
PLAAK
Suara tamparan terdengar jelas di ruang tamu itu . Semua mata tertuju pada pelaku penamparan itu yang tak lain adalah Erika . Keyla menutupi pipi nya yang terasa panas dengan menatap Erika tajam .
" Sudah berapa kali mamah bilang , jaga lisan kamu Keyla . Harus bagaimana sih mamah nasehatin kamu biar kamu dengar . ?!! " kata Erika balas menatap tajam pada sang putri .
" Mamah nampar aku demi membela perempuan gak jelas ini . ! " Keyla menunjuk Adhara .
" Kau pantas mendapatkan nya karena kau sudah keterlaluan , Key . . ! " kata Romeo menatap nya datar .
" Kalian semua membela dia . ? " kata Keyla menunjuk wajah Adhara .
plak
" Jauhkan tangan mu dari wajah ku . Atau kau akan menyesal . ! " sarkas Adhara dengan tatapan tajam .
" Ini rumah gue , jadi terserah gue mau ngapain . Om ,Tante , lihat dia menampar Key . hiks hiks . . " kata Keyla mencoba menarik perhatian Faisal dan Nadira dengan berpura-pura menangis .
" Kau memang salah , Key . Tidak seharusnya kau menghina Adhara seperti itu . Adhara anak om dan Tante , apalagi dia lebih tua dari mu , semestinya kau juga menghormati dia sebagai sepupu mu bukan mengatai nya anak haram . . ! " kata Nadira dengan wajah tidak suka . Merasa juga di salahkan , Keyla melirik Faisal yang memperhatikan percakapan mereka .
" Om juga tidak suka dengan sikap dan kata-kata kasar mu kali ini , Key . . " kata Faisal membuat Keyla tercengang . Tatapan nya menjadi nanar saat tidak ada yang berpihak pada nya .
" Kalian semua jahat . Kalian lebih membela dia yang tidak di ketahui asal usul nya daripada aku yang selama ini menjadi kesayangan kalian . . Kalian jahat , , kalian jahat . . !! " teriak Keyla langsung berlari menaiki tangga . Dia semakin kesal karena tidak ada satupun yang menghentikan nya dan membujuk nya .
__ADS_1
" Sialan , gara-gara cewek itu semua orang gak ada yang bela gue. Elo lihat aja , Elo udah merebut perhatian dan kasih sayang om Faisal dan Tante Nadira . Gue akan kasih elo pelajaran . . !! " batin Keyla melirik sekilas orang di atas ruang tamu . * * *
" Adhara , maafin adik gue ya . Keyla memang masih kekanak-kanakan dan suka ceplas-ceplos . ." kata Romeo merasa tidak enak .
" Gak apa-apa kok . " kata Adhara . Tapi tidak dengan Nadira , rasa kesal masih terlihat jelas dari alisnya yang sedikit tertekuk .
" Erika , apa Bastian ada pulang baru-baru ini . ? " kata Faisal menanyakan adik iparnya yang bekerja di perusahaan terkenal di luar kota .
" Mas Tian baru kembali ke kota S beberapa hari yang lalu . Kami baru saja berencana akan berkunjung ke rumah kalian , tapi mas Tian tiba-tiba mendapat telpon untuk di minta segera kembali . Dia menitipkan salam pada kalian . " kata Erika . Faisal hanya mengangguk mengerti .
" Nyonya ini minum sama camilan nya . " kata seorang wanita paruh baya datang membawa baki di ikuti teman Romeo di belakang nya .
" Taruh di sana , bi . " kata Erika . Bibi itu menata gelas dan camilan lalu kembali ke dapur .
" Sayang . . ada apa . ? " kata Nadira menyentuh tangan Adhara .
" Hmmm , , gak apa-apa kok bunda . . " kata Adhara tersenyum tipis .
" ayah tahu apa yang ada di pikiran kamu . . " goda Faisal .
" Apa . ? " kata Adhara dengan mimik lucu . Faisal menggoyangkan jari-jari nya seperti seorang pesulap . Dengan gerakan cepat Faisal mengambil sesuatu di balik jaket nya .
" Taraaaa . , ! " kata Faisal menunjukkan sebuah coklat pada Adhara .
__ADS_1
" makasih , ayah . Ayah perhatian banget sama Dhara . . " kata Adhara mengulur kan tangan nya hendak mengambil coklat tersebut .
" Eit's , tunggu dulu . . ." kata Nadira menjauhkan coklat .
" Ada apa . ? " kata Adhara bingung .
" Bunda yang meminta ayah untuk membeli coklat ini . Adhara boleh makan coklat ini asal . . .
cup
cup
" Dhara udah bayar , sini coklat nya . . " kata Adhara mencium pipi Faisal dan Nadira bergantian dengan cepat .
" Hahaha . Ambilah sayang . . ! " kata Faisal memberikan 2 batang coklat pada sang putri . Adhara menerima nya dengan hati seraya tersenyum manis membuat Romeo kembali tercengang .
" Dasar ratu coklat . . " kata Nadira mengacak rambut Adhara .
Tanpa mereka sadari Erika melihat keharmonisan keluarga kakak nya dengan perasaan sedikit iri . Tapi dia juga merasa senang melihat kakak nya yang kini terlihat lebih bersemangat .
" kau sangat beruntung , kak . Walau hanya anak angkat tapi putri kalian begitu manis dan manja . Tidak seperti Keyla yang selalu berbicara ketus dan keras kepala . Tuhan , tolong lah rubah putri ku agar bisa seperti Adhara . . " batin Erika tersenyum melihat Adhara yang tampak begitu menikmati coklat nya .
BERSAMBUNG
__ADS_1