
DORR
DORR
" aaakh . .!! "
bruuuk
praaang . .
* * * *
Devan yang tengah berada di kamar tamu , terperanjat mendengar suara tembakan dari lantai atas , tepat nya dari arah kamar nya dan Bella dan di susul dengan suara gaduh . Dengan penuh ke khawatiran Devan berlari ke lantai dan langsung masuk ke kamar yang pintu nya sudah terbuka . Mata nya terbelalak melihat noda darah yang berada di sekitar seseorang yang berpakaian pelayan yang terduduk lemas . Tatapan nya beralih pada Bella yang tampak menatap pelayan itu dengan wajah pias .
" Bella . . ! " Devan menghampiri Bella yang kini menatap nya dengan nanar .
" Bella , sayang . katakan apa yang terjadi . . ! " kata Devan . Tatapan Devan beralih ke tangan Bella yang masih memegang pistol yang memang dia berikan beberapa waktu lalu untuk Bella berjaga-jaga . Melihat kemana arah tatapan Devan , sontak Bella melepaskan pistol itu dan tubuh nya tampak gemetar .
" aku . . aku gak sengaja . . aku gak sengaja nembak dia , dia ingin mencelakai ku , Dev . .dia mencampurkan racun ke dalam susu itu . Aku gak bersalah . . aku gak bersalah Dev. . . !! " Raung Bella syok atas apa yang telah terjadi .
" sssstt . . iya aku tahu . kamu gak sengaja nembak dia karena ingin melindungi diri dan bayi kita . . kamu gak salah . dia yang salah karena telah berani ingin mencelakai kamu dan bayi kita . Dia pantas menerima nya . . kamu tenang sekarang ya. . ! " kata Devan memeluk Bella agar tenang dan tidak merasa tertekan .
" Tuan muda . . ! "
Beberapa penjaga berpakaian serba hitam masuk ke dalam kamar . Mereka melihat sekilas keadaan sekeliling dan pelayan yang sudah pingsan itu , Mereka bisa memahami apa yang baru saja terjadi , Tanpa di perintah mereka langsung bergerak mengamankan pelayan itu dan tinggal lah seorang penjaga yang masih di sana .
" Lapor tuan , pelayan ini adalah pelayan gadungan . Iza yang asli mengatakan kalau Dia memakai seragam pelayan mansion dengan merampas seragam nya setelah memukul Iza hingga pingsan yang tengah berada di halaman belakang . . maaf karena kami lalai dalam menjaga keamanan hingga penyusup berhasil masuk dan hampir mencelakai anggota keluarga Winata . saya bersedia menerima hukuman , tuan . .! " kata penjaga itu menunduk .
" selidiki perempuan itu . Dan perketat lagi keamanan jangan sampai kejadian ini terulang kembali . .! " kata Devan .
" Baik tuan muda . ! " penjaga itu langsung pergi . Devan membawa Bella duduk di sofa , tak lama bi Sarmi dan beberapa pelayan datang membawa alat kebersihan untuk membersihkan kekacauan yang terjadi di kamar Bella .
__ADS_1
_______
" Ya Tuhan , jangan sampai terjadi apa-apa pada Bella dan keponakan ku . . ! " lirih Hana cemas , Hana sangat panik saat mendengar dengan jelas suara dua tembakan yang berasal dari arah kamar kakak nya . Dia berlari ke arah pintu hendak keluar , tapi sayang ternyata Devan mengunci pintu dari luar . Dia berusaha mendobrak pintu itu tapi hasil nya nihil . Akhir nya dia hanya bisa berdoa agar tidak terjadi hal-hal buruk yang tidak di inginkan . Dia kembali berlutut ke lantai yang dingin itu melanjutkan hukuman dari kakak nya . Semakin lama dingin nya keramik semakin menjalar hingga menusuk ke tulang , hingga akhirnya Hana tak bisa merasakan apa-apa pada kaki nya .
Sementara itu di kamar Devan , Devan masih menemani Bella yang tampak sudah tertidur . Dia mengusap lembut perut buncit Bella .
" mamah kamu ternyata bisa menjadi wanita pemberani saat dia merasa terancam . apalagi demi melindungi kamu . . sebenar nya papa ingin menghukum mamah kamu dengan mendiamkan nya selama beberapa hari . Tapi sepertinya tidak jadi karena papah takut bahaya akan datang lagi mengancam kalian . maafin papah ya , nak . papah hampir membuat kalian celaka . .papah janji papah akan menjaga kalian lebih ketat lagi . .! " kata Devan sambil terus mengusap lembut perut Bella . Sebuah pergerakan di perut Bella terasa di telapak tangan Devan membuat Devan tertawa kecil merasa mendapat respon dari calon anak nya lalu mencium perut Bella bertubi-tubi . Setelah itu dia perlahan keluar dari kamar dan menutup pintu pelan agar Bella tidak merasa terganggu .
" kak Devan . . !! "
" Astaga . . . . Sam kau mengagetkan saja . .! " kata Devan mengelus dada nya . Sam hanya cengengesan melihat kakak sepupu nya kaget .
" aku sudah mendengar kejadian yang baru saja terjadi dari anak buah ku . Dan aku langsung menyuruh orang ku untuk menyelidiki perempuan itu . Dan saat aku dan Dirga bertemu di luar , kami tak sengaja membicarakan tentang kejadian ledakan mobil Sean . Hehehe , tak di sangka kejadian ledakan tadi dan kejadian yang baru saja terjadi di mansion , ternyata ulah orang yang sama , yaitu . . . . . tuan Samantha . Dia masih menyimpan dendam pada Sean karena merusak nama baik putri mereka dan menghancurkan perusahaan keluarga Samantha , dia berniat ingin membunuh Sean dengan alibi meledaknya mobil Sean akibat korsleting listrik , Tapi untung nya Sean selamat karena dia tidak berada di dalam mobil itu . Dia juga berniat menghabisi keturunan keluarga Winata karena putri tunggal nya harus di rawat di rumah sakit jiwa , mereka menyimpulkan jika putri mereka menjadi gila itu karena perbuatan Hana karena Chalista selalu menyebut nama Hana di saat dia mengamuk dan berkata akan membunuh nya . . ! " kata Sam .
" Tapi bukan kah keluarga Samantha sudah di hancurkan oleh Sean , aku dengar semua aset keluarga Samantha di sita oleh bank karena terbukti telah melakukan pemalsuan dokumen . Tidak mungkin dia bisa bertindak sejauh ini sendirian , kecuali ada orang lain di belakang nya . Tapi siapa orang itu . . ? " kata Devan
" Johan . . ! "
" Sean , maksud mu Johan pemimpin kelompok black wolf ? " kata Devan .
" Benar . . orang ku sudah menyelidiki kasus meledak nya mobil ku tadi siang . George berhasil menangkap orang yang mencurigakan di tempat kejadian dan berhasil menginterogasi nya hingga mendapatkan informasi jika dia di bayar oleh tuan Samantha dengan bukti chat di ponsel pelaku itu . Orang itu juga memberitahu keberadaan tuan Samantha dan anak buah ku juga telah berhasil menangkap nya . .! " kata Sean .
" jadi tuan Samantha sekarang sudah ada di tangan mu . . ? " kata Sam .
" benar . aku sendiri yang menginterogasi nya dan dia mengakui semua perbuatan nya . Tapi dia mengatakan jika dia tidak pernah bertemu dengan orang yang bernama Johan , dia hanya di bantu melalui perantara anak buah nya saja . .! " kata Sean mengedarkan pandangan nya .
" Kurang ajar . . Berani-beraninya dia ingin mencelakai keluarga ku . . aku akan balas perbuatan . . ! " kata Devan geram .
" Tidak usah repot-repot . Aku sudah menghadiahkan nya pada bubu . . . . BTW dimana Nana . . ? " kata Sean . Devan sedikit tersentak , dia baru teringat dengan Hana yang masih berada di ruangan nya .
" Iya , dari tadi aku tidak melihat Hana . Biasa nya dia akan paling sibuk jika ada masalah seperti ini . . ! " kata Sam . Tanpa menjawab Devan langsung berjalan dengan langkah lebar menuju ruang kerja nya . Sean dan Sam pun mengikuti langkah Devan , Tinggal beberapa meter lagi jarak menuju ruang kerja Devan , mereka mendengar suara gedebuk dan suara barang jatuh di ruang kerja Devan . Devan buru-buru menempelkan ibu jari nya ke alat pendeteksi sidik jari yang di gunakan sebagai kunci keamanan . Devan mendorong pintu , tapi pintu itu tidak bergerak sedikit pun .
__ADS_1
" Hana , buka pintu nya . kenapa kau kunci dari dalam . .! " kata Devan menggedor pintu .
bruukh
braaak
praaang
Devan terdiam mendengar suara ribut dari dalam ruangan nya . Dia buru-buru mengambil ponsel nya dan memeriksa CCTV yang tersambung ke ruang kerja nya . Raut wajah ketiga pria itu berubah memerah menahan amarah saat melihat apa yang tengah terjadi di dalam ruang kerja Devan .
" HANA . . . . !!!! "
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1