
Sean mengernyitkan alis nya melihat Adhara terlihat celingukan mencari sesuatu . Hingga tatapan mereka bertemu , wajah Adhara tampak lega . Adhara tampak berjalan mendekati Sean yang bersantai di bawah gazebo .
" Kata nya ngajak main , malah duduk di sini . . " omel Adhara duduk di seberang meja Sean .
" Udah puas main nya ? " kata Sean menjatuhkan sepatu Adhara ke tanah .
" Belum . Tapi . . aku lapar . . hehe . . " kata Adhara malu-malu .
" Mau makan sekarang ? " kata Sean . Adhara mengangguk seraya memperhatikan jejeran gerobak jajanan . Sean bisa melihat binar di mata Adhara , dia mengikuti arah pandangan Adhara yang ternyata tertuju pada gerobak ketoprak .
" Ayo kita ke restoran sana . " pancing Sean . Sesuai tebakan Sean , Adhara menarik tangan Sean tanpa mengalihkan pandangan nya .
" Kenapa harus ke restoran ? di sini kan banyak makanan . .tuh , ada ketoprak . . " kata Adhara .
" Kenapa makan di sana ? Mending di restoran kan lebih bagus tempat nya . ! " kata Sean .
" CK , dasar orang kaya . Kalau di restoran mah makanan nya seemprit doank harga nya selangit . Walau kita gak makan di restoran , pemilik restoran juga gak kekurangan uang . Coba lihat mereka , Gerobak yang mereka gunakan belum tentu milik mereka . Dan lagi , melihat dari keadaan mereka . Mereka lebih butuh uang untuk mencukupi biaya keluarga mereka . Dengan kita membeli dagangan mereka , berarti kita bisa mengurangi sedikit beban mereka . Dan yang pasti nya , ketoprak nya enak dan porsi nya lumayan banyak , bisa bikin kenyang . hmm ,, tapi kalau kamu mau makan ke restoran gak apa-apa kok . Aku mau makan di sana aja . " kata Adhara bangkit dan melangkah kan kaki nya . Sean terdiam memperhatikan langkah Adhara yang semakin jauh . Senyum hangat terlukis di wajah Sean yang sudah hampir setahun ini terlihat datar .
" Satu lagi sifat yang sama persis dengan Nana . Semoga saja benar dia Nana yang asli . "
Adhara yang sudah duduk manis di meja kosong , terkejut saat Sean yang langsung duduk di kursi sebelah nya .
" Kata nya mau makan di restoran .? " kata Adhara . Sean hanya diam tanpa ingin menjawab .
" Bu , ketoprak nya satu lagi ya . " kata Adhara saat penjual menghidangkan pesanan nya Adhara .
" Baik ,mbak . "
Adhara menggosok tangan nya sebentar seraya menatap ketoprak di depan nya yang menggugah selera . Adhara mencomot kerupuk dan mencocol nya ke saus kacang dan memakan nya .
" uuummm , , ,mantap . . " kata Adhara . Dia meraih sendok dan garpu lalu mengaduk nya sebentar dan menyuap nya . Adhara tampak begitu menikmati makanan nya , membuat Sean menekan Saliva nya karena ngiler .
" Ini ketoprak nya , mas . "
Sean meniru apa yang di lakukan Adhara tadi . Tapi alis nya mengernyit saat mencicipi nya .
" Kenapa ? " kata Adhara .
" Kamu pesan yang pedes ya . " kata Sean .
" oh , kamu gak suka pedes. ? cobain punya ku , kali aja kamu selera . " kata Adhara . Sean menyendok sepotong lontong dan memakan nya . Tapi Adhara tertawa terbahak-bahak saat melihat Sean menatap nya tajam . Sean langsung meraih gelas dan meminum nya sampai habis .
" Kamu gila tahu gak . Masa makan makanan sepedas itu . Kalau sakit perut gimana , aku juga yang kena marah sama mommy . " kata Sean mendesis kepedasan .
" Ya elah , cuma pake cabe 10 biji aja kepedasan nya heboh banget . Udah pesan aja lagi yang gak pedes. " kata Adhara kembali menyuap ketoprak nya . Sean hanya menatap Adhara yang tampak masih biasa-biasa aja walau memakan ketoprak super pedas nya .
" Gila nih anak . " lirih Sean . Dia mencoba kembali memakan nya . Dia tidak ingin kalah dengan Adhara , ketopraknya tidak terlalu pedas di Banding ketoprak punya Adhara . Semakin lama Sean merasa semakin suka dengan cita rasa nya , perpaduan antara manis , gurih dan pedas . Hingga tak terasa satu porsi ketoprak di habiskan oleh Sean .
" Gimana , enak kan ? kenyang kan ..? " kata Adhara setelah menyeka sudut bibir nya dengan tisu .
" Udah lama aku gak makan sekenyang ini . " kata Sean menyeka bibir nya .
" Emang kamu mikirin apa sampe gak bisa makan kenyang ? " kata Adhara .
" Aku memikirkan seseorang yang telah menghilang karena kelalaian ku . Jika saja waktu itu aku tidak terhanyut oleh perasaan ku . Aku pasti tidak akan kehilangan orang yang aku sayangi . . " kata Sean menatap Adhara lekat . Wajah Adhara seketika berubah sendu saat mendengar cerita singkat dari Sean .
" Memang nya dia hilang seperti apa ? " kata Adhara penasaran .
" Dia menghilang tanpa kabar . Entah berada dimana dia sekarang . ." kata Sean .
" Kamu yang sabar ya . Aku doain semoga orang yang kamu sayangi itu cepat kembali . " kata Adhara . Sean menatap Adhara lekat , dan akhirnya mengangguk . Adhara lalu bangkit dan membayar makanan mereka , tapi dengan cepat Sean mendahului nya dengan memberikan pecahan uang seratus ribu .
__ADS_1
" Ambil aja kembalian nya . " kata Sean datar lalu keluar .
" Tapi ini kembalian nya banyak banget loh mas . "
" Udah gak apa-apa . Ibu ambil aja ya , semoga bermanfaat . " kata Adhara menepuk pundak penjual itu lalu keluar menyusul Sean .
" Terima kasih kalau begitu ,mbak . " kata penjual itu dengan wajah senang .
Adhara berlari kecil mengejar Sean dan mensejajarkan langkah nya . Dia menatap Sean cukup lama dari samping lalu memalingkan muka ke depan . Sean melirik Adhara yang tampak memperhatikan sekeliling nya dengan alis berkerut .
" Ada apa ? " selidik Sean yang membuat Adhara langsung menoleh .
" Ada apa , apa nya ? " kata Adhara bingung .
" Kau berjalan dengan mengerutkan alis mu . Apa yang kau pikirkan ? " kata Sean masih dengan nada datar . Adhara menatap Sean lekat , hingga dia tersenyum jahil .
" Sepertinya kau begitu perhatian pada ku Sean . . Apa kau menaruh perasaan pada ku . hmm . ?? " goda Adhara dengan menaik-turunkan alis nya . Seketika tatapan Sean berubah tajam .
" Alaah , gak usah melotot begitu . Bilang aja iya apa sudah nya sih . . . hahahaha gak kena . wleee . . ! " kata Adhara yang telah berlari menjauh sambil memeletkan lidah nya meledek Sean saat Sean melayangkan jitakan nya ke kepala Adhara . Namun sayang jitakan itu hanya mengenai udara .
" wleee . .gak kena , gak kena . ayo kejar kalau berani .! " ledek Adhara . Sean menundukkan wajah nya dan melebarkan senyum nya kala melihat tingkah Adhara .
" Awas kau . . " kata Sean melebarkan langkah nya mengejar Adhara yang sudah cukup jauh . Adhara tertawa riang dan mempercepat langkah nya kala melihat Sean yang semakin mendekati nya .
" Aaaakh , ,hahaha . . ! " Adhara menjerit lalu tertawa kala Sean berhasil menangkap tangan nya dan menarik pinggang Adhara lalu mengangkat nya tinggi .
" Kena kau . . " kata Sean menggelitik pinggang Adhara hingga Adhara memberontak sambil terpingkal-pingkal . Begitu juga dengan Sean , dia ikut tertawa kala melihat ekspresi Adhara yang lucu .
" ampun . . ampun Sean , hahahaha . ampun Sean . . hahahaha . . . .haha . .hosh , hosh , hosh . . . "
Nafas mereka tersengal di sela tatapan mereka yang beradu . Tatapan mereka semakin lekat di iringi dengan nafas mereka yang sudah stabil .
" Gitu donk . Kalau kamu tertawa kan lebih manusiawi . . hahahaha. . !! " kata Adhara langsung berlari setelah meledek Sean .
Seketika mereka terdiam menyaksikan matahari yang perlahan tapi pasti semakin tenggelam ke dalam lautan tak bertepi . Entah siapa yang memulai , wajah Sean kini menempel di pelipis Adhara yang juga menyandarkan kepala nya ke dagu Sean . Di tambah dengan sunset membuat suasana itu begitu romantis dengan tangan mereka yang saling bertaut dan bertumpu di perut Adhara .
" Nana , aku tidak menyangka akan mengulang kembali moment sunset seperti ini . . " batin Sean semakin menempel pada Adhara .
'" Sean , entah kenapa aku merasa Dejavu dengan suasana ini . . ' batin Adhara .
Sean membalik badan Adhara hingga mereka kini berhadapan . Tatapan mereka kembali beradu dalam diam . Semakin lama menatap mata biru itu , hati Sean semakin mantap jika gadis di depan nya ini adalah Nana nya . Perlahan wajah Sean merunduk , semakin dekat dan semakin dekat hingga . .
cup
Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir pink alami Adhara . Adhara terpaku dengan perbuatan Sean yang serasa bagai mimpi . Melihat Adhara yang tercengang , Sean terkekeh .
" Sean . Kau . . kenapa kau memanggil ku Nana . ? " Kata Adhara tercekat .
" Aku takut kau tidak akan percaya jika aku mengatakan yang sebenarnya . Biarkan waktu yang menjelaskan semua nya agar kau bisa menerima nya dengan perlahan . . " kata Sean menangkup wajah Adhara . Adhara menatap mata coklat keemasan itu , semakin lama semakin dalam dan akhirnya mengangguk .
" Baiklah . " kata Adhara
" Good girl . kalau begitu ayo kita pulang . " kata Sean . Adhara mengangguk , mereka lalu berjalan beriringan menuju parkiran .
Sean memasangkan helm untuk Adhara dengan hati-hati . Beberapa cewek yang melihat nya menatap Adhara sinis karena iri .
" Kok kamu tiba-tiba jadi seperhatian ini sih . Jangan buat aku salah paham loh . " kata Adhara . Sean hanya tersenyum dan menepuk pelan helm Adhara .
" Ayo naik . " kata Sean . Adhara naik dan mengambil posisi ternyaman nya .
" Gak mau pegangan lagi ? " kata Sean . Adhara berdecih dan langsung berpegangan pada jaket Sean . motor sport hitam itu pun melaju meninggalkan pantai yang menjadi awal terlukis nya kembali senyum Sean yang sempat hilang .
__ADS_1
Sepanjang jalan , Sean dan Adhara hanya diam karena sibuk dengan pikiran masing-masing . Adhara mengeratkan pegangan nya hingga tubuh nya merapat ke punggung Sean .
" Dingin ? " tanya Sean pada Adhara . Adhara hanya mengangguk . Sean pun memelankan laju motor nya . Saat melintasi jalan yang sepi serta gelap karena tak ada lampu jalan ..
ciiiit
Terdengar suara berdecit karena Sean mengerem secara mendadak karena ada kayu yang melintang di depan mereka . Sean menajamkan penglihatan dan pendengaran nya , insting nya mengatakan jika ini bukan hal yang baik .
" Nana , waspada lah . " kata Sean .
" Sepertinya jalan ini sengaja di tutup . Sebaiknya kita putar balik aja , Sean . " kata Adhara . Sean memundurkan motornya hendak berbalik arah . Tapi sayang , sebuah terjangan dari samping berhasil merobohkan motor Sean hingga mereka berdua terjatuh ke tanah .
" Nana . . " Sean langsung menarik Adhara ke belakang nya kala melihat bayangan beberapa orang yang mendekati mereka .
Tap
Suasana di sekitar mereka menjadi terang tapi menyilaukan saat sebuah sorot lampu menyala secara tiba-tiba dari arah depan Sean dan Adhara . Sean dan Adhara membuka helm nya dan menutup wajah mereka dengan tangan untuk memperjelas pengelihatan mereka .
" Bunuh mereka . . " seru sebuah suara . Laki-laki dengan jumlah yang cukup banyak itu langsung mengarah ke arah Sean dan Adhara .
" Jika ada kesempatan cepat pergi dan bawa motor . " bisik Sean lalu mendorong Adhara pelan agar menjauh dari nya .
Hiaaat
Bugh
Bugh
braakh
bruukh
Perkelahian pun akhirnya tak dapat di elakkan . Serangan demi serangan telah meluncur dan tangkisan demi tangkisan telah terpasang . Satu lawan banyak tak membuat Sean menjadi takut . Dia melawan dan membalas serangan lawan dengan sesekali melirik Adhara yang melangkah mendekar sedikit demi sedikit . Karena lengah sebuah sabetan pisau mendarat di punggung Sean , bahkan sebuah tusukan juga menembus kulit di perut Sean . Bukan hanya itu , pukulan balok dan kayu juga mendarat di tubuh Sean .
" Seaaan . . ! " teriak Adhara saat melihat Sean terjatuh dan langsung berlari dan menghampiri nya .
" kenapa kau belum pergi . . " kata Sean lemas .
" Bodoh , bagaimana aku akan pergi meninggalkan kamu seperti ini . " kata Adhara .
" uhhuk. . "
" Sean . .kau memuntahkan darah . . . " kata Adhara panik .
" aku tidak apa-apa . Tenanglah . " kata Sean . Tapi dia kembali terbatuk dan memuntahkan darah .
" Beristirahat lah . . " kata Adhara membantu Sean bersandar di sebuah pohon di tepi jalan . Adhara bangkit dengan tatapan yang tajam mengarah pada rombongan tadi .
" Kalian telah membuat aku marah , jadi kalian harus bertanggung jawab . . " kata Adhara dingin .
" hehehe , bertanggungjawab seperti apa yang kau inginkan manis ? Apakah merintih keenakan di bawah ku , hmm . .hahahahaha . . huuuks . . hukkks . . " Laki-laki yang telah menghina Adhara tadi tiba-tiba tumbang dengan sebuah pisau menembus leher nya hingga ke belakang .
" Bob . . ! " teriak teman-teman nya langsung memeriksa keadaan nya .
" Bangsat kau telah membunuh teman kami . Bunuh gadis sialan itu. . !!! "
Mereka langsung menyerang Adhara secara bersamaan , mereka sangat yakin akan berhasil melenyapkan gadis di depan mereka . Tapi sayang , mereka harus kecewa . Dengan teratur Adhara menumbangkan mereka satu persatu dengan menggunakan sebilah pisau yang mereka gunakan melukai Sean tadi .
" keparat . . Mati kau . . !! " teriak laki-laki yang masih berdiri kokoh menodongkan pistol nya .
Door
__ADS_1
" Nanaaaaaaaa . . !!!! "
BERSAMBUNG