SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 82 Dua serangan . .


__ADS_3

Waktu terus berlalu tanpa mau menunggu manusia yang selalu mengulur waktu . keluarga Winata dan keluarga besan sibuk menyiapkan pernikahan Devan dan Bella yang tinggal beberapa hari lagi . Tak ketinggalan Hana juga ikut sibuk mengawal calon pengantin . Kemana pun Devan dan Bella pergi , Hana harus ikut sesuai dengan perintah sang kanjeng ratu . Walau mereka sebentar lagi akan sah menjadi pasangan suami istri , tapi mommy dan Riska tidak ingin mereka hanya berjalan berdua . Untung nya Devan mengajak Justin dan menjadi sopir nya , jadi Hana tidak terlalu bete' menjadi obat nyamuk Devan dan Bella 😁😁😁. Bella dan Devan sibuk mengabsen undangan yang akan mereka sebar hati ini . Sedangkan Hana sibuk dengan ponsel nya . sesekali dia terlihat tersenyum sendiri . Justin juga ikut tersenyum melihat nona muda nya yang tersenyum manis .


" kak , makan dulu yuk , laper nih . . ! " rengek Hana .


" Iya , Dev .Sebaik nya kita makan dulu . aku juga udah laper . . ! " kata Bella .


"ya udah , kita mau makan dimana ?? " kata Devan .


" Kita makan di Start cafe aja . .! " kata Hana .


" Ok, kita ke Start cafe . . ! " kata Devan .


Justin melanjutkan ke tempat ya g di sebutkan Hana . Setelah menempuh waktu beberapa menit , mobil mewah Devan berhenti di depan kafe . Dengan semangat Hana dan Bella turun di ikuti Devan dan Justin . Mereka berempat masuk dan memilih sebuah meja yang di dekat dinding . Seorang waiters menghampiri meja Devan , dan mencatat semua pesanan mereka . Setelah itu waiters pergi , dan tak lama pesanan mereka datang . Hana mengarahkan kamera ponsel nya ke makanan nya , setelah puas memfoto menu makan siang nya , dia lalu menyantap nya dengan lahap .


* * * * *


Di sebuah ruangan kerja , Sean tampak serius menatap layar laptop nya , tangan nya lincah bergerak mengabsen tombol keyboard . Tapi konsentrasi nya pecah saat sebuah dentingan notifikasi sebuah pesan masuk ke ponsel nya . Jika itu dering pesan biasa dia tidak akan menghiraukan nya . Tapi kali ini dia langsung meraih ponsel nya saat mendengar dentingan khusus yang sengaja dia setel untuk pesan dari sang kekasih , begitu pula dengan dering panggilan nya . Senyum nya mengembang saat melihat sebuah foto menu makanan dengan chapter



" honey , sesibuk dan sepadat apapun pekerjaan kamu , kamu harus makan siang dulu . Aku gak mau nanti kamu sakit dan gak bisa hadir di pesta pernikahan kak Devan dan Bella nanti . .! "


Sean tersenyum dan membalas pesan dari Hana .


" *Apa kau sedang bersama Devan dan Bella ?? "


Ting


from : Nana ku


" iya , hari ini aku nemenin mereka nyebar undangan . Seperti nya setelah ini kami juga akan ke kantor mu untuk mengantarkan undangan untuk mu .Apa kau sudah makan siang ? mau aku bawakan makan siang* ? "


Sean kembali tersenyum lebar mendapat perhatian kecil dari sang kekasih .


" *boleh , kalau begitu aku tunggu , ya . Langsung saja ke ruangan ku . . ! "


Ting


from : Nana ku


" Ok , ,😘😘😘😘* . ! "


Sean terkekeh melihay emot yang di kirim hana . Dia meletakkan ponsel nya lalu menekan tombol intercom menghubungi meja resepsionis .


" Langsung persilahkan masuk jika tuan muda Winata datang . . ! " Setelah memberi perintah , Sean kembali melanjutkan pekerjaan nya


______


Setelah semua selesai , termasuk memesan makanan untuk take away . Mereka kembali masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka .


" Kamu udah kasih kabar ke beruang kutub mu kalau kita akan ke kantor nya kan , dek . .?? " kata Devan .


" Udah . Kata nya langsung masuk aja . . ! " kata Hana menyedot es Boba nya .


" Ada-ada aja kamu Hana , masa panggilan kesayangan nya beruang kutub . . ! " kata Bella .


" kamu kan dulu juga udah lihat gimana sikap nya yang dingin saat di pulau dulu . . Maka nya sampe sekarang aku manggil dia beruang kutub . . ! "


Bella terkekeh mendengar ucapan Hana . Mereka asyik mengobrol sambil bercanda , tak terasa mobil mereka sudah tiba di depan kantor Sean . Hana menatap gedung itu yang menjulang tinggi . Mereka bertiga masuk ,sedangkan Justin memilih menunggu di mobil . Baru saja mereka masuk , seorang resepsionis langsung menyambut mereka dengan ramah dan langsung mengantar mereka ke lift khusus yang di pakai oleh Sean dan beberapa orang kepercayaan nya . Di dalam lift Hana menenteng paperbag yang berisi kotak makanan untuk Sean .


TING

__ADS_1


Pintu lift terbuka , ternyata Dirga sudah menunggu di depan lift .


" Selamat datang tuan dan nona muda keluarga Winata serta nona Bella ..Mari saya akan mengantar kalian ke ruangan bos . . ! "


Tanpa menjawab mereka langsung mengikuti langkah Dirga . Dirga membuka sebuah pintu dan mempersilahkan ketiga nya masuk .


" Selamat datang Dev , nona Bella . dan . . .wah ternyata ada kurir semanis ini . .! " goda Sean menatap Hana dengan penuh kasih .Tapi Hana malah cemberut , dia melangkah mendekati Sean dan meletakkan bawaan nya .


" Ini pak pesanan nya . Total pesanan anda senilai dua tiket liburan ke Korea . . ! " kata Hana dengan ekspresi kesal . Sean tertawa dan langsung merangkul Hana lalu mendudukkan nya di kursi kebesaran nya.


" Silahkan pesan sendiri tiket nya dan atur jadwal liburan nya , aku akan menemani mu kapan saja . .! " kata Sean memberikan ponsel nya lalu mencium puncak kepala Hana . Dia lalu melangkah menuju sofa dimana Devan dan Bella sudah duduk lebih dulu . Mereka mengobrol ringan membuka pembicaraan , Sean terus melirik Hana yang masih asyik dengan ponsel nya tadi . Tak lama Hana datang mendekati mereka dan duduk di sebelah Sean .


" Kok makanan nya belum di buka . .? " kata Hana meraih paperbag dan membuka kotak makan yang dia bawa .



" Ayo makan dulu , nanti kamu sakit loh ..kalau kamu sakit nanti kamu gak bisa datang ke pesta pernikahan kak Devan dan Bella . . ! " kata Hana


" kalau aku gak datang . . ?? " goda Sean .


" Ya gak apa-apa sih , , kan masih ada kak Justin, kak Anton sama kak Roky . Mereka pasti mau jadi pasangan aku di pesta nanti . . ! " kata Hana santai ,


" Aku gak izinin kamu untuk berpasangan dengan laki-laki lain . .! " sarkas Sean , lalu dengan cepat dia meraih kotak makanan itu dan memakan nya dengan lahap . Hana tersenyum melihat sikap Sean yang agresif saat mendengar jika Hana berdekatan dengan laki-laki lain . Dalam hitungan menit , isi kotak makanan itu ludes tak bersisa . Hana memberikan botol jus mangga kesukaan Sean , dengan beberapa tegukan jus mangga itu habis . Hana menarik tisu di atas meja lalu menyeka sudut mulut Sean . Sean tersenyum dan mengusap kepala Hana lembut .


" hhm ,hmm . . ! " Devan berdehem


" Iri bilang bos . . ! " kata Sean bersandar .


" Cih , ,siapa juga yang iri . Sebentar lagi gue juga bakal nikah dan lebih leluasa bermesraan . . . !! " kata Devan merangkul Bella .


" Sean , kalau begitu gimana kalau kita juga nikah . Barengan aja sama kak Devan dan Bella , dan kita honeymoon bar . . . .


" Stop Hana , , jangan berpikiran terlalu jauh . . Sean jangan pengaruhi pikiran Hana . . !! " kata Devan dengan wajah serius


" Sean elo . . .


" Kak Devan . . jangan marah-marah , aku cuma bercanda kok . . !! " kata Hana menenangkan Devan .


Suasana kembali santai saat Devan kembali tenang . Mereka melanjutkan obrolan mereka , Devan memberikan undangan pada Sean , setelah itu Devan dan Bella keluar lebih dulu .


" Sayang , aku duluan ya . .! " kata Hana mulai terbiasa dengan panggilan sayang nya .


" Hati-hati , kalau ada sesuatu kamu harus kabari aku . . ! " kata Sean memeluk Hana erat . Hana membalas pelukkan Sean dan membenamkan wajah nya ke dada bidang Sean .


" kamu harus datang ya . . kalau kamu gak datang aku akan ngambek dan pergi ke tempat yang jauh supaya kamu gak bisa nemuin aku . . ! " kata Hana mendongak wajah nya menatap Sean . Sean tersenyum dan mengusap rambut Hana .


" Aku akan datang . . ! " kata Sean mencium kening Hana .


" janji ya , , di pesta kak Devan dan Bella nanti akan ada sebuah pertunjukan yang seru . . ! " kata Hana berbinar .


" Pertunjukan apa ?? " kata Sean menatap lembut wajah sang kekasih .


" Pokok nya nanti kamu akan tahu kalau kamu datang . . ! " kata Hana penuh misteri . Sean tertawa pelan , lalu Sean menundukkan wajah nya dan mencium bi*Ir Hana .


" I Love You , honey . . ! " kata Sean dengan suara lirih .


" I Love You , Sean ku . . ! " balas Hana , dengan berat hati Sean melepaskan pelukan nya dan membiarkan Hana pergi .Setelah pintu tertutup , Sean langsung melonggarkan dasi nya dan menghela nafas panjang untuk menenangkan dada nya yang bergemuruh .


" Nana , untung saja kamu sudah pergi , kalau tidak mungkin aku tidak akan bisa menahan diri lagi . . ! " kata Sean . Tenyata tanpa Hana sadari , kontak kulit mereka membuat hasrat Sean membuncah hingga ada sesuatu yang memberontak di bawah . 😁😁😁


____________

__ADS_1


Tak terasa hari pernikahan Devan dan Bella telah tiba . Hari ini adalah hari besar bagi Devan dan Bella . kedua wajah mempelai tampak berseri-seri saat duduk di depan penghulu . Semua keluarga kedua bela pihak tampak ikut bahagia melihat senyum sumringah kedua mempelai .


Sean tersenyum lebar saat Hana yang tampak bahagia memandang kakak nya . Dia merangkul bahu Hana dan mencium sekilas kepala Hana . Membuat para gadis yang sedari tadi menatap Sean penuh kagum dan memuja , kini terlihat memerah karena marah pada Hana . Hana mendongak menatap Sean dan tersenyum manis .


" Kau begitu terlihat bahagia . . ! " kata Sean


" Hhmm . . siapa sih yang gak bahagia melihat kakak nya akan menikah dengan orang yang dia cinta . . ! " kata Hana . Sean tersenyum seraya menyisir rambut panjang Hana dengan jari nya , dia meraih helai rambut Hana dan mencium nya . Membuat kemarahan seorang gadis semakin membuncah . Dia meraih gelas minuman dan berjalan cepat ke arah Sean dan Hana dan . .


" Dasar gadis murahan . . . !! " kata seorang gadis mengangkat gelas minuman dan menumpahkan nya ke arah Hana .


byuurr . .


Air berwarna merah itu jatuh di punggung seseorang yang memakai jas hitam yang menghadang tumpahan air itu . Tapi sayang nya tebakan kalian salah kalau itu adalah punggung Sean . Laki-laki yang menghadang siraman itu adalah salah satu anggota kelompok Devan yang memang di tugaskan untuk melindungi anggota keluarga Winata .


" Apa yang kau lakukan nona Chalista . . ?? " kata pria berjas hitam itu .


" Aku benci dengan cewek matre ini . Berani-beraninya dia menggoda Sean di depan ku . . ! " teriak Chalista penuh amarah . Suasana yang tadi nya tenang kini berubah sunyi oleh teriakan Chalista .


" maksud elo ?? " kata Hana


" Asal kalian tahu , Sean adalah calon suami saya . Keluarga kami sudah menjodohkan kami sejak dulu , tapi cewek murahan ini datang dan merusak hubungan kami . Bahkan memaksa Sean untuk membelikan nya GOLDEN MALL dan sebuah villa di pantai . hee , ,ngaku nya keluarga terkaya , tapi ternyata anak nya menggoda laki-laki demi mendapatkan beberapa aset . . . ! " teriak Chalista menggema di aula . Hana menatap tajam pada Chalista dan kedua orang tua nya yang hanya diam dengan sikap anak nya .


" jaga ucapan mu , tuan Samantha , atau kau akan ku buat menyesal . . ! " kata Elly langsung maju menghampiri Hana dan Sean .


" Tante , Tante jangan mau di bodohi oleh cewek matre ini . Dia sengaja menggoda Sean untuk memanfaatkan kekayaan dan kekuasaan Sean . Tante tidak tahu kan kalau Sean diam-diam membelikan GOLDEN MALL untuk Hana dan bahkan memberikan sebuah villa pada Hana . . ! " kata Chalista .


" Jadi kau menganggap aku bodoh , nona Samantha . . ?? kata Elly tajam .


" Bukan , ,bukan itu maksud aku Tante , aku. .


" Sean tidak membelikan golden mall itu secara diam-diam . Tapi justru saya dan suami saya yang mendukung Sean . Saya tahu semua nya. .! " kata Elly santai .


" Tante tahu semua nya . . . ?? " kata Chalista tercengang . .


" Yap . . kenapa ?? kalian terkejut . . ? Irene sebaik nya kau jaga anak mu agar tidak mempermalukan keluarga kalian . Dan jangan mengusik calon menantu ku. . ! " kata Elly merangkul Hana .


Bisik-bisik para tamu mulai terdengar hingga membuat ruangan itu menjadi bising . Tapi kebisingan itu tak berlangsung lama saat suara MC memulai acara .


Kini tiba saat nya untuk acara ijab Qabul . kedua mempelai sudah di selubungi dengan selendang putih . Devan dan Hermawan sudah berjabat tangan untuk memulai ijab Qabul . kenapa Hermawan bukan Zidan . ? Karena ini permintaan Bella agar papah kandung nya yang menjadi wali nikah nya .


" Saudara Devan Winata , saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Isabella Atdmaja dengan emas kawin satu set perhiasan berlian dan sebuah rumah di bayar tunai. .


" TUNGGUU . . . . . !!!!!! "


B


E


R


S


A


M


B


U


N

__ADS_1


G


Hay para READERS kesayangan OTHOR . Othor ucapkan minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan . Maafin othor ya kalau ada kata-kata yang menyinggung kalian . .


__ADS_2