
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam , kapal keluarga Albert merapat ke dermaga di pinggir pulau.
" Selamat datang di pulau Einstein . Semoga kalian betah disini selama 2 hari ke depan . Mari kita menuju mansion . Kita bisa berjalan kaki kurang lebih 15 menit seraya menikmati suasana pulau yang tenang dan sejuk ini . . ?! " sambut Albert .
" loh kok jalan kaki ?? pake kendaraan aja lah , kan capek baru turun dari kapal . . ?! "
" Tahu nih , kalau gini cara nya mending gue nyalon aja tadi . . ?! "
" haa ?? jalan kaki ?? OMG bisa kambuh encok ku . . ?! "
Terdengar beberapa keluhan dari para tamu . Terutama para gadis yang terbiasa bersikap manja di rumah nya . ada juga Beberapa pemuda yang mengeluh dengan alasan capek . Sungguh manusia yang manja .
" LET'S GOOO . . . ?! " Terdengar suara nyaring berteriak semangat . Mereka menoleh seorang gadis yang telah berjalan lebih dulu sambil menenteng sepatu hitam nya .
Elly tersenyum melihat anak gadis sahabat nya itu berjalan penuh semangat .
" Sayang , kau kenal gadis itu ?? " kata Albert
" Tentu saja aku kenal . Dia calon mantu ku . ?! " kata Elly senang.
" Calon mantu ?? . . . ooh Hana anak nya Karisma ?? " kata Albert yang sudah sering mendengar cerita istri nya . Elly mengangguk .
Sean tersenyum melihat tingkah Hana . Dia lalu berjalan menyusul Hana , perlahan rombongan itu memulai perjalanan mereka . Ada yang bersemangat seperti Hana . Ada juga yang berjalan dengan malas. Devan berjalan santai bersama Bella di samping nya .
" Cewek yang di depan tadi semangat banget ya. Aku jadi ikutan semangat jalan nya . . ?! " kata Bella . Devan tersenyum .
" Apa kau suka dengan tingkah konyol cewek tadi ?? " pancing Devan . Dia memang belum memberitahu Bella kalau Hana adalah adik nya .
" hehehe . . Sepertinya dia gadis yang baik . Jika nanti aku punya kesempatan aku pengen kenalan sama dia . . ?! " kata Bella .
" Dari yang aku dengar , dia itu gadis yang konyol , tomboy dan ceroboh . . ?! " kata Devan .
" Itu hanya yang kau dengar . Apa kau tahu seperti apa dia yang asli ?? aku merasa dia gadis yang luwes , pintar , ramah dan tulus . . ?! " nilai Bella.
" Darimana kau tahu ?? " kata Devan sedikit terkejut dengan tebakan Bella yang hampir benar semua .
" Dari mata nya . Sorot mata nya memancarkan kepribadian nya yang ceria . Tapi jika dia di usik , mata nya yang indah itu akan berubah menjadi brutal . . ?! " kata Bella. Devan tersenyum , dia menggenggam tangan Bella yang lembut. Selembut tutur bahasa Dan sikap nya yang anggun , Walau terlihat fisik nya yang lemah . Tiba-tiba ada yang memanggil Bella.
" Bella , sini . . ?! " kata seorang gadis dengan wajah yang seperti kesal.
" Dev , aku kesana dulu ya , kakak ku manggil . . ?! " kata Bella .
" Hati-hati ya . . ?! " kata Devan .Bella mengangguk lalu pergi . Devan memperhatikan di sekeliling nya .
Di baris depan , Hana berjalan sambil menikmati keindahan panorama alam yang asri dan segar. Berkali-kali dia menghirup udara bersih itu dan mengeluarkan nya perlahan . Suasana hati nya terasa tenang .
" Hana . . ?! "
Hana menoleh saat sebuah suara memanggil nya dari arah belakang . Tampak Sean menghampiri nya . Hana celingukan mencari keberadaan kakak nya karena sampai sekarang dia belum bertemu kakak nya .
" Sean , kak Devan mana ?? " kata Hana .
" Devan punya urusan dia sendiri . Jadi jangan ganggu dia . . ?! " kata Sean membersihkan rambut Hana yang di tempeli daun yang gugur . Hana cemberut dengan kedua pipi nya mengembung. Sean terkekeh pelan.
" Memang apa sih urusan nya ?? " kata Hana dengan nada merajuk.
" Aku tidak tahu . ok , sebagai ganti nya gimana kalau kita lomba lari ?? Kalau gue kalah gue akan gendong elo mengelilingi lingkungan mansion . Dan kalau elo kalah , elo harus masak untuk gue selama di pulau ini , gimana ?? Deal ???! " tawar Sean . Tampak Hana berpikir , lalu mengangguk mantap .
" ok , Deal . . ?! " kata Hana . mereka berjabat tangan .
" wooy apa nya yang deal ?? Kalian taruhan ya ??" kata Devan yang baru muncul . Hana melengoskan wajah nya . Devan terlihat bingung sedangkan Sean hanya tertawa .
" Itu semua gara-gara elo . Hana ngambek karena elo gak nemenin dia selama di kapal . Jadi gue bikin taruhan buat menghibur dia . . ?! " jelas Sean . Devan tersenyum kecut .
" Hana , maafkan kakak mu yang tampan ini ya . Tadi kakak ketemu teman lama jadi keasyikan ngobrol . Bukan kakak gak mau temanin kamu . Kamu jangan marah ya . ?! " kata Devan membujuk Hana .
" Terserah . . ?! " jawab Hana ketus. Devan menghela nafas .
" Ok , sebagai permintaan maaf kakak , gimana kalau tas kamu kakak yang bawa . . hmm ?! " tawar Devan penuh arti . Hana terdiam sejenak , lalu tersenyum simpul .
" Nih bawain , sekalian sepatu nya . . ?! " kata Hana . Sedangkan Sean mendelik menatap Devan yang sudah menangkap maksud ucapan Devan.
" Ok , memang taruhan kalian apa ?? " kata Devan .
" Jadi , kalau Sean kalah dia bakal gendong aku keliling sekitar mansion . Dan kalau Hana yang kalah , Hana harus masak buat Sean selama di pulau ini . . kakak jadi saksi taruhan nya , ok . . ?! " kata Hana semangat .
" Ok . . kalian ambil posisi . Bersedia . . . siap . . Mulaaaii. . . !!!? "
Hana dan Sean langsung berlari di ikuti Devan di belakang mereka . Rombongan di belakang yang melihat Hana dan Sean berlari sontak mereka ikut berlari karena mereka kira ada sesuatu yang akan menganggu perjalanan mereka . Mereka berlari beramai-ramai menyusuri jalan aspal itu .
Di depan Sean dan Hana melihat seseorang berpakaian serba hitam yang berdiri di depan gerbang mansion yang sudah tinggal beberapa meter lagi . Hana dengan semangat berlari sekuat tenaga nya . Terlihat pintu gerbang di buka membuat Hana menambah kecepatan lari nya . Dan akhir nya . . .
wuush wuush
Hana dan Sean melangkahi garis gerbang. Mereka langsung terduduk dengan nafas yang tersengal-sengal . Di sela nafas mereka yang tak beraturan , mereka bingung melihat rombongan para tamu ternyata ikut juga berlari di belakang mereka . Hingga mereka juga memasuki halaman mansion yang sangat luas .
" Eh . .emang hosh ada apa . .hosh kalian . .hosh hosh berlari . . ?! " kata seorang cewek .
" Lah kalian sediri kenapa ikut lari ?? " kata Hana yang sudah bisa bernafas normal.
" Memang . .hosh ada apa ?? "
" Gak ada apa-apa . Gue sama Sean cuma taruhan lari aja . .?! " jawab Hana santai .
Jawaban Hana yang seperti tidak terjadi apa-apa membuat rombongan tamu itu terduduk lemas . mommy dan Daddy hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Hana yang sudah membuat semua orang panik . Sedangkan Albert tertawa pelan merasa terhibur .
" Dasar , gue kirain ada binatang buas yang ngejar di belakang. . " celetuk seorang pemuda .
Hana hanya nyengir . Sedangkan Sean Hanaya Diam. Hana bangkit dan menghampiri penjaga gerbang tadi .
" Paman penjaga gerbang , siapa yang menang ?? " kata Hana membuat penjaga itu terkejut . Pasal nya jarang sekali anak seorang pebisnis terkenal memanggil pekerja seperti dia dengan sebutan paman.
" Tadi saya lihat nona dan tuan muda melangkah secara bersamaan memasuki garis gerbang . Jadi tidak ada yang kalah atau menang. . ?! "
Hana menatap Sean dengan tatapan aneh .
__ADS_1
" Terus taruhan nya gimana Donk . . ?! " kata Hana dengan nada manja . Membuat dara para pemuda berdesir mendengar nya .
" Memang kalian taruhan apa ?? " kata Albert dan Elly mendekati Hana dan Sean .
" gini om , kalau Sean kalah Sean bakal gendong Hana mengelilingi sekitar mansion . Dan kalau Hana yang kalah Hana bakal masak untuk Sean selama di pulau ini . . ?! " kata Devan . Albert mengangguk paham.
" Hmm , karena kalian udah bikin taruhan , gak asyik Donk kalau cuma dapat capek nya doank . Gimana kalau kalian jalanin taruhan kalian . Sean tetap gendong Hana dan Hana tetap masak untuk Sean . Gimana , setuju gak ??! "" usul Elly .
" Ya ya ya , itu ide yang bagus . . ?! " kata Albert .
Para gadis menolak usul itu karena mereka tak terima jika Sean menggendong Hana . Terutama Chalista yang sudah jatuh hati pada Sean .
" Aku setuju . . ?! jawab Sean . Membuat Hana tercengang menatap Sean yang tersenyum miring penuh arti. Akhirnya karena Sean menyetujui ide mama nya . Hana pun terpaksa setuju.
" waaaaw . . Guys . . lihat pemandangan nya indah banget . . . ?!!! " teriak salah satu gadis . Sontak mereka juga mengedarkan pandangan mereka . Mereka memandang takjub sekeliling nya . Tak ketinggalan Hana juga menatap penuh kagum . Di sebelah mansion juga ada bangunan yang cukup besar seperti villa.
Albert mengajak para tamu nya untuk masuk dan beristirahat di mansion.
" Untuk kalian para generasi muda . Kalian akan tinggal di villa itu. Silahkan kalian pilih kamar yang kalian suka . Ingat jangan berebut karena kamar di villa itu cukup untuk kalian . Jika ada yang belum kebagian harap kalian bisa berbagi dengan teman kalian . Silahkan kalian beristirahat atau berkeliling melihat-lihat sekitar mansion. . . ?! " kata Albert . Mereka para tetua menuju mansion . Kini tinggal lah para kaula muda . Hana menyikut Sean hingga Sean menoleh .
" Sean . . . Waktu nya berkeliling . . ?! " kata Hana dengan menaik-turunkan alis nya . Dengan cepat dia langsung naik ke punggung Sean .
" Eh gadis aneh , ngapain elo naik ke punggung Sean . Cepat turun . . ?! " teriak Chalista dengan wajah sengit .
" Kenapa ?? " kata Hana watados .
" Gue bilang turun ya turun . . ?! " bentak Chalista .
" Jaga sikap anda nona Samantha. . ?! " kata Devan dingin dengan tatapan tajam membuat nyali Chalista ciut.
" Apa anda ada masalah nona ?? " kata Hana masih nangkring di punggung Sean .
" Sean milik gue . Jadi jangan dekati dia atau gangguan dia . . ?! " kata Chalista pede.
" Haa ?? apa benar kau milik nya Sean ?? " kata Hana memiringkan kepala nya berusaha menatap wajah Sean. Otomatis Sean menoleh hingga pipi mereka menempel .
" Dalam mimpi . . ?! " kata Sean dengan nada yang sangat dingin. Terdengar suara seperti menahan tawa dari belakang Chalista.
" Sean , aku suka sama kamu sejak pandangan pertama tadi . Jadi aku memutuskan kalau kamu adalah milik ku . Sean kamu mau kan jadi pacar aku ???! " kata Chalista penuh percaya diri.
" Waaah . elo di tembak cewek . . ?! " goda Hana . Sean menatap Chalista tajam . suasana tiba-tiba hening . seakan waktu berhenti berputar .
" Sean , jawab Donk. Kamu mau kan jadi pacar aku ??! " kata Chalista tersenyum manis .
" Gak . . ?! " kata Sean cepat.
prrffth
Hana menahan tawa nya sekuat tenaga . Sedangkan Chalista terdiam mematung menatap Sean tak percaya . para muda-mudi di belakang Chalista tampak berbisik . Ada yang tertawa . Ada yang simpati bahkan ada yang mencemooh Chalista karena terlalu berani nembak cowok. Sean berjalan menjauh sambil tetap menggendong Hana di punggung nya. Devan mengikuti Sean dan Hana .
" Wah bakal jadi berita terhangat nih , seorang nona Chalista di tolak mentah-mentah oleh pujaan hati . . hahaha ??! " kata seorang cewek
" Terlalu kepedean , sakit kan jadi nya . . ?! " sahut teman nya .
" eh yuk masuk , mending kita milih kamar . Daripada dia ngamuk . . ?! "
mereka pergi meninggalkan Chalista sendirian yang masih shock atas penolakan Sean .
" Elo udah mempermalukan gue di depan semua orang . Tunggu Sean , elo harus jadi milik gue . Karena apapun yang gue inginkan harus tercapai bagaimanapun caranya. . . !! " .
Di tempat lain . Di bawah sebuah pohon yang cukup rindang . Hana tampak tertawa terbahak-bahak seraya memukul punggung Sean pelan. Sean menurunkan Hana perlahan .
" hahahaha , sumpah . .Lucu banget . . hahaha . . Sean, Sean . . Elo tu gak ada simpati nya ya sama cewek . Langsung bilang GAK . Semestinya elo tu tolak dia secara halus . Biar gak hancur lebur harga diri nona Samantha. . . hahaha gila . . . ?! " kata Hana mengelap pingiran mata nya yang berair.
Sean memperhatikan Hana dalam diam . Sedangkan Devan hanya tersenyum melihat tingkah Hana yang gak ada jaim-jaim nya .
" Udah puas ketawa nya ?? yuk kita balik ke villa . Takut nya nanti gak kebagian kamar . . ?! " kata Devan .
" Tenang aja . Gue udah atur kamar buat kita . . ?! " kata Sean .
" Yaa udah balik yuk . Capek nih . . ?! " kata Hana berdiri seraya menepuk celana nya yang sedikit kotor . Dia mengambil tas nya dari Devan serta sepatu nya . Mereka berjalan santai menuju villa . Sesampai nya di villa Sean langsung memberikan kunci pada Hana dan Devan . Ternyata kamar mereka bersebalahan dengan kamar Hana di apit oleh kamar Devan dan Sean . Hana langsung membersihkan tubuh nya yang terasa lengket . Setelah mandi dia lalu menuju dapur untuk memasak makan siang sesuai taruhan tadi walau mereka seri.
Saat memasuki ruang dapur yang luas , Hana melihat beberapa pelayan sedang memasak . Hana menghampiri nya .
" Permisi . . ?! " sapa Hana .
" Iya non , ada yang nona butuhkan ?? " kata seorang pelayan yang seumuran dengan Hana .
" Kalian masak untuk makan siang ya ?? "
" benar non . ?! "
" hmm , oh iya makanan kesukaan Sean apa ya ? Soalnya saya mau masak buat dia . . ?! "
" Memang nya kenapa dengan masakan kami ?? " sengit seorang pelayan menghampiri Hana .
" Gak . gak ada masalah , cuma kami punya taruhan . Jadi saya harus masak untuk Sean selama di pulau ini . . ?! "
" Hee , bilang aja mau cari perhatian tuan muda . Iya kan ?? alasan kamu udah basi tahu gak , udah banyak yang nyari perhatian tuan muda seperti kamu tapi gak akan berhasil . Udah pergi sana , kayak udah ahli banget main masak aja buat tuan muda . . !!! " cibir pelayan berambut pirang itu.
" Excuse me . kamu punya masalah apa sama saya . . ??! " kata Hana terpancing emosi.
" Masalah nya jangan cari perhatian sama tuan muda . . ?! "
" Sherli . udah . . ingat kamu udah di kasih peringatan sama tuan . . ?! " tegur pelayan yang tadi .
" Udah lah Naomi , gak usah sok jujur . Elo juga suka sama tuan muda kan ?? " kata pelayan yang di panggil Sherli tadi . Hana akhir nya mengerti .
" Nona , jika anda ingin memasak untuk tuan muda , silahkan pakai peralatan nya . Tuan muda paling suka makan sup ayam . Biar saya bantu menyiapkan bahan nya . ??! " kata Naomi hendak menuju kulkas.
" Berhenti . atas dasar apa kamu memperbolehkan dia memasak . . aku tetap tidak mengizinkan nya . . ?!!! " bentak Sherli.
" Dan atas dasar apa kamu gak ngizinin aku masak , apa kamu tuan rumah disini ?? " kata Hana sengit.
" Karena saya adalah kepala bagian dapur disini . Jadi semua yang ada di dapur ini harus mendapat izin saya . ?! " kata Sherli meninggikan suara nya . Hingga membuat suasana dapur jadi berisik .
__ADS_1
" Oowh . . baik . Kalau kamu kepala bagian dapur . Maka saya adalah calon nyonya muda Dominic . Jadi saya rasa kamu sudah tahu mana yang lebih berhak memutuskan disini bukan. . . ???! " kata Hana tanpa berpikir panjang hingga membuat seorang laki-laki yang berdiri di ambang pintu tersenyum lebar.
" Hahahaha ?? calon nyonya muda keluarga Dominic ?? jangan mimpi . . ?! " kata Sherli dengan tatapan penuh kemarahan.
" Ada apa ini . . ?! "
Mereka menoleh ke sumber suara . tampak Sean berjalan menghampiri Hana . Wajah Sherli yang tadi nya sangat galak sekarang langsung berubah cerah .
" Tuan muda . Apa tuan butuh sesuatu ?? " kata Sherli dengan suara yang lembut dengan wajah yang cerah .
" Naomi , jelaskan semua nya . . ?! " pinta Sean menatap Naomi tajam .
" Begini tuan . . .
" Saya meminta Naomi yang menjelaskan nya . bukan kau Sherli . . . ?! " kata Sean tajam membuat Sherli tertunduk .
" Begini tuan . Tadi nona ini ingin memasak untuk tuan muda . Tapi Sherli melarang nya dan mengatakan kalau dia tidak usah memasak hanya untuk mencari perhatian tuan muda . Saat saya ingin mengambilkan bahan untuk nona ini memasak , Sherli menghentikan saya dengan alasan bahwa dia yang berhak memutuskan apapun di dapur ini . . ?! "
Sean menatap tajam Sherli .
" tuan . .
" seperti nya kepala bagian dapur harus di ganti . . ?! " Hana memotong ucapan Sherli.
" hey siapa kau ? aku sudah bekerja disini selama tiga tahun. Sedangkan kau Hanaya bertamu disini . . ?! " kata Sherli sengit.
" Apa kau kurang jelas dengan status yang nona sebutkan tadi ?? " kata Naomi
" Diam kau . tidak mungkin dia calon nyonya muda Dominic. . ?! " kata Sherli meremehkan . Hana melirik Sean dengan tatapan takut .
" Sean . .
" Itu benar . . Dia adalah calon nyonya Sean. . ?! " kata Sean membuat Sherli terbelalak tak percaya . Sedangkan Hana hanya melongo mendengar ucapan Sean.
" Tuan . . .
sreek
Sean menarik Bros berlambang topi chef berwarna merah di kerah baju Sherli lalu memberikannya pada Hana .
" Tuan saya mohon jangan pecat saya . Saya membutuhkan pekerjaan ini. . ?! " ratap Sherli bersimpuh di kaki Sean .
" pergi . . ?!! " kata Sean dingin .
" Tuan muda . .
Sean bertepuk tangan , tak lama datang dua orang berpakaian serba hitam menunduk pada Sean .
" Bawa dia keluar . ?! " kata Sean datar .
" Baik tuan muda . . ?! "
mereka menarik Sherli yang meronta dan terus memanggil Sean . namun sedikit pun Sean tak menghiraukan nya .
" Sean , apa gak ada kesempatan lagi buat dia . ?? " kata Hana merasa kasihan .
" Maaf nona muda , Sherli sudah mendapat tiga kali peringatan untuk mengubah sifat nya yang angkuh pada tamu yang datang . Namun hari ini dia kembali melanggar nya . Saya harap nona muda tidak menggugat keputusan tuan muda . . ?! " kata Naomi tegas .
Hana menatap Naomi dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tiba-tiba dia bergerak menyerang Naomi . Dengan gerakan lincah pula Naomi menangkis serangan Hana . Naomi salto ke belakang hingga posisi nya di ruang yang cukup luas .
" nona , kenapa anda menyerang saya ?? apa salah saya ?? " kata Naomi melirik Sean . Sean tampak diam saja. Hana kembali menyerang Naomi . Aksi mereka menjadi tontonan gratis bagi Sean . Dengan tajam dia mengawasi gerakan-gerakan kedua gadis itu. Pukulan tinju , tendangan bahkan terjangan menjadikan aksi mereka serasa menonton bioskop bagi Sean . Hana dan Naomi terhenti dengan jarak cukup dekat di sertai nafas mereka yang sedikit tersengal.
" Teruslah berlatih Daan tingkatan kecepatan mu . Ingat tumpuan yang tepat adalah yang terpenting saat kau melakukan penyerangan . Ok . Aku rasa sudah cukup . Sekarang bantu aku menyiapkan bahan untuk membuat sup ayam. . ?! " kata Hana melempar Bros yang di berikan oleh Sean tadi . Naomi menangkap Bros itu dengan penuh tanda tanya .
" Tuan muda . . ?! " kata Naomi bingung .
" Nyonya ku memberikan kepercayaan nya pada mu . . . ?! " kata Sean duduk di kursi meja makan.
" Sean itu Hanya akal- akalan ku saja mengatakan kalau aku calon nyonya muda Dominic . Jangan di anggap serius .. . ?! " ralat Hana sambil menyalakan kompor dan meletakan panci berisi air.
" Tapi itu adalah sebuah pernyataan yang sah buat ku . . ?! " kata Sean tersenyum penuh arti .
" Sean . Elo sahabat kakak gue . Jadi gak mungkin gue jadi istri elo . . ?! " kata Hana menggoyang-giyangkan spatula pada Sean .
" Kenapa tidak ?? jodoh gak akan kemana . . ?! " timpal Sean santai .
" terserah elo mau bilang apa . . ?! " kata Hana memutar mata nya dan mengangkat bahu malas . Dia kembali menghadap panci . Sean tersenyum melihat punggung Hana . Suasana hati nya sangat baik saat mendengar ucapan Hana yang menyatakan kalau dia adalah calon nyonya muda Dominic.
" Tuan , nona . terima kasih sudah memberi saya kepercayaan . . ?! " kata Naomi menundukkan kepala nya .
" Kau pantas mendapatkan nya Naomi , ayo bantu siapkan bahan sup nya . Kau lihat majikan mu sudah kelaparan . . ?! " canda Hana .
" baik nona . ?! " kata Naomi melirik Sean yang tampak tersenyum seraya menatap Hana .
" Seperti nya tuan menyukai nona . Selama aku bekerja disini . Baru kali ini aku melihat tuan muda menatap seorang gadis dengan tatapan lembut. . Semoga saja mereka berjodoh . . ?! " batin Naomi .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1