
" Sean , sebenarnya Hana dan Sam . . .
" mereka sudah terikat janji sejak kecil . . ! " jawab Devan cepat memotong ucapan mommy . mommy dan Daddy menatap Devan bingung . Tapi Hana dan Sam saling melirik dengan tatapan penuh arti yang membuat Sean semakin panas .
" Terikat janji . . ? " kata Sean dengan dada bergemuruh . .
" Ya , seperti yang Sam bilang . Mommy berjanji akan memberi izin pada Sam untuk membawa Hana , jika Sam sudah berhasil mempunyai usaha tetap dan memiliki rumah sendiri . Maka Sam sudah bisa membawa Hana . . ! " kata Devan serius .
" Kak Devan , ,
" Hana , biarkan Sean tahu yang sebenar nya . Agar dia mengerti . . ! " kata Devan mengcode dengan kerlingan mata nya.
" baiklah , kalian selesaikan lah semua nya , Daddy sama mommy mau ke kamar dulu . . ! kata Daddy paham maksud Devan . Daddy dan mommy lalu pergi ke kamar nya . Kini tinggal lah keempat muda mudi itu. Sean menatap Hana dengan lekat seakan meminta penjelasan yang lebih.
" Sean , aku harap kamu gak marah dengan . . . .
" apa maksud semua ini , Nana . . kenapa kamu gak pernah cerita kalau kamu memiliki perjanjian dengan orang lain . . ! " kata Sean mulai tersulut emosi .
" Sean , waktu itu aku masih kecil . Kalau bukan kak Sam yang ngingetin , aku juga gak bakal ingat . . ! " kata Hana
" Sekarang kamu sudah ingat , dan sekarang Sam datang untuk menjemput mu . Bagaimana perasaan kamu ?? " kata Sean menahan emosi nya.
" Aku senang Donk . Aku senang bisa ketemu lagi dengan orang yang begitu menyayangi ku . . ! " jawan Hana berbinar menatap Sam yang juga tersenyum .
__ADS_1
" Apa kamu juga menyayangi nya . . ? " kata Sean dingin .
" Aku , , ,aku juga menyayangi kak Sam , karena . .
" Baiklah , aku mengerti . Jika memang kau ingin bersama dia , apa boleh buat . Aku hargai keputusan mu , Nana . Aku rasa aku tidak ada urusan lagi di sini . Aku pergi dulu . . ! " kata Sean bangkit dengan hati yang hancur . Baru selangkah dia pergi , Langkah nya terhenti karena Hana menubruk punggung Sean dan memeluk nya erat.
" Jangan pergi . . ! " lirih Hana . Sean menghela nafas nya , dia melepaskan tangan Hana dari pinggang nya lalu membalik badan nya . Dia menatap netra biru itu yang tampak tenang .
" Kenapa kau menahan ku. Bukan kah kau akan pergi bersama Sean . Pergi lah , raih kebahagian mu. . Aku akan baik-baik saja di sini. . ! " kata Sean sendu.
" Tapi Sean , aku hanya pergi sebentar dengan Sam , setelah itu aku akan kembali lagi ke sini . Kenapa kau sampai hati meninggalkan ku . . ! " kata Hana merajuk . Sean mengernyitkan alis nya mendengar ucapan Hana yang terdengar meremehkan perasaan nya .
" Hana , apa maksud mu . Sekarang kau memilih untuk pergi dengan laki-laki itu. Dan setelah kau pergi dengan nya kau ingin bersama ku kembali . Aku bukan boneka yang seenak nya kau ambil bila kau suka dan akan kau buang setelah kau bosan . Aku manusia Hana ,aku punya perasaan . Tolong hargai perasaan ku. . !!! " kata Sean sedikit meninggi karena kesal . Hana tampak menunduk .
" Pasangan masa kecil . . Hehehe . . .Hana , kau membuat aku seperti laki-laki yang tak mempunyai harga diri . Apa kau menganggap aku laki-laki bodoh . . ? Jika kau ingin pergi dengan nya , silahkan aku tak akan menghalangi mu . Karena itu pilihan mu . . ! " kata Sean tajam . Devan menatap Sean dengan senyum miring.
" Sean , aku hanya mengajak Hana pergi sebentar untuk melepas rindu . Setelah itu aku akan mengantar Hana pulang dan kalian bisa bersama lagi . . ! " kata Sam ambigu . Tapi karena Sean sudah tersulut emosi lebih dulu .Dia tak mencerna kembali kata-kata yang di ucapkan Hana dan Sam . Yang dia tahu sekarang bahwa Hana lebih memilih Sam daripada dia .
" Diam kau , bren*sek . . !!! " teriak Sean semakin emosi .
" Apa kau marah dengan ku , Sean . . ? " kata Hana dingin .
" YA , AKU MARAH , NANA . KAU KEKASIH KU TAPI DI DEPAN KU KAU AKAN PERGI KE RUMAH LAKI-LAKI LAIN . COBA KAU BAYANGKAN PERASAAN KU , NANA . . . !!! " teriak Sean penuh emosi dengan menatap Hana tajam dan dingin . Hana membalas tatapan Sean dengan tatapan tajam pula .
__ADS_1
" Kau dan Tara juga terikat janji masa lalu . Tapi Aku memilih diam . kau memeluk Tara yang bukan siapa-siapa kamu di depan ku , Apa kau tahu seperti apa perasaan ku . . ?? sakit , Sean . Tapi aku tidak marah dan bahkan aku membantu mu untuk bersandiwara . Tapi kenapa kamu marah dan bahkan membentak ku saat aku akan berkunjung ke rumah KAKAK SEPUPU KANDUNG KU . . ??!! tekan Hana pada kalimat terakhir nya . Sean tersentak mendengar kalimat terakhir Hana yang membuat dia terdiam .Dia menatap Hana yang kini tampak berkaca-kaca .
" Apa ?? sepupu kandung ?? Jadi kau dan Sam sepupu . . ?? Kenapa kamu tak mengatakan nya dari awal , Nana . .!!? " kata Sean menatap Hana yang terlihat sendu .
" aku sudah berusaha untuk menjelaskan nya tapi kau selalu memotong ucapan ku . Aku sekarang tahu kalau kau ternyata cowok yang egois . Kau hanya mementingkan perasaan dan pendapat mu tanpa mau mendengarkan ucapan orang lain . Kau egois , Sean . . ! " kata Hana dingin lalu melangkahkan kaki nya menuju tangga .
" Hana tunggu , Hana . . aku minta maaf . . . ! " kata Sean berusaha meraih tangan Hana , tapi dengan lincah Hana berkelit hingga Sean menangkap udara .
" Selalu saja begitu . Kau bilang tadi tidak ada urusan lagi , bukan . ?? maka pulanglah . . . ! " kata Hana semakin dingin membuat Sean merasa sangat bersalah . Hana kembali melanjutkan langkah nya menaiki tangga . Sean mengusap kasar wajah nya dengan raut frustasi . Lagi-lagi dia salah paham dengan Hana hanya karena keegoisan nya . Dia menatap Devan yang kini tersenyum miring.
" Elo kebiasaan banget sih , Dev . Ngerjain orang gak Mandang waktu . Gara-gara elo Hana jadi marah sama gue . . ! " kata Sean
" Elo nyalahin gue ? semestinya elo sadar diri lah . Elo udah dewasa tapi elo selalu ceroboh dalam menghadapi situasi mendadak seperti ini . Lagian itu salah elo sendiri , kenapa selalu memotong ucapan Hana yang mencoba menjelaskan siapa Sam . jadi salah paham kan . Sudah lah nikmatin aja . haha. ! " kata Devan tertawa santai .
Sementara di lantai atas , mommy menggeleng kan kepala nya melihat tingkah putra nya yang selalu mengisengi orang.
" Devan , Devan . . udah gede masih saja suka menjahili Sean . . ! " kata mommy yang melihat semua rangkaian sandiwara yang di dalangi oleh putra nya .
" hehehe , , biarkan saja , sayang . ayo kita istirahat. Seperti nya drama nya sudah selesai . . ! " kata Daddy merangkul dan mencium leher mommy . mommy menggeliatkan tubuh nya .
" Dasar bandot tua nakal . . ! " kata mommy tersenyum geli .
" Tua-tua begini tapi aku masih gagah loh . .Mau bukti . . ??! " goda Daddy , Daddy tertawa melihat wajah mommy yang blushing . Daddy lalu menggendong mommy ala bridal lalu membawa nya masuk ke kamar . . .
__ADS_1
" Bersambung . . . .,,,,"