
Nadira dengan antusias menarik tangan Adhara ke sebuah toko baju di sebuah mall . Tatapan Nadira berbinar saat melihat pakaian remaja dengan berbagai model . Faisal yang ikut menemani istri dan anak angkat nya hanya tersenyum melihat kehebohan sang istri .
" Sayang , coba lihat dress ini ? kamu pasti cocok memakai nya . " kata Nadira menunjuk sebuah dress selutut berwarna pink . Adhara sedikit mengernyitkan alis nya melihat dress berwarna pink itu . Nadira kembali memilih baju untuk Adhara . Adhara terlihat mengernyitkan alis nya saat melihat pakaian yang di pilih kan Nadira terlihat mencolok dan berwarna terang . Entah kenapa dia merasa tidak menyukai model dan warna pilihan Nadira yang terlihat terlalu feminim . Ekspresi Adhara tak luput dari perhatian Faisal .
" Nad , kau sangat antusias sampai melupakan kalau yang memakai nya adalah Adhara . Sebaiknya biar kan Adhara memilih sendiri pakaian nya sesuai keinginan nya . . " kata Faisal lembut . Nadira menatap Adhara yang terlihat tersenyum tipis .
" hehehe , maaf bunda terlalu bersemangat sampai tidak memikirkan keinginan mu , sayang . ." kata Nadira tersipu .
" gak apa-apa kok bunda . itu arti nya bunda perhatian sama Dhara . " kata Adhara tersenyum .
" kamu sangat mengerti bunda . Baiklah , kalau begitu kamu bisa pilih baju sama kebutuhan lain nya sesuai keinginan kamu . Dan bunda mau cari perlengkapan buat ayah , ya . Nanti kamu langsung bawa aja ke kasir , ya . . " kata Nadira mengembalikan pakaian yang dia ambil tadi .
" Baik bunda . . " kata Adhara .
" ingat , jangan sungkan untuk memilih apapun yang kamu suka . karena kamu sekarang adalah anak ayah dan bunda jadi kamu sekarang adalah tanggungjawab kami . Jadi minta lah apapun yang kamu butuhkan . ok . ?! " kata Faisal .
" Ok , ayah . " kata Adhara 👌. Faisal tertawa kecil dan mengusap puncak kepala Adhara . Kembali , sebuah bayangan buram melintas cepat di memori Adhara , dimana ada seorang cowok tengah mengusap puncak kepala seorang gadis . Adhara tersentak , membuat Nadira dan Faisal kaget melihat ekspresi Adhara yang terpaku .
" Sayang , ada apa ? " kata Nadira menyentuh tangan Adhara .
" Gak apa-apa kok , Bun . kalau begitu Dhara mau lihat-lihat dulu . ." kata Adhara langsung beranjak dari tempat nya .
" Adhara kenapa ya ? " kata Nadira .
" mungkin dia mengingat sesuatu . . " kata Faisal . mereka pun lalu beranjak dari tempat mereka .
s
k
i
p
Nadira sedikit mengernyit saat melihat pakaian yang di pilih oleh Adhara . Dari tumpukkan barang yang di bawa Adhara ke meja kasir , hampir semua pakaian yang dia pilih adalah celana dan baju kaos oblong . Begitu juga tas yang di bawa Adhara , Adhara memilih tas ransel berwarna hitam serta sepasang sepatu kets .
" Sayang , ini semua milik kamu ? " kata Nadira
" iya Bun . Rasa nya Adhara lebih nyaman memakai celana dan kaos oblong daripada dress . gak apa-apa kan ? " kata Adhara .
" Gak apa-apa kok sayang . yang penting kamu nyaman memakai nya . " kata Faisal .
"makasih ayah . . " kata Adhara tersenyum cerah . Nadira mengedipkan mata nya beberapa kali seperti tak mempercayai penglihatan nya barusan . Selama beberapa Minggu tinggal bersama Adhara , baru kali ini dia benar-benar melihat Adhara tersenyum . Dia kini menyadari satu hal , anak angkat nya ini tidak mau terlalu di atur .
__ADS_1
" Dhara , gimana kalau bunda pilihin beberapa dress , siapa tahu nanti kamu membutuhkan nya . ? " saran Nadira .
" Boleh bunda . Adhara juga gak terlalu yakin bisa memilih dress yang cocok buat Dhara . " kata Adhara .
" Kalau begitu ayo kita lihat-lihat . " kata Nadira menggandeng tangan Adhara . Faisal tersenyum seraya geleng-geleng kepala melihat kedua makhluk berjenis kelamin perempuan di depan nya .
" lihat , yang ini bagus . .
" dress ini pasti cocok sama kamu . .
" Waaah , , lihat tas ini cantik banget . .
" sayang , kamu cobain deh high heels ini . .
" Dhara , kamu suka lipstik apa lipbalm ? terus suka warna yang gimana ? . . .
Faisal memijit pelipisnya yang terasa berdenyut melihat celotehan sang istri . Adhara pun menjawab semua pertanyaan bunda nya dengan apa yang dia suka . Dan setelah berkeliling cukup lama akhirnya mereka kembali ke meja kasir dengan barang yang menumpuk .
" eeh , bunda . Ini gak kebanyakan belanja buat Dhara . ? " kata Adhara terlihat kaget .
" Ya gak donk . semua ini kan kebutuhan kamu . . mas tolong di antar ke parkiran ya . " kata Nadira setelah membayar belanjaan nya .
" Baik , Bu . " kata pekerja di toko itu . 5 orang pekerja laki-laki membawa tumpukkan paperbag hingga memenuhi kedua tangan mereka . Beberapa pengunjung tercengang melihat belanjaan mereka . Adhara menghela nafas dan menggeleng pelan melihat ekspresi Nadira yang tampak puas . sedangkan Fasial hanya tersenyum .
" ok , ayo kita pulang . bunda sudah menelpon bibi untuk memasak makan siang . " kata Nadira menarik tangan Adhara dan pergi meninggalkan Faisal , Faisal kembali menggelengkan kepala nya seraya tersenyum melihat tingkah istri nya .
" Sayang . . " panggil Faisal . Nadira dan Adhara menoleh ,sontak mereka berpose saat melihat ponsel Faisal terarah pada mereka . Faisal tertawa pelan melihat kekompakan mereka .
" Ayah sini . . " kata Adhara melambaikan tangan nya . Faisal mendekati mereka , Dhara mencolek seorang pemuda yang juga tengah menonton aksi badut itu dan meminta tolong untuk mengambil foto mereka bertiga .
" makasih . " kata Adhara setelah mengambil kembali ponsel Faisal .
" Oh iya hampir lupa . kita kan belum beliin Dhara handphone . . " kata Faisal .
" Astaga , untung aja ingat nya masih di mall . ayo kita ke konter . " kata Nadira kembali menarik tangan Dhara .
" bunda , tunggu . masa ayah di tinggal terus sih . . " omel Adhara membuat Nadira terkekeh malu karena baru menyadari sikap nya . Adhara lalu menarik tangan Faisal lalu mereka berjalan dengan Adhara di tengah .
S
K
I
__ADS_1
P
" hhhffp , , akhirnya sampai juga ke rumah . " kata Adhara menghempaskan bokong nya ke sofa .
" Capek ya . ? " kata Nadira ikut duduk di sofa di ruang tamu .
" Lumayan . . ! " kata Adhara . perhatian mereka beralih pada ART yang tengah membawa banyak paperbag .
" nyonya ini mau di taruh dimana . ? " kata bi Rumi .
" Semua nya langsung bawa aja di kamar Dhara . Dan yang dibawa sama Lastri bawa ke kamar saya , ya . " kata Nadira .
" baik nyonya . "
Mereka bertiga langsung menaiki tangga menuju lantai 2 . Adhara kembali melihat sebuah ketidaksukaan dari tatapan Rina .
" Bun , Rina itu udah berapa lama kerja disini ? " kata Adhara .
" hmm , mungkin baru sekitar 3 bulan . kenapa , sayang ? " kata Nadira
" gak apa-apa Bun , cuma nanya aja . kalau begitu Dhara ke kamar dulu ya . . ! "
"iya , sayang . . " kata Nadira tersenyum . Adhara menaiki tangga dengan bersenandung kecil . Dia melihat pintu kamar nya sedikit terbuka , dia mendorong nya pelan . Dia memiringkan kepala nya saat melihat Rina yang tengah mencoba salah satu dress milik nya .
" ngapain kamu ? " kata Adhara dingin . Rina sontak menoleh .
" lagi cobain dress lah . punya mata gak sih . . ??!! " bukan nya merasa bersalah dia malah asyik memutar badan nya seraya melihat pantulan dirinya di kaca .
" lepasin dress itu . . ! " kata Adhara
" Gak usah sok jadi majikan deh . elo itu cuma anak angkat disini . . . hmmm , sepertinya dress ini lebih cocok sama gue . . " kata Rina .
" Tapi sayang nya itu punya gue . . " kata Adhara
" ciih , belagu . . ! " kata Rina melepas dress itu lalu melemparnya asal ke ranjang . dia melangkah melewati Adhara dengan tatapan tajam .
" gue peringatan sekali lagi , elo cuma anak angkat disini . . jadi . .
" Jadi apa . ? " potong Adhara dengan tatapan tak kalah tajam . nyali Rina tiba-tiba ciut , tapi demi harga diri nya dia masih memasang wajah garang .
" jadi jangan pernah sok jadi majikan . . .
kreek
__ADS_1
" aaaaakhh . . . !!!! "
BERSAMBUNG