SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 91 Hampir saja


__ADS_3

Devan di ikuti Bella dan Hana berlari menuju kamar hotel yang di sebutkan Rendy. Dari kejauhan mereka melihat anak buah Rendy tengah menahan dua pria di depan pintu sebuah kamar .


" nona , tuan Sean ada di dalam . ! " kata anak buah Rendy .


Hana langsung membuka pintu kamar dengan kasar , dan betapa terkejutnya dia saat melihat Sean yang terikat dengan wajah yang memerah seperti menahan sakit , kemeja putih nya pun tampak berantakan . Pandangan nya mengitari kamar itu , tatapan nya tertuju pada dua wanita yang di tahan oleh anak buah Rendy .


" Mayang , Chalista . . . ! " lirih Hana . Hana memperhatikan penampilan kedua nya dengan tajam . Chalista tampak berantakan dengan pakaian yang robek di bagian depan . Sedangkan Mayang terlihat babak belur di wajah nya .


" Rendy , apa yang terjadi . . ! " kata Hana dingin dengan wajah yang seram . Dada nya naik turun menandakan kalau dia dalam emosi yang tak stabil .


" Nona , saat nona buru-buru pergi tadi , kami juga pergi menyusul nona . Tapi saat akan masuk ke mobil , Ronald baru ingat kalau kunci mobil ketinggalan di meja makan tadi . Dia langsung kembali masuk untuk mengambil kunci , tapi saat dia kembali dia mengatakan kalau tuan Sean terlihat aneh . Karena penasaran saya memutuskan untuk menunggu tuan Sean keluar dan menunggu di dalam mobil . Dan tak lama tuan Sean keluar dengan di gotong oleh dua orang pria . Saat saya melihat tuan Sean , saya menyadari kalau tuan Sean dalam pengaruh obat afrodisiak . Dua pria yang berada di depan tadi langsung memasukkan tuan Sean ke dalam sebuah mobil . Saat mobil itu melaju kami mengikuti mobil itu . Tapi seperti nya pergerakan kami di ketahui . Tiba-tiba ada sebuah truk yang tiba-tiba macet di depan mobil kami hingga perjalan kami terhambat . Karena takut terjadi sesuatu pada tuan Sean , kami lalu memutuskan untuk keluar dari mobil dan mencari kendaraan lain . Untung nya posisi kami tidak jauh dari pangkalan ojek , akhirnya dengan sedikit tawar menawar kami menyewa tiga motor ojek dengan jaminan kunci mobil . Dan saat kami tiba di hotel , kami mencari kamar yang di sebutkan oleh resepsionis , saat dalam pencarian , kami melihat pria yang membawa tuan Sean tadi tengah memukuli nona ini karena dia berusaha menerobos masuk ke kamar ini . Dan saat kami akan menghampiri nya , nona itu berhasil melumpuhkan penjaga itu dan masuk . Dan saat kami menyusul masuk , kami melihat nona ini tengah menjambak rambut gadis itu dan membenturkan ke dinding . Lalu dia menoleh pada kami dan menyuruh kami mengikat tuan Sean sebelum tuan Sean hilang kendali . . .


" Eeugh . . . . akh . . ! "


mereka serentak menoleh saat mendengar lenguhan dan teriakan kecil dari Sean yang terikat . Hana buru-buru menghampiri Sean .


" Sean , , Sean kamu dengar aku kan . . ini aku Nana . . ! " kata Hana mengusap peluh Sean yang bercucuran di wajah nya , bahkan kemeja putih nya pun tampak terlihat lembab .


" Rendy , telpon Alan . . ! " kata Devan . Tanpa menjawab Rendy langsung menuruti perintah bos nya .


" Panas . . tolong . .panas . . ! " rintih Sean .


" Sean , . . apa . . apa yang harus aku lakukan untuk menenangkan mu . . ! " kata Hana panik .


" Air . . . ! " kata Mayang


" air , , ya air . .kak Devan tolong aku membawa Sean ke kamar mandi . ! " teriak Hana . Devan langsung membantu Hana menggotong Sean ke kamar mandi . Hana langsung menyalakan shower , Devan menurunkan Sean di bawah guyuran shower .


" kakak sebaiknya keluar , jangan sampai lengah . aku takut nanti ada jebakan lain yang membahayakan kak Bella . . ! " kata Hana .


" Tidak Hana , sebaiknya kamu juga keluar , , ! " kata Devan .


" tapi kak ,aku mau jagain Sean . . ! "


" Hana , kakak tahu perasaan kamu . Tapi saat ini , Sean dalam keadaan tidak stabil . Kakak takut jika kamu masih berada di dekat Sean , kamu akan celaka ..! "


" kak , percaya sama Hana . Hana pasti bisa jaga diri Hana . kakak percaya ya sama aku . . ! bujuk Hana . Devan menatap Hana lekat dan menghela nafas panjang .


" baiklah , kamu jaga Sean , sebentar lagi Alan akan datang . . ! " kata Devan mengusap pipi adik nya . Hana mengangguk . Baru saja pintu tertutup , terdengar desisan Sean .


" sayang , aku di sini . kamu tenang ya . . ! " kata Hana mengusap pipi Sean .

__ADS_1


" Hana , . .to. . long . . sakit . . . ! " lirih Sean . Mendengar kata sakit , Hana melirik ikatan di tangan Sean yang di ikat ke belakang . Hati nya terasa sakit saat melihat ikatan itu meninggalkan sedikit luka lecet , Hana lalu melepas ikatan itu . Tapi baru saja ikatan itu terlepas , tiba-tiba Sean dengan kasar menekan tubuh Hana dengan tubuh nya ke dinding kamar mandi .


" Nana . . tolong , , tolong aku . ini sangat menyiksa . . . ! " rintih Sean . Hana menatap Sean yang terlihat sangat menderita . Tanpa pikir panjang , Hana berjinjit dan menci*m bi*ir Sean , dan langsung di balas dengan luma*an oleh Sean . Sejenak mereka terbuai dengan penawar sementara itu di bawah guyuran air yang cukup dingin . Walau b*rahi terus memberontak saat terjadi kontak fisik di antara mereka , Sean mati-matian berusaha menahan nya karena tidak ingin mencelakai Hana . Setelah cukup lama , Sean terlihat sedikit tenang saat mendapat sedikit penawar dari sang kekasih . Cukup lama mereka dalam proses penawar sentara itu , hingga mereka melepas l*matan mereka karena merasa kehabisan nafas . Sean menempelkan kening nya ke kening Hana .


" maaf , , maaf Nana . . bukan aku ingin memanfaatkan mu . . ! " kata Sean dengan nafas berat .


" ssstt . . . bersabarlah sebentar , Alan akan segera datang . . ! " kata Hana tersenyum . Sean mengusap bibir Hana yang sedikit berdarah dengan ibu jari nya .


" Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak datang , Nana . . ! " lirih Sean . Hana memeluk Sean erat . Tapi pelukan mereka terlepas saat terdengar suara pintu di buka dengan kasar .


" Maaf , , saya mengganggu . . ! " kata Alan merasa tidak enak .


" Kak Alan , syukurlah kamu sudah sampai . Cepat beri obat penawar pada Sean . Dia sudah terlalu menderita oleh obat lucknut itu . . ! "


Alan langsung mendekati Sean , Sean mengangkat tangan nya ke depan Alan . Alan langsung menyuntikkan suatu cairan yang Hana anggap sebagai penawar .


" Tetap di bawah guyuran air , tunggu sekita 5-10 menit . Jika tuan sudah merasa menggigil maka kalian boleh berhenti main air . .hehe . . ! kekeh Alan pada Hana yang bisa menebak apa yang telah terjadi saat melihat bibir Hana yang sedikit terluka . Hana memasang wajah garang membuat Alan langsung berlari keluar . Sean kembali menghadap Hana dan memeluk nya .


" Apa sudah merasa lebih tenang . . ? " kata Hana dengan bibir yang bergetar .


" Sayang , , apa kau kedinginan . . ? cepat , pergilah dan ganti baju . aku gak mau kamu jadi sakit . . ! " kata Sean saat merasakan tubuh Hana menggigil dalam pelukkan nya . Hana menggeleng .


" aku masih ingin menemani kamu . sebelum nya Kita selalu tertawa bersama-sama , dan sekarang kita akan sedikit menderita bersama-sama juga . . ! " kata Hana tersenyum . Sean tak bisa melukiskan perasaan nya sekarang , di sisi lain dia merasa bahagia karena Hana sangat mengerti keadaan nya , tapi di sisi lain dia juga takut kalau Hana akan sakit karena nya . Dia mengeratkan pelukkan nya pada Hana agar rasa dingin sedikit berkurang .


" apa kamu sudah sembuh . . ? " kata Hana dengan bibir yang sedikit membiru . Sean merasa bersalah dengan keadaan Hana .


" Ya , , kau pasti sangat kedinginan , sayang .. . ! " kata Sean menarik handuk dan menyelimutkan nya ke tubuh Hana .


Saat tak mendengar suara shower , Devan buru-buru bangkit dan mengetuk pintu kamar mandi .


" apa semua nya sudah baik-baik saja . . ? " teriak Devan .


" Ya , semua nya sudah baik-baik saja . Apa ada baju ganti untuk kami . . ? " teriak Sean dari dalam kamar mandi .


" Berikan paperbag itu . . ! " kata Devan . Rendy segera meraih dua paperbag itu dan menyerahkan nya pada Devan . Devan kembali mengetuk pintu , dan tak lama pintu terbuka sedikit . Devan mengulurkan paperbag itu . Setelah beberapa menit , pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Hana dan Sean yang sudah berganti pakaian .


" Hana , , kamu gak apa-apa . . ? " kata Devan cemas saat melihat Hana terlihat pucat .


" Hana gak apa-apa kok . ! " kata Hana lirih . Tatapan nya jatuh pada Mayang dan Chalista yang masih di jaga oleh anak buah Rendy . Hana bisa melihat tatapan lega dari mata Mayang . Sedangkan Chalista terlihat menatap Hana tajam .


" Hana , kamu pasti kedinginan . ayo tiduran di sini . . ! " kata Bella terlihat khawatir .

__ADS_1


" Jauhkan mereka untuk sementara . aku ingin tidur sebentar . Setelah itu aku sendiri yang akan menangani mereka . Aah , iya . Jangan bawa mereka ke markas . bawa saja ke gedung kosong . Terserah kalian mau cari gedung kosong dimana . . ! kata Hana dingin . Sean langsung menggendong Hana dan membawa nya ke ranjang . Dia menurunkan Hana pelan dan menyelimuti nya sampai ke leher . sedangkan Rendy dan anak buah nya langsung membawa Mayang dan Chalista .


" Hana , , aku mohon jangan tahan aku . aku hanya ingin menolong tuan Sean karena dia adalah kekasih mu . . aku hanya tidak mau perempuan ini berniat jahat pada hubungan mu dengan tuan Sean . Kau tahu saat aku masuk , perempuan itu mencoba melecehkan tuan Sean . dan aku . . .


" Bawa mereka pergi . . ! " kata Sean dengan tatapan tajam . Rendy langsung menarik kedua wanita tadi keluar .


" tidurlah . . ! " kata Sean . mengusap pipi Hana .


" Sayang , ayo cari makanan untuk mereka . Mereka pasti lapar karena terlalu lama berendam . ! " kata Bella . Devan menyetujui usul Bella .


" kalian beristirahat saja dulu . . ! " kata Devan . Sean mengangguk.


" makasih , Dev. . . ! ' kata Sean . Devan mengangguk seraya menepuk bahu Sean . mereka lalu keluar meninggalkan Sean dan Hana .


Sean melangkah mendekati ranjang . Hana tampak memejamkan mata nya . Sean mencium kening Hana , membuat Hana kembali membuka mata nya .


" masih dingin . . ? " kata Sean . Hana mengangguk . Sean lalu naik ke ranjang dan ikut berbaring di samping Hana . Hana membalik badan nya dan memeluk Sean . Sean balas memeluk Hana untuk membantu menghangatkan tubuh Hana . Sean mengusap rambut Hana yang lembab dengan pelan hingga Hana benar-benar terlelap . Dia tersenyum melihat Hana yang tidur dengan wajah yang damai . Setelah mencium selular bibir Hana , dia bangkit perlahan dan mengambil ponsel nya yang ternyata berada di atas nakas dan menelpon seseorang .


" halo , bos . .


" hancurkan perusahaan dan keluarga Samantha . jangan biarkan mereka hidup tenang . . ! "


" Baik bos . . !


. . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2