SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 134 Apa jangan-jangan


__ADS_3

" Hana . . . " suara Sean tercekat melihat rekaman yang berdurasi beberapa menit yang menampakan seorang gadis dengan gaya pakaian yang tampak tomboy tengah menikmati jajanan batagor dengan segelas es Boba .


" Salah satu anak buah kita yang bertugas menyelidiki kejadian hilang nya nona di aliran sungai , mendapatkan informasi jika ada seorang pemuda yang melihat sepasang suami istri yang membawa seorang gadis ke puskesmas beberapa bulan yang lalu . Gadis itu dalam ke adaan pingsan , dia juga mendengar jika bidan itu menganjurkan agar gadis itu di bawa ke rumah sakit karena luka nya yang cukup parah . Malam itu juga mereka langsung membawa gadis itu rumah sakit , dan pemuda itu mengatakan jika mereka tinggal di kota M . Maka dari itu anak buah kita fokus mencari nona Hana di kota M . Dan saat mereka tengah beristirahat di sebuah kedai . Mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang gadis yang berwajah sama persis dengan nona Hana . Melihat gadis itu pergi , diam-diam mereka mengikuti nya dan mereka melihat jika dia menuju sebuah rumah mewah . Dan setelah mereka selidiki , pemilik rumah itu bernama Faisal Hutama dan istri nya bernama Nadira Soraya . Sedangkan gadis itu sendiri mereka memanggil nya Adhara . . " jelas Dirga .


" Perintahkan anak buah kita untuk terus memantau gadis ini . " kata Sean dengan penuh semangat . Entah kenapa ketika dia melihat gadis di rekaman itu , dia merasa seolah telah menemukan sesuatu milik nya selama ini hilang .


" Saya sudah memeri tahkan mereka untuk terus memata-matai nya . . " kata Dirga .


" Faisal Hutama . . ? seperti nya aku pernah dengar nama ini . ? " gumam Sean


" Faisal Hutama , dia adalah pemilik perusahaan FH grup yang bergerak di bidan perkebunan teh . Perusahaan FH grup tidak terlalu terkenal tapi cukup bersaing dalam dunia bisnis . . ' kata Dirga .


" hmm . Dirga kau handle pekerjaan , aku ingin menemui Devan . . " kata Sean langsung meraih ponsel serta kunci mobil nya lalu pergi meninggalkan Dirga yang masih diam mematung .


" Sialan , main tinggal aja . Elo yang punya perusahaan woy , . ! " kata Dirga kesal .


ceklek


" Ngomong apa elo barusan . ? oh ya , gue baru ingat kalau markas di pulau kematian masih membutuhkan seorang pekerja untuk merawat seekor piton yang baru di tangkap . Seperti nya elo . . .


" Saya akan kerjakan sekarang . Sebaik nya anda segera menemui pak Devan untuk memberi kabar baru ini . . " kata Dirga berubah kembali formal seraya mendorong Sean keluar dari pintu dan langsung mengunci nya .


" Huu , selamat . . " kata Dirga mengelus dada nya . Sementara di balik pintu , Sean terlihat geram dengan tingkah Dirga .


" Dirga sialan , berani-beraninya elo ngusir gue dari ruang kerja gue . Awas elo , gue akan suruh elo untuk mandiin si bubu . . " kata Sean menggerutu lalu melangkahkan kaki nya .


_______________


Sean dan Devan kini duduk di ruang VIP di sebuah kafe karena Sean meminta Devan bertemu . Dengan bersemangat Sean menceritakan hasil penyelidikan anak buah nya yang baru saja di dapat . Niat hati ingin memberi sedikit kejutan pada calon kakak ipar nya , dia malah di buat terkejut oleh tanggapan Devan yang memberitahu kalau dia sudah mengetahui tentang gadis itu .


" Jadi elo udah tahu tentang gadis yang bernama Adhara .? " kata Sean


" Ya , Adhara anak angkat Faisal Hutama . Dan kebetulan kita sudah menjalin kerja sama . Dirga sudah mengurusnya , dan dua hari lagi keluarga Hutama akan datang ke rumah sebagai persyaratan kerjasama kami . . " kata Devan dengan wajah yang ceria .


" Dev , melihat raut wajah mu , sepertinya kau sangat yakin jika gadis bernama Adhara ini adalah Hana . ?! " kata Sean .

__ADS_1


" Kita lihat saja nanti . . " kata Devan tersenyum misterius .


* *


Sementara itu , Adhara mengernyitkan alis nya setelah mendengar Faisal menceritakan perihal persyaratan kerja sama itu .


" Kenapa mereka meminta kita untuk datang ke rumah mereka ? Bukan kah itu sedikit aneh .? " kata Nadira yang sudah agak baikan .


" Aku juga heran . Tapi pak Dirga mengatakan jika ingin mengambil surat kontrak kerja sama , kita semua harus datang ke rumah keluarga Winata . . . yang aku dengar , keluarga Winata itu sangat tertutup pada orang asing . Tapi entah kenapa mereka secara tiba-tiba mengundang kita ke rumah nya .. " kata Faisal .


" Mungkin ada sesuatu yang ingin mereka ketahui dari keluarga kita secara langsung . ? " kata Adhara yang tengah memijit kaki Nadira . Sontak pasutri itu menoleh pada anak angkat nya lalu kemudian saling pandang .


" Apa jangan-jangan mereka ingin mengetahui tentang Adhara .? atau mungkin mereka mengetahui sesuatu tentang Adhara .? " lirih Nadira terlihat takut .


" Bisa jadi . ." kata Faisal menatap lekat sang putri .


DEG


Seketika tubuh Faisal menegang kala mengingat sesuatu yang baru dia sadari .


Lamunan Faisal buyar kala sebuah tepukan mendarat di lengan nya .


" Ayah kenapa . ? kok tiba-tiba melamun . ? " kata Adhara .


" Tidak apa-apa . Dhara , menurut kamu gimana tentang persyaratan ini . ? " kata Faisal .


" Tidak ada salah nya kita coba , ayah . Ini juga demi kepentingan perusahaan ayah . " kata Adhara .


" Apa tidak apa-apa . ? maksud bunda bagaimana jika mereka berniat jahat ? " kata Nadira khawatir . Adhara tampak tersenyum tenang .


" Dhara merasa jika mereka tidak memiliki niat buruk pada kita . Coba ayah ingat , apa ayah pernah menyinggung salah satu dari mereka . ? " kata Adhara .


" Tidak , ayah merasa tidak pernah menyinggung mereka . Secara , ayah juga baru kali ini bertemu dengan salah satu orang penting di perusahaan Winata grup . " kata Faisal .


" Terus lebih besar mana perusahaan ayah sama perusahaan Winata grup itu . ? " kata Adhara

__ADS_1


" Ya pasti perusahaan Winata grup lah , sayang . maka nya ayah mengajukan kerja sama pada perusahaan mereka . " kata Faisal . Adhara mengangguk paham secara mengerucutkan bibir nya .


" Berarti mereka tidak memiliki niat buruk pada kita . Maka dari itu , Dhara rasa kita bisa memenuhi persyaratan itu . " kata Adhara .


" Apa jangan-jangan mereka ingin melihat Adhara dan ingin menjodohkan Dhara sama anak mereka . ? " kata Nadira .


" Masa sih . ? pak Devan kan udah punya istri , nama Bella , . .


slash


" Hay , nama ku Isabella . Kamu bisa panggil aku Bella . . . Bella . . Bella . .


Adhara tampak mengernyitkan alis nya saat sebuah ingatan buram itu kembali muncul . Suara yang menyebut nama " Bella " terngiang di benak Adhara .


slash


Bayangan buram berputar menayangkan dimana seorang gadis yang tampak memberikan ucapan selamat pada sepasang pengantin .


" Selamat ya Kak Devan , Bella . . .


" Aaaakh . . !! " Adhara menekan kepala nya saat merasakan sakit di kepala nya kala ingatan demi ingatan buram masuk silih berganti .


" Dhara , ada apa sayang . ? " kata Nadira cemas melihat wajah Adhara yang tampak pucat .


" Dhara , jangan di paksa kan nak . . ! " kata Faisal ikut panik .


slash


Bayangan buram berganti , dimana seorang wanita hamil yang terlihat ketakutan tengah di sandera oleh seorang laki-laki . Tiba-tiba seorang gadis melempar sebuah kalung berliontin naga hitam yang melilit sebuah pedang pada laki-laki itu , setelah menangkap kalung itu , laki-laki itu mendorong wanita hamil itu hingga hampir terjatuh . Tapi untung nya seorang laki-laki menarik wanita hamil itu dan selamat . Tiba-tiba gadis itu terlihat marah dan merebut kalung itu dari tangan laki-laki itu dan mendorong nya keluar jendela yang sudah terbuka setelah sempat melempar kalung itu ke lantai . Dalam masa melayang nya tubuh gadis itu meluncur ke bawah , Gadis itu tersenyum pada wanita hamil yang mengulurkan tangan nya hendak menarik tangan nya .


" Tidaaaaaaaak , , Hanaaaaaaaaaaaaa. . . !!!


" Tidaaaaaaaakk . . . !!! " jerit Adhara kencang dan . . .


BRUUKH

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2