
Dan . .
Ambar dan Leo tampak kembali bergumul . Hana menatap pemandangan di depan nya dengan tegang . pergumulan itu terlihat sengit , menindih , memukul , mencakar . Hana bisa melihat mereka seperti sama-sama lelah . Saat dia melihat Leo Dengan erat nya menggigit lengan Ambar , Dengan cepat Hana berlari menuju kedua makhluk itu .
" Hana . . . ! " teriak Justin mengejar Hana yang mendekati pergumulan itu .
" Leo , stop . . . . cukup Leo . . !!! " teriak Hana . Leo menghentikan aksi nya . Dia terduduk ke tanah dengan nafas tersengal . Leo tampak menatap Hana lekat .
Hana langsung berlari menghampiri Ambar yang terlihat gemetar , entah lah mungkin dia menahan sakit di sekujur tubuh nya . Ambar hanya diam saat Hana memeriksa luka di lengan nya yang berlumur darah .
" Justin , berbalik . . !! " kata Hana . tanpa bertanya Justin langsung membalik tubuh nya menghadap ke arah lain .
Hana langsung melepas jaket nya , dia melepas baju kaos yang di pakai nya hingga menyisakan miniset yang menutupi sampai setengah perut nya . Hana memakai jaket nya kembali lalu membungkus lengan Ambar .
" Justin bawa Ambar ke ruang kesehatan . Dan suruh seseorang untuk membawa obat untuk mengobati luka Leo . ! "
Justin langsung berbalik setelah mendengar suara Hana . Dia lalu membantu Hana membawa Ambar dengan mengaitkan lengan Ambar ke leher nya , sedangkan Hana tetap berdiri di tempat nya . Setelah Ambar dan Justin menjauh. Dia membalik badan nya dan mendekati Leo yang sedang menjilati luka nya .
" Leo , . . ! " panggil Hana lembut seraya mendekati Leo dan duduk di samping nya . Seperti sudah mengerti dengan nama baru nya , Leo spontan menatap Hana . Dengan manja nya dia menjatuhkan kepala nya ke pangkuan Hana . Dengan lembut Hana mengusap Surai nya .
" Sabarlah , sebentar lagi luka mu akan di obati . . ! "
S
k
i
p
Di ruang kesehatan , Ambar sudah terbaring di brangkar . Alan sedang membersihkan luka-luka di tubuh Ambar .
" Aku heran dengan Kalian . Kenapa sih kalian suka banget melukai diri sendiri ?? sudah tahu singa itu masih belum di jinakkan , tapi masih saja ingin menundukkan nya . . ! " omel akan .
" siapa bilang belum di jinakkan ?? Hana berhasil menundukkan singa jantan dewasa itu dan menamai nya Leo . Ambar saja yang ceroboh . Kalau bukan Hana yang menghentikan Leo , mungkin sekarang kita sudah sibuk menyiapkan pemakaman . . !! " kata Justin sinis .
" Aku hampir saja menakhlukan singa itu , tapi gadis manja itu menggagalkan nya , bahkan dia memerintahkan singa itu menyerang ku hingga hampir membunuh ku . ! " kata Ambar dengan tatapan tajam .
" Tapi Hana juga yang telah menyelamatkan mu . Ingat , Hana hanya memerintahkan Leo untuk membalaskan rasa sakit luka di tubuh nya , Bukan ingin membunuh mu . Dan satu hal lagi yang harus kau ingat , Hana pemilik singa emas itu sekarang . Jadi kau tidak usah bersusah payah ingin menaklukan Leo . . ! " kata Justin sinis lalu pergi . Alan menghela nafas panjang .
" Ambar, saran ku sebaiknya jangan mengusik Hana . atau kau akan menyesal . . ! " kata Alan lalu pergi meninggalkan Ambar yang terdiam . suasana menjadi hening setelah kepergian kedua pemuda tadi .
" Dasar cewek licik . Bisa-bisanya semua orang di markas membela dia . . Entah apa yang dia berikan pada mereka . . ! "
__ADS_1
Disisi lain , Hana mengelus kepala Leo yang sedang di obati oleh seorang pemuda . sesekali terdengar raungan pelan saat luka nya di obati . Dengan lembut Hana menenangkan Leo .
" Bagaimana ? apa luka Leo cukup serius ?? " kata Hana saat melihat pemuda itu mengemasi peralatan nya .
" Nona tenang saja . luka Leo tidak terlalu serius . Leo harus beristirahat agar luka nya cepat mengering . Nanti saya yang akan merawat dan memberi makan Leo dengan teratur . . ! "
" Terima kasih . siapa nama mu ?? "
" saya Alvan . . ! " Hana mengangguk .
" Leo , kamu sekarang harus istirahat , supaya luka-luka mu cepat sembuh . Ingat , pria tampan ini yang akan merawat mu , jadi kau jangan takuti dia . Ok . . ! " kata Hana menangkup wajah besar Leo lalu mengusap Surai nya . Dia lalu pergi meninggalkan tempat Leo bersama pemuda tadi .
ceklek
Hana memasuki kamar Devan yang sekarang dia tempati . Dia menghempaskan tubuh nya ke kasur . Pikiran nya melayang-layang , Bayangan-bayangan saat kebersamaan nya dengan Sean sehari sebelum keberangkatan Sean menari-nari di pelupuk mata nya . Senyum simpul terukir di bibir tipis nya . Tapi sayang lamunan nya harus menghilang saat ponsel nya berdering . Dia bangkit lalu mengambil ponsel di atas nakas .
" Bella . . ? " gumam Hana . Dia langsung menggeser tombol ke kanan .
" Hallo kakak ipar . . ! " kata Hana riang .
' Hana . . tolong ,. . tolong aku Hana . . Aku di hotel sinar mentari , seseorang membekap ku dan memberi ku sesuatu . aku . . mmmmmpphghg . . . . .
" Bella , Bella . . .
" Juli . . ya Juli . . !
Hana langsung menelpon nomor Juli . Untung nya Juli dengan cepat mengangkat telpon .
" halo . .
" Halo ,Juli . .gue butuh bantuan elo . . apa elo sekarang di hotel ?? "
" ya gue sekarang di hotel . .elo butuh bantuan apa Han ?? "
" kau pergi lah ke ruang CCTV , katakan pada mereka untuk mengawasi setiap sudut hotel , kabarkan pada ku setiap ada gerak gerik yang mencurigakan . Aku akan segera kesana . . ! "
Hana langsung mematikan Telpon nya . Dia langsung berlari ke garasi , Dia memilih sebuah motor besar berwarna merah-hitam dan kebetulan kunci motor sudah tertancap di sana , Setelah memakai helm full face dia langsung menyalakan motor dan mengegas nya kencang . Beberapa anggota yang mendengar suara motor itu langsung mendekat . Hana melajukan motor nya keluar garasi .
" nona , nona mau kemana ?? seperti nya ada hal darurat . . ? " kata seorang pria .
" katakan pada Justin dan Roky , kakak ipar ku dalam bahaya , aku harus menyelamatkan nya . . ! " kata Hana dengan wajah datar .
" nona , kami harus ikut menyelamatkan nona bos . . ! " kata seorang pria .
__ADS_1
" katakan pada Justin atau Roky , Bella di bawa seseorang ke hotel SINAR MENTARI , aku pergi duluan ,. . ! " kata Hana langsung menarik gas motor tanpa menggubris ucapan anak buah Devan . Dia melajukan motor nya dengan kecepatan penuh . Dia tidak bisa mengulur waktu jika tidak ingin Bella celaka . Setelah melewati jalan yang membela hutan cukup panjang , motor yang di kendarai Hana kini membela keramaian ibu kota . Dengan gesit nya dia nyalip beberapa kendaraan di depan nya .
* * *
" Tidak . .menjauh dari ku. . tolong . . tolooooong . . !! " teriak seorang gadis dengan keras .
" sayang , berhentilah berteriak . Aku tahu kamu pasti merasakan sesuatu yang tidak nyaman di tubuh kamu kan .. ? diamlah dan biarkan aku membantu mu melepas ketidak nyamanan ini . . . ! " kata seorang pria bertubuh tambun dengan perut buncit mendekati gadis yang terlihat berkeringat dengan wajah memerah . Dia semakin lemah saat rasa panas menjalar di seluruh tubuh nya .
" ya Tuhan , tolong aku . . . . ! "
Dia melihat sebuah asbak di atas meja , dia melirik pria yang masih di ingat nya beberapa tahun dulu , Dimana dia juga dalam posisi yang sama seperti dulu . melihat pria itu semakin dekat , dia mengumpulkan seluruh sisa tenaga nya , dan berlari ke meja itu dan meraih asbak itu .
" jangan . ..jangan men. .dekat , a. . atau aku pukul kau . . .! " kata gadis itu dengan suara tersendat . pria itu tertawa terbahak-bahak hingga perut buncit itu terlihat berguncang .
" Hahaha , Bella , Bella . . kau tetap sama seperti yang dulu , Terus melawan walau kau sangat ketakutan . Kau tahu , aku sangat suka dengan gadis pemberontak seperti mu . Dulu kau beruntung karena ada seorang pemuda yang menyelamatakan mu , Tapi keberuntungan itu tidak akan datang dua kali . Kali ini aku tidak aku melepaskan mu lagi , Bella . . kemari lah ,ayo temani Daddy bermain . . . ! "
" Ku bunuh kau , Burhan . . . . !!! " teriak Bella mengayunkan asbak itu dengan pandangan yang sedikit kabur . Tapi dengan cepat pria bernama Burhan itu menangkap asbak itu dan balik memukulkan nya ke wajah Bella . Bella yang memang sudah lemah , terlempar sedikit jauh hingga menabrak dinding . Dia memegang kepala nya yang terasa pening di sertai dengan dengungan yang berasal dari dalam telinga nya . Dia meraba sesuatu yang terasa mengalir di wajah nya . Mata nya melebar saat melihat tangan nya berlumuran darah setelah menyentuh wajah sebelah kiri nya . kesadaran nya yang hampir hilang tadi , kini sepenuh nya kembali saat rasa sakit mendera nya . Dia menatap Burhan yang kembali mendekati nya . Saat tangan Burhan hampir menyentuh wajah nya , dengan sisa tenaga nya dia menepis tangan itu hingga membuat pria itu semakin beringas .
" Kurang ajar , , sudah mau mati masih saja melawan . . Kau memang gadis pembangkang . . !! " teriak Burhan mendorong kepala Bella keras hingga membentur dinding dengan suara yang memilukan .
buugh
nguuung . .
Bella tak mampu lagi mengangkat tangan nya untuk memegang kepala nya yang semakin sakit . Dia menggeleng-gelengkan kepala nya untuk mengurangi suara berdengung di kedua telinganya . Mata nya mengerjap beberapa kali untuk menetralkan pandangan nya yang semakin kabur akibat rasa panas di dalam tubuh nya di tambah rasa sakit di kepala nya .
" kau masih mau melawan , haa . . ?? " kata Burhan emosi , dia mengangsurkan tangan hendak menyentuh wajah Bella . Tapi Bella menjauhkan wajah nya dan menggunakan kata-kata yang menyulut emosi Burhan yang sudah siap meledak .
" menjijikkan . .
" Kurang ajar , , ku Bunuhh kau sekarang . Walau kau sudah mati tapi aku akan tetap mengotori tubuh hingga kau mati dalam keadaan h!na . . !!! " teriak Burhan menggelegar seraya mengayunkan asbak ke bagian belakang kepala Bella .
" Devan , aku mencintai mu . . ! " lirih Bella memejamkan mata dengan pasrah . Tapi . . .
Dor
" Aaakh . . . !!! "
Teriakan Burhan memenuhi kamar hotel itu . Bella yang terkejut mendengar suara tembakan langsung membuka mata nya . Senyum Bella mengembang saat melihat siapa yang datang .
" Terima kasih Tuhan . Kau mengirim lagi malaikat untuk menolong ku . . ! "
BRUUKH . . . . .
__ADS_1
BERSAMBUNG