
Di sebuah restoran bintang lima ,tepatnya di sebuah ruang VVIP . Dua orang pria berbeda umur terlihat duduk berhadapan . Asap cerutu mengambang mengelilingi pria paruh baya yang masih asyik dengan cerutu nya . Sedangkan pria satu nya tadi , terlihat tenang menatap pria paruh baya itu . Pria paruh baya itu mematikan cerutu nya dan menatap sang keponakan .
" Bagaimana kabar mu , Sean . .?? sudah lama kau tidak mengunjungi orang tua ini . . ! " kata pria paruh baya itu dengan wajah sendu .
" kabar ku Baik om , , aku terlalu sibuk mengurus semua bisnis papah yang dia wariskan kepada ku . Sampai aku tidak punya waktu untuk mengunjungi mu . . Lalu bagaimana kabar om Robert ?? " kata Sean dengan wajah datar .
" haha . . seperti yang kau lihat . om mu ini masih segar bugar . Bahkan jika kau menyerahkan warisan adik ku , aku masih sanggup untuk mengurus nya . . Sean kau masih muda , tidak seharus nya kau menghabiskan waktu mu dengan mengurus bisnis yang rumit ini . Jika kau berubah pikiran , tawaran om waktu itu masih berlaku . . ! " kata Robert , kakak kandung Wiliam , papah kandung Sean .
" Terima kasih atas niat baik om . Tapi aku merasa kasihan jika om yang sudah bau tanah ini masih harus memutar otak untuk mengurus bisnis ku yang menyebar dimana-mana . Belum lagi om harus mengurus semua j***ng - j***Ng peliharaan om . Aku sangat tidak rela jika uang yang berasal dari usaha papah ku yang dia cari dengan cara baik-baik , akan om berikan pada manusia h!na seperti peliharaan om . Aku khawatir nanti om akan mati dalam waktu cepat jika harus mengurus kedua-duanya . . . ! " kata Sean santai.
" SEAN . . !!!!! " teriak Robert menggema di ruangan itu . mata nya memerah karena amarah nya .
" Kenapa om ?? apa ucapan ku salah ?? " kata Sean dengan tatapan sinis .
" jaga ucapan mu Sean . Walau bagaimana pun Wiliam adalah adik kandung ku . Dan aku juga berhak atas sebagian aset kekayaan nya . Jadi serahkan perusahaan utama Dominic Corp pada ku , maka aku tidak akan mengganggu kalian lagi . . !! " kata Robert penuh tekanan . terdengar kekehan pelan dari mulut Sean .
" Ternyata om sangat serakah . . aku tidak memungkiri jika papah dan om adalah saudara kandung . Tapi ada yang janggal dari ucapan om , Awal nya om mengatakan berhak atas sebagian aset kekayaan papah . Tapi om meminta perusahaan utama , jika aku memberikan perusahaan utama pada om , lalu bagian untuk ku dan mamah dimana ?? " kata Sean dengan tatapan sinis .
" itu . . .
" om tidak udah mengkhawatirkan aku , aku masih sanggup mengurus semua perusahaan dan bisnis yang di tinggalkan papah . . jadi om tidak perlu repot-repot memikirkan semua nya . . ! " potong Sean .
" Tapi kau harus menyerahkan bagian ku , Sean . ! " kata Robert tetap ngotot .
" bagian apa om ?? "
" bagian hak ku dari aset adik ku . . ! " kata Robert
" hak ?? hak apa ?? papah tidak pernah mengatakan apapun tentang hak om yang ada di dalam aset papah . ! " kata Sean
" Kau tidak tahu apa-apa Sean , Wiliam membangun usaha nya dengan menggunakan harta warisan kami dari ayah kami , jadi otomatis hak ku juga masih ada di setiap aset nya . . ! " kata Robert penuh keyakinan .
prok prok prok
Sean bertepuk tangan sambil tersenyum pada om nya . Tapi tatapan mata nya sangat tajam .
" apa om lupa tentang apa yang om lakukan dengan warisan bagian papah ?? " kata Sean dingin .
" apa maksud mu ?? kau tidak tahu apa-apa Sean . ! " kata Robert dengan wajah sedikit gugup .
" aku memang tidak tahu apa-apa . Tapi seseorang yang sangat tahu tentang masalah pembagian warisan itu , telah memberitahu ku . . Apa aku harus memanggil nya kesini , om Robert ?? " kata Sean dengan senyum miring , membuat Robert merinding .
" Sean , . apa maksud mu . ! "
" papah membangun bisnis nya dengan tetesan keringat nya sendiri . papah mulai membangun bisnis nya saat papah masih kuliah dengan menyisihkan uang bulanan nya dari kakek , bukan dengan warisan dari kakek . Bahkan papah tak mendapatkan sepeserpun dari warisan kakek . Karena om yang telah menguasai semua nya . . Aku mengatakan yang sebenar nya , bukan mengada-ada seperti om . . Bahkan saksi nya pun sampai sekarang masih hidup jika om ingin mengatakan aku berbohong . . ! "
" Sebaiknya om jangan mengusik aku dan mamah lagi . Dan jangan pernah meminta bagian dari aset papah . Karena sampai kapan pun aku tidak akan memberikan nya . . ! "
" Tapi Sean . .
" Karena papah sendiri yang mengatakan pada ku , jangan pernah memberikan apapun yang menjadi peninggalan papah pada orang lain . . . Termasuk kakak kandung nya sendiri . . kalau om masih mengusik aku atau mamah , jangan salahkan aku jika aku bertindak tegas pada om . walau om adalah om kandung ku , aku tidak akan segan . . . !! " kata Sean tajam lalu beranjak dari kursi nya . Tapi langkah nya terhenti. Dia menoleh Robert .
" aku kembalikan ini pada om . . ! "
sreekh
Sean melempar kalung yang di berikan oleh tawanan kemarin . Lalu pergi meninggalkan Robert yang diam mematung menatap kalung itu .
" sialan ,. .ternyata aku sudah ketahuan . . bisa-bisanya aku meninggalkan jejak . . bodoh . . . awas kau Sean , aku tidak akan diam . Aku akan tetap merebut apa yang aku inginkan . . !! " geram Robert .
___________
hari berganti Minggu , Minggu berganti bulan . Hana menjalani waktu nya dengan menyibukkan diri mengurus hotel, mall dan berlatih di markas Black Dragon . Willy dengan setia membantu dan menemani Hana , mereka semakin akrab layak saudara kandung . Suka duka Hana , dia curahkan pada Willy . Willy selalu menanggapi curhatan Hana dengan hangat. Dia akan memberikan saran dan masukan untuk masalah yang sedang di hadapi Hana . Dia semakin menikmati peran nya sebagai kakak pengganti (😁😁😁) untuk Hana .
Di markas Black Dragon , Hana di latih langsung oleh orang kepercayaan Devan , salah satu nya adalah Justin . Hana dengan semangat berlatih menembak pada Roky , berlatih bela diri pada Justin , dan belajar taktik dan strategi pada Anton . Semua anggota Black Dragon menerima kehadiran Hana dengan hangat . Mereka memperlakukan Hana dengan sangat istimewa , bahkan ada yang menganggap Hana sebagai adik mereka . mereka semakin menyukai Hana yang memperlakukan mereka layak nya saudara , tak pernah bertindak kasar atau pun semena-mena walau posisi dia sebagai adik pemimpin kelompok mereka . Bahkan Hana selalu ramah dan menghargai mereka . Markas yang dulu nya terlihat suram , kini terasa hangat saat kehadiran Hana di tengah-tengah mereka .
Berkat kegigihan dan ketekunan Hana dalam berlatih . Kemampuan Hana semakin meningkat pesat . ketangkasan dan kelincahan Hana dalam ilmu bela diri , membuat Justin tersenyum puas . Roky pun bertepuk tangan mendapati bidikan Hana selalu tepat . bahkan walau Hana terlihat santai mengarahkan pistol nya pada target , bidikan Hana tetap mengenai sasaran dengan tepat . Kilatan bangga melintas di mata Roky .
" Sungguh bakat yang terpendam . . ! "
" kak Anton , bagaimana dengan penilaian mu tentang pelajaran yang kau berikan . ?? " kata Hana menghampiri mereka bertiga .
" Kita harus terjun ke lapangan langsung untuk melihat kemajuan dalam menyusun taktik . . ! " kata Anton menatap Hana tajam .
" Iish . .mata kak Anton tajam banget sih , sampai membuat hati ku meleleh . . . !! " goda Hana . Anton memalingkan muka nya menahan malu akibat di goda oleh seorang cewek . Sedangkan Justin menggigit bibir nya untuk menahan tawa nya . tapi tidak dengan Roky , Roky tertawa cukup kencang hingga membuat Anton semakin malu .
__ADS_1
" hentikan tawa Kalian . Ayo ikut aku . . ! " kata Anton beranjak dari tempat nya . mereka mengikuti langkah Anton . Tapi Roky dan Justin mengernyitkan alis nya saat mengetahui jalan yang mereka lalui .
" Anton , apa ini tidak berlebihan . . ?? " kata Justin .
" Ini di perlukan untuk melatih kemampuan baru nya , sekaligus melihat sampai dimana kemajuan nya . . Nona , apa kau tidak keberatan ?? " kata Anton melirik sekilas pada Hana . Anton tetap memanggil Hana dengan sebutan nona walau Hana memanggil dia kakak .
" jika itu di haruskan ,. apa boleh buat . . ! " kata Hana mengunyah permen karet nya .
Anton mengangguk puas . Kini mereka tiba di depan sebuah pagar besi , di balik pagar terlihat pemandangan seperti sebuah hutan yang cukup lebat . Hana mengedarkan pandangan nya , sedangkan ketiga pemuda tadi menatap Hana dengan tatapan rumit . Sejujur nya Roky dan Justin tidak tega melihat Hana yang akan di latih langsung oleh Anton . Karena mereka tahu , rekan nya satu ini tidak tanggung-tanggung dalam melatih seseorang .
" Nona siap ?? " tanya Anton
" SIAP . . !!! " kata Hana dengan tegas . membuat Anton semakin mengagumi nona nya ini .
" nona , hati-hati . jika merasa sudah tidak sanggup , menyerah saja , kami akan datang membantu . ! " kata Roky sedikit cemas seraya menyerah kan sebuah pistol berwarna emas yang elegan . pistol itu adalah titipan Devan untuk Hana . Hana menerima nya dengan berbinar . Dia menyelipkan pistol itu ke pinggang nya .
" Hana , ingat , fokuskan pikiran mu dalam menghadapi lawan . . ! " kata Justin menepuk pelan puncak kepala Hana .
" Kakak-kakak semua jangan khawatir . aku akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan ku untuk menghadapi ujian dari kak Anton . . !!! " kata Hana dengan semangat . Membuat mereka tersenyum .
Anton membuka pintu besi itu . setelah menghela nafas panjang , Hana melangkahkan kaki nya masuk ke kandang itu . Anton menutup kembali pintu besi nya . Mereka lalu menaiki sebuah tangga yang menghubungkan lantai yang berada di atas . mereka bertiga bisa memantau Hana .
Hana memperhatikan sekitar nya . Dia menajamkan pendengaran nya . Perlahan melangkah mengitari sekitar .
traass
Hana menginjak ranting dengan keras , Sebenarnya dia penasaran apa yang ada di dalam hutan kecil ini . Insting nya mengatakan , kalau penghuni hutan buatan ini , adalah binatang buas .
" rrooaaarh . . . . !!! "
Hana menghentikan langkah nya , semakin menajamkan pendengaran dan penglihatan nya . Sayup-sayup dia mendengar langkah yang mendekati nya .
srek srek srek
Hana bisa mendengar langkah itu semakin mendekat , Hana semakin waspada saat melihat seekor singa jantan dengan bulu keemasan muncul di depan Hana . Tatapan mereka beradu , Hana berusaha menenangkan dada nya yang bergemuruh . Tak ketinggalan juga wajah-wajah tegang dari atas menara .
" rrooaaarh . . !!!
Singa jantan itu langsung berlari dan menerkam Hana , repleks Hana mengelak berguling kesamping , namun singa itu tak memberi kesempatan pada Hana untuk memasang kuda-kuda , dia kembali menyerang Hana , dengan sigap Hana salto ke depan melayang di atas singa itu dan berdiri tegak di belakang singa jantan itu . Singa itu berbalik dan menghadap Hana , mereka kembali menatap satu sama lain dengan tatapan tajam . Hana memasang kuda-kuda saat melihat singa itu bergerak maju kearah Hana , Hana semakin waspada hingga jarak mereka semakin dekat dan . .
singa itu mundur beberapa langkah setelah tinju Hana mendarat tepat di dahi singa itu , Hana meringis mengusap tangan kanan nya .
" gila , itu batok kepala apa batu sih . . keras banget . . . !! " gerutu Hana meniup tangan nya . Roky dan Justin tertawa kecil melihat tingkah Hana . Sedangkan Anton tersenyum tipis .
Singa itu kembali mengaum dengan marah nya , dia lalu menyerang Hana dengan membabi buta , Hana cukup kewalahan menghadapi singa yang sedang marah ini , hingga Hana lengah , dan . .
sreeth
Cakar singa itu mendarat di lengan Hana .
" Hana . . . . !!! " seru ketiga pemuda itu khawatir .
Hana menatap tiga garis yang mengalirkan darah di lengan nya . Dia menatap tajam singa itu .
" berani-beraninya kau melukai ku . Kau tidak tahu betapa mahal nya aku membeli hand and body untuk menghaluskan kulit ku . Karena kau telah melukai ku , maka kau harus ganti rugi . Aku akan menguliti mu dan menjual bulu mu itu untuk membeli hand body baru . . dan aku akan memotong ekor mu untuk hiasan markas ini . Walau aku seorang gadis , tapi kau jangan meremehkan aku , karena aku bukan gadis biasa , tapi aku gadis luar biasa . .Sini kau . . . !!! " teriak Hana kesal seraya meraih sebuah balok yang tergeletak di belakang nya . Tapi ketiga pemuda itu malah tertawa pelan mendengar ucapan Hana yang masih memperdulikan hand body nya , walau sekarang dia menghadapi lawan yang kuat.
" rooooaaarhh . . .
Singa itu kembali mengaum dan menyerang Hana , dengan sigap Hana menangkis serangan itu , dia berkelit dan berputar menghindari kuku tajam singa itu , hingga dia memiliki kesempatan dan . . .
" buugkh .
Hana memukul kaki belakang singa itu hingga singa itu mengaum kesakitan . Hana menatap singa itu yang terduduk menahan sakit sambil mengatur nafas nya yang tersengal-sengal . Hana kembali waspada melihat singa itu kembali bangkit , Hana bisa melihat mata tajam singa itu yang merasa terancam . Dia terlihat sedikit terpincang saat bangkit , dengan cepat singa itu berlari ke arah Hana , Hana tetap diam di tempat nya hingga saat jarak mereka tinggal beberapa langkah Hana menggeser posisi nya ke kiri dan langsung naik ke punggung singa itu , singa itu meronta ingin menjatuhkan Hana , posisi mereka berputar , kadang Hana yang di bawah singa itu , dia berusaha menahan serangan taring singa itu hingga lengan dan tangan nya terluka , dengan sekuat tenaga Hana menjatuhkan singa itu dan naik ke atas nya , singa itu kembali meronta , tapi Hana menduduki leher nya Dan menekan nya sekuat tenaga . singa itu masih terus meronta .
" DIAM . . KAU SEKARANG ADALAH MILIK KU , DAN KAU HARUS MENURUTI APA KATA KU . AKU ADALAH TUAN MU DAN AKU PERINTAHKAN KAU DIAM DAN TUNDUK PADA KU , LEO . . . . !!!!! " teriak Hana sambil menekan moncong singa itu dengan kuat ke tanah . Seperti mengerti dengan ucapan Hana, perlahan singa itu terlihat masih meronta dengan gerakan pelan , Hana mengusap kepala singa yang dia beri nama Leo itu dengan lembut , terlihat singa jantan itu terlihat tenang dan akhir nya diam . Setelah merasa situasi sedikit aman , Hana bangkit dari leher singa itu dengan pelan . dia menjaga jarak agak jauh dari singa itu yang masih terlihat sangar . Hana menatap singa itu dengan lembut sambil mengatur nafas nya . singa itu duduk dengan gagah .
" Leo , nama mu sekarang adalah Leo . .Dan aku sekarang adalah tuan mu . Jadi kau harus menurut pada ku , kau mengerti . . !! " kata Hana tegas .
" rooarh . .
Leon mengaum pelan . Hana melihat Leo mengibas-ibaskan ekor nya di tanah . Hana tersenyum lembut menatap singa jantan yang gagah itu .
" Kemari lah Leo . . ! " kata Hana merentangkan tangan nya . Perlahan Leo berjalan ke arah Hana , dan menjatuhkan tubuh nya kesamping Hana dan menaruh kepala nya ke pangkuan Hana .
" Anak pintar . . . !! " puji Hana dengan mengelus leher nya . Singa itu mengendus tangan Hana yang terluka lalu menjilatinya pelan . Hana meringis , luka-lukanya terasa semakin perih saat lidah Leo yang terasa tajam itu menyentuh luka nya .
__ADS_1
prok prok prok
Hana menoleh saat mendengar suara tepuk tangan mendekati mereka . Leo segera bangkit dan membelakangi Hana seolah-olah melindungi Hana .
" tenang Leo , mereka teman ku . . ! " kata Hana . singa itu duduk kembali .
" Luar biasa . . . hebat . kau sungguh hebat . . . kau benar-benar gadis luar biasa . . . !! " puji Anton seraya membantu Hana bangkit . Justin berdecak kesal saat melihat tangan Hana yang terluka .
" Hana , ayo masuk , luka-luka mu harus di obati . . ! " kata Justin merangkul Hana lalu hendak membawa nya pergi .
" Leo , kau bermain lah sendiri dulu . aku akan pergi . . nanti aku akan meminta orang untuk mengobati mu . . ! " kata Hana mengelus leher Leo lalu mencium dahi nya . Hana mendekatkan kening nya ke Leo berharap Leo akan membalas ciuman nya , dan ternyata Leo juga menempelkan hidung nya ke dahi Hana .
" good boy . . ! "
Mereka lalu pergi meninggalkan hutan kecil itu setelah memberikan salam perpisahan pada Leon . Anton kembali mengunci pintu besi itu .
" Ayo , luka mu harus segera di obati . . ! " kata Anton .
" kak Anton , aku capek . Tenaga ku terkuras habis. . ! " kata Hana pelan .
" Ayo aku bantu jalan . . ! " kata Anton .
" Gendong . . . ! " rengek Hana manja .
"Hana , biar aku yang gendong . . ! " kata Justin .
" Tidak , Justin terlalu lemah , biar aku yang gendong . . ! " kata Roky.
" Tidak , aku mau kak Anton yang gendong . Aku terluka juga gara-gara dia . . ayo gendong aku . aku capek . . ! " kata Hana .
" Baik lah , ayo naik . . ! " kata Anton merendahkan tubuh nya , dengan sigap Hana naik ke punggung Anton . Roky dan Justin terlihat cemberut . Tapi mereka masih mengikuti Anton yang berjalan menuju ruang kesehatan .
Sesampai nya di ruang kesehatan . Anton menurunkan Hana di atas brangkar . Dengan sigap Justin membantu melepas manset dari tangan Hana dengan sangat hati-hati . Saat manset terlepas , mereka menatap sendu luka yang cukup dalam di lengan Hana .
" Alan , tolong rawat nona muda , cepat . . !! " perintah Anton .
" Memang nona kenapa bisa sampai terluka seperti ini . . ?? " kata Alan langsung membawa kapas dan sebotol cairan antiseptik .
" Dia menjalani latihan dengan bertarung di hutan kecil . .! " kata Anton . Alan hanya mengangguk dan terus membersihkan luka-luka Hana . Justin memberikan segelas air putih pada Hana , Hana meminum nya hingga tandas . Setelah beberapa waktu , luka-luka Hana sudah selesai di obati dan di perban agar tidak terkena debu . Karena terlalu fokus melihat luka Hana , mereka tidak menyadari jika Hana sudah terlelap dengan damai . Mereka tertawa pelan .
" Aku akan meminta Ambar untuk membantu membersihkan tubuh Hana . . ! " kata Roky . Dia mengotak atik ponsel nya lalu melakukan sambungan telpon . Tak lama masuk seorang gadis dengan wajah datar .
" ada apa kalian memanggil ku ?? " kata nya datar .
" Ambar , tolong kamu bantu membersihkan badan Hana . kamu satu-satunya anggota perempuan disini . .jadi hanya kamu yang bisa membantu nya. ! " kata Roky .
" aku tidak mau . .Kalian urus aja sendiri . . ! " kata Ambar ketus .
" Ambar . . tolong . . ! " kata Justin tegas .
" ok . tapi jangan salahkan aku jika kulit mulus gadis manja kesayangan kalian ini lecet . karena aku bukan lah orang yang bisa berlemah lembut . . ! " kata Ambar . Dia mengambil handuk dan baskom yang sudah berisi air hangat , lalu mendekati brangkar Hana . keempat pemuda tadi membalik tubuh mereka menghadap dinding . Mereka memang tidak ingin meninggalkan Hana sendirian bersama Ambar , gadis yang baru pulang beberapa hari yang lalu setelah menjalankan misi di negara S . Mereka sangat tahu temperamen seorang Ambar .
Ambar menatap wajah Hana yang terlihat imut walau sedang tertidur dengan tatapan tidak suka . Dengan kasar dia melepas sepatu bot Hana yang sebelah kiri ,setelah terlepas, dia juga melepas sepatu bot sebelah kanan dengan kasar , tapi . . . .
BUUGKH . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1