SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 121 bayangan buram


__ADS_3

Di ruang makan , Adhara makan dengan tenang bersama keluarga baru nya . Tanpa dia sadari , Faisal memperhatikan ekspresi Adhara secara diam-diam . Sejak memasuki rumah nya , ekspresi Adhara terlihat biasa-biasa saja . Seakan dia sudah biasa melihat sesuatu yang mewah . Menurut logika Faisal , walau seseorang mengalami amnesia dan melupakan semua ingatan nya , tapi tidak dengan kebiasaan nya . Faisal pun akhirnya menyimpulkan kalau Adhara pasti berasal dari keluarga terpandang . Faisal juga mengagumi etika Adhara saat di ruang makan yang makan dengan tenang tanpa menimbulkan suara , membuat Faisal semakin yakin dengan kesimpulan nya .


Lain lagi dengan Nadira , dia tersenyum bangga melihat Adhara yang tampak tenang dan anggun . Dia merasa benar-benar beruntung bisa memiliki anak angkat sesempurna Adhara .


" Ayo makan yang banyak , biar kesehatan kamu cepat pulih . ." kata Nadira menaruh sepotong ayam ke piring Adhara .


" makasih bunda . . " kata Adhara tersenyum tipis .


" Habis ini jangan lupa minum obat ya . supaya luka-luka kamu benar-benar sembuh . . ! " kata Faisal .


" Iya ayah . ." kata Adhara .


S


K


I


P

__ADS_1


Nadira menyerahkan gelas kecil berisi obat pada Adhara dan langsung di telan oleh Adhara lalu di susul dengan segelas air . Nadira tersenyum senang melihat Adhara yang patuh .


" setelah ini kamu kembali istirahat ya , sayang . " kata Nadira mengusap rambut panjang Adhara lembut .


" iya bunda . Oh iya bunda , bunda bilang masih menyimpan barang lama Adhara . Boleh Adhara melihat nya . ? " kata Adhara .


" baiklah , bunda ambil sebentar ya . "


Nadira keluar dari kamar Adhara , dan tak lama dia kembali dengan membawa paperbag lalu menyerahkan nya pada Adhara . Dengan antusias Adhara mengeluarkan isi paperbag itu . Mata nya sedikit terbelalak melihat apa saja yang keluar dari paperbag itu . Legging hitam mengkilap , tank top yang sudah compang camping . Dan yang membuatnya tertegun adalah sebuah pistol berlapis emas dengan ukiran naga , sepasang belati kembar dengan bilah tajam di kedua sisi yang terlihat sangat tajam dan gagang nya yang berbentuk kepala naga , serta beberapa magasin yang sudah terisi penuh . Adhara meraih pistol itu dan memperhatikan nya dengan teliti . Tatapan nya terpaku pada ukuran naga di gagang , tiba-tiba sebuah bayangan buram dimana seorang cowok memberikan pistol pada seorang cewek melintas dengan cepat di memori Adhara .


" aakh . . !! " pistol itu terjatuh karena Adhara repleks menekan kepala nya yang terasa berdenyut .


" Dhara , ada apa nak ? Jangan terlalu memaksakan diri . .! " kata Nadira panik . Adhara masih menekan kepala nya dengan nafas yang memburu . setelah terdiam sejenak , dia terlihat kembali tenang . Dia kembali mengambil pistol dan belati kembar , dia kembali memperhatikan kedua senjata yang tak seperti tak asing bagi nya . Tatapan nya tertuju pada ukuran naga di kedua senjata itu . Sontak Adhara melihat tato di lengan kanan nya .


Adhara sedikit kaget saa merasakan tepukan lambut di bahu nya .


" sayang , jangan memaksakan diri . perlahan saja , ya . " kata Nadira khawatir .


" Iya bunda . Semua barang ini biar Dhara yang simpan ya Bun ? " kata Adhara .

__ADS_1


" itu memang barang milik mu jadi kau bisa menyimpan nya . Ya udah , kamu istirahat ya .bunda keluar dulu . " kata Nadira mencium kening Adhara lalu pergi . Setelah kepergian Nadira , Adhara kembali menatap pistol dan belati kembar itu .


" siapa laki-laki yang memberikan pistol ini pada cewek itu ? Apa itu aku ? " kata Adhara mencoba menggali ingatan nya . Tapi bukan nya mengingat sesuatu yang lebih jelas dia malah merasakan kepala nya kembali sakit . Dia pun menghentikan niat dan kembali tenang , setelah kembali tenang dia menyimpan pistol dan belati kembar itu ke dalam laci nakas lalu berbaring untuk tidur .


______


" apa kau yakin dengan rencana mu itu ? wajah yang akan kau ambil ini adalah anak seorang pengusaha terkenal . Jika kau ketahuan telah menipu mereka , maka aku yakin nyawa mu akan melayang . .! " kata seorang cewek yang berprofesi sebagai dokter kecantikan sekaligus dokter yang biasa melakukan operasi plastik .


" Kau tenang saja Karina , setelah kau melaksanakan permintaan ku maka kita tidak ada kaitan apapun lagi . Jika ada apa-apa aku tidak akan melibatkan mu . " kata seorang cewek .


" Baiklah , aku akan memenuhi permintaan mu tapi ingat dengan janji mu . . ! " kata dokter yang di panggil Karina .


" oke . jadi kapan kita bisa melaksanakan operasi ini . ? "


" besok datang lah kembali kesini , aku akan menyiapkan semua nya . " kata Karina .


" baiklah , kalau begitu aku pergi dulu . "


Gadis itu pergi meninggalkan Karina yang masih menatap nya dengan tatapan datar .

__ADS_1


" semoga kau beruntung , Mayang . . . ." kata Karina menghela nafas panjang .


BERSAMBUNG . .


__ADS_2