
Devan di ikuti Bella dan Hana berlari menuju kamar hotel yang di sebutkan Rendy. Dari kejauhan mereka melihat anak buah Rendy tengah menahan dua pria di depan pintu sebuah kamar .
" nona , tuan Sean ada di dalam . ! " kata anak buah Rendy .
Hana langsung membuka pintu kamar dengan kasar , dan betapa terkejutnya dia saat melihat Sean yang terikat dengan wajah yang memerah seperti menahan sakit , kemeja putih nya pun tampak berantakan . Pandangan nya mengitari kamar itu , tatapan nya tertuju pada dua wanita yang di tahan oleh anak buah Rendy .
" Mayang , Chalista . . . ! " lirih Hana . Hana memperhatikan penampilan kedua nya dengan tajam . Chalista tampak berantakan dengan pakaian yang robek di bagian depan . Sedangkan Mayang terlihat babak belur di wajah nya .
" Rendy , apa yang terjadi . . ! " kata Hana dingin dengan wajah yang seram . Dada nya naik turun menandakan kalau dia dalam emosi yang tak stabil .
" Nona , saat nona buru-buru pergi tadi , kami juga pergi menyusul nona . Tapi saat akan masuk ke mobil , Ronald baru ingat kalau kunci mobil ketinggalan di meja makan tadi . Dia langsung kembali masuk untuk mengambil kunci , tapi saat dia kembali dia mengatakan kalau tuan Sean terlihat aneh . Karena penasaran saya memutuskan untuk menunggu tuan Sean keluar dan menunggu di dalam mobil . Dan tak lama tuan Sean keluar dengan di gotong oleh dua orang pria . Saat saya melihat tuan Sean , saya menyadari kalau tuan Sean dalam pengaruh obat afrodisiak . Dua pria yang berada di depan tadi langsung memasukkan tuan Sean ke dalam sebuah mobil . Saat mobil itu melaju kami mengikuti mobil itu . Tapi seperti nya pergerakan kami di ketahui . Tiba-tiba ada sebuah truk yang tiba-tiba macet di depan mobil kami hingga perjalan kami terhambat . Karena takut terjadi sesuatu pada tuan Sean , kami lalu memutuskan untuk keluar dari mobil dan mencari kendaraan lain . Untung nya posisi kami tidak jauh dari pangkalan ojek , akhirnya dengan sedikit tawar menawar kami menyewa tiga motor ojek dengan jaminan kunci mobil . Dan saat kami tiba di hotel , kami mencari kamar yang di sebutkan oleh resepsionis , saat dalam pencarian , kami melihat pria yang membawa tuan Sean tadi tengah memukuli nona ini karena dia berusaha menerobos masuk ke kamar ini . Dan saat kami akan menghampiri nya , nona itu berhasil melumpuhkan penjaga itu dan masuk . Dan saat kami menyusul masuk , kami melihat nona ini tengah menjambak rambut gadis itu dan membenturkan ke dinding . Lalu dia menoleh pada kami dan menyuruh kami mengikat tuan Sean sebelum tuan Sean hilang kendali . . .
" Eeugh . . . . akh . . ! "
mereka serentak menoleh saat mendengar lenguhan dan teriakan kecil dari Sean yang terikat . Hana buru-buru menghampiri Sean .
" Sean , , Sean kamu dengar aku kan . . ini aku Nana . . ! " kata Hana mengusap peluh Sean yang bercucuran di wajah nya , bahkan kemeja putih nya pun tampak terlihat lembab .
" Rendy , telpon Alan . . ! " kata Devan . Tanpa menjawab Rendy langsung menuruti perintah bos nya .
" Panas . . tolong . .panas . . ! " rintih Sean .
" Sean , . . apa . . apa yang harus aku lakukan untuk menenangkan mu . . ! " kata Hana panik .
" Air . . . ! " kata Mayang
" air , , ya air . .kak Devan tolong aku membawa Sean ke kamar mandi . ! " teriak Hana . Devan langsung membantu Hana menggotong Sean ke kamar mandi . Hana langsung menyalakan shower , Devan menurunkan Sean di bawah guyuran shower .
" kakak sebaiknya keluar , jangan sampai lengah . aku takut nanti ada jebakan lain yang membahayakan kak Bella . . ! " kata Hana .
" Tidak Hana , sebaiknya kamu juga keluar , , ! " kata Devan .
" tapi kak ,aku mau jagain Sean . . ! "
" Hana , kakak tahu perasaan kamu . Tapi saat ini , Sean dalam keadaan tidak stabil . Kakak takut jika kamu masih berada di dekat Sean , kamu akan celaka ..! "
" kak , percaya sama Hana . Hana pasti bisa jaga diri Hana . kakak percaya ya sama aku . . ! bujuk Hana . Devan menatap Hana lekat dan menghela nafas panjang .
" baiklah , kamu jaga Sean , sebentar lagi Alan akan datang . . ! " kata Devan mengusap pipi adik nya . Hana mengangguk . Baru saja pintu tertutup , terdengar desisan Sean .
" sayang , aku di sini . kamu tenang ya . . ! " kata Hana mengusap pipi Sean .
__ADS_1
" Hana , . .to. . long . . sakit . . . ! " lirih Sean . Mendengar kata sakit , Hana melirik ikatan di tangan Sean yang di ikat ke belakang . Hati nya terasa sakit saat melihat ikatan itu meninggalkan sedikit luka lecet , Hana lalu melepas ikatan itu . Tapi baru saja ikatan itu terlepas , tiba-tiba Sean dengan kasar menekan tubuh Hana dengan tubuh nya ke dinding kamar mandi .
" Nana . . tolong , , tolong aku . ini sangat menyiksa . . . ! " rintih Sean . Hana menatap Sean yang terlihat sangat menderita . Tanpa pikir panjang , Hana berjinjit dan menci*m bi*ir Sean , dan langsung di balas dengan luma*an oleh Sean . Sejenak mereka terbuai dengan penawar sementara itu di bawah guyuran air yang cukup dingin . Walau b*rahi terus memberontak saat terjadi kontak fisik di antara mereka , Sean mati-matian berusaha menahan nya karena tidak ingin mencelakai Hana . Setelah cukup lama , Sean terlihat sedikit tenang saat mendapat sedikit penawar dari sang kekasih . Cukup lama mereka dalam proses penawar sentara itu , hingga mereka melepas l*matan mereka karena merasa kehabisan nafas . Sean menempelkan kening nya ke kening Hana .
" maaf , , maaf Nana . . bukan aku ingin memanfaatkan mu . . ! " kata Sean dengan nafas berat .
" ssstt . . . bersabarlah sebentar , Alan akan segera datang . . ! " kata Hana tersenyum . Sean mengusap bibir Hana yang sedikit berdarah dengan ibu jari nya .
" Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak datang , Nana . . ! " lirih Sean . Hana memeluk Sean erat . Tapi pelukan mereka terlepas saat terdengar suara pintu di buka dengan kasar .
" Maaf , , saya mengganggu . . ! " kata Alan merasa tidak enak .
" Kak Alan , syukurlah kamu sudah sampai . Cepat beri obat penawar pada Sean . Dia sudah terlalu menderita oleh obat lucknut itu . . ! "
Alan langsung mendekati Sean , Sean mengangkat tangan nya ke depan Alan . Alan langsung menyuntikkan suatu cairan yang Hana anggap sebagai penawar .
" Tetap di bawah guyuran air , tunggu sekita 5-10 menit . Jika tuan sudah merasa menggigil maka kalian boleh berhenti main air . .hehe . . ! kekeh Alan pada Hana yang bisa menebak apa yang telah terjadi saat melihat bibir Hana yang sedikit terluka . Hana memasang wajah garang membuat Alan langsung berlari keluar . Sean kembali menghadap Hana dan memeluk nya .
" Apa sudah merasa lebih tenang . . ? " kata Hana dengan bibir yang bergetar .
" Sayang , , apa kau kedinginan . . ? cepat , pergilah dan ganti baju . aku gak mau kamu jadi sakit . . ! " kata Sean saat merasakan tubuh Hana menggigil dalam pelukkan nya . Hana menggeleng .
" aku masih ingin menemani kamu . sebelum nya Kita selalu tertawa bersama-sama , dan sekarang kita akan sedikit menderita bersama-sama juga . . ! " kata Hana tersenyum . Sean tak bisa melukiskan perasaan nya sekarang , di sisi lain dia merasa bahagia karena Hana sangat mengerti keadaan nya , tapi di sisi lain dia juga takut kalau Hana akan sakit karena nya . Dia mengeratkan pelukkan nya pada Hana agar rasa dingin sedikit berkurang .
" apa kamu sudah sembuh . . ? " kata Hana dengan bibir yang sedikit membiru . Sean merasa bersalah dengan keadaan Hana .
" Ya , , kau pasti sangat kedinginan , sayang .. . ! " kata Sean menarik handuk dan menyelimutkan nya ke tubuh Hana .
Saat tak mendengar suara shower , Devan buru-buru bangkit dan mengetuk pintu kamar mandi .
" apa semua nya sudah baik-baik saja . . ? " teriak Devan .
" Ya , semua nya sudah baik-baik saja . Apa ada baju ganti untuk kami . . ? " teriak Sean dari dalam kamar mandi .
" Berikan paperbag itu . . ! " kata Devan . Rendy segera meraih dua paperbag itu dan menyerahkan nya pada Devan . Devan kembali mengetuk pintu , dan tak lama pintu terbuka sedikit . Devan mengulurkan paperbag itu . Setelah beberapa menit , pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Hana dan Sean yang sudah berganti pakaian .
" Hana , , kamu gak apa-apa . . ? " kata Devan cemas saat melihat Hana terlihat pucat .
" Hana gak apa-apa kok . ! " kata Hana lirih . Tatapan nya jatuh pada Mayang dan Chalista yang masih di jaga oleh anak buah Rendy . Hana bisa melihat tatapan lega dari mata Mayang . Sedangkan Chalista terlihat menatap Hana tajam .
" Hana , kamu pasti kedinginan . ayo tiduran di sini . . ! " kata Bella terlihat khawatir .
__ADS_1
" Jauhkan mereka untuk sementara . aku ingin tidur sebentar . Setelah itu aku sendiri yang akan menangani mereka . Aah , iya . Jangan bawa mereka ke markas . bawa saja ke gedung kosong . Terserah kalian mau cari gedung kosong dimana . . ! kata Hana dingin . Sean langsung menggendong Hana dan membawa nya ke ranjang . Dia menurunkan Hana pelan dan menyelimuti nya sampai ke leher . sedangkan Rendy dan anak buah nya langsung membawa Mayang dan Chalista .
" Hana , , aku mohon jangan tahan aku . aku hanya ingin menolong tuan Sean karena dia adalah kekasih mu . . aku hanya tidak mau perempuan ini berniat jahat pada hubungan mu dengan tuan Sean . Kau tahu saat aku masuk , perempuan itu mencoba melecehkan tuan Sean . dan aku . . .
" Bawa mereka pergi . . ! " kata Sean dengan tatapan tajam . Rendy langsung menarik kedua wanita tadi keluar .
" tidurlah . . ! " kata Sean . mengusap pipi Hana .
" Sayang , ayo cari makanan untuk mereka . Mereka pasti lapar karena terlalu lama berendam . ! " kata Bella . Devan menyetujui usul Bella .
" kalian beristirahat saja dulu . . ! " kata Devan . Sean mengangguk.
" makasih , Dev. . . ! ' kata Sean . Devan mengangguk seraya menepuk bahu Sean . mereka lalu keluar meninggalkan Sean dan Hana .
Sean melangkah mendekati ranjang . Hana tampak memejamkan mata nya . Sean mencium kening Hana , membuat Hana kembali membuka mata nya .
" masih dingin . . ? " kata Sean . Hana mengangguk . Sean lalu naik ke ranjang dan ikut berbaring di samping Hana . Hana membalik badan nya dan memeluk Sean . Sean balas memeluk Hana untuk membantu menghangatkan tubuh Hana . Sean mengusap rambut Hana yang lembab dengan pelan hingga Hana benar-benar terlelap . Dia tersenyum melihat Hana yang tidur dengan wajah yang damai . Setelah mencium selular bibir Hana , dia bangkit perlahan dan mengambil ponsel nya yang ternyata berada di atas nakas dan menelpon seseorang .
" halo , bos . .
" hancurkan perusahaan dan keluarga Samantha . jangan biarkan mereka hidup tenang . . ! "
" Baik bos . . !
. . . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G