
Sebuah mobil merah memasuki halaman mansion yang sangat luas. Halaman itu telah di penuhi banyak mobil. Sesaat mobil berhenti , pintu belakang di buka dengan kasar , turunlah seorang gadis dengan pakaian yang sederhana dan berwajah pucat . Tatapan nya nanar menatap karangan bunga yang bertuliskan bela sungkawa.
" Hana , hati-hati . kamu belum sembuh total. .?! " kata Sean yang baru turun dari mobil.
Hana tak menghiraukan ucapan Sean , dia berlari menuju pintu utama yang terbuka lebar . Langkah nya terhenti kala didepan pintu . Tatapan nya tertuju pada peti mati yang berada di tengah ruangan yang luas itu.
" Grandma . . .?! " lirih Hana. Membuat orang yang hadir didalam ruangan itu menoleh ke pintu.
" *sweetie . . .
" sayang* ...
" Hana , kamu harus tenang ...?! " kata Sean yang berada di samping nya.
saat melihat foto grandma di atas peti mati itu , Mata Hana memerah , namun dalam hitungan detik dua aliran bening melintasi pipi Hana yang mulus.
" Grandmaaaaaa . . . .!!!!! " jerit Hana seraya berlari mendekati peti mati itu .
" Hana , hati-hati . . .?! " teriak Devan saat melihat Hana berlari sedikit sempoyongan.
"BRUUKH
Hana menubruk peti itu. Airmata nya semakin deras kala melihat wajah pucat sang nenek.
" grandma , ini hana . . hiks . . Hana udah Dateng nemuin grandma , ayo bangun grandma . .grandma jangan nakut-nakutin Hana . .hiks . . Hana janji setelah ini Hana akan menemani grandma . .hiks . .hiks . grandma bangun . .grandmaaaaa . ?! " ratap Hana disertai Isak tangis yang sangat menyedihkan.
" sweetie , tenangkan pikiran kamu , cobalah untuk mengiklaskan grandma ya . supaya grandma bisa pergi dengan tenang . . .?! " bujuk Daddy dengan memeluk Hana .
" Tapi , Dad . . . . ucapan Hana terputus dan tiba-tiba Hana memegangi kepala nya .
" sayang . . .
" Hana . . .
Devan dan mommy pun mendekati Hana yang terkulai dengan menekan kepala nya . Sean sangat ingin mendekati Hana , tapi dia menahan nya . Dia hanya memperhatikan Hana dari jauh dengan perasaan gelisah . Tapi dia tetap menampilkan wajah datar nya.
Daddy menuntun Hana ke sofa . Devan membawa segelas air dan memberikan nya pada Hana . mommy sibuk menyeka keringat dan airmata Hana dengan lembut. Sedangkan Daddy memijit kepala pelan untuk mengurangi rasa sakit nya. Brandon , paman Hana adik dari mommy mendekati Hana .
" Hana , uncle tahu ini berat buat kita . Tapi kita harus mengiklaskan kepergian grandma . Biarkan grandma beristirahat dengan tenang , ya . .Kamu harus kuat . .?! " kata Brandon sambil mengusap punggung tangan Hana.
Hana menarik nafas dalam , lalu menghembuskan nya pelan. Terus berulang sampai wajah nya terlihat tenang .
" Aku ingin menemui grandma . .?! " kata Hana dengan suara yang serak.
Daddy dan Devan menuntun Hana , sedangkan mommy di dampingi oleh Brandon mengikuti dari belakang .
" Grandma , maafin Hana ya , Hana belum jadi cucu yang baik untuk grandma . Hana sangat menyesal karena tidak sempat memenuhi keinginan grandma . Takdir tidak bisa di tentang . Tuhan lebih sayang sama grandma hingga mengambil grandma dari Hana . sekarang grandma istirahat dengan tenang ya . . Hana sayaaang banget sama grandma . .?! " kata Hana mencoba tersenyum lalu mencium kening grandma cukup lama.
" Selamat jalan grandma . . .?! " kata Hana disertai linangan airmata .
Daddy mengusap bahu Hana pelan. Terdengar Isak tangis mommy di belakang. Hana menoleh kebelakang , dia melihat bahu mommy terguncang.
" Mommy . .?! " panggil Hana . mereka berpelukan erat di sertai tangisan yang kembali pecah . Daddy dan Devan memeluk kedua wanita kesayangan nya itu.
Setelah suasana kembali tenang . Mereka memutuskan untuk melanjutkan prosesi pemakaman .
* * *
Arya dan Mayang berjalan keluar dengan langkah lesu . Mereka merasa kecewa saat mereka akan menemui Hana di ruang rawat nya . Ternyata ruangan itu sudah kosong. Saat mereka menanyakan pada suster , suster itu hanya menjawab jika pasien pulang bersama seorang pria. hal itu membuat hati Arya panas.
" Aku gak habis pikir sama Hana . kenapa Hana gak kabarin aku . Bahkan nomor nya saja gak aktif . hhfft . .sebenarnya Hana kemana ?? dan siapa pria itu . ?? " kata Arya kesal bercampur cemburu.
" Arya , kamu tenangin pikiran ya . . aku yakin Hana pasti baik-baik aja. Mungkin ada sebuah hal yang gak bisa dia jelasin ke kita sekarang . Sebaiknya kita tunggu dia kembali , ya . .?! " nasehat Mayang.
" baik lah . .?! " kata Arya menghela nafas panjang.
" Hay . . kok masih disini ? kata nya mau besuk Hana . .?! " kata Deri yang baru datang.
" Hana gak ada di ruangan nya . Arya , gue jalan bareng Deri ya . . ?! " kata Mayang .
"" ya udah sana hepi-hepi . .?! " kata Arya .
Mayang dan Deri pergi mengendarai mobil Deri . Arya lalu beranjak ke mobil dan meninggalkan rumah sakit.
_________
Di kamar yang bernuansa biru , Hana duduk termenung di balkon dengan memeluk bingkai berisi foto grandma nya . Hana masih tidak percaya jika grandma telah pergi untuk selama nya . Rasa sesal memenuhi ruang hati nya , karena dia tidak bisa memenuhi keinginan grandma nya .
" Hana . .!! " suara Devan mengejutkan nya .
Devan duduk di samping Hana . Hana menyandarkan kepala nya ke bahu kakak nya .
" Hana masih gak percaya kalau grandma udah pergi . . !? " kata Hana . Devan mengangkat tangan nya lalu merangkul Hana .
" Kakak juga sama . . kakak tidak sempat bertemu dengan grandma saat kami tiba di sini . .Tapi kita harus tegar . grandma akan sedih jika melihat kamu seperti ini. Sekarang ayo kita turun , waktu nya makan malam . .?! " kata Devan . Hana mengangguk.
Di ruang makan. semua anggota keluarga sudah menunggu . Devan menarik kursi di samping mommy untuk Hana . Sedangkan dia duduk di antara Sean dan paman nya .
" Hana , ayo makan yang banyak nak . supaya kamu cepat sembuh . .?! " ?! " kata mommy mengambilkan nasi dan lauk untuk putri nya .
" thank's , mom . .?! " kata Hana mencoba tersenyum . mommy membalas senyum Hana dan mengusap rambut Hana lembut. Mereka makan dengan tenang . hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.
Setelah makan, mereka berkumpul di ruang tamu . Mereka menyempatkan diri untuk berbincang , karena jarang-jarang mereka bisa berkumpul .
__ADS_1
" Hana , gimana perasaan kamu ?? " tanya Brandon .
" Udah lebih baik , uncle . .?! " jawab Hana .
" syukurlah . .?! " kata Brandon tersenyum .
" oh iya Dad , besok Hana mau balik . Hana takut teman-teman Hana curiga . Dan lagi Hana males nanti mereka banyak tanya kalau Hana pergi terlalu lama . .?! ' kata Hana .
" baiklah . Tapi mungkin mommy sama Daddy akan tinggal disini beberapa hari lagi ??! " kata Daddy .
" Hana , kenapa kamu lebih milih kerja jadi karyawan hotel daripada kerja di perusahaan Daddy mu ?? " kata Brandon heran.
" Hana pengen mandiri uncle . ?! " kata Hana simpel .Brandon menganggukkan kepalanya.
" Baiklah , besok Hana sama Devan akan balik duluan . .?! " kata Devan .
" Aku juga akan balik besok . .?! " kata Sean .
" Ya sudah kalau begitu , ayo istirahat . .?! " kata mommy .
" Kalian istirahat duluan . .?! " kata Daddy .
mommy dan Hana lalu beranjak dari sofa dan menaiki tangga menuju kamar nya masing-masing. kini tinggallah para laki-laki.
" Satria , bisa ikut ke ruang kerja ku ?? " kata Brandon .
" Baiklah . .?! " kata Daddy .
" Kalian lanjutkan obrolan kalian, ya . .?! " kata Daddy sebelum mereka pergi .
kini tinggal Devan dan Sean . mereka saling bertatapan . terlihat Sean pindah posisi duduk di sebelah Devan .
" apa ada petunjuk ?? " kata Devan seakan mengerti isi kepala Sean .
" Anak buah ku menemukan tato kalajengking di tubuh penyusup itu . .?! " kata Sean pelan .
" Tato kalajengking ?? berarti dia dari kelompok mafia Red Scorpions . . tak ku sangka ternyata Roy bergerak lebih cepat dari yang aku kira . .?! " kata Devan dingin.
" Mereka pasti tidak terima dengan kegagalan transaksi yang kau kacau kan saat itu. Bahkan anak buah mu sempat merampas sebagian barang mereka . .?! " kata Sean terkekeh pelan.
" Ya , bahkan anak buah ku berhasil merampas sepertiga dari barang mereka . .hahaha . .dasar orang-orang nya saja yang bodoh . .?! " kata Devan dengan wajah puas.
" Aku rasa keamanan Hana sedikit terancam . Karena Dirga juga menemukan alat penyadap di tubuh penyusup itu . Kita harus memperketat keamanan Hana . .?! " kata Sean dengan sorot mata tajam .
" Kita . .?? " kata Devan sedikit ambigu . raut wajah Sean sempat terlihat kaget karena baru sadar dengan kalimat ambigu nya . Namun sedetik kemudian wajah itu kembali datar .
" Hana adalah adik mu , dan kita berteman . Jadi aku juga merasa harus menjaga dia . .?! " kata Sean menjelaskan .
" Oh ya ??? bukan karena kau tertarik dengan adik bar-bar ku itu ?? " goda Devan .wajah Sean sedikit bersemu .
" Ya , ya , ya , dia memang bukan tipe mu . . hmm aku rasa tidak ada salah nya jika aku merestui hubungan Hana dengan kekasih nya . . .?! " pancing Devan . Sean menatap Devan tajam . Namun dia kembali tersadar setelah Devan tertawa pelan melihat sikap nya .
" Sudah lah , aku akan istirahat . .?! " kata Sean bangkit lalu menuju kamar nya . Sedangkan Devan terkekeh pelan melihat rasa gengsi sahabat nya itu .
" Kau tak bisa membohongi ku , tuan DOMINIX . .?! " kata Devan tersenyum geli , sambil beranjak dari sofa dan menuju kamar nya .
____________
Di sebuah taman , Arya tampak termenung . Pikiran nya masih tertuju pada sang kekasih yang menghilang . Dia mencoba menepis pikiran buruk tentang kekasih nya itu . Dia menanamkan positif thinking di otak nya . Tapi saat dia mengingat Hana yang tak mengabarinya , membuat suasana hati nya kacau . Dia menghela nafas panjang .
Dia memperhatikan di sekeliling nya yang ramai . malam Minggu adalah moment yang indah untuk menghabiskan waktu bersama orang terkasih . Arya sedikit iri saat melihat pasangan yang lalu lalang di depan dengan berpegangan tangan . Bahkan ada juga yang duduk di pembatas jalan dengan menikmati camilan dan minuman . Ada pula yang sedang menikmati jajanan pasar sambil bercanda ria hingga menampakkan kebahagiaan yang nyata .
Dengan hati yang kacau dan wajah yang kusut . dia bangkit dari duduk nya dan beranjak dari tempat nya sambil menggenggam botol air mineral menuju mobil nya . namun tiba-tiba mata nya terbelalak saat melihat siluet tubuh yang familiar bagi Arya .
" Hana , , , , , Hana tunggu . . . .??! !! " teriak Arya mengejar seorang cewek yang sedang berjalan bersama seorang laki-laki .
" Hana . . . .!!! " kata Arya sambil menarik bahu cewek itu dan membalik tubuh nya .
" Ada apa ya ?? " kata cewek tadi bingung .
" Maaf , saya salah orang . . . . Maaf . . .?! " kata Arya .
Sepasang kekasih itu lalu pergi , sesekali mereka menoleh Arya yang masih mematung .
" Astaga . .Hana , karena memikirkan mu aku jadi salah mengenali orang . .?! " gumam Arya seraya tersenyum geli oleh tingkah nya sediri . Dia lalu kembali beranjak menuju mobil nya . Lalu mobil itu pergi meninggalkan taman .
________________
Hana , Devan dan Sean baru saja turun dari pesawat . Mereka tiba di negara asal nya jam 9 pagi . Hana berjalan di tengah-tengah pria itu. Di luar mobil Kelvin sudah menunggu .
" Selamat datang nona muda . ayo masuk . .?! " sambut Kelvin membukakan pintu belakang . Hana langsung masuk di ikuti Sean . Devan tersenyum tipis lalu duduk di bangku depan . Kelvin melajukan mobil nya dengan santai .
" Kak Kelvin ,, tolong antar aku langsung ke kost . .?! " pinta Hana .
" Hana , apa tidak sebaiknya kamu pulang dulu ke mansion ?? " kata Devan menoleh adik nya .
" Sebaik nya tidak kak , aku takut Mayang dan Arya akan mengajukan banyak pertanyaan jika aku tidak kembali hari ini . .?! " kata Hana .
" Arya ?? " batin Sean
" baiklah kalau begitu . Vin , berhenti di sebuah minimarket .?! " perintah Devan .
" Baik bos . .?! " kata Kelvin.
__ADS_1
Bertepatan dengan itu , Kelvin langsung menepikan mobilnya di depan minimarket yang cukup besar .
" kakak masuk dulu ya . .?! " kata Devan .
" aku ikut . .?! " Hana sedikit bersemangat .
Devan tersenyum . Dia lalu membukakan pintu untuk Hana dan menahan puncak kepala Hana dengan telapak tangan nya agar kepala Hana tidak terantuk ke atap mobil . Ternyata Sean pun juga ikut turun . Mereka berempat pun masuk hingga mereka menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain .
" Wah , mimpi apa aku semalam , bisa lihat cogan yang mirip oppa Korea . . .!! "
" astaga , hati ku meleleh . .lihat cowok yang paling belakang . . OMG bening banget . andai saja dia jadi laki gue . anak-anak gue pasti imut semua . .!!? "
Ocehan para pengunjung membuat minimarket itu mendadak riuh . namun mereka yang menjadi pusat perhatian bersikap acuh. Devan langsung mendorong troli menuju rak yang menyediakan berbagai makanan instan dan berbagai camilan .
" Ayo ambil barang kamu mau . .?! " kata Devan .
Tangan Hana mulai bergerak meraih beberapa camilan . Devan mengambil beberapa jenis roti , sedangkan Hana sudah memeluk beberapa batang coklat . Devan tersenyum .
" Pantesan adik ku ini sangat manis . Ternyata penggemar coklat . .?! " goda Devan . Hana tertawa mendengar ucapan Devan .
" Tiada hari tanpa coklat . .bagi ku kalau sehari gak makan coklat . Rasa nya ada yang kurang di hidup Hana . .?! " kata Hana mulai sedikit ceria .
" Tapi ingat , jangan lupa olahraga . . Bisa-bisa kamu bakal gendut kalau makan yang manis-manis terus . .?! " pesan Devan .
" Kakak tenang aja . .?! " kata Hana .
Mereka melanjutkan berkeliling di rak-rak yang berisi makanan . Troli yang di dorong Devan sudah hampir penuh dengan makanan dan minuman.
" Kak , aku rasa sudah cukup . .?! " kata Hana .
" Kamu yakin ?? " kata Devan . Hana menganggukkan kepala nya . Mereka lalu menuju kasir .
Hana dan Devan menunggu antrian yang cukup panjang . Tak berselang lama Sean dan Kelvin datang dengan membawa belanjaan nya .
" Bos yakin membeli sebanyak itu ?? Perasaan bos gak pernah makan makanan seperti ini ?? " kata Kelvin.
" Ini semau untuk Hana . .?! " jawab Devan .
" Serius ?? apa nona muda ingin membuka toko makanan di kost an nona ?? gurau Kelvin.
" Aku sengaja menyetok banyak agar Hana tidak repot belanja lagi . ?! " kata Devan.
" Dasar rakus . .?! " kata Sean .
" Apa elo bilang ??? " sengit Hana berkacak pinggang .
" Gadis Rakus . Kau lihat perut mu sudah mulai berlemak . . .?! " kata Sean .
" Benarkah ?? " kata Hana memeriksa perutnya . Benar saja perut Hana tampak sedikit mencuat .
" ini bukan berlemak . Tapi celana nya yang kekecilan . .?! " kata Hana ketus .
" Sudah , sudah , jangan berantem . .malu dilihat orang . .?! " lerai Devan .
Sean sangat ingin tertawa melihat Hana yang menatapnya dengan cemberut . Sean menundukkan kepala nya dan tersenyum sekilas .
Setelah menunggu lama mereka lalu keluar dengan membawa kardus berisi belanjaan Hana tadi . Setelah itu Kelvin meluncur menuju kos an Hana .
" Tak berselang lama , mereka tiba di kos. Mereka mengikuti Hana dengan Kelvin membawa kardus . saat memasuki kamar kos Hana , Sean dan Devan memperhatikan sekeliling nya . Devan tersenyum miris melihat kamar kos Hana yang sangat sederhana . Sedangkan Sean malah memperhatikan Hana yang tampak nyaman dengan keadaan nya .
" Wah , sepertinya aku harus membeli kulkas satu pintu untuk menyimpan stok makanan ku . .?! " gurau Hana tertawa riang saat melihat makanan yang berlimpah . Sean kembali tersenyum tipis saat melihat Hana tertawa . Tanpa disadari Hana , Devan melirik Kelvin dengan tatapan penuh arti . Seakan mempunyai kontak batin , Kelvin mengangguk dan pamit keluar .
" Kalian bersantai aja dulu , aku mau mandi sebentar . .?! ' kata Hana mengambil baju ganti dari lemari pakaian nya kalau masuk ke kamar mandi. Hana memulai ritual bersih-bersih nya .
Tak berapa lama dia telah selesai . Saat Hana keluar , mata nya terbelalak saat melihat sebuah kulkas sudah terpajang dikamar nya .
" Astaga , , kak Devan aku hanya bergurau masalah kulkas tadi . kenapa Kakak beliin aku kulkas beneran .?? " kata Hana langsung menyebut Devan . Hana tak perlu bertanya lagi siapa yang sudah bertindak . karena dia sudah tahu siapa yang selalu bertindak cepat .
" Tidak apa-apa . Dengan begini , kamu gak repot lagi harus belanja terus . Jadi kamu tinggal nyetok aja . .?! " kata Devan puas.
" Makasih ya kak . .?! " kata Hana memeluk kakak nya .
" Baiklah , kalau begitu kami pamit dulu ya . jaga kesehatan kamu . . tunggu luka kamu benar-benar sembuh , baru masuk kerja . .?! kata Devan lalu mencium kening Hana .
" Ingat , kamu masih bertanggung jawab atas semua keperluan ku selama aku di hotel . .?! " kata Sean dingin .
" Iya , bawel . .?! " sengit Hana .
Sean menahan tawa nya . Entah kenapa Sean sangat menyukai ekspresi Hana yang sedang kesal . apalagi saat Hana cemberut dengan pipi nya yang mengembung . sangat menggemaskan bagi Sean . mungkin menjahili Hana adalah hobi baru Sean .
ketiga pria tadi lalu pergi . Hana lalu menutup pintu dan merebahkan diri ke kasur nya .
" Oh iya , handphone ku . .?! " kata Hana bangkit lalu meraih tas nya dan mengeluarkan handphone nya . Ternyata ponsel nya kehabisan daya , lalu Hana men-charger ponsel nya . Setelah itu dia pun membaringkan tubuh nya kembali dan memejamkan mata nya . Tak berselang lama terdengar dengkuran halus yang menandakan kalau Hana sudah terlelap.
Sementara itu , . . . . . .
.
.
.
.
__ADS_1
.
#BERSAMBUNG