
" Bapak , ada apa ? " kata Hanum bingung melihat ekspresi bos nya . Sean tak menjawab pertanyaan Hanum . Tatapan mata tajam nya terpaku pada kursi kerja nya yang posisi nya sekarang terbalik menghadap ke belakang . Sean melangkah mendekati kursi karena merasa curiga . Tapi saat jarak nya dengan meja tinggal beberapa langkah lagi , tiba-tiba kursi kebesaran Sean berbalik hingga menampakkan seorang gadis yang sangat Sean rindukan duduk dengan anggun .
" Hey , siapa kau , berani-beraninya kau masuk ke ruangan tuan Sean tanpa izin . .! " kata Hanum maju dan berdiri di depan Sean seakan melindungi Sean . gadis itu yang tak lain adalah Hana mengangkat alis kiri nya dengan tatapan remeh . Senyum miring terlukis di wajah nya .
" Sejak kapan kau memiliki sekretaris cewek ? " kata Hana seraya bangkit menghampiri mereka .
" Dasar gadis kurang ajar . Memang nya siapa kau . . ! " sengit Hanum .
" Seperti nya kau masih sangat baru bekerja di sini. . ! " kata Hana menindai Hanum dari bawah sampai ke atas.
" kurang ajar . . ! " Hanum langsung menyerang Hana dengan gerakan cepat . Tapi bagi Hana itu terlihat sangat lambat , hingga dengan mudah nya Hana menghindari setiap serangan Hanum . Hanum tampak geram , sekilas dia melirik Sean yang tampak santai menatap gadis yang dia hadapi . Merasa ada kesempatan untuk unjuk gigi , Hanum kembali menyerang Hana dan berusaha menjatuhkan Hana . Hana tetap menghindari serangan Hanum tanpa berniat membalas nya .
" Kenapa kau hanya mengelak , ayo keluarkan jurus mu jika kau memang kuat . . ! " kata Hanum tersengal-sengal dan menatap Hana sengit
" Baiklah , baiklah . aku akan penuhi keinginan mu . ! " kata Hana santai . Karena merasa di remehkan Hanum kembali menyerang Hana dengan emosi tinggi hingga membuat gerakan nya menjadi kacau . Hana melihat cela yang sangat bagus dan . .
buugkh
buugkh
bruugh .
Hanum terpelanting menabrak dinding saat pukulan Hana mendarat di perutnya dua kali . Hana menatap Hanum dengan tatapan devil nya membuat nyali Hanum ciut.
" Nana . . ! " kata Sean .
" Aduuuh , , Sean . Tangan ku sakit . . ! " rintih Hana dengan manja seraya menggoyangkan tangan nya seakan benar-benar sakit . Dengan lembut Sean meraih tangan Hana dan mengusap nya pelan .
" Masih sakit ? " kata Sean dengan tatapan tajam berbalut rindu .
" Aaawh , aawh , , makin sakit . .! " rengek Hana sangat manja membuat Alan tertawa terbahak-bahak dan langsung memeluk Hana .
Hanum yang melihat adegan itu mengerutkan alis nya bingung . Dia menatap gadis yang di panggil Nana itu dengan tatapan benci . Bagaimana tidak , Hanum tak pernah melihat Sean yang tertawa bahagia selama dia bekerja dengan Sean . Jangankan tertawa , senyum pun dia tak pernah . Hanya wajah datar dan tatapan tajam yang selalu dia lihat . Tapi sekarang , saat cewek itu membuat nya sakit seperti ini , Sean malah tertawa dengan bahagia dengan memeluk gadis kurang ajar itu .
" Aku baru saja akan menghubungi mu , tapi ternyata kau sudah duluan datang pada ku . ! " kata Sean
" Kalau aku menunggu mu datang mengunjungi ku , aku rasa kau akan datang setelah keponakan ku lahir nanti .! " Sean kembali tertawa .
" i'm sorry, baby . Aku terlalu sibuk bekerja untuk menjamin hidup mu saat aku meminta diri mu pada om dan Tante nanti . ! " kata Sean menyelipkan rambut Hana ke telinga nya .
" Kau tak perlu risau untuk masalah itu .Bagaimana pun kehidupan kita nanti , kita hadapi bersama . hmm . ! " kata Hana melebarkan mata nya membuat nya semakin imut .
" Pak , tolong , , perut saya sakit akibat serangan gadis itu. .! " rintih Hanum dengan memelas . Sean dan Hana menoleh pada Hanum .
" Apa pukulan ku terlalu keras ? " kata Hana polos . .
" Kau pasti sengaja membuat ku lelah agar kau bisa memukul ku kan . . ! " geram Hanum .
" Loh , bukan nya kamu sendiri yang meminta aku untuk menyerang mu ? apa aku salah memenuhi keinginan sekretaris calon suami ku ini ? " kata Hana bergelayut mesra di lengan Sean .
" A , ,apa , calon suami ?? tuan . . ? " kata Hanum tak percaya seraya menatap Sean , seakan dia korban pelakor yang meminta penjelasan pada suami nya .
" Dia calon istri ku . Ada masalah ? . . Hanum sebaiknya kau bergegas . Karena waktu meeting tinggal tiga puluh menit lagi . Aku tidak suka orang yang bekerja pada membuang-buang waktu . .! " kata Sean kembali dalam mode dingin .
" ba , ,baik pak . . ! " kata Hanum berdiri dengan susah payah . Dia berjalan tertatih menuju meja yang tak jauh dari Sean dan Hana untuk mengambil Tablet kerja nya , tapi saat hampir mendekati Sean tiba-tiba Hanum tampak sempoyongan ke arah Sean .
" Sayang , lihat apa yang ku bawa . ! " kata Hana menarik Sean dengan cepat menuju sofa hingga Hanum jatuh dengan keras ke lantai .
bruukh
" Aaawh , . ! " rintih Hanum .
" Hanum , kamu kenapa ?? " kata Hana dengan wajah polos nya . Hanum tampak menatap Hana dengan tajam seraya mengeratkan rahang nya .
" Saya tidak apa-apa . ! " jawab Hanum mengusap bokong nya ya g cukup sakit .
" Sayang , lebih baik kamu telpon Dirga deh . Seperti nya sekretaris baru kamu ini kesakitan , jadi biarkan Dirga saja yang membantu kamu . ! " kata Hana menyeruput minuman dingin nya .
__ADS_1
" Tidak , jangan tuan . saya kuat kok . Saya akan segera menyiapkan berkas secepatnya . ! " kata Hanum langsung bangkit dan meraih tablet di atas meja lalu berlari keluar .
Setelah Hanum keluar , Hana memeluk Sean erat untuk melepaskan rindu nya . Sean tersenyum dan mengecup kening Hana lembut.
" I Miss you , baby . .! " kata Sean . Hana mengangguk dan menenggelamkan wajah nya ke dada bidang Sean .
__________
Tok tok tok
" Permisi pak . . berkas nya sudah siap . .! " kata Hanum masuk ke ruangan Sean . Mata nya sedikit melotot saat melihat Hana yang sekarang hanya memakai tank top yang menampakkan lekuk tubuh nya yang terlihat seksoy ( 😁😁)
". Baiklah , . Sayang , ayo ikut sekalian kita makan siang . .! " kata Sean meraih Blizzard pink Hana dan membantu Hana memakai nya .
" makasih sayang . ! " kata Hana manis dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi Sean .
" so sweet . . ! " kata Sean senang .
Sean dan Hana berjalan beriringan , Hanum mempercepat langkah nya hingga dia kini berjalan di samping Sean . Hana melirik Hanum yang tampak sumringah karena berjalan di samping Sean . Sean menghentikan langkah nya dan menatap Hanum tajam .
" kau berjalan di belakang . ! " kata Sean dingin .
" Tapi pak . .
" Jangan membantah jika kau masih sayang dengan anggota tubuhmu .! " sarkas Sean dengan tatapan membunuh .
" Baik , pak .! " kata Hanum melangkahkan kaki nya ke belakang .
Sean kembali berjalan dengan menggandeng tangan Hana . Hanum berjalan di belakang mereka dengan mengepalkan tangan .
" *Aku harus mendapatkan Sean agar hidup ku terjamin . .aku sudah bosan hidup pas-pasan . .bagaimana pun cara nya aku harus mendapatkan Sean . Ya harus . .! " batin Hanum menatap tautan tangan Sean dan Hana . .
skip*
Sean membukakan pintu mobil untuk Hana di bangku belakang , Hanum tersenyum sinis saat melihat Sean yang menyuruh Hana duduk di bangku penumpang .
" Kau bisa menyetir .? " kata Sean .
" Bisa , pak . ! " kata Hanum .
" Kalau begitu kau yang menyetir . ! " kata Sean melemparkan kunci mobil mewah nya . Mau tak mau Hanum menangkap kunci mobil itu dengan kesal . Dia merenggut kesal sambil berjalan ke bangku sopir .
Hanum melajukan mobil sport merah yang di rakit sendiri oleh anak buah Sean . Diam-diam Hanum memperhatikan Sean dan Hana yang tampak asyik mengobrol di selingi dengan tawa dan rangkulan mesra dari Sean .
hanya memakan waktu lima belas menit mobil Sean memasuki parkiran kafe sakura . Sesuai dengan nama nya , saat mereka memasuki kawasan kafe , mereka di sambut dengan jajaran pohon sakura dengan bunga nya yang sedang mekar . Lampu yang di balut dengan kertas warna-warni yang menyerupai bentuk lampion di gantung di sela-sela dahan pohon sakura membuat suasana jepang semakin kental .
" Waaah , , , Sean aku berasa sedang liburan ke Jepang . . ! " kata Hana antusias . Sean tersenyum melihat Hana senang .
" Kau suka tempat ini ? " kata Sean . Hana langsung mendelik .
" tidak , aku tidak suka . .! " kata Hana cemberut . Dia tahu maksud pertanyaan Sean . Jika Hana menjawab suka , maka nama pemilik kafe ini pasti berganti nama menjadi nama Hana dalam hitungan jam . Sean tersenyum melihat tingkah Hana . Diam-diam dia mencubit pipi Hana pelan .
" Selamat datang , ada yang saya bisa bantu ? " kata resepsionis .
" Ruang VIP atas nama nona Keiko Kana . .! " kata Hanum .
" Dengan tuan Sean Dominic ? "
" benar .! " jawan Hanum .
" mari saya antar . . ! " kata resepsionis itu ramah . Mereka
"Ayo . ! " ajak Sean pada Hana .
" Kalian duluan aja , aku mau ke toilet sebenar . ! " kata Hana langsung ngacir . Resepsionis dengan name tag Reina itu menuntun jalan menuju ruang VIP yang di maksud .
" Silahkan , nona Keiko sudah menunggu di dalam .! "
__ADS_1
" Terima kasih .. ! " kata Hanum menggeser pintu ruangan .
" jika gadis yang bersama kami tadi kembali dari toilet , tolong antarkan dia ke ruangan ini .! " kata Sean
" Baik tuan . .! " kata resepsionis itu menundukkan badan nya sedikit .
* * *
Sementara itu , setelah menuntaskan panggilan alam nya , Hana berjalan kembali menuju kafe . Saat dia tiba di ruang utama , Hana terpesona saat melihat sebuah dinding yang di lukis secara khusus untuk memuaskan jiwa para muda-mudi yang suka ber-selfi . Hana melangkahkan kaki mendekati kerumunan orang itu . Dia memperhatikan setiap lukisan yang terlihat sangat nyata . Ada sepasang sayap yang berwarna putih , ada juga yang warna warni dengan berbagai bentuk yang indah . Hana mengalihkan pandangan nya ke lukisan yang lain . Dia terperangah saat melihat sebuah lukisan dengan tema pohon beringin di tepi sungai yang terlihat sangat nyata . Ada juga lukisan yang menggambarkan suasana di tepi laut , Hana tertawa geli melihat dua orang bocah bergandengan tangan dan mengambil posisi seakan mereka tengah meniti jembatan yang panjang .
" Mas , mas . kalau mau foto bayar berapa ? " kata Hana pada seseorang pemuda yang tampak menerima uang dari orang yang akan berfoto di lukisan hidup itu .
" cuma bayar 150 ribu kak, kakak udah bisa foto sepuasnya . . ! "
" Perorang atau perkelompok. ? tanya Hana
" perorang , tapi kalau perkelompok cuma bayar 250 ribu , ! "
" kalau perkelompok orang nya di batasi gak ? " tanya Hana lagi .
" Minimal 5 orang kak . .! " Hana menghitung jari nya .
" kalau 7 orang saya harus bayar berapa ? " kata Hana antusias .
" Hmm , , ,ya udah buat salam perkenalan sama kakak , kami kasih harga 300 ribu aja ..! "
" waah , , makasih mas . Tapi untuk hari ini saya mau foto sendiri dulu . Ini uang nya . .! " kata Hana .
" Silahkan masuk kak . . ! "
Hana masuk dengan antusias . Dia melihat di sekeliling nya . Semua lukisan terlihat banyak orang yang antri , Hana pun memilih sebuah lukisan sayap putih yang terlihat indah . Ternyata di setiap lukisan sudah ada seseorang yang akan membantu mengambil foto pengunjung .
" Kaka mau foto ? " kata petugas itu .
" Iya mas , tolong di fotoin ya . .! " kata Hana menyerahkan ponsel nya . Petugas itu terlihat kaget di sertai kagum dengan dengan ponsel milik Hana . kamera yang jernih dan ukuran nya yang lebar , tapi hebat nya bisa di lipat bagian tengah nya . Petugas itu tahu kalau ponsel yang dia pegang sekarang adalah ponsel sultan . Dia langsung mengarahkan kamera ponsel ke arah Hana dengan beberapa instruksi agar hasil foto terlihat lebih bagus . Setelah merasa cukup Hana berjalan mendekati fotografer dadakan itu .
" ponsel nya bagus . Berapa harga nya kak ? " kata petugas itu .
" Aku gak tahu harga nya , tapi ponsel ini di pesan oleh pacar saya secara khusus , jadi model kamera ini hanya ada dua , satu punya saya dan satu punya pacar saya . .! " jelas Hana jujur .
" Nama nya Nana ya kak ? "
" Kok tahu ? " kata Hana
" itu , tadi aku lihat-lihat ponsel nya tapi gak ada merek nya. yang aku lihat di belakang nya cuma tertulis " NANA " . ! "
Hana tertawa lalu pamit untuk berfoto dengan background lukisan lain . Hana tertarik dengan sebuah lukisan dengan sayap berwarna hitam yang tampak keren bagi Hana . Dengan bersemangat dia berjalan cepat menuju lukisan itu , tapi . .
bruukh . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
G