SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
BAB 58 Hasil Penyelidikan


__ADS_3

Di sebuah ruangan pribadi , tampak tiga orang pemuda dan satu gadis yang tak lain adalah Hana dkk tengah membahas sesuatu . Salah satu pemuda tampak mengotak-atik laptop . wajah mereka saat ini dalam mode serius , membahas hasil penyelidikan sang hacker tentang peristiwa yang baru saja terjadi . Satu persatu pemuda berambut model undercut itu menunjukkan rekaman CCTV yang dia dapatkan sebagai hasil penyelidikan nya . Di dalam rekaman itu , tampak seorang gadis yang membelakangi kamera CCTV tapi tampak familiar bagi Hana bertemu dengan seorang pria berperut buncit yang mereka kenal sebagai pelaku penganiayaan terhadap Bella , yaitu Burhan . Mereka tampak berbicara serius , lalu terlihat Burhan memberikan sebuah lembaran yang mereka ketahui di sebut cek . Tapi Burhan terlihat pergi dengan tergesa-gesa dan tak lama Bella pun datang . gadis yang di temui terlihat membicarakan sesuatu dengan menunduk dan terlihat Bella menggengam tangan gadis itu dengan akrab . Tak lama datang seorang pelayan mengantarkan minuman . Mereka masih melanjutkan obrolan mereka , tapi beberapa menit kemudian , Bella menunjukkan gelagat aneh , dia mulai mengibaskan tangan ke leher nya . lawan bicara Bella tampak respect dengan menyodorkan minuman milik Bella . Gelagat Bella semakin aneh dengan membuka satu kancing dress nya , gadis itu tampak menahan tangan Bella , dan langsung membimbing Bella keluar dari cafe dan masuk ke mobil warna putih .


Rendy lalu beralih ke rekaman yang lain . Di rekaman ini mobil putih yang terakhir mereka lihat di akhir rekaman sebelum nya , Tampak mogok di tengah jalan . Bertepatan dengan itu mobil berwarna hitam berhenti di belakang mobil putih tadi . Setelah berbasa basi tampak Bella di pindahkan ke mobil hitam tadi oleh Burhan dan gadis yang kini wajah nya di kenali oleh Hana saat gadis itu membalik badan nya hendak masuk ke mobil nya .


" Ternyata dia . . . . ! " kata Hana sinis .


" Kau tahu gadis ini ?? " kata Justin .


" Sangat tahu . . Sepertinya gue harus ngasih dia kejutan yang gak bakal dia duga . . ! " kata Hana tersenyum miring .


Rendy beralih ke rekaman terakhir dimana mobil hitam itu berhenti di depan hotel dimana kejadian yang baru saja terjadi .


" Ren , coba elo buka ponsel ini .Gue rasa kita bakal juga nemu bukti di dalam nya .Dan simpan kamera ini . oh ya , elo harus menginterogasi pelayan tadi. . ! " kata Hana menyerahkan ponsel Burhan dan kamera yang sengaja di pasang di kamar tadi .


" baik nona . . ! "


" Ayo kita balik ke rumah sakit . . ! " kata Hana .


Mereka keluar dari ruangan pribadi Hana yang berada di lantai paling atas di GOLDEN MALL .


___________


Di sebuah ruang kerja yang tampak mewah , Sean tampak konsentrasi penuh pada laptop nya . Jari-jari nya menari lincah di atas keyboard , mata nya menatap layar laptop dan sesekali melihat berkas yang berada di samping laptop nya .


ceklek


Sean melirik orang yang masuk ke ruangan nya . Sorot mata nya seketika berubah tajam saat melihat seorang gadis berpakaian terbuka masuk ke ruangan nya dengan senyum yang menggoda .


" Apa kau tidak di ajari oleh orang tua mu cara bertamu ?? " kata Sean dingin . Bukan nya menjawab , gadis itu malah mendekat ke arah Sean dan berniat duduk di pangkuan Sean . Tapi dengan kasar nya Sean bangkit hingga dia sempoyongan .


" Sean , kau kasar sekali . . ! " kata nya dengan menggigit sudut bibir bawah nya yang merah menyala . Jika orang lain melihat nya , mungkin mereka akan tergoda dan hilang akal sehat nya . Tapi Sean yang melihat nya malah merasa jijik .


" Tina , aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika orang tua mu tahu kelakuan anak kesayangan nya yang seperti j****g ini . . ! kata Sean dingin .


" Sayang , , aku datang kesini karena aku merindukan mu . . kau tak merindukan aku ?? " kata Tina semakin genit . Dia melangkahkan kaki nya mendekati Sean . Tapi dengan cepat menekan wireles intercom di meja nya .


" Bawa petugas keamanan ke ruangan ku , segera . . !! " kata Sean menekan emosi nya .


" Sean , kenapa kau berubah seperti ini Sean . . ?? " ratap Tina dengan wajah sedih .


" Tidak usah bermain sandiwara . Kau tahu ?? aku sungguh menyesal pernah mencintai gadis seperti mu . . ! " kata Sean dengan tatapan tajam .


" Apa karena kau sudah memiliki kekasih baru hingga kau tega seperti ini pada ku ?? " kata Tina berubah tajam .


" Bahkan kekasih ku sangat sempurna untuk ku . Dia mengerti perasaan ku , bahkan dia bisa mengerti keadaan ku . dia sangat pengertian , tidak seperti mu yang datang hanya jika menginginkan sesuatu . . . ! " kata Sean bangga .


" Sean . .


" Bos . . ! ". Dua orang pria berbadan tinggi dan besar dengan pakaian serba hitam khas bodyguard masuk ke ruangan Sean .


" Bawa perempuan ini keluar . Dan jangan biarkan dia masuk ke kantor ku lagi . . !! "


" Siap bos . . Ayo keluar . . . !! " Tina di tarik paksa oleh kedua orang itu .

__ADS_1


" Sean , kamu tega memperlakukan aku seperti ini . Aku mencintai kamu Sean .Perempuan itu hanya mengincar kekayaan mu saja . . . Hanya aku yang tulus menerima kamu . . Sean . . . !!!! "


Teriakan Tina hilang setelah pintu tertutup kembali . Sean menghela nafas panjang . Hati nya tiba-tiba sangat Merindukan gadis kesayangan nya . Dia lalu mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi sang kekasih . Tapi sayang ponsel Hana tidak bisa di hubungi . Beberapa kali dia menghubungi nya , tapi tetap tidak bisa terhubung .


" Mungkin ponsel nya kehabisan daya . Dasar gadis pemalas . men-charger ponsel saja malas . . ! " kata Sean yang sudah hafal dengan kebiasaan Hana . Dia lalu meletakan ponsel nya kembali dan melanjutkan pekerjaan nya yang tinggal sedikit .


* " * " *


Hana tampak melamun , semenit kemudian Hana terkekeh pelan . Justin yang melihat nya merasa merinding . Dia menyenggol Roky yang duduk di sebelah nya membuat Roky langsung menoleh . Dia memberi kode dengan dagu nya ke arah Hana .


" Hana kenapa senyum-senyum sendiri . . ?? horor banget . . ! " gumam Roky .


" Hana , are you ok . . ?? kata Justin dengan mencolek bahu Hana pelan .


" ya , i'm ok . . . ! " kata Hana .


Mobil yang mereka kendarai berhenti di depan hotel , Hana turun dari mobil .


" Justin , elo jaga Bella di rumah sakit , . Roky sama Rendy balik ke markas . Kalau kalian di sini semua siapa yang jaga markas . . ! " kata Hana seraya menaiki motor yang berada di sebelah mobil .


" Terus elo mau kemana ?? " kata Justin .


" Gue ada urusan . .Eh handphone gue lupa . . ! " kata Hana mendorong motor nya lebih dekat ke mobil . Rendy memberikan ponsel Hana yang tadi di charger di mobil .


" gue ikut elo . . bos Devan udah ngasih perintah ke gue kalau gue harus menjaga elo . . !! " kata Justin hendak membuka pintu mobil . Tapi dengan cepat Hana menahan nya .


" Gue bakal baik-baik aja . . Gue cuma mau pergi ke suatu tempat . . ! Setelah itu Hana langsung melajukan motor ke arah yang berlawanan . Mobil yang di kendarai Rendy dkk melaju ke rumah sakit .


S


i


p


Hana mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang , Dari kejauhan Hana sudah bisa melihat pemandangan pantai yang indah . Dia mengurangi kecepatan nya untuk menikmati suasana pantai yang indah dengan deburan ombak yang riuh . Dia menghentikan motor nya , lalu mengambil ponsel nya di saku celana . Dia menyalakan ponsel nya , beberapa dentingan notifikasi masuk . Dia tersenyum lebar lalu menghubungi nomor seseorang . Senyum nya semakin lebar saat melihat wajah yang terpampang di layar ponsel nya .


" Beruang kutub . . . kau sombong sekali. . mentang-mentang di luar negeri , . . huu . . ! " kata Hana mencebikkan bibir nya . Membuat Sean tertawa lepas .


" Nana ,, aku sudah menghubungi nomor mu tadi . Tapi sayang nya Nana ku ini terlalu malas untuk men-charger ponsel nya . . ! " membuat Hana terkekeh pelan .


" Sean kau terliha pucat . Kau baik-baik saja di sana ?? "


" Tidak , , aku tidak baik-baik saja disini . . ! "


" Ada apa ?? "


" Aku merindukan mu . Sampai aku lembur setiap malam agar semua masalah di sini cepat clear , dan bisa balik ke sana . . ! "


" Sean , kau harus menjaga kesehatan mu . Kalau kau sakit siapa yang akan merawat mu . . ? Aku gak mau ya , beruang kutub ku menjadi kurus saat bertemu nanti . kan gak lucu beruang kutub ku yang imut dan lucu ini berubah kerempeng . Gak usah nak banget meluk nya . ! " Sean tertawa mendengar ucapan Hana.


" Seperti nya kamu di pantai sekarang ?? "


" iya , aku udah dekat villa kok . Bentar ya . Aku jalan lagi , biar kita bisa ngobrol lebih santai . . ! " Hana menyelipkan ponsel nya yang masih terhubung dengan Sean di holder ponsel yang di pasang di motor . Hana kembali melajukan motor nya dan langsung memasuki halaman villa . Namun alis nya berkerut saat melihat motor dan mobil yang berjajar di halaman villa . Bukan hanya itu , Shila dan beberapa orang juga tampak sedang berpesta di halaman depan .

__ADS_1


" Ada apa sayang ?? kenapa ada suara musik . . ?? "


Hana menekan layar ponsel nya mengubah sambungan video call menjadi kamera belakang . Tapi Hana bisa melihat ekspresi Sean yang tampak sangat marah.


" kau diam saja , dan lihat wajah asli pekerja mu itu . . ! "


Hana turun dari motor nya . Dia meraih ponsel nya dan masih mengarahkan kamera nya . Salah satu perempuan menyadari kedatangan Hana dan mencolek Shila . Tapi semua orang serentak menoleh saat Hana dengan satai mematikan musik .


" Hey , siapa elo . . Berani-beraninya elo ganggu pesta kita . . ! " kata seorang cowok yang tadi merangkul Shila . Sedangkan Shila bukan nya merasa bersalah membuat pesta di tempat orang tanpa izin , malah memasang wajah angkuh .


" Siapa yang ngizinin kalian berpesta disini . . ! " kata Hana .


" Kenapa harus minta izin ?? toh aku bisa keluar masuk sesuka hati di villa ini . . ! " kata Shila angkuh .


" karena kunci villa ini ada di tangan nyokap elo , jadi elo ngerasa kalau elo pemilik villa ini . ?? " kata Hana tetap mengarahkan kamera nya .


" Suka-suka gue lah . . elo cuma cewek matre yang menggoda Sean supaya elo bisa morotin Sean . Lagian gue juga udah minta izin sama Sean . . ! " kata Shila seenak nya memanggil majikan nya hanya dengan nama . Bi Saroh datang menghampiri Shila dan teman-teman nya .


" Ada apa ini ?? " kata Bi Saroh terlihat santai . Bahkan dia menatap Hana dengan tatapan tajam .


" Kenapa kalian memakai villa ini tanpa izin dari pemilik nya . Dan kau sungguh tahu tak menghormati Sean dengan langsung menyebut nama majikan elo . . . ! " kata Hana menunjuk Shila .


" Gak usah lebay . saya sudah sudah meminta izin pada tuan Sean , dan tuan Sean mengizinkan Shila membuat pesta disini kapan pun Shila mau . . ! " kata Bi Saroh angkuh .


" Oh ya ?? Sayang , apa benar mereka sudah meminta izin sama kamu . ?? dan kamu ngizinin mereka ??! " kata Hana santai .


" Ternyata ini kelakuan kalian di belakang saya . . Saya percaya pada kalian tapi seperti ini sikap kalian di belakang ku . . ?? "


Wajah Saroh dan Shila berubah tegang dan memucat saat mendengar suara Sean dari ponsel . Hana membalik ponsel nya dan tampak wajah Sean yang terlihat marah .


" Tuan , . . tuan kami bisa jelaskan . . .


" Tak perlu di jelaskan . . Aku sudah mendengar semua nya . . Berikan kunci villa pada istri ku , dan kalian tidak perlu lagi datang ke villa . . !! "


" Tapi tuan . . saya . . .


" Tidak ada bantahan . . . berikan kunci villa pada Nana ku . . ! "


" Tuan , tolong jangan pecat saya , saya baru bekerja selama 3 bukan disini . kalau saya di pecat keluarga kami mau makan apa ?? " kata Saroh memelas .


" kenapa kalian tidak berpikir seperti itu sebelum bersikap tak hormat pada istri ku . . Saya tidak mau tahu , berikan kunci villa pada Nana Daan kalian di pecat . Saya tidak butuh orang munafik seperti kalian . .!!! "


Dengan berat hati , Bi Saroh memberikan kunci yang selama ini menjadi andalan nya untuk menyenangkan anak nya . sedangkan Shila menatap Hana dengan tajam .


" Gak usah melotot kaya gitu nanti lepas tu biji mata , mata kaki elo gak bakal bisa ngelihat jalan . Bereskan kekacauan yang kalian buat . Baru kalian boleh pergi . . ! " kata Hana duduk di gazebo di sudut depan halaman villa .


" Shila , gue di telpon bokap nih , gue duluan ya . . ! "


" astaga gue lupa , gue udah janji ma nyokap mau nganter ke salon . Gue duluan ya . . ! "


" gue duluan ya , ayah gue mau pakai motor . . ! "


" Duuhh , kepala gue sakit nih . . Gue mau nemuin dokter dulu ya . . ! "

__ADS_1


Satu persatu teman-teman Shila pergi meninggalkan Shila yang tampak menahan emosi , terlihat dari wajah nya yang memerah dan dada nya yang turun naik dengan cepat . Hana hanya tersenyum miring melihat kekesalan ibu dan anak itu . Dia masih asyik mengobrol dengan Sean lewat video call yang masih tersambung .


BERSAMBUNG


__ADS_2