
" Baik lah pak Faisal . Nanti siang saya sendiri yang akan menjemput pak Faisal sekeluarga . . Tidak apa-apa , pak . Ini adalah perintah langsung dari pak Devan . . Sama-sama . " kata Willy menutup telpon nya . Dia tersenyum saat melihat rona kebahagiaan dari keluarga Winata yang juga mendengar jika keluarga Faisal Hutama akan memenuhi persyaratan dari Devan .
" Mommy sudah gak sabar pengen ketemu Hana . . " kata mommy terlihat begitu senang .
" Apa mommy yakin jika gadis bernama Adhara ini adalah Hana kita. ? " kata Devan .
" Mommy juga gak tahu . Hanya saja mommy merasa begitu ingin bertemu dengan Adhara ini . . " kata mommy .
" Dev , apa benar ada gadis yang sangat mirip dengan Hana .? " kata Bella yang tengah menimang Thalita .
" kamu akan lihat dia nanti . . " kata Devan juga terlihat senang , dia mencubit lembut pipi Thalita yang cubby .
" Lalu , apa Hana sudah tahu tentang kedatangan keluarga Faisal nanti . ? " kata Bella . Mereka serentak saling menatap satu sama lain .
" Tenang saja . Daddy sudah mengatur semua nya . . " kata Daddy terlihat tenang .
" Maksud Daddy . ? " kata Bella . Bukan nya menjawab Daddy malah tersenyum .
" Yuhuuu , , aku datang . . " kata Hana seraya berlari kecil menuruni tangga dengan menarik koper . Mereka melongo melihat penampilan Hana yang makin mencolok . Seperti sekarang ini , rambutnya kini sudah berganti warna menjadi kuning keemasan , di tambah gaun yang ketat sebatas lutut serta kuku palsu warna warni membuat dia terlihat seperti tante-tante . Devan memalingkan muka nya , sedangkan mommy dan Bella tercengang dengan mata melotot .
" kau sudah siap . ? " kata Daddy membuat yang lain langsung menoleh .
" siap banget Daddy . . makasih ya dad , udah kasih tiket liburan ke Korea . . ! " kata Hana tampak senang .
" Segera lah berangkat ke bandara , Nanti ketinggalan pesawat . Jho , antar ke bandara . " kata Daddy .
" Baik , tuan . Mari nona . . " kata Jho meraih koper Hana .
" Bye semua nya . Aku mau liburan ke Korea dulu. " kata Hana berjalan dengan dagu terangkat menyusul Jhonatan .
" Huu ,, norak banget sih . . Kayak gak pernah ke Korea aja . . " gumam Bella pelan , tapi masih bisa di dengar boleh Devan . Melihat Devan menatap nya lekat nya , Bella langsung menundukkan kepala nya karena takut Devan akan marah .
" Dev , gue pamit dulu berangkat ke kota M . " kata Willy dengan bahasa santai karena memang dia sudah di anggap keluarga oleh keluarga Winata . Bahkan Willy juga sudah biasa memanggil mereka dengan panggilan Daddy dan Mommy .
" Baiklah , hati-hati di jalan . . " kata Devan menahan perasaan nya yang membuncah membayangkan akan bertemu dengan Adhara .
" Jangan lama-lama , Willy . " kata mommy tak sabar .
" mom , belum juga pergi . Dari sini ke kota M itu lumayan jauh loh. " kata Willy terkekeh di ikuti yang lain .
" iya , iya . Sana berangkat tapi hati-hati . . " kata mommy . Willy mencium punggung tangan Daddy dan Mommy lalu pergi .
" Mom , gimana hasil tes mommy tadi . ? " kata Bella .
" Seperti nya dia memang bukan Hana . Setelah dia memakan roti dengan selai nanas tadi , dia terlihat baik-baik aja . Jika benar dia adalah Hana , dia pasti sudah mengalami sesak nafas setelah memakan roti isi selai nanas itu . . " kata mommy dengan tatapan tajam .
" Lalu kalau dia bukan Hana , dia siapa. ? " kata Bella .
" Kalian gak usah memikirkan masalah itu , nanti jika memang Adhara adalah Hana , Devan akan menyelidiki siapa perempuan yang telah mengaku sebagai Hana ini , . " kata Devan .
" Ok . . Hmm , , mommy ke belakang dulu ya . Mommy mau bikin sesuatu . . " kata mommy terlihat bersemangat .
" Mommy pasti mau bikin olahan coklat bukan . ? " kata Bella .
" Kau benar . Mommy ingin melihat reaksi Adhara saat di suguhi camilan dengan bahan coklat . Apa reaksi nya akan sama seperti princess mommy , atau biasa saja . . " kata mommy .
" Baiklah , mommy duluan aja , nanti Bella nyusul . Bella mau nidurin Thalita dulu ke kamar . " kata Bella .
" Sebaik ya kamu istirahat saja . Thalita sudah rewel beberapa malam ini . Kamu pasti capek begadang jagain Thalita . Ada bibi yang bantuin mommy . Sudah kamu istirahat aja . . " kata mommy mengusap rambut halus di kepala cucu nya.
" mommy benar . Kamu istirahat aja . Sini biar aku yang gendong Lita . " kata Devan mengambil alih putri nya dengan pelan .
" kalau begitu , Bella ke kamar dulu mom , dad . ! " kata Bella merasa tidak enak . Tapi apa yang di katakan mertua nya memang benar . Dia merasa sedikit pusing dan lemas karena begadang beberapa malam ini .
" Iya sayang . Istirahat yang cukup nanti kamu sakit . Ingat , kalau kamu sakit Lita pasti ikut sakit . Dev , sekarang berhubung kamu libur kamu yang jaga Lita kalau dia bangun nanti . Biarkan Bella istirahat sampai tenaga nya pulih . . " kata mommy
" Iya , mom . Ayo sayang . . " kata Devan mengajak Bella ke kamar .
__ADS_1
" sayang , aku ke ruang kerja dulu ya . " kata Daddy mencium kening mommy .
" Ingat , kamu itu lagi liburan buat ketemu Adhara . Jangan sampai lupa waktu di ruang kerja . " kata mommy .
" iya , bawel . . " kata Daddy seraya mencubit kedua pipi mommy dengan gemas seraya terkekeh .
" Satria , iikh , malu tahu nanti ada yang lihat . . " kata mommy sengaja menyebut nama suami nya . Daddy tertawa kecil lalu mengecup bibir mommy sekilas lalu beranjak dari tempat .
" Dasar , . . " kata mommy tersenyum seraya menggelengkan kepala . Dia pun lalu beranjak ke dapur .
_____________
Adhara memakai kaos oblong putih di padu dengan Jean hitam serta sepatu kets warna Hitam-Putih . Dia mematut diri sebentar di depan cermin dan menatap pantulan diri nya .
" Jika mereka berniat jahat , aku harus melindungi ayah dan bunda . . " batin Adhara . Mata besar nya mengedip beberapa kali ketika mengingat sesuatu . Dia berjalan menuju nakas dan membuka laci nya . Tampak sepasang pisau kembar dan sepucuk pistol tersusun rapi . Dia meraih pistol dan memindai nya sebentar , lalu meraih pisau kembar itu . Setelah memindai nya , dia pun memutuskan untuk membawa pistol berlapis emas dengan simbol naga itu untuk berjaga-jaga . Dia menyelipkan pistol yang sudah berisi amunisi itu ke pinggang nya dan menutup nakas . Setelah itu dia pun keluar dari kamar dengan menyeret koper mini nya . Saat dia turun ke ruang tamu , dia melihat ternyata Willy sudah berada di sana bersama kedua orang tua nya .
" Sudah siap ? " kata Nadira .
" Siap bunda . " kata Adhara .
" Baiklah , karena semua nya siap , mari kita berangkat . ." kata Willy . Mereka pun lalu berjalan menuju pintu . Terlihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman . Willy membuka bagasi mobil lalu satpam yang berjaga di gerbang membantu memasukkan koper majikan nya ke bagasi . Setelah itu mereka masuk ke mobil dan berangkat .
Sepajang perjalanan Adhara tampak diam dengan menatap keluar tanpa menghiraukan percakapan antara Faisal dan Willy . Sedangkan Nadira sibuk dengan ponsel nya . Sesekali Willy melirik Adhara yang duduk di bangku belakang melalui kaca spion depan di sela obrolan nya dengan Faisal . Raut wajah datar serta tatapan mata yang tajam , membuat orang yang melihat nya akan terpesona . Dingin tak tersentuh , itu lah perumpamaan yang tepat untuk seorang Adhara . Namun bagi Willy , sikap dingin dan datar itu justru membuat nya semakin yakin jika Adhara adalah Hana , nona muda kesayangan nya . Dia Tersenyum tipis membayangkan bagaimana reaksi keluarga Winata nanti saat bertemu dengan Adhara .
" Astaga , aku lupa . . " kata Nadira menepuk jidat nya .
" Ada bunda . ? " kata Adhara .
" Itu , kresek yang di atas meja bunda lupa bawa . " kata Nadira .
" Memang isi nya apa .? " kata Faisal .
" Bolu tape , aku sengaja bikin buat di bawa ke rumah keluarga Winata . Tapi malah lupa , gimana donk ? " kata Nadira panik .
" Bu Nadira tenang aja . Kita bisa mampir ke toko kue , bagaimana . .? " tawar Willy .
" Tidak apa-apa , Bu Nad . .
Chuss . .
Tiba-tiba mobil menjadi oleng setelah terdengar suara letusan kecil . Willy mengendalikan mobil dengan tenang hingga mobil perlahan berhenti di tepi jalan yang cukup ramai . Bisa mereka lihat jika orang-orang di sekeliling nya sedang memperhatikan mobil yang mereka tumpangi .
" Ada apa ? " kata Adhara .
" Seperti nya ban nya pecah . Sebentar saya cek dulu . ." kata Willy turun dari mobil di ikuti Faisal .
" Ternyata benar ban nya pecah . " kata Faisal saat melihat ban di sebelah nya yang kempes . Nadira dan Adhara pun ikut turun . Mereka melihat-lihat di sekeliling , Adhara melihat tak jauh dari mereka ada sebuah bengkel .
" Itu ada bengkel . Sebaik nya di bawa ke sana saja . " kata Adhara menunjuk suatu arah .
" Seperti nya itu ide bagus . . " kata Willy . Dia meminta tolong pada beberapa orang penjaga parkir di depan sebuah mall untuk membantu mendorong mobil nya ke bengkel . Karena orang yang membantu cukup banyak , hanya memakan waktu sepuluh menit mobil sudah berada di bengkel . Willy kembali menghampiri keluarga Faisal yang masih menunggu di bawah pohon .
" Maaf perjalanan nya menjadi terganggu . Saya akan menghubungi teman saya untuk menjemput kita . " kata Willy meraih ponsel nya dan sedikit menjauh .
" Bunda , di situ ada toko kue . Kita ke sana yuk . ?! " kata Adhara .
" Waha kebetulan ya . Pak Willy , kami mau ke toko kue itu sebentar , boleh ? . " kata Nadira .
" Silahkan Bu . Kami akan menunggu di taman sana . " kata Willy yang baru saja selesai menelpon .
" Baiklah , ayo Dhara . "
Nadira dan Adhara berjalan dengan bergandengan tangan menuju toko kue yang berada tak jauh dari posisi mereka .
" Selamat datang . Silahkan masuk . " sapa penjaga toko kue saat melihat Adhara dan Nadira masuk . mereka tersenyum ramah sebagai balasan sapaan mereka . Nadira melihat etalase yang memajang berbagai kue , sedangkan Adhara celingukan seperti mencari sesuatu .
" Ada yang bisa saya bantu , mbak ? " kata seorang pelayan melihat Adhara yang tampak mencari sesuatu .
__ADS_1
" Apa disini ada coklat . ? " kata Adhara membuat Nadira terkekeh melihat putri nya tengah mencari coklat .
" oh , ada mbak , mbak silahkan ke toko sebelah sana , di sana juga toko kami yang menyediakan berbagai macam coklat dan makanan dengan olahan coklat . "
" Makasih . . . Bunda , Dhara ke toko sebelah dulu ya . . " kata Adhara .
" Hati-hati sayang . " kata Nadira .
Adhara melangkahkan kaki nya menuju toko di sebelah tadi . Dia tersenyum lebar saat melihat toko yang menyediakan berbagai coklat dan olahan coklat .
" Hay Coklat , aku datang . . . ! " seru Adhara melangkah masuk tanpa menyadari ada sepasang mata yang tajam yang tengah menatap nya tanpa berkedip .
" Dia . . . ? " gumam cowok yang menatap Adhara tadi . Dengan gerakan cepat dia pun menyusul masuk ke toko coklat di ikuti seorang cowok di belakang nya .
Adhara tampak antusias saat melihat jajaran rak yang menyediakan berbagai makanan dengan olahan coklat serta berbagai jenis dan bentuk coklat . Mulai dari coklat lokal sampai coklat import .
" Selamat datang Kakak . Silahkan masuk dan pilih yang kakak suka . silahkan . " kata seorang pelayan cowok menyodorkan sebuah keranjang tangan .
" kau sangat tahu apa yang aku butuhkan sekarang . " kata Adhara langsung menerima keranjang itu dan langsung berjalan riang menuju rak . Dengan lincah tangan Adhara meraih beberapa coklat murni , mata nya berbinar saat melihat sekotak coklat dengan toping kacang almond . Setelah mendapatkan apa yang dia ingin kan , Adhara pun melangkah menuju meja kasir , tiba-tiba . .
Bruukh
braakh
Keranjang Adhara jatuh hingga belanjaan nya berhamburan . Dia melihat sesuatu yang dia tabrak tadi , dan ternyata adalah seorang cowok dengan tubuh tinggi dan kulit putih . Tatapan mata mereka bertemu ,
Deg deg deg
Entah kenapa tiba-tiba Adhara merasa berdebar-debar saat menatap mata itu . Ada rasa sesak di dada nya kala melihat mata biru itu menatap nya dengan tajam tapi terasa begitu lembut bagi Adhara . Tatapan itu , seakan tak asing bagi Adhara , semakin lama tatapan itu semakin membuat perasaan Adhara kacau . Di tambah mata biru itu yang perlahan di lapisi dengan kabut bening yang semakin menebal seakan tak bisa di tampung lagi , membuat Adhara tanpa sadar mengangkat tangan nya hendak menyentuh wajah cowok itu .
" Jangan menangis . . " tanpa sadar Adhara mengucapkan kata itu seakan bisa membaca pikiran cowok di hadapan nya .
grep
Tiba-tiba cowok itu memeluk Adhara dengan erat seakan tak ingin melepaskan nya lagi . Otak nya memerintahkan Adhara agar melepaskan diri dari cowok itu , tapi tubuh nya tak merespon apa-apa . Adhara terdiam dalam pelukan nya , semakin lama pelukan itu membuat Adhara merasa nyaman dan aman . Tanpa sadar tangan nya terangkat seakan hendak membalas pelukan cowok itu . Tapi saat dia sadar kalau mereka menjadi pusat perhatian dari pengunjung lain . Dengan cepat Adhara mendorong cowok bermata biru itu hingga pelukan mereka terlepas .
" Siapa elo. ? jangan asal main peluk-peluk aja ya . " sentak Adhara dengan wajah garang . Bukan nya marah cowok itu malah tersenyum .
" Kau menabrak ku hingga belanjaan ku berantakan . Jadi kau harus mengganti rugi semua belanjaan ku . Anggap saja pelukan tadi sebagai ganti rugi nya . " kata cowok itu dengan santai .
" Dasar cowok brengsek . Elo pikir gue cewek apaan . . Bukan gue yang nabrak elo , tapi elo yang jalan gak lihat-lihat . Semestinya gue yang minta ganti rugi bukan elo . " kata Adhara emosi .
" Semakin galak kamu semakin cantik . . " kata cowok itu .
slash
" semakin galak kamu semakin cantik , sayang . . " kata seorang cowok yang tampak menggoda seorang gadis yang sepertinya tengah merajuk .
" aakh . . ! " Adhara menekan kepala nya yang terasa sakit saat kalimat berisi godaan itu terngiang-ngiang di benak nya .
" Hey , kamu kenapa . ? " kata cowok itu terlihat khawatir dan repleks menahan bahu Adhara saat melihat nya kesakitan . Dengan kasar Adhara menepis tangan nya .
" Elo minta ganti rugi kan . ? tuh ambil semua belanjaan gue . . . . dan bayar sendiri . . ! " kata Adhara langsung pergi meninggalkan cowok bermata biru itu . Bukan nya marah cowok itu malah terkekeh dengan nada yang terdengar sedih .
" Kau masih galak sama saat pertama kita bertemu dulu . Tapi aku sakit , karena kau melupakan ku dan kenangan indah kita . . " kata cowok itu , dia menatap belanjaan yang berantakan lalu memungut nya satu persatu .
" Bos , biarkan saya saja . " kata cowok yang dari tadi diam di belakang nya .
" Biarkan aku saja . . " Kata cowok bermata biru . Setelah semua nya selesai di kumpulkan dia pun membawa keranjang itu ke meja kasir .
Sementara itu , Adhara berjalan dengan langkah lebar dengan wajah yang di tekuk . Faisal dan Nadira mengernyitkan alis nya saat melihat putri nya yang terlihat kesal .
" Sayang , kamu kenapa ? " kata Nadira . Tampak Adhara menghembuskan nafas nya kasar .
" gak apa-apa Kok , Bun . Ini mobil jemputan nya . ? " kata Adhara .
" iya , berhubung semua nya sudah berkumpul ayo kita lanjutkan perjalanan nya . " kata Willy . Mereka pun beranjak dari posisi masing-masing . Adhara menatap seorang cowok yang tampak memandang nya dengan mata yang berkaca-kaca . Cowok itu hanya tersenyum dan mengangguk . Adhara pun balas mengangguk dan masuk ke mobil .
__ADS_1
BERSAMBUNG