
Namun tiba-tiba . .
BRUUKH . .
Terdengar suara sesuatu terjatuh . Aku semakin memejamkan mata ku erat . Tiba-tiba aku merasakan ada yang menyentuh bahu hingga aku repleks menjerit .
" aaaaaaaaaakh . . lepaskan . jangan sentuh aku . lepaskaaan . . .!!!! "
" Bella , . Bella tenang ini aku . . ?! "
aku langsung membuka mata ku saat mendengar suara yang sangat aku kenal . Dan ternyata memang benar itu adalah Devan .
" Devan , . . huhuuu . .aku . . aku takut. . . . ?! " repleks aku memeluk Devan karena takut sekaligus lega .
" kamu tenang ya . .sekarang kamu udah aman . . ?! " kata Devan .
Aku melirik pria yang berniat jahat tadi tampak terkapar di lantai . Sepertinya dia hanya pingsan karena aku sedikit pun tak melihat noda darah . Devan tampak menghampiri tanaman yang berada di sudut ruangan , dan ternyata Devan mengambil sebuah kamera handycam yang sedang merekam semua kejadian di ruangan itu , setelah itu Devan membantu ku bangkit lalu membawa ku pergi . Saat mobil mulai melaju , dia mulai menanyakan apa yang sebenarnya terjadi . Aku hanya menceritakan garis besar nya saja . Devan pun langsung mengerti .
" Kalau begitu aku antar kamu pulang ya , , ?! "
" Gak , aku gak mau pulang ke rumah papah . Aku takut . . ?! "
" Lalu kami mau pulang Kemana ?? aku akan antar kamu asal kamu merasa tenang dan aman . . ?! "
Aku terdiam memikirkan akan pulang kemana . Setelah menimbang segala sesuatu nya , akhir nya aku memutuskan untuk pulang ke rumah Tante Riska dan om Zidan di luar kota . Om Zidan adalah adik sepupu mamah Sukma . Dari aku kecil mereka sangat baik pada ku , bahkan mereka pernah meminta pada mamah agar aku tinggal dengan mereka karena mereka tidak bisa memiliki keturunan . mamah sudah setuju Tapi papah tidak menyetujui nya .
" Tapi jarak nya cukup jauh , aku takut nanti merepotkan kakak . . ?! "
" Aku gak ngerasa di repotkan kok . kamu tunjuk jalan nya ya . ?! "
Akhirnya malam itu juga Devan mengantar ku ke tempat tinggal om Zidan . Saat kami tiba di kediaman nya , sudah hampir jam 2 malam . Om Zidan sangat terkejut melihat kedatangan ku dan Devan . Beliau mempersilahkan kami masuk . Saat duduk di ruang tamu , om Zidan menatap aku lekat .
" Bella , apa terjadi sesuatu sama kamu ?? " tanya om Zidan .
" Om . . .
" maaf om kalau saya lancang . Sebaiknya om lihat rekaman ini agar semua nya lebih jelas . . ?! " Devan langsung memberikan Handycam yang dia ambil tadi . Om Zidan menonton rekaman itu dengan rahang yang menggereget.
" Dasar manusia berhati iblis . . . ?! " ucap om Zidan penuh emosi seraya meletakkan handycam itu ke atas meja .
" Saya kesini atas permintaan Bella , karena Bella memutuskan untuk tinggal bersama om disini . Dia merasa sudah tidak nyaman tinggal di rumah om Hermawan karena selalu di Bayangi oleh rasa ketakutan nya . Semoga om mau menerima Bella disini . . ?! " kata Devan .
" Sayang ,, siapa yang bertamu malam-malam begini ?? " kata sebuah suara merdu yang menuruni tangga .
" kemari lah . . ?! " kata om Zidan . Tante Riska mendekati ruang tamu .
" loh ada Bella . . kamu kok gak manggil aku sih . . . Tapi , Bella . . Kamu kenapa kok sepertinya habis nangis . . ?? " kata Tante Riska langsung duduk di samping Bella.
" Tante . . . huhuuuu . . ?! " aku tak bisa membendung perasaan ku saat melihat Tante Riska . aku langsung menangis di dalam pelukan nya .Aku merasa sangat nyaman di dalam pelukan Tante ku ini .
" Sayang , ada apa ?? apa terjadi sesuatu ?? " Tante membelai rambut ku membuat ku sedikit tenang .
" Kamu lihat aja sendiri . . ?! " Om Zidan menyerahkan handycam ke Tante Riska . Rekaman yang berisi kejadian dan ucapan-ucapan yang menjijikan itu kembali di putar . ekspresi Tante Riska tak bisa ku lihat karena aku masih membenamkan wajah ku ke pelukan Tante .
" Dasar manusia iblis . tega-teganya dia menjual anak nya sendiri . singa saja tidak akan tega memakan anak nya sendiri . Dia lebih menyayangi anak tiri nya daripada anak kandung nya . Mas ini gak bisa di biarin , kamu harus bertindak dan usahakan agar Bella lepas dari keluarga biadap itu dan tinggal bersama kita . Aku tidak terima jika Bella di perlakukan seperti ini . . . ?!!! " kata Tante Riska penuh emosi . Dia semakin mengeratkan pelukannya pada ku .
" Aku memang berencana akan mengambil Bella dari mbak Sukma . Ini adalah alasan dan waktu yang tepat untuk mengambil tindakan . Bella , kamu tetap disini sampai om Kembali . Om akan pastikan kalau kamu akan menjadi putri om dan Tante. ?! "
" makasih om , Tante . . ?! "
" Oh iya , hampir lupa . Pemuda ini siapa ?? " kata Tante .
" Saya Devan , pacar Bella . . ?! " Aku sedikit berdebar saat mendengar pengakuan Devan . Walau tidak ada kata jadian , tapi sikap dan perlakuan nya terhadap ku sudah menggambarkan hubungan dekat kami .
__ADS_1
" Makasih ya , kamu sudah mengantar Bella kesini . Hari sudah malam , sebaik nya besok saja kamu pulang . Terlalu bahaya kalau kamu pulang sekarang . ?! "
" Baik Tante . Terima kasih sudah menerima kedatangan kami dengan baik . Oh iya , rekaman ini sudah saya salin ke ponsel saya untuk berjaga-jaga , om bisa menyimpan handycam ini sebagai barang bukti . . ?! "
" Kau sangat siaga . . ?! " puji om Zidan
" Ayo sayang , Tante antar ke kamar . Kalian harus istirahat . ?! "
akhirnya Tante mengantar ku ke sebuah kamar yang luas . Tante juga mengantar Devan ke kamar tamu . Aku mencoba memejamkan mata untuk masuk ke alam mimpi. * * *
Keesokan pagi nya , aku terbangun saat azan subuh . Setelah bebersih aku berencana ke dapur untuk membuat sarapan . Di dapur aku melihat seorang ART paruh baya sedang memasak .
" Pagi Bu , ada yang bisa aku bantu ?? "
" eh , non Bella ya ?? "
" Iya bi Inem , ini Bella .
" Masyaallah , cantik banget . Sebaik nya non Bella duduk aja dulu , apa mau bibi buatin susu ?? "
" Gak usah bi . aku bantu cuci ayam nya ya bi . . ?! "
" Gak usah biar bibi aja .
" Gak apa-apa kok bi . . "
Akhir nya bi inem membiarkan aku mencuci daging ayam .Setelah itu kami memasak bersama . Kegiatan kami selesai lalu aku menata menu sarapan ke meja , bertepatan dengan om dan Tante juga masuk ke ruang makan .
" loh sayang , kamu kenapa dah bangun . . ? "
" iya Tante . Bella udah biasa bangun subuh . . ?! "
" Ya sudah , panggil Devan gih. . . ?! "
" Baik Tante . . ?! " Baru saja aku melangkahkan kaki Devan sudah muncul . Kami lalu sarapan bersama .
" Bella , kamu baik-baik ya disini , aku akan main kesini kalau ada waktu senggang. Oh iya . . . !? " Devan melepas kalung yang di pakai nya lalu memakaikan nya ke leher ku .
" Kalung ini sebagai simbol kalau aku tetap bersama kamu , dimana pun kamu berada . Kalau begitu aku pamit . Tante saya titip Bella . .. ?!
" kamu tenang saja , Bella aman disini . Sering-sering main kesini ya . . ?! " kata Tante .
" Baik Tante . . ?! " Devan akhir nya masuk ke mobil nya om Zidan pun masuk ke mobilnya setelah berpamitan pada Tante dan juga aku . kami melambaikan tangan saat mobil itu mulai bergerak. Aku menatap kalung di leher ku dan menggenggam nya erat .
Setelah kepergian Devan dan om Zidan , aku dan Tante masuk . Tante mengajak ku berbincang dan meminta ku menceritakan semua tentang kehidupan ku di rumah papah . aku menceritakan semua tanpa ada yang ku tutupi . Setelah merasa puas mendengar cerita ku , akhirnya Tante menguatkan aku , lalu meminta aku untuk beristirahat .
s
k
i
p
Sore itu , Saat kami sedang duduk di ruang tamu kami di kejutkan dengan suara mobil om Zidan yang memasuki halaman . Kamu langsung menyambut kedatangan om Zidan . Wajah nya tampak tenang dengan seulas senyum manis menghiasi bibir nya . Dia mencium Tante dan merangkul ku untuk masuk .
" Bagaimana mas ?? "
" Semua nya sudah selesai . Bella sekarang sudah sah menjadi anak kita dan akan tinggal bersama kita selama nya . . ?! " kata om Zidan bahagia .
Tante pun tak kalah bahagia , dia memeluk dan mencium ku penuh kasih sayang .
__ADS_1
" Mulai sekarang Isabella menjadi putri keluarga Atmadja , dan kamu harus memanggil kami ayah dan bunda . . ?! " kata om Zidan yang sekarang ku panggil ayah .
" Ayah . . bunda . . makasih . . ?! " mereka tersenyum dan memeluk ku . Sungguh perasaan ku terasa sangat nyaman dalam pelukan kedua orang tua baru ku .
" Lalu bagaimana dengan papah ?? "
" Papah mu menyetujui permintaan ayah karena dia merasa telah gagal menjadi seorang ayah yang harus menjaga putri nya . Dia menitipkan salam untuk mu dan berpesan kalau dia tetap menyayangi mu . . ?! "
Aku tertunduk mendengar pesan papah . bunda mengusap kepala ku hingga aku mendongakkan kepala .
" Bunda tahu apa yang kamu rasakan . Nanti jika ada waktu senggang dia pasti datang kesini . . ?! " aku mengangguk seraya menguatlan hati ku.
Semenjak itu aku tinggal bersama ayah dan bunda , bahkan ayah langsung mengurus surat kepindahan sekolah ku saat itu juga . Di sekolah baru ku aku mendapat teman sekelas yang baik . Mereka tidak pernah membully atau menghina fisik ku yang seperti kerupuk ini . Bahkan mereka memperlakukan ku sangat baik . Devan pun beberapa kali datang mengunjungi ku , kami menghabiskan waktu dengan menyusuri jalan dengan mengendarai motor .
Hingga suatu hari , kami mendapat kabar gembira sekaligus membuat ku sedih . Ayah di pindah tugaskan ke luar negeri , mau tak mau aku dan bunda pun harus ikut mendampingi ayah . Aku memberi kabar pada Devan . Sehari sebelum keberangkatan kami , aku berkumpul dengan teman-teman akrab ku dan Devan . Kami menghabiskan waktu seharian dengan bermain dan jalan-jalan sebagai hari terakhir ke bersamaan kami . ponsel kami tak lepas mengabadikan moment-moment terakhir kami . Sampai hari mulai senja , kami akhir nya memutuskan untuk pulang . Pelukan di sertai derai airmata menghiasi salam perpisahan kami .
" Jangan lupain kami ya bell , ?! " kata Reni sahabat ku .
" Iya , nanti kalau kamu balik lagi ke indo , langsing kabarin kami ya . . ?! " kata Pani , sahabat ku yang rada-rada banci itu . Kedua sahabat ku memeluk ku erat , begitu juga dengan ku .
" Kalian jaga diri baik-baik ya . Walau kita jauh tapi kita kan masih bisa komunikasi lewat telpon. . ?! " mereka mengangguk .
" Kalau begitu kami duluan ya . hati-hati di jalan . ?! " kata Reni . aku mengangguk dan melambaikan tangan . motor Pani pun semakin mn jauh. Ku balikan tubuh ku , tampak Devan menatap ku lekat.
" Bella . ?! " Devan tiba-tiba memeluk ku . Aku terkejut , namun aku mencoba membalas pelukan nya .
" Kak Dev , besok aku akan berangkat ke negara J , kakak jago diri baik-buruk ya , jaga kesehatan . Kalau seandainya kakak ketemu sama cewek yang bisa membuat kakak nyaman , aku rela kok . ?! " aku tersentak saat Devan melepas pelukan nya sedikit kasar .
" Kami jangan asal bicara bell Aku gak pernah bisa nyaman bersama cewek lain selain kamu . . ?! " kata Devan membelakangi ku Aku tersenyum . Aku memeluk Devan dari belakang untuk menenangkannya .
" kak Dev , kan tadi aku bilang kalau seandainya . Kita gak tahu apa yang akan terjadi setelah ini . Aku hanya tidak ingin kakak merasa terikat oleh hubungan ini . Tapi kalau kak Dev bisa menjaga hati kakak , aku akan sangat bahagia . Begitu juga dengan aku , aku akan menjaga hati ini buat kakak . . ?! "
Devan membalik badan nya dan menangkup wajah ku hingga wajah kami berhadapan .
" Aku akan jaga hati aku sampai kamu kembali. . ?! "
Aku tersenyum . Namun lutut ku terasa lemas saat aku merasakan sebuah sentuhan di bibir ku . Aku tak menyangka kalau kak Devan akan menc***m bibi* ku . Sejenak kami terhanyut dalam perasaan masing-masing . Hingga deru nafas Devan menyadarkan ku . kami berpelukan cukup lama .
" Hari sudah senja , ayo aku antar pulang . . ?! "
kami pun pulang dengan mengendarai motor sport merah Devan . Sepanjang perjalanan aku memeluk pinggang kak Devan untuk yang terakhir kali nya . Kak Devan sepertinya sengaja memperlambat laju motornya .Bahkan dia menggenggam tangan ku yang berada di pinggang nya .
Waktu terasa sangat cepat berlalu , motor Devan sudah berhenti di depan rumah . Aku turun dari motor nya dan mengajak Devan masuk . Di ruang tamu sudah ada ayah dan Bunda . Setelah berbincang cukup lama Devan pun akhir nya pamit pulang . Aku melambaikan tangan seraya meneteskan airmata saat motor Devan menjauh. dan tangis ku pecah saat motor Devan tak tampak lagi. Bunda memeluk ku erat untuk menenangkan hati ku . Itu lah terakhir kali nya aku melihat Devan , kekasih ku .
FLASHBACK OFF .
" Dan akhirnya setelah kami berpisah beberapa tahun lama nya , kami bertemu kembali saat berada di kapal . Kami kembali ke indo beberapa bulan yang lalu . Dan kebetulan ayah mendapat undangan dari om Albert . Mungkin ini jalan yang sudah di tentukan oleh sang pencipta untuk mempertemukan kami kembali . . ?! " Bella menutup cerita masa lalu nya . .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G