
DUUAAAARR
" AAAAAAKHHHH . . . !!!! "
Sean mengendalikan mobil untuk menghindari puing-puing mobil yang terpental ke segala arah serta mobil lain yang juga menghindari mobil terbakar itu . dia berusaha mengendalikan mobil dengan hati-hati agar Bella tetap aman dan tidak berbenturan dengan mobil yang terbakar itu yang berguling ke arah mobil mereka .
ciiiiiiiiittt
akhir nya mobil Hana bisa menghindari mobil itu dengan selamat . sontak Hana langsung turun ke dan memeriksa keadaan Bella .
" Bella , , Bella . . kamu baik-baik aja kan ? apa ada yang tidak nyaman . .? " kata Hana memeriksa Bella yang terlihat syok . Sean juga turun dan segera membawa Bella keluar dari mobil dan membawa nya ke tepi jalan . Hana menyodorkan botol air mineral pada Bella untuk mengurangi syok nya . Setelah minum beberapa teguk barulah Bella terlihat sedikit tenang . Bella menoleh pada Hana dengan tatapan penuh kecemasan .
" Bella , ada apa ? apa kamu merasa tidak nyaman . ? " kata Hana . Tiba-tiba Bella memeluk Hana yang berdiri di depan nya . Hana dapat merasakan tubuh Bella yang gemetar , lalu mengusap punggung Bella untuk menenangkan nya .
uuwiiw uwii uwiiw
sayup-sayup terdengar suara mobil polisi dan ambulance yang semakin mendekat . Tak lama iringan mobil polisi dan ambulance serta damkar tiba di lokasi bersama beberapa mobil pribadi lain nya . Bella semakin memeluk Hana erat .
" Bella , .! " sebuah suara mengejutkan mereka . Bella sontak menoleh sumber suara itu .
" Devan , ,hiks , , hiks , , hiks . . ! " Bella langsung menghambur ke arah Devan dan menangis ke dalam pelukkan suami nya .
" Syukurlah kalian baik-baik saja . . sumpah aku sangat terkejut dan sangat ketakutan saat mendapat laporan dari bawahan ku kalau mobil Sean meledak , sedangkan kalian tengah pulang bersama Sean . . ! " kata Devan menarik Hana ke dalam pelukan nya juga .
" Tuan , tuan tidak apa-apa . .? " kata Dirga yang baru datang dengan wajah tegang .
" Aku tidak apa-apa , Dirga . Tapi Hanum . . . " kata Sean terlihat merasa bersalah .
" Saya tahu tuan . Saya akan memberitahu keluarga nya tentang kecelakaan ini dan memberikan kompensasi yang layak pada keluarga Hanum . . ! " kata Dirga .
" selamat siang , tuan Sean . . ! " sapa seorang polisi .
" selamat siang . . ! "
" Bagaimana keadaan tuan Sean . . ? "
" saya baik-baik saja . Saya sebagai pemilik mobil yang meledak itu memohon pada pihak yang berwajib untuk menyelidiki kasus ini . . ! " kata Sean
" Baik tuan Sean . Saya harap tuan Sean bisa menyempatkan diri untuk hadir ke kantor polisi besok untuk di mintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut . ! "
" Baik pak . ! "
polisi itu lalu pergi menghampiri rekan nya . Sean melihat ke suatu arah dengan tatapan tajam . Dirga yang melihat itu langsung menyusuri arah tatapan Sean . Dirga bisa melihat seseorang yang memakai hoddi coklat dengan masker dan kacamata hitam yang menutupi wajah nya . Di lihat dari postur tubuh nya , bisa DDI pastikan jika dia adalah seorang pria . Seperti nya dia merasa kalau tempat persembunyian nya sudah di ketahui , dia buru-buru beranjak dari tempat nya dan menghilang di keramaian .
" Aries sudah bergerak mengikuti orang itu . ! " kata Dirga lirih . Sean hanya mengangguk .
Devan melerai pelukkan nya dan menangkup wajah Bella yang kini terlihat tenang dan mencium kening nya .
" bagaimana perasaan kamu ? apa ada yang tidak nyaman . . ? " kata Devan melirik perut buncit Bella .
" Tidak . . " kata Bella lirih .
" Sebaiknya kita langsung bawa ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Bella . Memang sekarang Bella tidak merasakan apa-apa , tapi takutnya nanti ada efek samping setelah beberapa waktu ke depan . ! " usul Sean .
" Aku setuju dengan ide Sean . ! " timpal Hana .
" baiklah , ayo kita pergi . ! " Devan menuntun Bella ke mobil yang di pakai Hana dan Bella tadi . Sedangkan Hana dan Sean memakai mobil Devan . Mereka beriringan menuju salah satu rumah sakit yang paling dekat dengan lokasi kejadian yang kebetulan adalah milik Sean .
skip
" keadaan janin baik-baik saja . Untung nya nyonya muda memakai maternity belt , jadi guncangan tadi hanya sedikit berpengaruh pada janin karena syok . .! ' kata dokter yang sudah mendengar cerita kejadian tadi dari Hana .
__ADS_1
" Beneran calon anak kami baik-baik aja kan dokter . .? " kata Devan khawatir .
" Tuan tidak usah khawatir , ibu dan janin baik-baik aja . Hanya saja melihat dari psikis nyonya , seperti nya nyonya sedikit stress . Usahakan agar ibu hamil tetap nyaman dan selalu bahagia agar tidak menghambat pertumbuhan janin . . ! "
" Baik dok , terima kasih . . ! " mereka pun pamit keluar .
Sepanjang perjalanan mereka menuju mansion , Devan diam tanpa bersuara dengan raut wajah yang datar . Hana yang sudah memahami watak sang kakak , tahu kalau sekarang Devan tengah marah . Dia mencoba mengajak Devan untuk berinteraksi tapi selalu di tanggapi dengan jawaban singkat .
" kamu kenapa sih jawab nya hmm hmm Mulu , sakit gigi kamu ?? apa sariawan . .? " kata Bella ketus . Devan yang biasa nya akan langsung bereaksi jika sang istri tersayang mulai kesal , kini terlihat acuh . Membuat Hana semakin merasa bersalah . Bella terus mengomeli Devan dengan kesal tapi tetap tidak ada tanggapan membuat Bella semakin kesal . Saat akan memarahi Devan lebih keras Hana langsung menahan Bella dan menggelengkan kepala nya .
" sebaiknya diam atau gunung merapi akan meletus . .! " bisik Hana yang mulai takut .
S
k
i
p
Sesampai nya di mansion Devan membukakan pintu untuk Hana dan Bella yang duduk di bangku belakang . Hana langsung turun seraya melirik Devan sekilas , walau sekilas tapi Hana bisa menangkap sorot kemarahan terpendam di mata Devan . Saat mereka masuk bi Sarmi datang menyambut mereka dengan wajah khawatir .
" non Bella , non Hana syukurlah kalian gak kenapa-kenapa . .! " kata bi Sarmi memapah Bella .
" bi Sarmi , bawa Bella ke kamar . .kamu ikut aku . . ! " kata Devan menunjuk Hana dengan wajah serius .
" Aku aku mau nya sama Hana . . " rengek Bella .
" Tidak ada bantahan . . ! " kata Devan tegas membuat Bella terkejut , tapi saat melihat tatapan tajam Devan membuat Bella tidak berkutik . Hana memberi kode pada Bella dengan mata nya agar Bella menuruti perintah Devan , dan langsung menyusul Devan yang sudah lebih dulu berjalan menuju ruang kerja nya .
Hana masuk dengan pelan , nyali nya tiba-tiba sedikit ciut saat melihat kakak nya yang duduk di kursi kerja nya dengan wajah yang serius . Hana berdiri di depan Devan dengan wajah menunduk .
" maaf kak , Hana salah . Hana tidak memperhitungkan hal buruk yang akan terjadi jika Hana membawa Bella keluar . . " kata Hana lirih .
" apa yang akan terjadi selanjut nya jika aku membiarkan kalian tetap dengan keinginan kalian yang bebas ingin pergi kemana saja . ? " kata Devan menyandarkan punggung nya ke sandaran kursi dengan jari nya yang mengetuk meja hingga Hana merasa seperti sedang di interogasi oleh lawan .
" musuh akan terus mengintai dan berusaha mencelakai keluarga Winata terutama penerus keluarga Winata yang sedang di kandung Bella . Hana sudah menyadari kesalahan fatal yang Hana buat . maafkan Hana kak . Hana hanya memikirkan kebahagiaan keponakan Hana tanpa memperhitungkan keselamatan keponakan Hana . Hana patut di hukum . .! "
bruukh
Hana menjatuhkan lutut nya ke lantai dengan cukup keras . Devan memperhatikan raut wajah Hana yang
penuh penyesalan , membuat hati nya sedikit merasa bersalah sekaligus bangga dengan adik nya yang dengan cepat memahami situasi dan kondisi .
" Walau kau sudah menyadari kesalahan mu , kau tetap harus di hukum . Tetap berlutut disini sampai waktu yang di tentukan dan introspeksi diri. Renungi kesalahan mu dan perbaiki apa yang seharusnya nya di perbaiki untuk ke depan nya . ! " kata Devan tegas .
" Siap , hukuman di terima . .! " kata Hana tegas .
" maafkan kakak , Hana . Tapi ini demi kebaikan kamu ke depan nya . ! batin Devan
Devan melangkahkan kaki nya keluar dari ruang kerja nya , dia menatap adik kesayangan nya dengan tatapan sendu dan akhir nya perlahan menutup pintu ruang kerja nya .
* *
ceklek
Bella yang sedang termenung di sofa langsung menoleh saat mendengar suara pintu di buka , ternyata seorang maid muda membawa sebuah nampan berisi susu untuk Bella .
" nona , silahkan di minum susu nya . .! "
" dimana Hana . .? " kata Bella .
__ADS_1
" nona Hana masih di ruang kerja tuan muda . .! "
" apa Devan juga masih di sana .? "
" seperti nya tuan muda sudah keluar . Dan tadi saya sempat lihat jika tuan muda masuk ke salah satu kamar tamu . ! "
" kamar tamu ? " beo Bella .
" benar nona , dan saya di perintahkan tuan muda untuk melayani nona , .! "
" Siapa nama mu ? "
" nona bisa memanggil saya , Iza . .! "
" baiklah . . Tapi kenapa Hana masih di ruang kerja Devan , sedangkan Devan sudah keluar . .! "
" untuk masalah itu , Saya tidak tahu nona . . ! "
" hhhft. baiklah . . ! "
Bella mengambil susu yang di taruh di atas meja . Alis nya bertaut saat melihat gelas yang berisi susu ibu hamil berwarna coklat itu .
" Siapa yang membuat susu ini ? " kata Bella .
" bibi yang membuat nya . . ! " kata Iza . Bella menatap Iza lekat .
" Bi Sarmi tahu kalau aku tidak suka susu coklat , tidak mungkin kan bibi membuatkan aku susu yang aku tidak sukai . pelayan ini sedikit mencurigakan . ! " batin Bella masih memperhatikan penampilan maid itu .
" nona , sebaik nya nona segera menghabiskan susu itu sebelum susu nya dingin . . ! " kata Iza .
" Tapi aku . .
" nona , ini demi kebaikan calon bayi nona . Ayo segera di minum . susu rasa coklat ini terlihat sangat enak . .ayo di minum . . . ! " Iza mengangkat gelas susu itu dan mendekatkan nya ke bibir Bella . Tapi menutup mulut nya rapat .
" minum atau kau akan menyesal telah membantah ucapan ku . . ! " kata Iza berubah sangar dan memaksa memasukkan susu itu ke dalam mulut Bella yang masih tertutup rapat . Bahkan Bella memberontak hingga susu yang ternyata sudah di campur obat penggugur kandungan itu tumpah ke lantai .
" Sialan . . berani-beraninya elo membuang racun berharga gue . . rasakan ini . . ! " perempuan bernama Iza itu menarik sesuatu di balik baju nya , Dan . . .
DORR
DORR
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1