
" Eeeuggh . . . "
Terdengar lenguhan panjang dari seorang gadis yang menggeliat di tempat tidur nya . Mata nya perlahan terbuka dan hal pertama yang masuk ke dalam Indra penglihatan nya adalah atap plafon warna putih . Sontak dia bangun dan mengedarkan pandangan nya ke sekeliling .
" Ternyata aku sudah ada di kamar . Sudah berapa lama aku tertidur ? " kata Adhara melirik jam di dinding yang ternyata sudah hampir masuk jam makan siang . Dia merentangkan kedua tangan nya meregangkan otot-otot yang terasa kaku , setelah merasa rileks dia menyibak selimut nya dan beranjak menuju kamar mandi .
skip
Setelah mandi dan berganti pakaian santai , Adhara meraih ponsel nya lalu beranjak keluar dari kamar nya dan langsung menuju ke ruang tamu berniat ingin bersantai sambil nonton tv . Dia berjalan sambil memainkan ponsel nya .
" Nah ,itu Hana sudah bangun . " seru sebuah suara membuat Adhara mendongakkan wajah nya.
" Ayah , bunda. . !! " seru Adhara berbinar seraya berlari menghampiri Faisal dan Nadira yang ternyata sudah datang .
" Dhara , sayang . . . Bunda kangen banget sama kamu . . " kata Nadira memeluk Adhara erat dan mencium nya .
" Dhara juga kangen banget sama bunda . . " kata Adhara .
" Ehem , ehem . Kangen nya cuma sama Bunda aja ya , sama ayah enggak nih . . " kata Faisal . Adhara tertawa dan melepas pelukan nya pada Nadira lalu memeluk Faisal .
" Nadira juga kangen kok sama ayah . . " kata Adhara manja . Faisal memeluk anak angkat nya erat dan mencium puncak kepala nya . Mereka pun kembali duduk dengan Adhara duduk di tengah-tengah Faisal dan Nadira . Mereka asyik mengobrol santai sambil menikmati camilan .
" Ayah sama bunda gimana kabar nya ? " kata Nadira sambil mengunyah kue sus dengan memeluk toples nya .
" Kabar ayah sama bunda baik . Kamu itu udah jadi kebiasaan ya , tiap ngemil kue sus pasti toples nya di peluk . Takut banget kalau ada yang ngambil . . " kata Nadira .
" hahahaha. . " Mereka tertawa mendengar ucapan Nadira membuat Adhara tersenyum kecut .
" Bunda kan tahu , kalau Dhara memakan coklat yang manis ini , maka . . .
" Suasana hati ku akan menjadi semakin membaik. . " sambung semua orang di ruang tamu . Sontak dua keluarga itu saling memandang dan akhir nya. .
" Hahahaha . . . ! " tawa mereka pecah penuh bahagia kala mengetahui jika mereka ternyata sama-sama mengetahui pikiran Adhara .
" Hehehe. , ternyata kalian sudah menghapal ucapan Dhara . . " kata Adhara ikut tertawa .
" Hana , jangan banyak-banyak dulu ngemil nya , sebentar lagi waktu makan siang loh . . " kata Bella . Adhara mengangguk dan menyimpan toples nya . Setelah mengelap tangan dan bibir nya dia langsung menghampiri Thata yang asyik bermain dengan boneka nya .
" Dhara , kamu sudah siap-siap nak ? " kata Nadira ikut duduk di dekat Thata .
" Siap-siap ngapain bunda ? " kata Adhara bingung .
" Astaga , mommy lupa ngasih tahu kamu , sayang . Nanti siang habis makan , kita mau berangkat liburan desa Kembang Sari , kampung halaman bunda kamu , . " kata mommy .
__ADS_1
" Kampung bunda ? " kata Adhara .
" Benar , sayang . Ayah sama bunda mau ngajak kalian liburan sekalian bunda sama ayah mau ngasih tahu kepala desa kalau kamu adalah anak bunda dan ayah . . " kata Nadira .
" Owh , gitu . Ya udah kalau gitu Dhara siap-siap dulu . . Dadah Thata. " kata Adhara mencium Thalita gemas .
" Dadah . . dadah . . " celoteh Thata melambaikan tangan nya pada Adhara .
" Lucu banget sih . . sini gendong nenek dulu . . " kata Nadira menjulurkan tangan nya pada Thata . Thata dengan cepat berdiri dan berjalan tertatih menuju Nadira .
Hap
Nadira menangkap tubuh Thata dengan gemas dia memeluk dan mencium Thata membuat Thata tertawa riang . Faisal tersenyum tipis melihat keceriaan Nadira yang tengah bermain bersama Thata .
* * *
Sean menatap layar ponsel nya yang menampilkan foto Adhara yang tengah tertidur dengan melipat tangan nya sebagai tumpuan kepala nya . Senyum hangat tak pernah pudar di wajah tampan itu .
" Nana . . Aku sudah tidak sabar menunggu memori mu kembali . Semoga saja rencana kali ini berhasil . . " gumam Sean .
tok tok tok
" masuk . " sahut Sean seraya meletakkan ponsel nya ke meja kerjanya . Terdengar suara pintu terbuka bersamaan dengan Dirga yang masuk membawa sebuah berkas di tangan nya .
" Bagaimana , apa ada pergerakan dari wanita sialan itu . . ? " kata Sean yang kini berubah dingin .
" Tidak ada , hanya saja kini dia tengah menjalin kerjasama dengan seorang pria berwarganegara Korea untuk mencelakai nona muda , nama nya Kim Joon . " kata Dirga .
" Kim Joon ? " Kata Sean , dia merasa tidak asing dengan nama itu .
" Benar . Oh ya , Sean . Semua keperluan untuk liburan sudah siap . Setelah makan siang nanti kita akan berangkat menuju . . .
" Kita berangkat ke mansion Winata sekarang . . ! " kata Sean memotong ucapan Dirga dan langsung bangkit .
" Hhhft , , , Kalau bos sudah memberi perintah , aku bisa bilang apa . . " kata Dirga mengikuti Sean .
____________
" Ok , selesai . . " kata Adhara meletakkan koper kecil di dekat meja rias . Dia menjatuhkan tubuh nya ke ranjang , tatapan menerawang jauh .
" Desa Kembang Sari , . . . bunda pernah bilang kalau mereka menemukan aku di sungai di kampung bunda . Itu arti nya , nanti aku bisa mencari petunjuk tentang identitas aku di sana . Hmm , , apa jangan-jangan mereka sengaja bawa aku ke sana agar aku bisa mengingat sesuatu ? hhhhf , , , " Adhara menghela nafas panjang . Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar nya .
Ceklek
__ADS_1
" Iya ,bi . ?! " kata Adhara saat melihat bibik di depan pintu kamar nya .
" Non Hana sudah di tunggu di bawah , waktu nya makan siang . . " kata bibi .
" Oh , ya udah . Ayo kita turun . . " kata Adhara langsung keluar dari kamar nya dan menutup pintu . Setelah itu mereka berjalan beriringan menuruni tangga menuju ruang makan .
" Loh , Sean juga ada disini ? " kata Adhara saat melihat Sean sudah duduk di seberang kursi yang biasa dia pakai .
" Iya , karena Sean juga sudah datang jadi nanti kita bisa berangkat bareng-bareng . . " kata mommy .
" Sean juga ikut liburan ? " kata Adhara dengan mata berbinar .
" Jelas donk Sean ikut . Bisa ngamuk dia kalau gak di ajak . . hehehe . " gurau Devan terkekeh mendapat pelototan tajam dari Sean .
" Tante Elly mana ? kok gak ikut ? " kata Adhara .
" Mamah gak bisa ikut karena ada urusan di New York . Dia titip salam buat kalian semua . Dan mamah nitip ini buat kamu. . " kata Sean menyerahkan sebuah paperbag mini pada Adhara .
" Buat aku ? tolong sampaikan terima kasih ku sama Tante Elly . " kata Adhara menerima paperbag itu . Sean hanya mengangguk .
Setelah itu tak ada lagi percakapan yang terdengar , berganti dengan dentingan sendok dan piring yang beradu dengan pelan .
skip
Setelah beberapa waktu berlalu setelah acara makan siang , kini mereka bersiap-siap . Willy yang baru saja datang membantu satpam yang memasukkan koper ke dalam bagasi .
" Kak Devan , Hana bawa motor aja ya . . " kata Adhara .
" Jangan , gak boleh sayang . Dari sini ke kota M itu jauh loh , di tambah lagi ke Desa Kembang Sari . Nanti kamu kecapekaan loh . . " kata Nadira .
" Justru itu bunda . Dhara bosan kalau lama-lama di mobil . Dhara boleh bawa motor ya . .pleasee. . bunda cantik deh , baik lagi . . iya kan ayah . . " kata Adhara menggombali Nadira . Faisal terkekeh dengan mengacungkan jempol nya .
" Gak apa-apa , Tante . Saya juga bawa motor jadi saya bisa mengawasi Hana . Tante jangan khawatir . . " kata Sean .
" Baiklah kalau begitu . Ingat hati-hati. . " kata Nadira akhirnya mengalah .
" Yeeeyh . makasih bunda . . " kata Adhara senang dan langsung berlari ke garasi . Tak lama terdengar suara motor mendekat , Sean tersenyum tipis melihat Adhara yang kini menunggangi motor kesayangan nya walau dia belum mengingat nya .
Damar membukakan pintu mobil yang khusus untuk satu keluarga . Daddy masuk lebih dulu di ikuti mommy dan Nadira , lalu menyusul Bella dengan menggendong Thalita kemudian terakhir Devan dan Faisal . Sedangkan Willy dan Dirga naik ke mobil satu lagi yang membawa semua barang keperluan mereka . Setelah semua siap mobil dan motor itu melaju beriringan dengan santai . .
visual mobil yang di pake keluarga Winata , maka nya muat untuk enam orang .
__ADS_1
BERSAMBUNG