
Semua karyawan yang bekerja di kantor Devan , tampak antusias memasuki restoran yang telah di booking oleh Devan . Devan ingin membagikan kebahagiaan nya dengan makan bersama dengan semua karyawan nya .
" waah , selamat ya nyonya , tuan . . . semoga sehat dan selamat sampai lahiran nanti . . .! "
" Terima kasih doa kalian . ayo makan , makan . makan apapun yang kalian suka . . ! " kata Bella terlihat bahagia . Devan merangkul Bella dan mencium pipi nya .
Begitu juga dengan Hana . Hana memborong makanan sebuah rumah makan Padang dan meminta untuk di bungkus semua . Setelah itu dia meminta Rendy dan anak buah nya untuk membagikan sebagian nasi bungkus itu pada pengamen dan pemulung yang kebetulan mereka temui . Dan sebagian lagi mereka bagi-bagikan pada anak panti asuhan . Hana tampak puas melihat orang-orang yang menerima pemberian nya dengan senang .
Setelah semua habis dibagikan , Hana mengajak Rendy dan anak buah nya ke salah satu restoran milik Sean . Tak lupa dia juga menghubungi Sean dan mengajak nya makan bersama .
S
k
i
p
Rendy dan anak buah nya makan dengan lahap di meja yang terpisah dengan Hana . Sedangkan Hana masih menunggu Sean dengan di temani sebatang coklat . Senyum nya selalu mengembang , apalagi saat dia kembali terbayang dengan foto hasil USG yang menampakkan kalau janin Bella baru sebesar kepalan tangan orang dewasa . Senyum Hana semakin lebar .
cup
Hana sontak menoleh saat sebuah kecupan mendarat di pipi nya .
" Sean , , kau membuat ku kaget . .! " kata Hana sedikit cemberut . dengan gemas Sean mencubit kedua pipi Hana dan menggelengkan kepala Hana .
" Teruslah merajuk . karena ketika kau merajuk maka kau terlihat semakin imut . . .! " kata Sean mencubit hidung Hana pelan .
" Mana ada cemberut jadi imut . .! " sunggut Hana dengan lirih tapi masih bisa di dengar oleh Sean .
" Kenapa tidak masuk ke ruang VVIP ku . .? " kata Sean melirik sekitar .
" Gak apa-apa . Sesekali makan di sini , gak ada salah nya kan . .! " kata Hana santai
" Nana , ,seperti nya wajah mu hari ini lebih cerah dari biasa nya. . apa ada kabar baik . .?? " kata Sean . Wajah Hana yang tadi nya cemberut , kini seketika langsung berubah cerah . Dia menarik tangan Sean dengan semangat .
" kau tahu , honey bunny sweety , , sebentar lagi mimpi ku akan jadi kenyataan . . Sebentar lagi aku akan punya keponakan dan dia akan manggil aku , Tante cantik . yeeee . . . . muach muach muach . . . !! " kata Hana dengan penuh semangat seraya mencium tangan Sean bertubi-tubi . Sungguh Sean tak bisa menahan senyum nya .
" jadi kau mengajak aku makan siang bareng sekaligus untuk berbagi kabar baik ini . . ? " kata Sean . Hana mengangguk dengan cepat .
" Iya , dan kamu gak boleh menolak . . jika kamu menolak , aku akan talak tiga kamu , dan aku masukin ke karung . .! " kata Hana dengan wajah serius . Sean tertawa cukup kencang , bahkan ada beberapa pengunjung yang ikut tertawa mendengar ucapan Hana . pelayan restoran pun ikut terpana , bagaimana tidak , selama mereka bekerja di restoran ini , baru kali ini mereka melihat bos mereka tertawa . Itu pun saat sedang bersama cewek bar-bar nan cantik itu .
__ADS_1
" Baiklah , baiklah istri ku yang bar-bar. karena kamu memaksa , maka aku tidak akan sungkan lagi . aku akan memesan makanan yang paling enak di sini . . ! "
" ok , silahkan pesan . walau uang ku tidak cukup , tapi jangan lupa , ada banyak orang yang bisa ku andalkan di belakang ku . . ! " kata Hana sombong .
" hahaha . . apa itu termasuk aku . . ? " kata Sean menggoda .
" Hmm , , kita lihat saja nanti . . ! " kata Hana penuh misteri . Sean terkekeh melihat tingkah Hana . Sean mengangkat tangan nya dengan dua jari yang menyatu . Seorang waiters datang menghampiri meja Hana .
" hidangkan menu yang paling enak yang menjadi andalan di restoran ini . . siapkan untuk dua porsi . . ! " kata Sean dengan dingin .
" baik tuan . mohon tunggu sebentar . . ! "
" sayang , , aku minta saran Donk . Hmm , , rencana nya aku mau ngadain pesta kecil-kecilan di villa . Kira-kira tema yang cocok , apa ya . . ? " kata Hana .
" hmm , , sebentar , aku gak bisa mikir kalau perut ku lagi lapar . . ! " kata Sean bergurau di sambut dengan tawa Hana yang renyah .
Seorang pelayan datang membawa pesanan Sean . Mata Hana berbinar saat mencium aroma enak dari makanan itu . hidangan steak dan iga bakar serta beberapa desert , tersusun rapi di atas meja .
" silahkan di nikmati. .! "
Sean dan Hana meraih garpu dan pisau yang terletak di samping piring dan langsung menyantap steak dengan saus BBQ itu . Wajah Hana terlihat puas , dia kembali menyantap steak nya dengan nikmat . Begitu juga dengan Sean , walau dia sudah sering memakan hidangan seperti itu , tapi kali ini terasa berbeda . Ini pertama kali nya dia menerima traktiran oleh Hana . Maka dari itu , dia benar-benar menunjukkan kalau dia sangat menikmati makanan nya. Dalam hitungan menit , steak dan iga bakar di habiskan oleh Hana dan Sean . Dengan nikmat , Hana menyendok sedikit demi sedikit chocolate mousse cake . Sean hanya bisa tersenyum jika melihat Hana yang sedang menikmati desert coklat nya .
TING
" Nana , ada apa . . ? " kata Sean curiga.
" Bella mengalami kecelakaan , dan di bawa ke rumah sakit Harapan Bunda . Aku harus segera pergi . . . ! " kata Hana dengan wajah khawatir .
" ayo kita pergi bersama . .! " kata Sean . tapi . .
" Maaf tuan , jika menggangu . Tadi ada seorang pria yang menitipkan pesan pada resepsionis , kalau meeting tuan dengan nya akan di lakukan sekarang di hotel MELATI . . ! " kata seorang pelayan .
" Siapa . .? " kata Sean
" Tadi dia menyebutkan atas nama Adam . .! "
" Baik lah . ! " kata Sean . pelayan itu langsung pergi .
" sayang , maaf aku gak bisa menemani kamu . aku ada meeting penting dengan rekan ku . kamu jangan marah , ya. .! " kata Sean dengan berat hati .
" gak apa-apa kok . aku gak marah . kalau begitu aku duluan ya . .! " kata Hana langsung pergi dan tak sengaja melupakan tagihan makanan nya .
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa , Hana menaiki motor nya dan melaju dengan kecepatan rata-rata . Dia tidak mempedulikan pengemudi yang kaget dan bahkan mengumpat dengan aksi nya . Hana terus memacu motor nya dengan perasaan takut , cemas dan khawatir . Sakingkan fokus nya , Hana bahkan sampai tidak menyadari kalau sebuah mobil mengikuti nya dari belakang . Hana mengerem mendadak saat lampu rambu-rambu berubah merah . Mobil yang mengikuti nya tadi sengaja berhenti di sebelah motor Hana . Tampak kaca mobil terbuka .
" Hana , , kamu kenapa ? kok ngebut-ngebut sih , ,bahaya tahu . . ! "
Hana seketika menoleh . Mata nya terbelalak saat melihat wanita yang memanggil nya tadi ternyata Bella yang dalam keadaan baik-baik saja bersama Devan . Karena belum merasa yakin . Hana melepas helm nya hingga beberapa pengemudi di buat kaget saat mengetahui kalau yang mengendarai motor secara ugal-ugalan , adalah seorang cewek cantik . Hana langsung turun dari motor nya dan membuka pintu mobil di samping Bella .
" Kalian gak apa-apa ? kamu baik-baik aja kan , kak . . ? " kata Hana meneliti tubuh Bella .
" Aku baik-baik aja , adik ku yang cantik . Tapi kamu belum jawab pertanyaan ku . . kenapa kamu ngebut banget tadi . . ? " kata Bella .
" Tadi aku lagi makan siang bareng Sean . Tiba-tiba aku dapat pesan kalau kakak mengalami kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit MELATI . maka nya aku ngebut karena aku khawatir sama kakak dan keponakan aku . . ! " kata Hana merasa lega melihat kakak ipar nya baik-baik saja .
" Haa , pesan . ? memang kamu dapat pesan nya dari siapa . ? " kata Devan . Hana mengambil ponsel nya lalu menunjukkan pesan yang dia sebut tadi .
" nomor siapa ini . . ? " kata Devan . Hana membalik ponsel nya lalu memperhatikan nomor tersebut . Dia baru menyadari kalau nomor yang mengirimi nya pesan , ternyata tidak tersimpan di kontak WhatsApp nya . Dia mencoba menelpon nomor itu tapi tidak di angkat . Saat akan kembali menelpon , tiba-tiba ponsel Devan berdering .
" Haloo . . . . APA . . !! . . . tahan mereka dan jaga Sean . . . ! " kata Devan terlihat tegang .
" Sean . . ? kak ada apa ?? " kata Hana ikut tegang .
" Rendy bilang kalau mereka menemukan Sean di kamar hotel . . ayo kita segera kesana . . ini Rendy sudah shareloc tempat nya .ayo kita pergi ke hotel MELATI . . ! " kata Devan menginjak pedal gas karena lampu sudah beralih ke lampu hijau . Hana buru-buru naik ke motor nya dan memakai helm nya . Tanpa ba-bi-bu Hana langsung menarik gas motor nya dan berputar arah mengikuti mobil Devan .
Hana tak bisa lagi berpikir jernih . Tanpa menghiraukan klakson peringatan dari kendaraan lain akibat aksi nya , dia terus memacu kuda besi nya menuju hotel MELATI . Bayang-bayang buruk mulai berkelebat di pelupuk mata nya . Dada nya terasa sesak saat bayangan jahat Sean yang berada di dalam kamar hotel terus mengacaukan pikiran nya .
Devan di ikuti Bella dan Hana berlari menuju kamar hotel yang di sebutkan Rendy. Saat melihat nomor kamar hotel yang pas , Hana langsung membuka pintu kamar , dan . . . . . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G