SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 55 AMBAR


__ADS_3

BUUGKH


Ambar mundur beberapa langkah saat mendapatkan sebuah tendangan di perut nya . Dia memegang perut nya yang terasa kram . Dia menoleh ke arah brangkar , tampak gadis yang di anggap nya manja itu masih memejamkan mata . Mendengar suara pukulan , sontak ketiga pemuda itu membalikkan badan nya .


" Ambar , ada apa ?? " kata Roky .


" Sialan , berani-beraninya gadis manja ini nendang gue . . . gue hajar elo . . . ! " teriak Ambar penuh amarah hendak menghampiri Hana . tapi . . .


" Tunggu , Ambar ,apa maksud mu ?? Hana masih terlelap tidur bagaimana dia memukul mu ?? " kata Anton .


" elo gak mungkin percaya karena gue yang ngerasain . Elo pikir gue bodoh mukul diri sendiri , haa ???! " kata Ambar emosi . .


" Eeuh . . . ada apa sih kok ribut banget ?? " kata Hana serak khas orang baru bangun . Dia bangkit duduk dengan menguap lebar .


" Dia udah bangun . . Jadi gue pergi . . gue rasa dia masih bisa mengurus diri nya sendiri . . ! " kata Ambar melangkah , tapi . . .


" tunggu . . . !! " seru Hana . Ambar menghentikan langkah nya dan membalik badan nya .


" ada apalagi ?? gue rasa elo bukan anak kecil lagi yang gak ngerti ucapan gue tadi , bukan ??? " kata Ambar sinis .


" Balikin . . . . !! " kata Hana dengan tatapan wajah datar . Membuat Ambar sedikit gugup .


" Balikin apa ?? " kata sambar memasang wajah garang .


" gak usah sok garang-garang . Balikin barang gue . . ! " kata Hana semakin tajam .


" Gue gak ngerti apa maksud elo . .gue masih ada urusan . . ! " kata Ambar membalik badan nya . Tapi . . .


Buukh .


praang


Sebuah gelas mendarat di punggung Ambar dengan keras hingga memecahkan gelas itu . Ambar pun terkejut dan menoleh Hana dengan tatapan tajam , Hana pun membalas tatapan Ambar lebih tajam .


" Berani-beraninya elo nyerang gue . . gue akan kasih pelajaran sama elo . . ! " Dengan gerakan cepat Ambar melancarkan serangan nya ke Hana yang masih duduk di brangkar . Tapi serangan Ambar di hadang oleh Justin dan mengunci gerak Ambar .


" Jangan coba-coba nyakitin Hana atau elo tahu akibat nya . . ! " kata Justin dengan wajah datar .


" Dia yang duluan nyerang gue . .! " kata Ambar dengan wajah memerah .


" Hana , memang barang apa yang dia ambil dari kamu ?? " kata Roky .


" periksa di sepatu nya . . ! " kata Hana datar .


Tanpa membuang waktu , Roky langsung memeriksa sepatu bot panjang Ambar , dan menaruk sesuatu dari sepatu Ambar .


sreeth .


Mata ketiga pemuda itu melotot tajam pada Ambar setelah melihat apa yang di dapatkan oleh Roky . Justin dengan kasar nya melepaskan kuncian nya pada Ambar .



" Dasar tak tahu diri . . Apa kurang nya bos sama elo , haa . . .!! " bentak Justin


" Gue gak nyangka ternyata elo berani mengambil barang yang bukan milik elo . . ! " kata Roky .


" Gue cuma ngamanin barang milik bos Devan . itu senjata milik bos Devan . . . Dia pencuri . . . ! " tuding Ambar pada Hana .


" Bos Devan sendiri yang memberikan pistol ini pada Hana . . kau harus tahu itu . . ! " kata Anton datar .


wajah Ambar seketika memerah . Pasal nya , sudah beberapa kali Ambar mencoba meminta pistol itu , tapi Devan tak memberikan nya . Tapi sekarang diamelihat pistol itu berada di tangan Hana . Hati nya sakit dan tidak terima dengan ketidak Adilan ini menurut dia . Dengan mendengus kesal dia pergi dengan langkah lebar . Roky memberikan pistol itu pada Hana .


" kak seperti nya aku tidak bisa pulang dengan keadaan seperti ini . Aku khawatir dengan Mommy . . ! " kata Hana memperhatikan tangan nya yang di balut perban .


" ok aku akan antar kamu ke kamar bos Devan . . ! " kata Justin . Hana mengangguk . .


__________

__ADS_1


ceklek


" sayang . . . akhirnya kamu datang , aku kangen banget loh sama kamu . . . !! " teriak seorang gadis blonde seraya berlari dan memeluk Sean yang sedang duduk di depan laptop nya .


" Tina , lepaskan . . .! " kata Sean dingin . Dia melepaskan tangan Gadis yang bernama Tina itu dari leher nya . Tina tampak cemberut .


" Sean , . kamu gak kangen aku. . ?? " kata Tina dengan sendu . Sean tetap diam dan terus sibuk dengan laptop nya .


" Sean , aku udah booking ruang VIP di restoran DELICI , kita makan siang bareng ya . . ! " kata Tina dengan mesra .


" Aku sibuk . . ! " jawab Sean singkat .


" Sean , kamu masih marah ya sama aku ?? Sean , aku kan udah minta maaf . Ok aku akui , aku yang salah karena udah ninggalin kamu . aku menyesal sekarang , ternyata Ronald bukan pria baik . Maafin aku ya , aku menyesal . Aku baru sadar kalau kamu laki-laki terbaik buat aku . kita balikan ya ,. Kita mulai lagi dari awal . . ! " kata Tina penuh harap .


" Aku udah maafin kamu . Tapi maaf aku tidak bisa seperti dulu lagi . . sekarang lebih baik kamu cari laki-laki lain saja yang sesuai dengan kriteria kamu . . Silahkan pintu nya disana . . ! " kata Sean dingin menunjuk arah pintu . Tapi Tina tetap diam tak beranjak dari tempat nya . Dia menatap Sean dengan tatapan sendu.


" Baiklah , jika kamu masih betah disini .Biar aku yang keluar . . ! " kaya Sean bangkit lalu berjalan dengan langkah lebar .


" Sean . . .


Tina menatap pintu yang di lalui Sean tadi . Dia mengeratkan rahang nya . Tatapan yang tadi nya sendu , kini berubah tajam .


" Sial . . . Sean masih belum memaafkan aku . Aku harus berusaha lebih keras lagi . Sean harus menerima ku kembali , aku gak bisa hidup susah kayak gini . . ! " gumam Tina lalu pergi dengan langkah kasar .


Sementara Sean , dia menuju lift dan menekan tombol lantai paling atas , rooftop . Tempat Yang paling dia suka untuk menenangkan diri . Di atas rooftop , terdapat sebuah gazebo permanen yang sengaja dia bangun . Dia melonggarkan dasi yang terasa mencekik leher nya. Dia mengambil ponsel nya dari saku nya dan melakukan panggilan video call .


" halo beruang kutub . . sudah selesai hibernasi nya sampai baru menghubungi ku , hmm . . . !! " Sean tersenyum lebar mendengar ocehan sang kekasih . hati yang tadi nya emosi , Kini seketika menjadi tenang setelah melihat gadis berlesung pipi yang menjadi kekasih nya itu .


" Maaf ya sayang , aku baru sempat menghubungi kami . . kamu baik-baik aja kan di sana ??


" hmm , , gimana ya ?? seperti nya aku baik-baik aja . ! "


" Nana . . .


" hehe iya ,iya , sayang aku baik-baik aja . . tapi . . . " Hana sengaja menggantung kalimat nya .


" tapi apa ?? apa ada yang masih berani mengganggu kamu ?? " kata Sean serius .


" Siapa ?? apa aku mengenal nya ??


" ya , kau bahkan sangat mengenal nya . . ! "


" katakan siapa dia . . !! "


" kau yakin ingin tahu ?? saat ini dia tengah membuat ku semakin rindu , aku takut jika aku memberitahu mu , kau akan gelisah dan tidak bisa menyelesaikan masalah mu di sana dengan tenang . ! " kata Hana dengan senyum manis . tapi membuat Sean kacau .


" katakan siapa dia , Nana . . ! " kata Sean dengan wajah memerah . Hana menahan tawa nya .


" nama nya . . . . Sean Dominic . . Dia sudah meninggalkan ku hampir seabad sampai aku menjadi nenek-nenek , dan sekarang dia baru menghubungi aku . . kau tahu tuan Dominic itu sangat kejam dengan gadis lemah ini . . . ! " kata Hana dengan bibir cemberut . Wajah Sean yang tadi nya sudah dalam mode seram , Kini berganti dengan wajah ceria , dia tertawa pelan mendengar ucapan gadis nya .


" Nana ku , cinta ku , maafkan kakek-kakek ini yang baru sempat menghubungi mu sayang . . aku salah , maafkan aku ya . . ! " kata Sean memegang kedua telinga nya .


" huu , dasar . . BTW , Sean , kamu dimana ?? kok kayak di atas langit gitu ?? " sekali lagi Sean tertawa riang mendengar ucapan Hana .


" kau menyumpahi ku cepat-cepat baik ke langit , hmm . . ?? "


" bukan gitu Sean , aku serius . . ! "


" Aku lagi di atas rooftop , , kau sudah makan sayang ?? "


" udah , makan ati pake jantung . . ! "


" Nana . . . " Sean merasa tidak suka mendengar nya .


"iya , aku serius . . Aku makan nasi pake ati ampela . kan udah lengkap ada ati nya , ada jantung juga. . ! " kata Hana lucu hingga membuat Sean gelengan kepala seraya tersenyum lucu .


" Nana , . . gimana pekerjaan kamu ??

__ADS_1


" lancar jaya kalau pekerjaan ku . masalah kamu gimana ? "


" masih terlalu banyak yang harus aku urus . . kenapa ?? kamu kangen ?? " Sean tersenyum melihat Hana mengangguk dengan wajah yang cemberut .


" Sabar ya sayang , aku akan selesaikan pekerjaan aku secepat nya dan akan kembali . Aku juga kangen banget sama kamu . jaga kesehatan ya , . ! "


" Kamu juga jaga kesehatan kamu . hati-hati dalam bekerja ya . . ! "


" Iya sayang ,makasih ya . .


" Iya , kamu lanjut kerja gih , biar cepat kelar , , biar cepat balik kesini . . semangat sayang . . see you . .


" See you . . !


sambungan telpon terputus . Sean tersenyum bahagia setelah melihat wajah sang pujaan hati .


" kau benar Nana ,aku jadi gelisah dan sangat ingin menemui mu setelah tahu kalau kau sangat merindukan ku sekarang. . . ! " Sean tertawa pelan mengingat wajah cemberut Hana yang terlihat imut seraya geleng-geleng kepala .


Tapi tanpa dia sadari seorang gadis memperhatikan dia dari arah belakang nya , bahkan gadis itu bisa melihat secara jelas wajah yang mengisi layar ponsel Sean .


" Jadi Sean sudah punya pacar . Gak , gak , ini gak bisa di biarin . Aku harus mendapat Sean secepat nya , . kalau tidak perusahaan papah bisa gulung tikar . Jangan panggil aku Tina kalau aku tidak bisa mendapatkan Sean kembali walau dengan cara apapun , meski pun harus melenyapkan gadis itu . . ! " Perlahan dia melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat nya .


Disisi lain , Hana mematikan Sambungan telpon nya .


" aaa . . ! kata Justin memberi aba-aba pada Hana untuk membuka mulut . Hana membuka mulut nya dan menerima suapan Justin . ya selama beberapa hari tinggal di markas , Justin lah yang selalu merawat Hana . Hana menerima nya dengan senang hati ,kapan lagi bisa bermanja-manja dengan laki-laki yang sudah dia anggap sebagai kakak nya itu . Hana sudah menelpon Mommy dan mengabarkan kalau dia tidak akan pulang ke mansion beberapa hari ini karena akan tinggal di apartemen untuk sementara waktu . Dengan alasan pekerjaan dan akan sedikit menghemat waktu jika dia tinggal di apartemen di karenakan jarak apartemen nya dan cukup dekat dengan mall dan hotel . Setelah makan , Alan datang ke kamar Hana .


" Nona , waktu nya membuka perban . . ! "


Justin memberikan ruang pada Alan . Hana mengangkat tangan nya membiarkan Alan membuka perban di tangan nya . perlahan perban itu terlepas dari tangan Hana , dan kini nampak lah tangan Hana yang di hiasi garis-garis bekas luka yang masih sangat terang . Justin mengigit bibir nya menahan hati nya saat melihat tangan mulus nona nya kini terlihat tidak bagus .


" Luka nona sudah sembuh , tapi bekas luka nya masih meninggalkan jejak . . ! "


" Elo pasti bisa menghilangkan bekas luka ini kan , Al . .?? " kata Justin .


" Gue udah nyiapin ini . Ini bukan obat , tapi sejenis hand body yang akan bisa menghilangkan bekas luka ini dengan cepat dan membuat kulit semakin halus . Gunakan seperti nona memakai hand body yang biasa nona pakai . kata teman ku , krim penemuan nya ini sangat bagus dan hasil nya tidak akan mengecewakan . ! " kata Alan menyerahkan botol berukuran sedang itu pada Hana . wajah Justin kembali tenang setelah mendengar penjelasan Alan . Alan pamit undur diri karena masih ada urusan .


" Kak Justin , temani aku melihat Leo yuk . aku bosan di kamar terus . . ! "


" Baiklah , ayo .pakai ini . . aku rasa bos Devan gak akan marah kalau pakaian nya di pakai sama kamu . ! " kata Justin memberikan jaket berbahan kaos pada Hana . Setelah memakai jaket , Hana dan Justin pergi menuju kandang Leo . Saat hampir mencapai kandang , mereka bisa mendengar suara gaduh dan suara raungan Leo yang terdengar marah . mereka langsung berlari pelan karena penasaran . Saat mereka sampai di dekat kandang , Hana dan Justin bisa melihat sesuatu yang terjadi di dalam kandang Leo . Tampak Leo tengah menindih seseorang yang terlihat berusaha melawan Leo . Dengan sekuat tenaga nya , Leo terjatuh ke tanah dan mereka bisa melihat siapa yang sedang bertarung dengan singa jantan itu .


" Ambar . . . ! " gumam Hana .


" Dia masih saja tidak menyerah untuk menaklukan Leo . . ! " kata Justin melipat tangan nya di dada .


Mereka memperhatikan pertarungan itu dengan diam . Tapi Hana merasa was-was saat melihat Ambar yang berhasil menindih kepala Leo dan berniat menghujamkan sebuah belati ke tubuh Leo .


" Ambar hentikan . jangan melukai Leo atau kau akan menyesal . . ! " teriak Justin mendorong pintu besi hingga terbuka lebar . Ambar melirik sekilas pada Justin dan Hana yang sudah masuk ke kandang . Tanpa menggubris ucapan Justin , Ambar mengangkat belati nya tinggi .


" LEO BANGKIT LAH . . KAU TIDAK BOLEH KALAH . . ! " Teriak Hana marah saat melihat Ambar yang ingin melukai Leo . Seperti mendapatkan kekuatan baru saat mendengar suara sang tuan , Leo terlihat mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk bangkit hingga membuat Ambar terjatuh . Leo mengibas-ibaskan bulu nya yang kotor , tatapan mata Hana menajam saat melihat tubuh Leo yang penuh dengan luka gores . beberapa luka yang cukup dalam tampak mengalirkan darah membuat tubuh Leo terlihat menyedihkan . Dada Hana naik turun dengan cepat menahan amarah nya .


" Leo , balaskan semua rasa sakit mu pada lawan yang telah melukai mu . INI PERINTAH . . . !! " teriak Hana berapi-api . Leo menatap Hana sejenak lalu mengaum . Justin hanya terdiam saat melihat kemarahan Hana . dengan gagah Leo melangkah pelan menuju Ambar yang meringis , ternyata belati yang dia pegang tertancap di betis nya sendiri saat terjatuh dari punggung Leo . Ambar terlihat berusaha untuk berdiri , sedangkan Leo merendahkan tubuh bersiap untuk menerkam . Dan . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2