
bruukh .
Hana hampir saja terjatuh jika seorang pengunjung tak menangkap nya . Hana melihat siapa yang dengan sengaja menabrak nya. Seorang gadis bule bersama dua teman nya tampak berdiri dengan angkuh melipat tangan di dada .
" kakak gak apa-apa . ? " kata petugas penjaga lukisan .
" Gak apa-apa , makasih . ! " kata Hana .
" Gak usah sok kecantikan deh elo . Gue peringatin sama elo , jauhin tunangan gue . . ! " kata cewek bule itu .
" Cantik-cantik kok pelakor . . ! " kata salah satu teman gadis bule itu .
" maaf , gue gak kenal sama kalian . . ! " kata Hana santai .
Gadis bule itu melangkah mendekati Hana dan hendak menarik kerah kemeja Hana , tapi dengan cepat Hana menangkap tangan gadis itu hingga tangan nya menggantung di udara . Gadis itu menarik tangan nya tapi cengkeraman Hana sangat kuat hingga dia menarik tangan nya dengan sekuat tenaga , melihat gadis di depan nya mengerahkan seluruh tenaga nya , saat merasa tarikan dari tangan yang di cengkeram . Dengan sengaja Hana melepaskan cengkeraman nya dan membuat gadis itu terjatuh ke belakang secara tidak elit .
" pppffhh . . . ! " para pengunjung tampak menutup mulut mereka menahan tawa nya .
" Tina . . are you ok . . ?? " kata salah satu teman nya.
" oh , jadi nama nya Tina . Hmmm , ,wajah nya seperti familiar. . ?! " batin Hana membongkar ingatan nya tentang gadis bule di depan nya . Mata Hana sedikit terbelalak seraya menganggukkan kepala nya saat mengingat siapa gadis bule bernama Tina itu.
" Kurang ajar . Kamu harus menerima pembalasan ku . ! " kata Tina bangkit dan kembali menyerang Hana . Hana tak berniat untuk menghindar , Tak ada yang menyadari senyum licik yang terlukis tipis , sangat tipis di bibir seksi Hana .
" rasakan ini , , ! " Tina melayangkan tamparan nya ke wajah Hana , tak hanya itu kedua teman nya juga ikut menyerang Hana . tinju ala cewek , jambakan serta cakaran mendarat di tubuh Hana .
" aaaw . . . dasar pengecut , berani nya main keroyokan . tolooooong . . .!!!! " jerit Hana kencang seraya melindungi wajah nya dengan kedua tangan nya .
" setidak nya mereka tidak merusak wajah ku dengan kuku jin mereka . ! " batin Hana .
Hana berusaha menahan rasa sakit dari pukulan mereka dan jambakan di rambut panjang nya . ada beberapa pengunjung yang mencoba melerai mereka tapi dengan ganas kedua teman Tina memukul mundur mereka yang mencoba menolong Hana .
" elo pikir Sean akan mau sama elo kalau elo gak melempar tu*uh elo duluan , haa . . !! " teriak Tina penuh amarah
" asal elo tahu ya , gue gak sama kayak elo yang sukarela menyuguhkan t***h sama setiap pria kaya . . !! " kata Hana .
__ADS_1
" Sialan . . !! " kata Tina marah seraya melayangkan tangan hendak menampar Hana , tapi sebuah cengkeraman kuat menghentikan tangan Tina .
" Siapa yang berani ikut campur urusan gue , . . ! " teriak Tina menoleh ke arah samping nya . Mata nya terbelalak saat melihat siapa yang mencengkeram tangan nya dengan tatapan tajam yang terhunus pada nya . Secara tidak sadar Tina melepaskan jambakan nya pada rambut Hana .
" what are you doing , b*cth . . !!! " kata Sean dengan dingin seraya menghempaskan tangan Tina hingga Tina sempoyongan . Sean langsung memeriksa keadaan Hana . Wajah nya semakin memerah saat melihat tangan Hana penuh dengan luka cakar , tak hanya tangan , punggung Hana pun terdapat luka cakaran , terlihat dari baju Hana yang telah robek . Sean melepas jas putih nya lalu memakaikan nya di punggung Hana . Sean merapikan rambut Hana yang sudah berantakan , bahkan ada juga yang rontok . wajah Sean kembali memerah saat melihat sudut bibir Hana yang berdarah .
" Hiks , hiks . . . Dia bilang kalau kamu adalah tunangan nya . . hiks , ,hiks . Dia , , dia menyebut ku pelakor. . huhuuuu . badan ku sakit. . .! " kata Hana sedikit menjauh dari Sean . Sean terdiam menatap Hana , tampak Sean menghela nafas panjang untuk meredakan perasaan nya yang campur aduk antara marah karena Hana terluka atau ingin tertawa melihat sandiwara Hana yang sempurna . Sedangkan Hanum , menatap Hana ngeri .
" Cih , dasar gadis munafik . ! " batin Hanum .
Sean menatap Tina yang tampak terkejut dengan kedatangan Sean . Sedikit senyum mengembang di bibir nya kala Sean menatap nya tanpa kemarahan .
" Sean . .
" Siapa kau ? " kata Sean dingin .
" Sean , aku Tina , tunangan mu . . ! " kata Tina melangkah mendekati Sean tapi baru dua langkah , Tina berhenti saat melihat Sean menatap nya dengan tajam .
" Saya tidak punya hubungan apapun dengan mu kecuali kau mantan kekasih ku dulu . Apa kau lupa alasan kau memutuskan hubungan kita . ? perlu aku ingatkan lagi ? " kata Sean .
" cukup . . kau tahu siapa gadis yang kau pukuli itu ? Dia lah calon istri ku . Dan sekarang kau melukai nya . Aku tidak bisa mentoleransi perbuatan mu . . ! " kata Sean menghampiri Hana .
" Sean , apa benar kau tidak punya hubungan apa-apa dengan wanita itu ? " kata Hana tersedu . Sean tersenyum dan menggelengkan kepala nya seraya menarik gelang kuncir di tangan Hana dan mengingat rambut Hana .
" Kau sudah membohongi ku . Aku tidak terima dengan kekerasan yang kau lakukan pada ku . Tunggu saja surat panggilan dari pengadilan atas kasus penganiayaan ini . . ! " kata Hana lemah .
" Baiklah jika itu keinginan mu , baby . Ayo aku antar ke rumah sakit . . ! " kata Sean menggendong Hana ala bridal dan membawa nya ke mobil .
" Sean , tunggu , aku . .
" Huuuuuuuuuu . . . !!! " sorak para pengunjung , tak hanya itu ada yang melempari Tina dkk dengan botol minuman , tisu kotor bahkan ada yang melempar jus buah hingga mereka terlihat berantakan dan kotor .
" Hentikan , , dasar kalian kurang ajar . . ! " umpat Tina
Dari dalam mobil Hana tertawa kecil melihat keadaan Tina dkk yang tampak memalukan . Dia melihat Sean memberikan dua lembar uang kertas pecahan warna merah pada Hanum dan langsung masuk ke bangku sopir . Hana bisa melihat raut kesal dari wajah Hanum . Hana menebak jika Sean menyuruh Hanum kembali ke kantor dengan naik taksi . Perlahan mobil Sean melaju meninggalkan kafe sakura itu . Hana yang awal nya biasa saja , tiba-tiba merasa aneh dengan sikap Sean yang terlihat dingin .
__ADS_1
" Sean , are you ok . ? " kata Hana menggapai lengan Sean , tapi bukan nya menjawab Sean malah dengan kasar menambah kecepatan mobil nya hingga melesat seperti anak panah .
" Sean , are you crazy . . ??? " teriak Hana menatap Sean yang tampak memendam amarah .
" ya , aku gila . Dan kau sendiri yang membuat ku gila . . .hahahahaha kau puas , Hana . . !!! " kata Sean tanpa menoleh . mendengar Sean memanggil nya dengan nama asli nya , membuat Hana sadar kalau perbuatan nya yang membiarkan Tina dkk melukai nya lah yang memancing kemarahan Sean .
" Ok , aku minta maaf . aku salah karena membiarkan mereka menyakiti ku . . maafin aku ya. . ! " bujuk Hana .
" Tapi sayang nya kata maaf mu itu tak bisa meredam amarah ku , . .! " sarkas Sean .
" Ok , kalau kamu gak bisa meredakan amarah mu , turunkan aku di sini , aku harap di saat kamu sendirian kamu bisa menenangkan diri mu . . !! " kata Hana .
" Hahaha , , turun lah jika kau bisa . . ! " kata Sean semakin menginjak pedal gas hingga mobil Sean melaju seperti kilat yang melintasi jalan berliku dengan kedua sisi yang di apit jurang .
" ok , aku turuti keinginan mu . .! " kata Hana dengan raut wajah dingin seraya melepas set belt dan menarik tuas pintu hingga pintu mobil sedikit terbuka , Dan . .
" NANA . . . . .!!!! "
B
E
R
S
A
M
B
U.
N.
__ADS_1
G