SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 122 Belanja


__ADS_3

Nadira dengan antusias menarik tangan Adhara ke sebuah toko baju di sebuah mall . Tatapan Nadira berbinar saat melihat pakaian remaja dengan berbagai model . Faisal yang ikut menemani istri dan anak angkat nya hanya tersenyum melihat kehebohan sang istri .


" Sayang , coba lihat dress ini ? kamu pasti cocok memakai nya . " kata Nadira menunjuk sebuah dress selutut berwarna pink . Adhara sedikit mengernyitkan alis nya melihat dress berwarna pink itu . Nadira kembali memilih baju untuk Adhara . Adhara terlihat mengernyitkan alis nya saat melihat pakaian yang di pilih kan Nadira terlihat mencolok dan berwarna terang . Entah kenapa dia merasa tidak menyukai model dan warna pilihan Nadira yang terlihat terlalu feminim . Ekspresi Adhara tak luput dari perhatian Faisal .


" Nad , kau sangat antusias sampai melupakan kalau yang memakai nya adalah Adhara . Sebaiknya biar kan Adhara memilih sendiri pakaian nya sesuai keinginan nya . . " kata Faisal lembut . Nadira menatap Adhara yang terlihat tersenyum tipis .


" hehehe , maaf bunda terlalu bersemangat sampai tidak memikirkan keinginan mu , sayang . ." kata Nadira tersipu .


" gak apa-apa kok bunda . itu arti nya bunda perhatian sama Dhara . " kata Adhara tersenyum .


" kamu sangat mengerti bunda . Baiklah , kalau begitu kamu bisa pilih baju sama kebutuhan lain nya sesuai keinginan kamu . Dan bunda mau cari perlengkapan buat ayah , ya . Nanti kamu langsung bawa aja ke kasir , ya . . " kata Nadira mengembalikan pakaian yang dia ambil tadi .


" Baik bunda . . " kata Adhara .


" ingat , jangan sungkan untuk memilih apapun yang kamu suka . karena kamu sekarang adalah anak ayah dan bunda jadi kamu sekarang adalah tanggungjawab kami . Jadi minta lah apapun yang kamu butuhkan . ok . ?! " kata Faisal .


" Ok , ayah . " kata Adhara 👌. Faisal tertawa kecil dan mengusap puncak kepala Adhara . Kembali , sebuah bayangan buram melintas cepat di memori Adhara , dimana ada seorang cowok tengah mengusap puncak kepala seorang gadis . Adhara tersentak , membuat Nadira dan Faisal kaget melihat ekspresi Adhara yang terpaku .


" Sayang , ada apa ? " kata Nadira menyentuh tangan Adhara .


" Gak apa-apa kok , Bun . kalau begitu Dhara mau lihat-lihat dulu . ." kata Adhara langsung beranjak dari tempat nya .


" Adhara kenapa ya ? " kata Nadira .


" mungkin dia mengingat sesuatu . . " kata Faisal . mereka pun lalu beranjak dari tempat mereka .


s


k


i


p


Nadira sedikit mengernyit saat melihat pakaian yang di pilih oleh Adhara . Dari tumpukkan barang yang di bawa Adhara ke meja kasir , hampir semua pakaian yang dia pilih adalah celana dan baju kaos oblong . Begitu juga tas yang di bawa Adhara , Adhara memilih tas ransel berwarna hitam serta sepasang sepatu kets .


" Sayang , ini semua milik kamu ? " kata Nadira


" iya Bun . Rasa nya Adhara lebih nyaman memakai celana dan kaos oblong daripada dress . gak apa-apa kan ? " kata Adhara .


" Gak apa-apa kok sayang . yang penting kamu nyaman memakai nya . " kata Faisal .


"makasih ayah . . " kata Adhara tersenyum cerah . Nadira mengedipkan mata nya beberapa kali seperti tak mempercayai penglihatan nya barusan . Selama beberapa Minggu tinggal bersama Adhara , baru kali ini dia benar-benar melihat Adhara tersenyum . Dia kini menyadari satu hal , anak angkat nya ini tidak mau terlalu di atur .

__ADS_1


" Dhara , gimana kalau bunda pilihin beberapa dress , siapa tahu nanti kamu membutuhkan nya . ? " saran Nadira .


" Boleh bunda . Adhara juga gak terlalu yakin bisa memilih dress yang cocok buat Dhara . " kata Adhara .


" Kalau begitu ayo kita lihat-lihat . " kata Nadira menggandeng tangan Adhara . Faisal tersenyum seraya geleng-geleng kepala melihat kedua makhluk berjenis kelamin perempuan di depan nya .


" lihat , yang ini bagus . .


" dress ini pasti cocok sama kamu . .


" Waaah , , lihat tas ini cantik banget . .


" sayang , kamu cobain deh high heels ini . .


" Dhara , kamu suka lipstik apa lipbalm ? terus suka warna yang gimana ? . . .


Faisal memijit pelipisnya yang terasa berdenyut melihat celotehan sang istri . Adhara pun menjawab semua pertanyaan bunda nya dengan apa yang dia suka . Dan setelah berkeliling cukup lama akhirnya mereka kembali ke meja kasir dengan barang yang menumpuk .


" eeh , bunda . Ini gak kebanyakan belanja buat Dhara . ? " kata Adhara terlihat kaget .


" Ya gak donk . semua ini kan kebutuhan kamu . . mas tolong di antar ke parkiran ya . " kata Nadira setelah membayar belanjaan nya .


" Baik , Bu . " kata pekerja di toko itu . 5 orang pekerja laki-laki membawa tumpukkan paperbag hingga memenuhi kedua tangan mereka . Beberapa pengunjung tercengang melihat belanjaan mereka . Adhara menghela nafas dan menggeleng pelan melihat ekspresi Nadira yang tampak puas . sedangkan Fasial hanya tersenyum .


" ok , ayo kita pulang . bunda sudah menelpon bibi untuk memasak makan siang . " kata Nadira menarik tangan Adhara dan pergi meninggalkan Faisal , Faisal kembali menggelengkan kepala nya seraya tersenyum melihat tingkah istri nya .


" Sayang . . " panggil Faisal . Nadira dan Adhara menoleh ,sontak mereka berpose saat melihat ponsel Faisal terarah pada mereka . Faisal tertawa pelan melihat kekompakan mereka .


" Ayah sini . . " kata Adhara melambaikan tangan nya . Faisal mendekati mereka , Dhara mencolek seorang pemuda yang juga tengah menonton aksi badut itu dan meminta tolong untuk mengambil foto mereka bertiga .


" makasih . " kata Adhara setelah mengambil kembali ponsel Faisal .


" Oh iya hampir lupa . kita kan belum beliin Dhara handphone . . " kata Faisal .


" Astaga , untung aja ingat nya masih di mall . ayo kita ke konter . " kata Nadira kembali menarik tangan Dhara .


" bunda , tunggu . masa ayah di tinggal terus sih . . " omel Adhara membuat Nadira terkekeh malu karena baru menyadari sikap nya . Adhara lalu menarik tangan Faisal lalu mereka berjalan dengan Adhara di tengah .


S


K


I

__ADS_1


P


" hhhffp , , akhirnya sampai juga ke rumah . " kata Adhara menghempaskan bokong nya ke sofa .


" Capek ya . ? " kata Nadira ikut duduk di sofa di ruang tamu .


" Lumayan . . ! " kata Adhara . perhatian mereka beralih pada ART yang tengah membawa banyak paperbag .


" nyonya ini mau di taruh dimana . ? " kata bi Rumi .


" Semua nya langsung bawa aja di kamar Dhara . Dan yang dibawa sama Lastri bawa ke kamar saya , ya . " kata Nadira .


" baik nyonya . "


Mereka bertiga langsung menaiki tangga menuju lantai 2 . Adhara kembali melihat sebuah ketidaksukaan dari tatapan Rina .


" Bun , Rina itu udah berapa lama kerja disini ? " kata Adhara .


" hmm , mungkin baru sekitar 3 bulan . kenapa , sayang ? " kata Nadira


" gak apa-apa Bun , cuma nanya aja . kalau begitu Dhara ke kamar dulu ya . . ! "


"iya , sayang . . " kata Nadira tersenyum . Adhara menaiki tangga dengan bersenandung kecil . Dia melihat pintu kamar nya sedikit terbuka , dia mendorong nya pelan . Dia memiringkan kepala nya saat melihat Rina yang tengah mencoba salah satu dress milik nya .


" ngapain kamu ? " kata Adhara dingin . Rina sontak menoleh .


" lagi cobain dress lah . punya mata gak sih . . ??!! " bukan nya merasa bersalah dia malah asyik memutar badan nya seraya melihat pantulan dirinya di kaca .


" lepasin dress itu . . ! " kata Adhara


" Gak usah sok jadi majikan deh . elo itu cuma anak angkat disini . . . hmmm , sepertinya dress ini lebih cocok sama gue . . " kata Rina .


" Tapi sayang nya itu punya gue . . " kata Adhara


" ciih , belagu . . ! " kata Rina melepas dress itu lalu melemparnya asal ke ranjang . dia melangkah melewati Adhara dengan tatapan tajam .


" gue peringatan sekali lagi , elo cuma anak angkat disini . . jadi . .


" Jadi apa . ? " potong Adhara dengan tatapan tak kalah tajam . nyali Rina tiba-tiba ciut , tapi demi harga diri nya dia masih memasang wajah garang .


" jadi jangan pernah sok jadi majikan . . .


kreek

__ADS_1


" aaaaakhh . . . !!!! "


BERSAMBUNG


__ADS_2