SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 109 Pembalasan


__ADS_3

Di ruang kerja Devan dimana Hana terkurung . Dia menatap dua orang cewek kembar yang berpakaian pelayan di mansion nya yang tengah mengepung nya . Hana mengingat baik-baik rupa mereka .


" berhentilah melawan , cepat tunjukkan dimana flashdisk itu tersimpan , maka kami akan melepaskan mu . . ! "


" hehehe , , aku tak sebodoh yang kau kira . . ! " kata Hana . mereka kembali menyerang Hana dengan menggunakan belati kembar dan kunai Minato . dengan berbekal map yang cukup tebal Hana menahan dan menangkis serangan penyusup itu . perkelahian mereka terhenti sebentar saat mendengar suara pintu yang di dobrak dengan paksa dan suara yang memanggil Hana .


" kita harus melenyapkan saksi mata demi keamanan kita . . ! " kata cewek berambut hitam .


" Mari kita selesaikan dia dengan cepat . ! " kata cewek berambut merah .


kali ini mereka menyerang Hana dengan kekuatan penuh . Jual beli serangan dan pukulan semakin gencar . Hana sedikit kelimpungan menghadapi cewek kembar itu , panggilan dan gedoran sedikit mengganggu konsentrasi Hana ,


" Hana , tekan tombol merah yang ada di sebelah pintu . . ! " teriak Devan dari luar .


Hana langsung menoleh pada tempat yang di sebutkan Devan , benar saja Hana melihat tombol merah yang di maksud Devan . Tanpa ragu Hana langsung berlari dengan cepat menuju tombol itu berbarengan dengan dua cewek kembar tadi yang juga berusaha mengehentikan hana , tapi naas . .


Tap


jleb


" aakh . . !!


Hana berhasil menekan tombol merah itu tapi kunai Minato juga berhasil bersarang di bahu kanan nya dan belati kembar juga menggores punggung nya dengan cukup panjang dan dalam membentuk tanda X . senyum puas terbit dari wajah cewek kembar itu . Tapi itu hanya bertahan sebentar karena saat pintu terbuka . .


DORR


DORR


DORR


Tiga letupan senjata api berhasil menumbangkan kedua penyusup itu .


" aakh . .!


" aakh . .!


Beberapa penjaga langsung meringkus dua penyusup itu. Sedangkan ketiga pria kesayangan Hana langsung menghampiri Hana yang sudah terbaring miring dengan menahan luka-lukanya yang telah meneteskan darah hingga menjadi genangan kecil di lantai .


" Nana , , Nana bertahan aku akan segera membawa mu ke rumah sakit . . ! " kata Sean menggendong Hana dengan pelan takut menyakiti nya . Sam mencolek darah Hana yang tampak menghitam dan mengendus nya .


" **** . . . mereka sudah melumuri senjata mereka dengan racun . . ! " kata Sam terlihat begitu marah . Devan terbelalak di sertai dengan degupan jantung nya yang sangat kencang .


Tanpa berkata Sean langsung membawa Hana keluar dengan berlari menuju mobil nya di ikuti Dirga . Sam dan Devan lalu berlari menyusul Sean .


" Sean , elo akan bawa Hana kemana . . ? " kata Sam .


" Ke markas the king . Di sana aku bisa menjamin kesembuhan Hana dalam waktu cepat . Dirga cepat jalan . ! " kata Sean .


" Aku akan ikut . . ! " kata Sam langsung naik ke bangku depan .


" Aku juga ikut . . ! " kata Devan .

__ADS_1


" Tidak , kau tidak bisa ikut . kau harus menjaga istri mu . Jangan sampai ada musuh yang lain yang berhasil mencelakai penerus keluarga Winata . . ! " kata Sean dengan tatapan tajam . Devan mengerti maksud tatapan Sean yang mengungkapkan kemarahan nya karena telah mengurung Hana . akhirnya Devan pasrah dan menjauh dari mobil Sean yang baru . mobil itu melaju dengan cepat seperti lesatan anak panah .


___________


" Sayang , bagaimana . ? apa orang mu sudah berhasil membunuh menantu keluarga Winata itu . ? " kata Mayang yang duduk di pangkuan Johan . Johan menyesap wine nya dengan nikmat .


" kita tunggu sebentar lagi . Seperti nya Clara sebentar lagi akan kembali setelah memberikan racun yang di campur dengan obat penggugur kandungan pada menantu keluarga Winata itu . .! " kata Johan dengan santai .


" hahahah , , bagus , dengan begitu mereka akan merasakan kesedihan yang mendalam atas kematian menantu dan calon cucu mereka , dan kita akan mengambil kesempatan dalam suasana kesedihan mereka dengan menyerang secara besar-besaran pada markas black dragon dan mansion keluarga Winata . Setelah itu kita bantai mereka semua dan kita rebut kekuasaan dan semua harta mereka . hahahaha. . ! " Mayang tertawa kencang seperti seorang iblis . Johan tersenyum miring melihat kekasih nya yang terlihat tak berhati itu .


Tapi tawa Mayang tiba-tiba berhenti saat seorang anak buah nya masuk dengan membawa kotak yang cukup besar . Johan mendorong pelan tubuh Mayang agar turun dari pangkuan nya .


" bos , kami menemukan kotak ini di depan gerbang markas kecil . Tidak ada tanda pengirim nya , hanya saja kotak ini di tujukan pada bos . ! " kata seorang anak buah Johan .


" Buka . ! " pria itu melepas semua lakban yang menyegel kotak itu , setelah semua lakban itu terlepas , pria itu mundur dua langkah agar Johan bisa membuka nya . Dan Saat kotak itu terbuka . .


" AAAAAAAAAAAAAAKH. . . !!! " Jerit Mayang


" **** . . .Mereka ternyata berhasil menangkap mata-mata ku . aaaarrrgh . . . !!! " teriak Johan dengan penuh amarah .


____________


" Bos , hadiah dari anda sudah sampai ke tangan pimpinan mereka . Dan sepertinya pemimpin mereka puas menerima hadiah berupa kepala orang suruhan nya . . ! " lapor Dirga .


" pastikan orang-orang kita berhasil menghancurkan markas-markas kecil mereka hingga tak tersisa , lalu bakar gudang penyimpanan mereka . ! " kata Sean .


" Baik bos . . . tapi kenapa tidak kita ledakan langsung saja markas besar mereka ? "


" Baik bos saya mengerti . lalu bagaimana dengan keadaan nona . ? " kata Dirga melirik Hana dengan tatapan sedih.


" Dia sudah baik-baik saja sekarang . .! " kata Sean melirik Hana yang terbaring tengkurap di tempat tidur .


" syukurlah . kalau begitu saya permisi , bos . ! " Dirga lalu keluar dan menutup pintu pelan . Sean menatap Hana dan menggenggam erat tangan Hana yang terasa dingin .


Disisi lain , Dirga dan Willy kini memimpin langsung pasukan masing-masing dengan tujuan yang sama . yaitu membalas apa yang telah mereka lakukan pada nona kesayangan mereka . Dengan siasat dan taktik mereka , mereka berhasil membobol keamanan markas besar black wolf dan melumpuhkan penjaga yang hampir mengetahui kedatangan mereka . Belasan penjaga telah terkapar .


" Bereskan mereka dan kalian gantikan posisi mereka . . ! " perintah Willy .


" Baik , bos . ! " Anak buah Willy segera bergerak .


" Dirga , gue dan anak-anak kearah sana untuk mengalihkan perhatian mereka . .! " kata Willy langsung bergerak setelah mendapat anggukan Dirga .


Setelah Willy bergerak , Dirga dan beberapa anggota pilihan juga bergerak menuju gudang penyimpanan . Saat hampir mencapai tempat tujuan mereka , mereka terpaksa bersembunyi karena ada anggota black wolf yang baru saja keluar dari gudang penyimpanan . mereka melihat seorang pria bertubuh kekar dan besar menyimpan sebuah kunci yang cukup besar ke dalam saku jaket nya , salah satu anak buah Dirga membidikkan senjata bius nya dan melepaskan peluru bius ke leher pria itu .


brukkh


pria itu langsung pingsan , dengan gerakan cepat Dirga dan anak buah nya langsung menyerang sisa anggota black wolf yang berjumlah lima orang itu . Hanya beberapa menit mereka berhasil melumpuhkan mereka . Dirga langsung mengambil kunci di saku jaket pria tadi dan langsung membuka gudang . Sebelum masuk , anak buah Dirga menambak CCTV yang dipasang di sudut ruangan .


" Kita harus bergerak cepat , waktu kita tidak banyak . .! " seru Dirga .


* * *

__ADS_1


Disisi lain , Willy dan anak buah nya membuat keributan di sisi yang berlawanan dengan gudang penyimpanan markas black wolf . Suara tembakan dan denting suara senjata tajam yang beradu menemani pertempuran yang tidak seimbang itu .


" cepat , laporkan pada bos kalau ada mangsa yang masuk ke markas . . ! " teriak salah satu pria. Berikut nya , seorang pria berlari menjauh .


" kita harus bergerak cepat . . ! " kata Willy . Willy dan anak buah nya masih menangkis dan membalas serangan lawan dengan bergerak sedikit demi sedikit mendekati jalan keluar .


" Willy , kami sudah berhasil menyelesaikan tugas , kita harus bergerak cepat untuk keluar dari sini . . ! " terdengar suara Dirga dari earpiece yang terpasang di telinga nya .


" baik , kami juga sedang bergerak mendekati jalan keluar . . ! " kata Willy .


" anak-anak ayo kita bergerak lebih cepat . aku sudah menyiapkan hadiah untuk kalian . . ! " kata Willy menyemangati anak buah nya . Mendengar kata hadiah yang sudah mereka ketahui hadiah apa yang biasa di siapkan oleh Willy saat mereka selesai bertempur , Semangat mereka semakin berkobar . Mereka menyerang lawan dengan beringas dan brutal hingga lawan terpukul mundur . Setelah bersusah payah mencapai pintu gerbang , mereka akhirnya berhasil keluar bersamaan dengan Johan yang datang bersama beberapa ajudan andalan nya . Tapi dia harus kecewa karena Willy dan Dirga beserta anak buah mereka telah berhasil meloloskan diri .


" Sial , , dasar kalian bodoh , kenapa kalian menangkap mereka saja tidak becus . .! " umpat Johan kesal bercampur marah .


" tapi saya rasa ada yang janggal , bos. .! " kata salah satu ajudan nya . Johan menatap mereka tajam


" maksud mu . ? " kata Johan .


" Tidak mungkin kan mereka hanya datang untuk membuat keributan kecil ke markas kita. . atau jangan-jangan. . . .


DUUUAAAR


BOOOM


DUUUAAAR


BOOOM


DUUUAAAR


BOOOM


______________________________________________________


B


E


R


S


A


M


B


U


N

__ADS_1


G


__ADS_2