SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 68 Sosok Familiar


__ADS_3

kicau burung bersahutan menjadi melodi indah menyambut pagi yang berkabut . Hana mengeratkan selimut nya meringkuk dalam selimut tebal dengan nyaman . Tapi kenyamanan itu tak berlangsung lama saat selimut tebal nya di sentak dengan keras hingga terlepas dari badan nya .


" Hey , hey , bangun . . ! "


" eeungh ,, ,bentar lagi kak . . ! " rengek Hana dengan suara khas orang bangun tidur .


" sayang nya kakak , ayo bangun , , mau ikut joging gak . . ? " bujuk Devan . Hana menggeliatkan tubuh nya lalu menatap Devan yang sudah rapi dengan celana training dan jaket parasut nya .


" Ayo bangun , kakak tunggu di meja makan , . . ! "


Hana bangun setelah pintu tertutup . Dia menguap beberapa kali lalu masuk ke kamar mandi . Tak lama dia keluar lalu berganti pakaian dengan baju setelan training , menguncir cepol rambut nya lalu memakai jaket besar . Setelah merasa cukup Hana keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan .


" Selamat pagi semua nya . . ! " sapa Hana heboh .


" Selamat pagi Hana


" selamat pagi sweetie . .


" Selamat pagi Nana ku . . ! "


Hana duduk di bangku ujung di sebelah Tara . Dia melihat-lihat menu sarapan , tapi tidak ada yang dia cari .


" sayang mommy udah bangun . Nih sarapan nya . ! " kata mommy yang baru datang dari dapur membawa piring berisi roti bakar sandwich kesukaan Hana .


" Makasih Mom . i love you full . . ! " kata Hana mencium pipi mommy nya . Membuat Daddy melirik cemburu pada mommy .


" I love you too my princess . . ! " balas mommy mencium puncak kepala Hana.


Devan tersenyum melirik Hana . pandangan nya beralih pada Tara yang makan dengan menunduk . Hana makan dengan lahap hingga pipi nya menggembung .


" Emang kamu gak di ajarin cara makan yang baik . . ?!! " tegur Tara pada Hana , membuat Hana menoleh .


" Elo ngomong sama gue . ? " kata Tara santai .


" Kalau bukan sama kamu lalu siapa ?? cuma kamu yang makan dengan cara tidak anggun untuk seorang gadis . . . ! " kata Tara sinis .


" Yang aku ingat aku di ajarin supaya gak ngurusin urusan orang lain , cukup mengurusi diri sendiri dengan baik dan jangan menjatuhkan orang lain demi menyanjung diri sendiri . . . ! " kata Hana sambil terus menggigit roti nya . Devan tertawa sinis saat melihat wajah Tara memerah . Sedangkan Sean menatap Hana dengan lembut , membuat Tara mengepalkan tangan nya. Para orang tua menatap Tara dengan tatapan tidak suka.


Setelah menyelesaikan sarapan nya , Devan dan Hana bersiap akan melakukan joging . Ternyata Sean juga akan pergi joging .


" Kak Sean mau kemana ? " tanya Tara


" Aku mau joging . . ! " kata Sean


" Kak Sean , tunggu sebentar ya , aku mau ikut. . ! " susul Tara langsung berlari menuju kamar yang dia tempati . Tak lama dia kembali dengan baju yang berganti


Devan dan Hana berlari kecil menyusuri jalan yang terlihat cukup ramai . Sambil sesekali Hana berhenti untuk melihat pemandangan di kejauhan yang tertutup oleh kabut . Cuaca yang tadi nya hanya berkabut kini bertambah dingin dengan turun nya hujan rintik . Saat melewati sebuah kedai kopi . .


" Devan , Nana . ayo sini . . ! "


Hana dan Devan sontak menoleh . Melihat Sean melambai pada mereka , akhir nya mereka memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu . Kedai terlihat cukup ramai . Di keramaian itu terlihat juga Tara yang tengah duduk di salah satu meja . Raut wajah nya tampak tidak suka saat melihat Hana duduk di kursi sebelah Sean .


" Udah lama kalian disini ?? " kata Devan .


" Belum lama , baru aja lari bentar udah hujan . . ! " kata Tara berubah lembut pada Devan .


Tak lama Sean datang dengan membawa dia gelas coklat hangat . Dia berjalan sambil tersenyum melihat Hana yang tampak semakin imut dengan pakaian feminim nya .


" Ini buat elo . . ! " kata Sean meletakkan satu coklat panas untuk Devan .

__ADS_1


" Dan ini untuk kesayangan ku . . ! " kata Sean mengangsurkan gelas coklat untuk Hana , tapi tanpa di duga . .


" Makasih . . ! " kata Tara langsung merebut nya dari tangan Sean . Hana yang sudah mengangkat tangan nya untuk menerima coklat panas itu menggantung di udara .


" Kamu apa-apaan sih , itu buat Nana ku . . ! " kata Sean jengkel .


" Oh , aku kira buat aku . . ! " kata Tara tanpa rasa bersalah , dia menyeruput coklat itu lalu menyodorkan nya pada Hana .


" nih ambil . . ! " kata Tara dengan tatapan tajam .


" Tara . .


ucapan Sean terpotong saat Hana menyentuh lengan nya. Hana tersenyum manis pada Sean membuat Sean bingung . Dia mengambil gelas bekas Tara tadi , tapi tiba-tiba tatapan mata nya berbinar melihat ke arah luar .


" Waah, Sean lihat itu , bunga mawar biru . . ! " seru Hana seraya bangkit dari kursi nya , Dia berjalan lewat belakang Sean , tapi saat hampir melewati Tara . .


gedebruk


" aduh . . !! "


byuurr


Hana terjatuh ke lantai , tapi coklat yang dia bawa tadi malah tertumpah ke pangkuan membuat Tara menjerit kaget sekaligus kepanasan .


" Aaaw , , panas, panas . . . hey elo sengaja ya . . ! " teriak Tara pada Hana yang baru saja bangun di bantu Sean . Setelah itu dia menghampiri Tara .


" Kamu gak apa-apa kan . . ? " kata Sean menghampiri Tara .


" gak apa-apa gimana , lihat nih baju pakaian aku basah gara-gara cewek ganjen ini . . ! " kata Tara .


" Elo jangan asal ngomong ya. . Mungkin Sean gak akan nyakitin elo , tapi gue nggak pikir dua kali kalau elo menghina adik gue . . .!! " kaya Devan geram .


Sean melirik Hana , ia terkejut saat melihat telapak tangan Hana tergores dan meneteskan darah .


" hhfft . . ! " Devan menahan tawa nya mendengar ucapan Hana .


" Gak mungkin kak Sean nyenggol kamu , kamu nya aja yang . . .


" Udah , udah . . kamu pulang aja , gak usah la Justin joging nya . . ! " kata Sean .


" Tapi . .


" Tara , nurut ya . . ! " kata Sean lembut membuat Hana merasa sakit . Tara masih mendebat Sean untuk tetap ikut joging , tapi Sean masih membujuk nya .Melihat pemandangan yang menyakitkan itu Hana lalu melangkahkan kaki nya keluar dari kedai .


Melihat raut wajah adik nya berubah sendu , Devan lalu menyusul Hana sebelum memberikan tatapan tajam mematikan pada Sean . Tara melihat itu semua , sekilas dia tersenyum sinis lalu dalam hitungan detik kembali berubah .


Hana berlari dengan santai tanpa menghiraukan tatapan orang yang terkagum dengan nya . Dada nya terasa sesak saat melihat sikap lembut Sean yang selama dia tujukan pada nya , kini teralih pada seorang gadis yang baru dia temui . lari Hana semakin kencang saat bayangan-bayangan menyakitkan berkelebat di pelupuk mata nya .


Di sisi lain , Devan berlari sambil mencari Hana , cuaca yang berkabut membuat pandangan nya sedikit terbatas . Dia terus mencari Hana , tapi tetap tidak ketemu .


" Hana kemana sih . . pake acara ninggalin lagi . kalau aku pulang sendiri bisa jadi daging cincang di tangan mommy . . !! " gerutu Devan dengan terus berlari sambil mencari Hana .


Hana terus berlari dengan membawa emosi nya , Dan tanpa dia sadari , kini dia telah masuk ke tengah kebun teh yang berada di dataran tinggi . Dia menghentikan lari nya yang membuat nafas nya ngos-ngosan . Dia menetralkan nafas nya seraya memperhatikan sekeliling nya . Dia sedikit tersentak saat melihat tempat nya berada sekarang .


" Gue dimana nih , kok sepi banget . . gak sadar gue lari sampai ke sini . . ! " kata Hana mengedarkan pandangan nya ke sekeliling yang tertutup kabut tipis . Tak ada satu pun orang yang terlihat .


Dia duduk di sebuah batu besar untuk menenangkan hati dan pikiran nya . Dia mengambil ponsel nya , untuk menghibur diri nya , dia berfoto dengan berbagai gaya dengan background kabut putih . Setelah puas , dia menyimpan ponsel nya . Perlahan kabut itu semakin menipis dan hingga akhir nya semakin hilang . Hana menatap pemandangan di depan nya yang terlihat indah .


" Njir , ternyata tempat gue sekarang tinggi banget . . ! " kata Hana tertawa pelan .

__ADS_1


Dia kembali mengambil ponsel nya lalu berfoto lagi dengan background yang berbeda sekarang . Tapi saat sedang asyik berfoto , samar-samar dia mendengar suara ribut dari kejauhan .


"cepat kejar dia , . dia tidak akan pergi jauh , dia sudah terluka . ikuti jejak darah nya . . ! "


Pendengaran Hana yang tajam bisa mendengar suara itu . Dia menyimpan ponsel nya lalu memperhatikan sekeliling nya dan semakin menajamkan pendengaran nya . Dari jarak beberapa puluh meter ke atas dari posisi nya , Hana bisa melihat beberapa orang berpakaian hitam tengah mengejar seorang pria berjaket putih dengan corak merah . Ternyata pria itu berlari ke arah Hana , Hana melihat pria berjaket putih tadi seperti terjatuh . Tapi dia terkejut saat melihat ternyata pria itu jatuh berggelindingan dan berhenti tepat di depan nya . Keadaan pria itu terlihat mengenaskan . Hana memiringkan sedikit kepala nya saat mencium bau anyir darah dari pria itu . Ternyata jaket putih bercorak merah itu ternoda oleh darah nya . Bahkan akibat dia terjatuh dari , wajah nya juga tergores . pria itu berusaha bangkit , Saat mereka bertatap muka , Hana terkejut saat melihat wajah pria itu tampak familiar , bahkan mata biru itu terlihat tak asing .


" ITU DIA CEPAT KEJAR JANGAN SAMPAI KEHILANGAN JEJAK LAGI . . !!! "


Mendengar suara teriak itu , pria itu berniat hendak berlari .Tapi dia kembali terjatuh saat merasakan pergelangan kaki nya sakit .


" Aaakh . . sial ,,kaki ku terkilir . . hey nona cepat pergi dari sini , jangan sampai kau tertangkap oleh orang-orang jahat itu . Walau kau tak bisa menolong ku setidak nya jangan merepotkan ku . ! " kata nya memperingatkan Hana yang terbengong . Hana tersadar dari lamunan nya , melihat orang-orang itu semakin dekat , Hana tidak ingin terlibat dengan urusan mereka . Dia pun melangkahkan kaki nya cepat meninggalkan pria berjaket putih tadi .


Tak lama orang-orang berpakaian hitam itu datang di tempat pria berjaket putih tadi . Mereka menyeringai saat melihat mangsa nya tak berdaya .


" Hehehe , kau tidak akan bisa lolos lagi dari kami . Sebaik nya kau menuruti kami dan bertemu dengan bos kami . . ! " kata salah satu pria berbaju hitam yang seperti nya pemimpin mereka .


" Katakan pada bos kalian , jika ingin membawa ku pergi ,datang lah sendiri dan jangan mengirim tikus got seperti kalian . ! " kata nya tertawa sinis .


" Sialan . . sudah hampir mati masih saja sombong . kalau bukan bos Menginginkan kamu hidup-hidup , sudah ku mutilasi kamu di sini . . Sudah bawa dia ke markas . . ! "


Anak buah di belakang nya datang menghampiri pria tadi . Tapi belum sempat mereka menyentuh pakaian pria berjaket putih tadi , salah satu anak buah nya berteriak kesakitan saat mendapatkan sebuah pukulan di perut nya . Melihat anak buah nya mundur , pemimpin mereka menjadi geram .


" Kepung dia dan tangkap segera , aku ingin cepat kembali ke villa . Aku sudah tidak sabar mendapat bonus seorang gadis dari bos . Apa kalian tidak menginginkan hadiah kalian ?? . hahahah . . ! "


Mendengar ucapan pemimpin mereka , mereka langsung bersemangat dan mengepung mangsa mereka . Pria berjaket itu masih memberikan perlawanan sebisa nya , beberapa orang itu terjatuh setelah mendapat pukulan dari nya , tapi semakin lama tenaga nya semakin berkurang hingga gerakan nya menjadi sangat terbatas .


" Cepat serang dia bersamaan ,tenaga nya sudah habis . . ! "


Dengan kekuatan penuh empat pria berbaju hitam mengarahkan pukulan mereka ke pria berjaket putih .


" HIYAAA . . !! "


Serangan datang bertubi-tubi , membuat dia kewalahan menahan nya . Saat tenaga nya benar-benar akan habis , dia mengumpulkan sisa tenaga nya , dan . . .


*BUUGGKH


BRAAKH


BRUUKH


BUUGKH


BRAAAKH* .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2