
Sebuah mobil hitam memasuki halaman rumah yang luas setelah seorang bapak-bapak membukakan pintu gerbang . satu persatu pintu mobil terbuka dan turun lah Nadira bersama Faisal dan Adhara . Adhara menatap rumah yang cukup mewah di depan nya .
" Adhara , mulai sekarang ini adalah tempat tinggal kamu . Ayo kita masuk . " kata Nadira . Adhara masuk mengikuti langkah Nadira . Saat mereka masuk , seorang wanita paruh baya dan dua perempuan yang masih muda menyambut kedatangan mereka .
" Adhara , kenalkan mereka Adalah ART disini . Ini bi Rumi , ini Rina dan ini Lastri . Dan yang membukakan pintu tadi nama nya pak Ujang . " kata Nadira .
" halo . . Saya Adhara . ."" kata Adhara dengan wajah datar .
" Selamat datang non Adhara . ." kata bi Rumi menyambut nona baru nya dengan senang , Lastri hanya tersenyum dan menundukkan sedikit kepala nya . Alis Adhara sedikit mengernyit saat melihat tatapan tak suka dari ART yang bernama Rina walau dia menundukkan kepala nya seperti yang di lakukan Lastri .
" ya sudah , ayo bunda antar ke kamar kamu . Kamu masih harus beristirahat lebih banyak agar kamu cepat pulih . . " kata Nadira .
" iya bunda , badan aku juga rasa nya masih lesu banget . " kata Adhara . Nadira lalu menuntun Adhara ke lantai dua menuju kamar Adhara di ikuti Faisal .
Ceklek
" nah , ini kamar kamu . Coba kamu lihat , mungkin ada yang kurang kamu suka dari warna dan dekorasi serta furniture nya. " kata Nadira .
Adhara masuk ke kamar yang cukup luas itu dengan nuansa hijau-putih , Adhara memperhatikan sekeliling nya . Dia seperti tidak terlalu menyukai penataan perabot di dalam kamar itu . Tapi untuk menghargai usaha Nadira , Adhara menganggukkan kepala nya tanda suka .
__ADS_1
" Dhara suka , Bun . " kata Adhara dengan wajah yang masih datar .
" ya sudah , sekarang kamu istirahat ya . " kata Faisal .
" Makasih ayah , bunda . .ayah sama bunda juga istirahat kalian pasti juga capek udah jagain Dhara selama ini di rumah sakit . " kata Adhara .
" iya sayang , kalau begitu kami tinggal dulu ya. " kata Nadira tersenyum lebar dan mengecup kening Adhara secara bergantian . Mereka lalu keluar dan menutup pintu .
Adhara merebahkan tubuh nya ke ranjang , dia menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang tak menentu . Dia kembali mencoba mengingat sesuatu yang mungkin bisa mengingatkannya pada jati diri nya . Tapi hasilnya nihil , dia belum bisa mengingat apapun . Karena merasa lelah dia akhirnya tertidur lelap . * * *
Di sebuah ruangan , Sean tampak termenung seraya memeluk sebuah bingkai foto berisi foto seorang gadis berambut pirang dengan senyum yang manis .
Perhatian laki-laki itu beralih pada seorang pria yang baru saja masuk ke ruangan nya . Dia meletakkan kembali bingkai foto itu ke meja kerja nya .
" Bagaimana ? " kata Sean datar .
" maaf bos , kita masih belum menemukan keberadaan nona . Tapi Kami sudah memerintahkan anggota kita untuk menyebar ke setiap kota dan desa untuk mencari nona . ." kata pria berpakaian serba hitam itu .
" Terus lakukan pencarian . . " kata Sean . Pria itu mengangguk lalu keluar . Setelah anak buah nya keluar , Sean menyandarkan punggung nya ke sandaran kursi . Dia mengusap kasar wajah nya dengan kesal . Beberapa waktu lalu , saat Hana jatuh dari jurang Sean langsung memerintahkan anak buah nya untuk melacak keberadaan Hana melalui cincin pertunangan yang di pakai Hana , karena Sean telah merancang cincin berlian itu dengan memasang GPS agar bisa mengetahui dimana kekasih nya berada . Dia merasa lega saat anak buah nya mengatakan kalau mereka menemukan titik keberadaan sang nona yang menunjukkan kalau nona mereka masih berada di dekat sungai aliran muara air terjun . Dengan penuh semangat , Mereka langsung bergerak menuju lokasi yang di tunjukkan layar laptop milik anggota Sean . Tapi sayang mereka harus kecewa karena yang mereka temukan hanya cincin berlian yang tergeletak di dasar sungai . Tapi mereka tidak gampang berputus asa . Mereka kembali melanjutkan pencarian mereka dengan cara yang mereka bisa . Para hacker dari anggota Sean dan Devan juga di kerahkan . Tapi mereka tidak bisa menembus data tentang Hana karena data keluarga Winata sangat di rahasiakan walau hacker dari kelompok Devan sendiri yang menyelidikinya .
__ADS_1
" Nana , dimana kamu berada sekarang . ." batin Sean .
Sementara Sean tengah gusar karena sang kekasih belum juga di temukan . Devan memandang wajah sang bayi dengan perasaan penuh tekanan . Bagaimana tidak , semakin hari wajah Sang putri semakin terlihat sangat mirip dengan anty nya saat bayi dulu . Membuat Devan semakin merasa bersalah karena telah lalai menjaga salah satu orang yang dia sayang . Setelah melakukan pencarian sudah hampir satu bulan mereka belum juga menemukan petunjuk tentang keberadaan Hana . Apalagi Devan sering memergoki mommy nya tengah menangis sendiri di taman belakang tempat favorit sang adik . Membuat Devan semakin frustasi dan menyalahkan diri nya sendiri yang tidak becus menjadi seorang kakak . Devan menghampiri mommy nya dan memeluk nya .
" Maafin Devan , mom . Devan gagal menjaga Hana . " kata Devan merasa sangat bersalah . Mommy tidak menjawab ucapan Devan tapi malah tangis nya yang semakin keras hingga bahu mommy berguncang .
* * * *. *
Faisal tersenyum melihat Nadira yang tengah berdiri di balkon dengan senyum yang mengembang . Pancaran kebahagiaan terbias dari wajah yang manis itu . Dia tahu apa yang membuat sang istri nya terlihat bahagia , apalagi kalau bukan kehadiran Adhara sebagai anak angkat mereka . Faisal melangkah pelan menghampiri Nadira dan memeluk nya dari belakang .
" Kau lihat , putri ku begitu manis saat dia memanggil ku bunda . ." kata Nadira sumringah .
" ya , walau sekarang dia masih menunjukkan wajah dingin nya . " kata Faisal .
" hehehe , Biarkan saja . Mungkin itu memang sifat bawaan nya . " kata Nadira . Nadira membalik tubuh nya menghadap Faisal .
" sayang , apakah aku jahat kalau aku berharap ingatan Adhara tidak akan pernah kembali ? Aku takut di saat ingatan nya kembali nanti dia akan kembali pada keluarga dan meninggalkan aku . ! " kata Nadira sendu .
" sayang , aku tahu perasaan kamu . Tapi kamu harus ingat satu hal . Adhara masih memiliki keluarga , dan Orang tua Adhara pasti sekarang sedih karena anak mereka tidak pulang-pulang . Seharusnya kita sekarang bersyukur , karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk merasakan seperti apa rasa nya di panggil ayah , di panggil bunda . Allah sudah memberi kita waktu untuk bersama Adhara sebagai anak angkat kita dengan hilang nya ingatan Adhara . Kita tidak tahu sampai kapan Adhara bersama kita , maka dari itu selagi Adhara bersama kita , kita nikmati kebersamaan kita dengan nya sampai ingatan nya kembali . Seberapa lama Allah memberi kita waktu bersama Adhara , kita harus mensyukuri nya . . " kata Faisal bijak . Nadira mengangguk dengan berat , Faisal tahu isi hati istri nya lalu memeluknya .
__ADS_1
BERSAMBUNG