya Deny.Dan mungkin kau sudah tau dia siapa.Itu Nindya atau lebih dikenal dengan nama panggung Yerin"


"Penampilannya saja yang cantik dan anggun.Jika sudah kenal ia sangat jorok dan cerewet" Sora tertawa menanggapi gurauan Youngi

__ADS_1


__ADS_2