SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 28 GAGAL NYA RENCANA JESI


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan , Hana berencana untuk keluar berkeliling mengitari sekitar mansion. Dia kembali ke kamar nya . Tak lama kemudian dia telah berganti pakaian dengan pakaian santai . Memakai t-shirt warna putih polos di lapisi dengan jaket hitam dan celana panjang warna Oren . Rambut yang panjang di ikat Cepol.


saat menuruni tangga Hana melihat beberapa anak muda berkumpul diruang tamu. Mereka tampak asyik berbincang di temani petikan gitar dari salah satu mereka.


" HY Hana . Mau kemana . . ?! " sapa David .


" Mau nge-mall. . ?! " jawab Hana asal. Para gadis yang mendengarnya mengernyit bingung.


" emang disini ada mall ?? " kata seorang gadis.


" Menurut elo ?? " kata Hana membenahi ikatan tali sepatu nya . Setelah selesai dia lalu berjalan keluar . Dia berjalan santai seraya merentangkan kedua tangan nya.


" hhhhh. . Segar nya udara di sini . . ?! " kata Hana terus berjalan.


Tanpa dia sadari dia berjalan semakin jauh , saking asyik nya menikmati udara sejuk dan pemandangan yang indah . Ternyata Hana semakin jauh dari mansion . Di saat udara semakin dingin , barulah dia sadar kalau dia telah memasuki kawasan hutan yang cukup lebat. Aneh nya tak ada satupun rumput yang tumbuh di bawah pohon-pohon yang besar dan tinggi itu.


" Lah , gue dimana nih . . ?! " kata Hana celingukan .


Dia menengok ke belakang , Masih ada jejak bekas dia lalui . Hana lalu berinisiatif mengikuti jejak nya sendiri. Hingga akhir nya setelah berjalan cukup lama , Hana keluar dari hutan itu. Dia merasa cukup lega setelah kembali merasakan paparan sinar matahari.


Namun dia kembali dibuat bingung karena dia tidak bisa menemukan arah pulang menuju mansion. Dia baru ingat jika dia bisa menelpon keluarga nya . Dia meraba kantong celana nya , Namun sialnya ternyata ponsel nya ketinggalan . Hanya ada kunci kamar di kantong celana nya. Dia menghembuskan nafas kasar . Dia menarik nafas perlahan lalu menghembuskan nya pelan. Setelah merasa cukup tenang. Dia lalu melangkahkan kaki nya mengikuti insting nya. Setelah berjalan cukup lama , akhir nya Hana bisa bernafas lega karena dari kejauhan dia bisa melihat atap mansion . Dia berjalan riang , namun belum jauh dia berjalan dia mendengar suara seorang gadis yang meminta tolong dengan di iringi tawa beberapa laki-laki. Dia mengikuti arah suara itu. Dari kejauhan dia bisa melihat tiga orang pemuda tengah menyeret seorang gadis yang tampak lemah itu , tengah meronta berusaha melepaskan diri. Namun usaha nya sia-sia , tenaga nya kalah jauh dengan tiga laki-laki yang memegangi nya . Mereka lalu melempar gadis ke tanah .


" Tolong jangan ganggu aku. . aku mohon . . ?! " ratap gadis itu dengan berlinang airmata , Dia tampak ketakutan .


" Tidak usah takut Bella , kami tidak akan menyakiti mu . Kami hanya ingin memgajak kamu bersenang-senang. . ?! " kata seorang pemuda yang di lihat Hana dalam rombongan para tamu tadi .


" Hiks . . hiks . . aku tidak pernah ada masalah sama kalian , hiks . .kenapa kalian menganggu ku . . hiks . hiks . ??! "


" Kau tidak ada salah pada kami . Namun saudari mu yang meminta kami untuk membuat mu tak berharga lagi di depan kekasih mu , Devan . . ?! "


Hana tersentak saat pemuda itu menyebut kalau gadis itu adalah kekasih kakak nya , calon kakak ipar nya .


" Jessica ?? " kata Bella terkejut.


" Apa kau punya saudari lain selain Jesi ?? "


" Tapi. . . .Tapi kenapa . ?? " kata Bella bingung.


" karena Jesi mengincar Devan , . ?! "


" Jika Jesi menyukai Devan , kenapa dia tidak bicara langsung saja pada Devan . Kenapa harus merusak reputasi ku . . ?! " kata Bella sendu.


" karena Devan lebih memilih elo daripada Jesi . . ?! "


" Aaaakh banyak bacot . Ayo sikat . . ?! " kata salah satu pemuda bertato di lengan nya . Mereka mengerubungi Bella yang menjerit sekuat tenaga . Semakin Bella menjerit , ketiga pemuda itu semakin beringas.


" Hahaha , menjerit lah sekuat tenaga . Tidak akan ada yang mendengar jeritan mu yang seperti suara tikus itu. . ?! "


Bella terisak , dia berusaha menghalangi tangan pemuda itu yang mencoba menarik baju nya .


" Devan , maafkan aku yang tak bisa menjaga diri ku. . . ?! " batin Bella seraya memejamkan mata .


*BRUUKH .


BRUUKH


BRUUKH*


Terdengar suara pukulan , seketika Bella tidak merasakan lagi tangan-tangan yang mencoba menarik paksa baju nya . Dia membuka mata nya . Tampak seorang gadis yang memegang sepotong kayu yang tampak familiar berdiri di depan nya .


" Dasar pengecut , berani-beraninya kalian ngeroyok cewek . Kalian masih laki-laki bukan sih ?? " omel nya . Dia membalikkan badan lalu membantu Bella berdiri . Namun Bella meringis karena pergelangan kaki nya terasa nyeri . ternyata kaki bella terkilir . Dia melepas jaket nya dan memberikan nya pada Bella.


" Makasih. . ?! " lirih Bella.


" Hey gak usah ikut campur sama urusan orang. Pergi atau elo juga bakal kita kerjain . . ?! ancam salah satu dari pemuda itu.


" Uuh aku jadi takut . . . ?! " goda Hana dengan merapatkan kedua tangan nya ke depan badan nya seperti orang yang ketakutan .


" Ayo ringkus mereka berdua . . ?! "


Mereka hendak menangkap Hana namun dengan tangkas nya Hana menendang dan meninju perut mereka hingga mereka terpental . Mereka terbatuk oleh pukulan Hana .


" Sialan . ?! " maki mereka .


" Pergilah , aku takut nanti merusak wajah tampan kalian . . ?! " kata Hana .


" Kurang ajar . . aku akan menangkap mu dan ku kurung kau di kam*r ku , akan ku jadikan kau . . . . . .


*BRUUKH


aaarrgh*


ucapan pemuda itu terpotong dengan jatuh nya dia ke tanah dengan posisi berlutut seraya memegang area sensi**f nya , karena kayu yang di pegang Hana mendarat dengan sempurna di tempat yang empuk (😂😂😂). Kedua teman nya pun serentak ikut memegang bagian sensi**f nya.


" kalian juga mau coba ?? " kata Hana memungut sebuah kayu yang berada di dekat kaki nya .


" jangan macam-macam . . ?! " kata mereka dengan sedikit gugup .

__ADS_1


" Bawa dia pergi . . ?! " kata Hana dengan tatapan tajam . Membuat ketiga pemuda itu menelan saliva nya dengan susah payah.


" Gila nih cewek , tatapan nya tajam banget . . !? batin mereka


kedua pemuda itu membawa teman nya yang masih meringis. Setelah mereka cukup jauh . Hana memeriksa keadaan Bella.


" Elo gak apa-apa ? kenalin gue Hana . . ?! " kata Hana memeriksa pergelangan kaki Bella.


" Nama ku Bella . makasih ya udah bantuin aku . Aku gak tahu harus bilang apa lagi untuk ngucapin terima kasih . . ?! " kata Bella lirih. pandangan Hana jatuh pada kalung yang dipakai Bella.


" sepertinya hubungan mereka cukup serius . . ?! " batin Hana . Dia tahu kalung itu pemberian Devan karena Hana yang menemani Devan mengambil nya di toko perhiasan .


" elo mau berterima kasih kan sama gue ? gimana kalau elo kasih kalung yang elo pakai ke gue ?? " pancing Hana .


" apa ???! kata Bella tampak panik . dia menggengam liontin Berbentuk separuh hati itu.


" iya . kata nya elo mau berterima kasih . ?! " kata Hana semakin jahil.


" Hana , aku memang berterima kasih sama kamu .Tapi maaf aku gak bisa kasih kalung ini . Karena . . . karena . . . ?! " Bella tampak ragu .


" Karena apa ?? dari seseorang yang spesial gitu ?? " tebak Hana membuat Bella semakin panik . Hana tertawa pelan.


" Hana , kalau kamu mau aku bisa kasih kalung ku yang lain . Nanti saat di mansion kamu bisa pilih sendiri ya . . ?! " bujuk Bella.


" Sudah lah . ayo naik ke punggung ku .Sebentar lagi senja . Takut nya kita di cariin sama yang lain . .?! " kata Hana berjongkok di depan Bella. Dengan ragu Bella berusaha naik ke punggung Hana . Dengan hati-hati Hana berdiri , lalu membenarkan posisi Bella agar dia nyaman . Setelah itu Hana berjalan menuju mansion.


Keadaan di villa sedikit gaduh saat Jesi berteriak memanggil Bella.


" Bella . . kamu dimana bel . guys kalian lihat Bella gak ?? " kata Jesi dengan wajah khawatir .


" memang Bella kemana ?? " kata Devan yang kebetulan ikut berkumpul di ruang tamu .


" aku gak tahu . Tadi dia pamit kata nya dia mau nemuin seseorang . Tapi sampai sekarang belum juga pulang. ?! " kata Jesi semakin cemas.


" Memang dia ke arah mana ?? " kata Devan terlihat cemas.


" Tadi aku gak sengaja lihat dia berjalan ke arah sana . . ?! " tunjuk salah seorang gadis ke arah samping villa.


" Eh gimana kalau kita cari rame-rame yuk . . Takut nya nanti terjadi sesuatu sama adik aku . . ?! " kata Jesi .


Mereka akhir nya keluar bersama untuk mencari Bella. Tanpa ada yang menyadari Jesi dan gadis yang menunjukan arah Bella tersenyum sinis .


" Yes , berhasil . Sebentar lagi Devan akan lihat adegan yang bikin dia kecewa sama cewek lemah itu dan akhirnya Devan akan meninggalkan dia dan aku akan memiliki kesempatan untuk mendekatinya . Dengan begitu aku punya kesempatan untuk menikmati harta nya . haha . ?! " batin Jesi puas.


" guys , itu kayak nya ada orang . . ?! " tunjuk David ke depan. Mereka melihat seorang perempuan tengah menggendong seseorang.


" Hana ... Ada apa ini ?? kok Bella di gendong ?? kata Devan tampak khawatir. membuat Hana tersenyum miring. Sedangkan Sean menatap Hana tajam


" Bella . . huhuhuuu ... kamu gak di apa-apain sama cowok itu kan ?? " kata Jesi pura-pura menangis .


" cowok . . ?? " kata Hana dan Bella dengan wajah bingung.


" iya . . kamu ketemuan sama cowok kan . .?? Kamu gak di le**Hkan sama mereka kan. . ?? " kata Jesi memprovokasi Devan .


" Ini maksud nya apa sih ? gak ngerti gue . . ?! " kata Hana .


" Jadi gini , tadi Jesi teriak-teriak manggil Bella , Tapi gak ada di villa , terus ada yang bilang kalau Bella tadi keluar mau nemuin seseorang . Karena panik Bella gak balik-balik , maka nya kita nyariin Bella. Eeh gak tahu nya malah Bella sama kamu . . ?! " jelas David.


" Bella nemuin gue . Jadi kita keliling bareng . Siapa bilang Bella ketemu cowok . . . . hmmm tapi Gue bingung deh , tadi David bilang kalau Jesi nyariin Bella kan ?? Tapi Kok Jesi tahu kalau Bella ketemuan sama cowok ?? kan aneh . . .?!! " kata Hana dengan wajah bingung. Membuat mereka langsung menatap Jesi yang mulai gugup.


" Aku . . aku . . aku cuma menebak . . ?! " kata Jesi gugup.


" menebak ?? Tapi kok kayaknya udah yakin banget tadi ?? " kata Hana .


" Itu gak penting . Terus kenapa Bella di gendong ?? " kata jesi mengalihkan topik..


" Ooh , ini tadi karena keasyikan lihat pemandangan , Bella Meleng , jatuh deh sampai kaki nya terkilir . Kak bantuin donk . Capek nih . . ?! " rengek Hana . Dengan sigap Devan mengambil alih Bella dan menggendongnya ala bridal. Membuat Jesi dan beberapa gadis menatap iri dan benci pada Bella.


" Ayo kita pulang , sebentar lagi hari gelap . . ?! " kata David selaku penanggung jawab villa.


Mereka berjalan kembali menuju villa. Saat hana hendak melangkah , dia terhenti karena di hadang oleh punggung Sean .


" Naik . .?! " kata Sean


" Apa ?? " kata Hana bingung


" Naik ke punggung . Tidak ada bantahan . . ?! " kata Sean datar . Hana menghela nafas . Memang karena merasa capek . Akhirnya Hana naik ke punggung Sean . Dia memeluk leher Sean dan menyandarkan kepala nya ke bahu Sean .


" Sean , aku jadi ngantuk . . ?! " kata Hana.


" Jangan tidur dulu . . ?! " kata Sean .


" Tapi aku ngantuk . . Kau tahu . . Tadi aku tersesat sampai ke dalam hutan di sana . . !! "" bisik Hana ke telinga Sean . Sekilas orang akan melihat Hana seperti mencium pipi Sean.


" Eh Hana , gak usah kecentilan ya jadi orang . . Jauhi Sean . . ?! " bentak Chalista . Namun di luar dugaan . Hana malah memeluk leher Sean semakin erat dengan sikap yang manja .


" hmmm . . nyaman . . . ?! " kata Hana memanas-manasi Chalista. Membuat Sean tersenyum tipis dengan jantung yang berdebar-debar. Sedangkan Chalista semaki mnenatap Hana penuh kebencian.

__ADS_1


Sesampainya di villa. Devan langsung mengantar Bella ke kamar nya . Tampak Chalista membuntuti Devan . Hana meminta di turunkan. Dia langsung menuju dapur karena haus.


" Nona . apa anda butuh sesuatu ?? " sapa Naomi.


" Aku mau minum . . !! " Hana langsung mengambil gelas lalu menuangkan air dan langsung meminum nya hingga habis.


" Naomi , apa kalian sudah masak makan malam ? " tanya Hana .


" Sudah nona . Apa nona mau makan dulu ?? "


" Tidak . kalau kamu gak ada pekerjaan ,tolong bantu Bella untuk bersih-bersih . Tadi kaki nya terkilir . Jadi aku rasa dia butuh seseorang untuk membantu nya . . ?! "


" Baik nona . . ?! " Naomi langsung pergi melaksanakan perintah Hana . Hana menatap lurus kedepan dengan senyum sinis.


* FLASHBACK ON


" hiks . . hiks . . aku gak nyangka sampai sejauh ini kakak ku ingin mencelakai ku . . hiks . hiks . .Padahal selama ini aku selalu menuruti semua perintah nya . . ?! " tangis Bella.


" Udah lah gak usah nangis. Habis baju gue basah oleh airmata dan ingus mu . . Gue heran deh , kalian kakak adik tapi kok saudari elo tega banget jahatin elo ?? " kata Hana sambil berjalan .


" Sebenar nya. . . Sebenar nya kami terlahir beda ibu . Jesi anak tertua , mamah nya meninggal saat dia masih SD , lalu papah nikah sama mamah ku . Maka aku lahir menjadi putri kedua keluarga Samantha . ?! " kata Bella. Hana mengangguk .


" Sebaik nya setelah ini elo harus lebih hati-hati. Gue rasa kakak elo gak bakal diam aja setelah rencana nya kali ini gagal. . . ?! " kata Hana .


" Makasih Hana . Hana, boleh aku bertanya sesuatu ? "


" Hmm . . !! "


" hmm , kamu punya hubungan apa sama Devan ?? " kata Bella hati-hati. Hana tersenyum .


" Kenapa emang ?? " kata Hana jahil.


" gak . Gak apa-apa . Aku cuma bertanya . . ?! " kata Bella. Hana terkekeh pelan.


" aku sangat menyayangi kak Devan . . ?! " kata Hana ambigu. Membuat hati Bella sedikit terenyuh . Dia terdiam dengan nafas yang berat . Hana menahan tawa nya .


" kok kamu diam ? aah jangan-jangan kamu suka sama kak Devan ya . ngaku loh . . ?! " kata Hana .


" Hana . . kalau kamu sayang sama Devan , Aku . . . Aku akan mendukung kalian . . !! " kata Bella sedikit serak . Hana menjadi tak enak hati mendengar suara Bella yang seperti menahan tangis.


" Elo tenang aja . Gue gak akan rebut kak Devan dari elo , dan elo gak bisa ngerebut kak Devan dari gue . . ?! " kata Hana .


" haa ?? maksudnya ?? " kata Bella bingung .


" Elo pikir aja sendiri . ?! " kata Hana . Bella terdiam mencoba mencari penjelasan dari ucapan Hana . Namun beberapa saat kemudian dia tersentak .


" Hana , . . Apa jangan-jangan kamu . . kamu adik Devan ?? " kata Bella .


" 100 buat elo . . ?! x kata Hana . Bella tersenyum lega . Namun tiba-tiba senyum nya hilang saat teringat dengan kejadian yang baru saja dia alami.


" Hana , boleh aku meminta sesuatu sama kamu ?? " kata Bella takut-takut.


" Apa ?? "


" Kalau kamu gak keberatan , tolong jangan beritahu Devan tentang kejadian ini . Aku . . aku gak mau nanti dia marah dan menghajar orang-orang tadi . . ?! " kata Bella.


" Bukan karena elo takut kalau kakak gue bakal ninggalin elo karena hampir di le**hin ?? "


" Aku ikhlas jika Devan meninggalkan aku karena kejadian ini . Tapi aku gak suka jika Devan di anggap jahat karena menghajar orang . . . ?! " kata Bella. Hana mengangguk puas.


" Baik lah kakak ipar . Nanti saat mereka bertanya-tanya tentang kembalinya kita , kamu diam aja . Biar aku yang bicara nanti . Ok . . ?? "


" baik lah , adik ipar . .hahahaha !!! " mereka tertawa bersama .


FLASHBACK OF.


Hana meletakkan gelas nya lalu menuju kamar nya untuk bersiap karena malam ini mereka akan berkumpul di mansion. Namun saat melintasi kamar Bella , dia mendengar suara gaduh dari dalam kamar Bella. karena tidak ingin terjadi sesuatu pada calon kakak ipar nya , Hana membuka pintu kamar Bella . . Ternyata . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2