SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 143 Sean dan Adhara


__ADS_3

Suara dentingan sendok dan piring yang beradu menghiasai waktu sarapan di ruang makan keluarga Winata . Di tambah celotehan Thalita yang tidak jelas menambah suasana hangat keluarga itu .


" bhobobhobho . . . ! "


" Iya sayang , bentar lagi mamah selesai ya . . " kata Bella .


" Bhobobhobho . . ! "


Tampak Bella mempercepat suapan nya , setelah suapan terakhir di telan Bella menenggak air putih hingga tandas . Lalu dia bangkit dan menggendong Thalita yang sudah berbinar seraya merentangkan tangan ketika Bella menghampiri nya .


" Sayang , hari ini mommy mau arisan sama teman-teman mommy . kamu mau ikut ? " kata mommy menyeka bibir nya yang sedikit berminyak .


" Gak deh mom . Kalo emak-emak arisan , rempong banget urusan nya . . " kata Adhara yang juga sudah selesai . Daddy dan Devan terkekeh mendengar ucapan Adhara , sedangkan mommy hanya tersenyum geli .


" Kamu bener , dek . Kakak setuju . . " kata Devan menyuap nasi goreng nya .


" Terus kamu hari ini mau kemana , sweetie . ? " kata Daddy .


" Belum tahu , dad . Paling main sama Thata . . " kata Adhara menoleh Thalita yang duduk di pangkuan Bella yang sudah duduk kembali di sebelah nya . Adhara mencubit gemas pipi Thalita yang montok .


" oh ya , dek . Gimana kalau nanti kakak minta Sean buat ngajak kamu main keluar ? " usul Devan . Adhara menoleh Devan , alis nya mengernyit antara bingung dan gak suka .


" Mommy setuju . Daripada kamu suntuk di rumah mending main keluar aja bareng Sean . . " kata mommy . Adhara yang baru saja ingin menolak usulan Devan mengatupkan kembali mulut nya yang sedikit terbuka .


" Baiklah kalau begitu , kakak akan hubungi Sean . " kata Devan bangkit dari kursi nya .


" Mommy juga akan siap-siap . Kamu siap-siap gih . " kata mommy mengusap puncak kepala Adhara seraya berdiri .


" Daddy juga mau berangkat . Mommy mau berangkat bareng Daddy ? " tawar Daddy .


" Iya dad . " kata mommy . Pasangan paruh baya itu pun beranjak bersama-sama .


Melihat semua nya sudah pergi , Adhara menoleh Bella yang masih duduk di sebelah .


" Udah , sana siap-siap . . " kata Bella tersenyum penuh arti .


" Kok bisa-bisanya kak Devan nyuruh aku main sama si cowok kulkas itu . .? Lihat muka nya datar banget kayak keramik aja bikin aku risih . Apalagi main sama dia ? makin bete deh . " kata Adhara cemberut . Bella terkekeh mendengar celotehan Adhara .


" Udah , sana cepat kamu siap-siap ." kata Bella . Adhara menghabiskan nafas nya kasar lalu bangkit seraya kembali mengunyel pipi Thalita .


" Semoga rencana ini membuahkan hasil . . "" gumam Bella melihat langkah Adhara yang semakin menjauh .


Ya , ini hanyalah rencana mereka yang ingin kembali mendekatkan Sean dan Hana . Yang mereka tahu , Hana lebih sering menghabiskan waktu nya bersama Sean , entah itu mengurus Golden Mall , ngetrek di sirquit atau hanya main bersama . Bella pun menggendong Thalita dan beranjak dari tempat nya .


skip


" Hana , kamu bisa dah siap ? Sean udah nunggu di depan . . " kata Bella saat melihat Adhara menuruni tangga .


Di ruang tamu , Bella tampak menemani Thalita yang asyik bermain dengan mainan nya di karpet bulu . Sedangkan Anis juga duduk di dekat Thalita . Adhara menghampiri Thalita dan menciumnya dengan bertubi-tubi . Bukan nya risih Thalita malah tertawa membuat pipi nya bergerak lucu .


Tin tin

__ADS_1


Adhara menoleh ke pintu kala mendengar suara klakson dari luar .


" Tuh udah di panggil . sana berangkat . . " kata Bella .


Sekali lagi Adhara menghela nafas panjang . Terlihat jelas raut keberatan di wajah nya . Dia sangat ingin menolak saran Devan tadi pagi , tapi entah kenapa mulut nya seakan terkunci saat ingin melontarkan penolakan nya , dan hati nya terasa menghangat ketika mendengar nama Sean di sebut di depan nya . Adhara bangkit dan berjalan perlahan menuju pintu .


Ketika keluar , tampak seorang cowok tengah duduk di motor sport merah dengan helm full face . Adhara berjalan ke arah cowok itu sambil celingukan mencari sesuatu .


" Non Hana nyari apa ? " kata seorang satpam yang tengah membawa baki berisi empat gelas kopi .


" Motor buat Hana mana , pak . kok belum di keluarin ? " kata Adhara .


" Oh , maaf , non . Motor di garasi di pake semua sama tuan muda , dan tuan besar sama nyonya . " kata satpam


" Mereka pake motor ? biasa nya kan pake mobil ? " kata Adhara


" Kan semua mobil lagi di bengkel . Hari ini jadwal perawatan mobil , non ." kata satpam .


" Oh . . " kata Adhara sedikit cemberut . Dia menoleh Sean yang tengah menatap nya .


" Naik . " kata Sean singkat meletakkan helm di jok belakang .


" CK , dasar cowok kulkas 8 pintu . " gumam Adhara seraya berjalan mendekati motor Sean . Tanpa ada yang tahu , sebuah senyum tipis terlukis di balik helm full face itu . Setelah memakai helm Adhara langsung naik ke jok belakang , tangan bertumpu pada lutut nya karena enggan berpegangan pada Sean .


Tanpa berkata , Sean langsung menarik gas motor . Adhara yang tak perpegangan hampir saja terjengkal ke belakang , untung nya dia masih sempat menarik jaket Sean hingga dia tidak terjatuh .


bug


" Siapa suruh gak pegangan . " ketus Sean .


" Oooh , jadi elo nyuruh gue pegangan. Ogah , bisa-bisa gue ikutan beku kayak muka elo . . aaaaaaaakh .. sialan elo Seaaaaan . . . !!!!! " teriak Adhara repleks memeluk pinggang Sean saat Sean tanpa aba-aba menarik gas motor hingga motor yang mereka kendarai meluncur seperti anak panah .


" Hehehe , , semoga ingatan tuan putri kita cepat pulih ya . . " kata salah satu satpam yang ikut menyaksikan tingkah laku Sean dan Adhara .


" Amin . " timpal yang lain nya .


* * * * *


sreeth


Motor sport merah berhenti di sebuah parkiran . Dengan cepat gadis yang duduk di belakang turun dengan kasar seraya melepas helm nya dengan kasar pula .


" Elo kalau mau celaka , celaka aja sendiri gak usah ngajak gue . . nih helm nya . . ! " omel Adhara dengan wajah galak seraya menyodorkan helm pada Sean lalu berjalan menjauh . Sean melepas helm nya lalu menatap Adhara yang berjalan menjauh dengan sesekali menoleh ke arah Sean dengan tatapan tajam .


" Walau aku belum yakin kalau kau adalah Nana . Tapi sikap mu seperti ini sedikit membuat rasa rindu ku pada Nana ku terobati . Tatapan tajam itu , wajah cemberut itu . .hhhuffh . . semoga saja rencana ini membuahkan hasil agar semua nya terbongkar . " lirih Sean seraya menatap Adhara yang semakin menjauh . Dia turun dari motor lalu menyimpan helm di motor nya lalu berjalan menyusul Adhara . * *


" Dasar cowok mesum . Sengaja bawa motor ngebut-ngebut biar gue pegangan . Awas aja , gue bakal balas elo Sean . . " gerutu Adhara seraya berjalan , seketika langkah nya terhenti saat mendengar deburan ombak di tepi pantai di depan nya dengan pasir putih yang berkilau tertimpa sinar matahari .


" Waaaaw . . pantai " kata Adhara dengan mata berbinar . Jejeran kedai serta jajanan gerobak tampak rapi di sekitar pantai .


" Suka .? "

__ADS_1


Adhara langsung menoleh pada suara yang berada di sebelah nya . Raut wajah yang tadi nya terlihat marah kini seketika berubah menjadi kalem .


" Suka . . Boleh aku main ke sana ? " tunjuk Adhara ke tepi pantai dengan puppy eyes nya . Sean yang melihat pemandangan itu seketika membeku , dia menatap Adhara lekat dengan perasaan rindu yang membuncah .


" Boleh , . " kata Sean dengan tatapan lembut .


" yeeeyh. . . !! " sorak Adhara dan langsung hendak berlari .


" Tunggu. . ! " seru Sean hingga langkah Adhara terhenti .


" kenapa ? " kata Adhara


" Apa kau tidak ingin melepas sepatu mu ? Bukan kah kau sering bilang kalau main di pantai tidak akan seru kalau tidak menginjak pasir nya seraya langsung ? " kata Sean .


" Oh ya ? Apa aku sering main ke pantai ? " kata Adhara dengan wajah bingung .


" Ya , bahkan kau sangat suka ke pantai . . Coba kau lepas sepatu mu dan injak pasir nya dengan lembut . " kata Sean menghampiri Adhara . Adhara menatap sepatu kets nya , lalu dia melepas sepatu nya dan menapakkan kaki nya ke pasir .


slahs


Di tepi pantai , tampak seorang gadis tengah menangis di depan dua orang laki-laki dan perempuan yang seperti nya sepasang kekasih .


" Hiks hiks hiks . . apa salah ku sampai kalian mengkhianati aku seperti ini ? "


slash


" Kenapa kau menangis ? katakan siapa yang membuat mu menangis ? " kata seorang cowok yang berwajah sama persis dengan Sean .


" Hiks hiks .mereka mengkhianati ku , Sean . Sakit , rasa nya sakit . . hiks hiks . . ! "


" Hosh , hosh , hosh . . . !! " tiba-tiba saja nafas Adhara tersengal ketika sebuah bayangan masuk ke memori nya ketika telapak kaki nya menyentuh pasir .


" Nana , , ada apa . ? " kata Sean dengan raut wajah khawatir seraya menahan tubuh Adhara yang limbung . Bukan nya menjawab , Adhara malah menatap Sean lekat .


" Ada apa ? Apa kau mengingat sesuatu ? " kata Sean penuh harap .


" Aku , , aku , , . Sean , apa kita pernah bertemu sebelum nya ? " kata Adhara masih menatap lekat wajah Sean .


" Katakan ingatan apa yang muncul barusan . " kata Sean penuh harap .


" Tadi , aku mengingat , aku menangis di depan sepasang kekasih dengan menanyakan alasan mereka mengkhianati ku . Lalu aku bertemu dengan mu , dan kau menanyakan siapa yang mengkhianati ku dengan . . . . sambil memeluk ku yang masih menangis . . " kata Adhara dengan ragu saat mengatakan kalimat terakhir nya . Namun dia di buat kaget saat tiba-tiba Sean menarik tubuh nya ke dalam pelukan nya . Entah kenapa , bukan nya marah Adhara malah merasa nyaman dan aman di dalam pelukan cowok yang baru beberapa kali dia temui . Dan tanpa sadar dia memejamkan mata nya dan membalas pelukan Sean .


" Apa yang kau rasakan sekarang , Nana . ? " kata Sean .


" Nyaman , dan hangat . . " kata Adhara mendongakkan wajah nya menatap wajah Sean .


" Tapi aku masih kesal sama kamu . Huuh. . ! " kata Adhara tiba-tiba mendorong tubuh Sean menjauh dan mendengus seraya pergi meninggalkan Sean yang melongo . Namun tiba-tiba , seulas senyum terlukis di bibir Sean . Dia melihat sepatu Adhara yang sudah tergeletak di pasir . Dia menggeleng seraya memungut sepatu Adhara dan menyusul nya yang tampak sudah asyik bermain kejaran dengan ombak .


Dari jarak yang tak terlalu jauh , Sean bersedekap seraya memperhatikan tingkah Adhara yang terlihat begitu ceria . Bermain kejaran dengan ombak , menggali pasir mencari kerang dan menulis di pasir basah yang akhirnya hilang oleh sapuan air . Sean hanya tersenyum simpul melihat keceriaan yang biasa Nana nya tunjukkan . Hati nya yang telah tertutup rapat , kini terbuka sedikit celah dari senyum nya .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2