SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 76 Sebenarnya 2


__ADS_3

" gini Sean , sebenar nya aku sudah tahu maksud kedatangan Tara yang ingin merusak hubungan kita . Aku tidak sengaja mendengar percakapan Tara dan seseorang di toilet waktu di mall . Dan inti dari percakapan mereka adalah harus merusak hubungan kita agar kau tidak mendapatkan dukungan dari kelompok BLACK DRAGON . Awal nya aku gak terlalu paham , tapi saat aku mendengar percakapan kak Devan dan kak Anton dari telpon yang mengatakan kalau Roy bekerja sama dengan seseorang yang bernama Robert , yang baru aku ketahui kalau dia adalah paman kandung mu yang ingin merebut semua aset peninggalan papah mu . mereka membuat rencana akan mengadu domba antara kelompok kak Devan dan kelompok mu dengan menculik ku dan meninggalkan petunjuk yang mengarahkan kalau kelompok mu yang menculik ku . Tapi aku tidak tahu kenapa Tara juga di culik . . ! " kata Hana


" itu bagian rencana ku . . Aku sengaja berpura-pura menyakiti mu dan lebih memilih Tara agar Robert mengira kalau Tara adalah kelemahan ku . Nana aku . . .


" Aku tahu , kau terpaksa melakukan nya karena kau tidak ingin mereka tahu kalau kau sangat mencintai ku dan menjadi kelemahan mu kan ?? aku tahu kau ingin melindungi . . ! " kata Hana memeluk pinggang Sean .


" kau memang jenius , sayang . . terima kasih karena telah mengerti posisi ku . ! " kata Sean mencium puncak kepala Hana .


" hey, hey, gue masih disini . . ! " kaya Devan sengit , Hana langsung melepaskan pelukkan nya . tapi Sean menarik nya kembali .


" Oh ya , terus dua penjahat ini mau di apain . . ? " kata Hana melihat Roy dan Robert yang terikat .


Sean melepas pelukkan nya lalu mendekati dua orang itu di ikuti yang lain . Roy menatap tajam Devan yang berjalan santai dengan kedua tangan di saku .


" Aku sudah pernah memperingatkan mu untuk tidak mengusik ku lagi . Tapi seperti nya kau tidak mengerti dengan bahasa manusia . Dirga ku rasa bubu masih lapar . Gadis itu terlalu kurus , . . ! " kaya Sean . dengan dingin .


" Bubu . . ? siapa dia .? " kata Hana penasaran .


" Sean , tolong ampuni aku , aku menyesal . Tolong lepaskan aku , setelah ini aku tidak akan mengusik mu lagi . . tolong , kasihanilah orang tua renta ini . . ! " kata Robert berusaha bangkit dengan susah payah .


" mengasihani . ? Apa kau pernah mengasihani anak ini yang telah kau buat menjadi anak yatim .? pernah kah kau memikirkan bagaimana perasaan ku dan mamah ku saat kau membunuh papah ku . . ? Kau tidak layak di kasihani . . ! "


Duukh. .


" aaakhh . . . . ! " teriak Robert saat tendangan Sean mendarat di perut buncit nya . pria itu meringis kesakitan dengan wajah memerah .


" aku sudah muak dengan mu , manusia la*Nat . . pergilah ke akhirat dan dan temui papah ku . . Jika kau bisa minta maaflah pada papah . . !!!! " teriak Sean menarik Robert ke kolam . Hana mengerti siapa bubu yang di maksud Sean . Dia berlari dan menahan lengan Sean .


" Sean , berhenti . . ! "


" Ada apa ?? apa kau ingin menghentikan aku ? jangan harap aku akan berhenti . . ! "


" Sean dengarkan aku . .


" Kau tidak tahu apa-apa , jadi jangan ikut campur urusan ku . . ! " kata Sean dengan tanpa sadar menatap Hana dengan tatapan tajam nya karena emosi nya benar-benar memuncak . Hana terdiam , dia melepaskan pegangan nya pada lengan Sean .


" Baik lah , aku turuti keinginan mu . . ! " kata Hana lemah lalu perlahan mundur . Emosi Sean semakin meledak saat melihat sikap Hana yang terlihat kecewa .


" AAAAAARRRGHH . .KENAPA KAU MEMBUNUH PAPAH KU , APA SALAH NYA SAMPAI KAU MEMISAH KAN DIA DENGAN KAMI . APA SALAH NYA . . . AAARGHH . . !!! " Teriak Sean memukul Robert dengan membabi buta . Lalu jatuh terduduk karena kelelahan , dia menangis tergugu melampiaskan perasaan sedih nya selama ini .


GREEPH


Sean merasakan sebuah pelukan hangat mendarat di belakang , perlahan hati nya mulai tenang . Dia merasa nyaman dengan aroma tubuh yang sangat dia sukai .


" menangis lah , , aku mengerti perasaan mu saat ini . . menangis lah Sean , agar beban di hati mu berkurang . . !! "


Sean memutar badan nya dan menjatuhkan diri ke dalam pelukkan Hana . Dia kembali menangis dengan meraung dan menjerit melampiaskan amarah dan dendam nya yang selama ini dia pendam . Hana ikut menangis saat mendengar jerit kesedihan dari laki-laki yang selama ini terlihat dingin dan kejam itu . Devan dan yang lain nya menahan sesak di dada nya melihat keadaan Sean yang sedang kacau saat ini .


" Hehehe , sungguh ironis , pemimpin mafia menangis dan menjerit seperti seorang gadis. . Sungguh memalukan . . ! " kata Roy yang kini berdiri dengan santai setelah Anton melepas ikatan nya .


" Diam , , atau elo gue sunat sekali lagi . . ! " kata Hana dengan tatapan yang mematikan .Roy mengangkat tangan pertanda menyerah .


" dasar , kakak adik sama saja , sama-sama berbisa. . ! " kata Roy berdiri di dekat Devan .


Setelah merasa Sean sudah tenang , Hana melerai pelukkan nya . Dia terkejut melihat wajah Sean yang tampak sangat kacau , mata membengkak , hidung merah di tambah cairan bening terlihat mengalir pelan . Hana mengusap wajah Sean , lalu mengelap hidung Sean yang meler dengan baju nya.


" Dulu waktu kecil kamu yang mengelap ingus ku , sekarang kita impas , ya . . !! " kata Hana


" fffpphhtt . . . !! " terdengar suara menahan tawa dari arah lain .


" hahahaha. . . !!! " tawa Devan menggelegar


" Nana . . .


" Hahaha . . bercanda . . ayo bangun . . ! " kata Hana menarik tangan Sean .


" Udah mendingan ?? " kata Hana .

__ADS_1


" makasih . . ! " kata Sean terlihat lebih tenang .


" Sean , untuk masalah paman mu ini , aku sarankan sebaiknya kita serahkan saja pada pihak yang berwajib . aku rasa kematian hukuman yang terlalu ringan , mengingat dia yang sudah renta , sebaiknya biarkan dia menghabiskan sisa waktu nya di penjara .? " kata Hana .


" Baiklah , , Dirga bawa dia ke. . . .kau . !! kenapa kau bisa terlepas ..!! " kata Sean menatap horor pada Roy yang kini berdiri di sebelah Devan .


" Sean , tenang dia sebenarnya orang ku . Dia telah menyerahkan diri saat markas mereka sudah kami taklukan . Dia sekarang menjadi bagian dari anggota BLACK DRAGON . . ! " kata Devan .


" Apa . .?? jadi , , jadi . .


" Ya , kau membuat perangkap mu sendiri pak tua . . ! " kata Roy sinis . Saking kan emosi nya Robert tiba-tiba pingsan .


" Begitu ya . oh iya Dirga jangan lupa kembalikan bubu ke markas dan biarkan penyusup tadi menemani bubu bermain . . ! " kata Sean santai .


." Baik bos . .! " kata Dirga langsung beranjak dari tempat nyav.


" Kak Anton , Bukankah Ambar sangat ingin menakhlukkan Leon . ? jadi biarkan Ambar bermain bersama Leon sampai dia puas. . !! " kata Hana meregangkan otot nya .


" Baiklah , nona . ! " kata Anton


" ayo kita pulang , mommy sangat mengkhawatirkan mu. Roy bantu Dirga mengurus orang itu .. ! " kata Devan .


" siap bos . . ! "


" aku capek . . badan ku rasa nya sakit semua . . ! " rengek Hana . serentak Devan dan Sean menurunkan punggung nya untuk menggendong .


" Kakak sudah bekerja sangat keras , Hana naik ke punggung beruang kutub ku aja ya . . ! " kata Hana langsung baik ke punggung Sean . mereka lalu berjalan menuju mobil yang berada di luar .


_______________


" Hanaaa . . . syukurlah kamu kembali , sayang . mommy rasa nya mau mati menunggu kalian lama sekali . . !! " teriak Mommy menepuk Hana erat .


" mommy , Hana bisa kehabisan nafas kalau kayak gini . .! " kata Hana yang merasa sesak akibat pelukan mommy yang terlalu erat.


" maaf , maaf sayang , , mommy terlalu bahagia melihat kamu baik-baik saja . . ayo masuk mommy akan memandikan kamu . . kamu pasti capek kan . . ?! " kata mommy menarik tangan Hana . Hana menuruti kata mommy nya tanpa protes sedikit pun . Dia merasa memiliki kepuasan hati tersendiri saat melihat mommy terlihat begitu bahagia ketika dia memanjakan nya.


" Sudah Dad . . dimana Sam ?? " kata Devan


" Tadi dia pergi keluar , kata nya mau cari sesuatu . . ? " kata Daddy . Devan tak lagi bertanya . Mereka lalu masuk dan duduk di ruang tamu melanjutkan obrolan mereka seputar insiden yang baru saja terjadi .


Dari luar terdengar suara motor , dan tak lama masuklah seorang cowok yang membuat tatapan Sean menajam .


" Sam , elo darimana ? tadi Hana nyariin kamu tuh. . ! " kata Devan sengaja mengompori Sean , dia melirik sekilas Sean yang terlihat tidak suka dengan menahan tawa nya . Sam duduk di sebelah Devan .


" Aku pulang ke apartemen sebentar , gimana udah selesai . . ?? " kata Sam .


" Semua sudah beres . . . ! "


Dari arah tangga terdengar suara langkah terburu-buru . Mereka sama-sama menoleh , tampak mommy berjalan dengan langkah lebar dan kasar , Dia menghampiri Devan dan ,


pletaak


" Aaw , sakit mom . . kok mommy getok Devan sih . . ! " kata Devan mengusap kepala nya .


" Mommy sudah bilang jangan sampai gadis kecil ku terluka , tapi kenapa pergelangan tangan sampai lecet begitu . . Kamu mau mommy pingit sampai hari pernikahan kami , haa . . !!! " kata mommy berkacak pinggang.


" Maafin devan mom , kami agak terlambat karena harus menemukan pengkhianat terlebih dahulu . . ! " kata Devan memelas .


" Mommy , tangan Hana gak apa-apa kok . cuma lecet dikit , nanti setelah di obati juga bakal sembuh Jangan marahi kak Devan ,ya . . ! " kata Hana sambil berlari menuruni tangga .


" sweetie , jangan lari-lari nanti jatuh . .!! " kata Daddy khawatir melihat Hana berlari menuruni tangga .


" Hana udah biasa , dad , , , eeh , ini elo Sam .. ?? " kata Hana tampak bingung .


" Iya ini gue , kenapa pangling ya . . ? gimana kakak mu ini tampan kan . . ?? " kata Sam narsis seraya bangkit dari sofa .


" Gila , ganteng banget elo kalau kayak gini , dapat pinjam dari siapa ? perasaan kak Devan gak pernah punya baju model kayak gini . . ? " kata Hana . wajah Sean yang tadi nya menggelap mendengar pujian Hana , kini terlihat tersenyum lucu saat mendengar kalimat terakhir Hana .

__ADS_1


" Hana , kamu pikir aku gak modal sampai harus pinjam ?? " kata Sam masam .


" Lah emang elo gak modal kan ? kembalian bayar bakso aja elo embat . . ! " kata Hana polos tapi membuat Daddy tertawa terbahak-bahak .


" Hana , kalau ngomong di saring dikit lah , kamu membuat hati ku sedih . . ! kata Sam dengan wajah sendu .


" stop , stop . simpan wajah feminim elo itu , elo tahu ?wajah elo bikin gue pengen kentut . . . ! "


" hahahaha . . . . !! " mereka tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Hana .


Tatapan Hana tertuju pada kalung yang di pakai Sam . Sebuah kalung tali hitam dengan liontin mutiara hitam , sekelebat bayangan masa kecil nya melintas di benak Hana . Perlahan dia lebih mendekat ke arah Sam dan menyentuh kalung itu . Sam tersenyum penuh arti .



" Gue seperti nya pernah melihat kalung ini . . tapi . . " kata Hana ragu .


" Kenapa . .apa kamu tahu sesuatu tentang kalung ini . .? kata Sam dengan mata berbinar . Dia memperhatikan wajah Sam dengan teliti , tatapan nya tertuju pada sebuah titik hitam tepat di depan lubang hidung Sam membuat sebuah ingatan melintas di benak Hana .


" *Sam , kamu jorok banget sih , itu upil mu keluar . . !! "


" Ini bukan upil Hana , tapi ini tahi lalat. . ! jawab seorang anak laki-laki* .


" Dulu waktu kecil aku juga memiliki kalung ini , tapi aku memberikan nya pada seseorang sebagai kenangan saat dia akan pindah ke negara lain , nama nya . . . . Sam , , elo , ,elo . .si Sam ( baca : sem ) pak bolong . . ?? " kata Hana dengan berkaca-kaca . Sam tertawa dan merentangkan tangan nya lebar . Hana langsung memeluk Sam erat , Sam mengangkat tubuh Hana dan mereka berputar sepeti waktu mereka masih kecil dulu . Devan tertawa kecil saat melihat tatapan cemburu Sean melihat tingkah mereka .


" Udah , , udah , kepala ku pusing kak . .! " kata Hana . Sam menurunkan Hana dan menatap nya dengan lekat .


" sudah bertahun-tahun tapi upil mu tak pernah kau buang . .! " kata Hana


" nih kalau mau . . ! " kata Sam mencolek lubang hidung nya sendiri lalu menempelkan nya ke baju Hana .


" iiih .kak Sam jorok banget sih . . ! " kata Hana memukul lengan Sam .


" Sudah , sudah , , ayo duduk . . ! " kata mommy . Sam menarik Hana untuk duduk di dekat nya dan merangkul bahu nya .


" gimana kabar mommy mu , Sam . . ? " kata mommy


" mommy baik-baik saja . .mommy menitip salam untuk mommy dan Daddy di sini . . ! " kata Sam memainkan rambut panjang Hana membuat wajah Sean semakin masam .


" Syukurlah kalau baik-baik saja . . ! " kata mommy tersenyum hangat .


" Oh ya , mom , dad . Aku datang ke sini untuk menagih janji kalian sewaktu kami masih kecil dulu .kalian masih ingat kan ? " kata Sam .


" Apa harus secepat ini . . ? " kata Devan


" Sesuai janji mommy dulu , aku boleh membawa Hana jika aku sudah sukses dan punya rumah sendiri . Aku sekarang sudah memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang pertambangan emas , yah walau masih perusahaan kecil tapi itu murni hasil jerih payah ku sendiri. Dan aku juga sudah membeli sebuah rumah sesuai dengan rumah impian Hana waktu masih kecil dulu . Aku rasa aku sudah cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan Hana . Jadi mommy dan Daddy gak keberatan kan kalau aku membawa Hana . ?? " kaya Sam tersenyum manis hingga menampakkan lesung pipi di kiri nya , sama seperti milik Hana dan Devan . Sean merasa tersentak mendengar ucapan Sam yang terkesan ingin melamar Hana .


"Maaf jika saya lancang , apa maksud Sam berbicara sepeti itu om , Tante . Memang ada hubungan apa Hana dengan Sam . ? kata Sean berdebar


" Sean , sebenar nya Hana dan Sam . . . . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N

__ADS_1


G


__ADS_2