SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 53 Si kembar Pira dan Bubu


__ADS_3

CEKLEK


" hello kak Willy . . . ups . . seperti nya aku datang di waktu yang kurang tepat . . ! " kata Hana yang baru masuk dua langkah , langsung menghentikan langkah nya karena melihat suasana yang tampak serius .


" Nona , anda sudah datang . . ! " kata Willy langsung bangkit dari kursi nya lalu menyambut Hana . Willy menuntun Hana duduk di kursi Willy .


" Apa ada masalah yang serius ?? " kata Hana dengan wajah datar . Arya memberanikan diri menatap Hana yang sekarang tampak sedikit berbeda . Tapi dia tidak tahu bagian mana yang berubah .


" Tuan Devan memerintahkan saya untuk memecat mereka berdua . Tapi mereka terus memohon untuk tetap bekerja di sini . Bahkan . . .mereka meminta pertimbangan tentang hubungan anda dengan mereka , nona . ! " kata Willy .


" Hubungan saya dengan mereka ?? " ulang Hana dengan menatap lekat pada Arya dan Hana yang juga sedang menatap nya .


" Tapi saya tidak merasa punya hubungan dengan mereka . . ! " sambung Hana .


" Hana , tolong jangan pecat aku . . aku tahu aku salah . waktu itu aku khilaf . . Tolong pikiran keadaan aku Hana . Aku udah cerai sama dia , bahkan . . hiks . hiks . .dia juga sudah melenyapkan anak ku . . ! " ratap Mayang sambil terisak . Hana sedikit terkejut dengan ucapan Mayang , tapi dia tetap memasang wajah datar nya .


" Itu bohong Hana , aku gak pernah melenyapkan anak nya . . Dia terjatuh karena tidak mau melepaskan tangan ku waktu itu walau aku sudah meminta nya untuk melepaskan aku . . Hana aku tahu aku salah . tapi tolong , tolong kasih aku kesempatan lagi . . please . . ! " Arya menatap Hana dengan penuh harap. Di hati nya terbersit rasa rindu pada gadis yang pernah memiliki hati nya itu .


" Jangan campurkan urusan pribadi kalian dengan pekerjaan . Karena itu tidak akan mempengaruhi keputusan kak Devan . .! " jawab Hana santai


" Tapi Hana , setidak nya tolong pikirkan nasib ku . Jika aku di pecat , aku tidak tahu harus makan apa . kamu tahu sendiri kan kalau aku sebatang kara di kota ini . Dan kau pun tahu kalau biaya pengobatan ibu ku dan biaya adik ku , juga bergantung pada ku . . ! " ratap Mayang dengan wajah yang dia buat sesedih mungkin . Hana menatap Mayang sinis , hingga membuat Mayang merasa horor di tatap lama seperti itu .


" Kau sudah di ambang kehancuran , tapi kau masih tetap berbohong . ! " kata Hana tajam .


" Aku ?? aku tidak berbohong Hana , ibu ku . .


" Sudah meninggal . . . Ibu mu sudah meninggal setahun yang lalu . Dan adik mu , adik mu sudah menikah beberapa bulan yang lalu . . !! " potong Hana tegas . Mayang terdiam mendengar ucapan Hana .


" Darimana dia tahu ?? " batin Mayang menatap Hana tajam tanpa sadar .


" Hana . .


" keluar . . . kalian di pecat . . ambil gaji dan pesangon Kalian lalu angkat kaki dari hotel ini . . ! " perintah Hana dengan tegas .


" Hana , aku mohon . . beri aku kesempatan sekali lagi . . aku akan . .


" INI PERINTAH LANGSUNG DARI BOS DEVAN . DAN TIDAK BISA DI GANGGU GUGAT LAGI . . !!! " kata Hana tegas . Arya yang masih berusaha membujuk Hana akhir nya terdiam .


" Baik gue akan pergi dari hotel ini . Tapi ingat gue akan balas perbuatan elo hari ini , Hana . . Ingat itu . . ! " kata Mayang dengan mata melotot .


" Gue tunggu pembalasan elo . Dan terima kasih karena sudah mengembalikan pisau yang aku berikan dulu . . ! " kata Hana tak kalah tajam . Mayang tersentak mendengar ucapan Hana . Dia lalu buru-buru keluar dengan langkah lebar . Arya menatap Hana dengan tatapan rindu , lalu menyeret langkah nya keluar .


" hhhffuuht . . ! " Hana menghembuskan nafas nya kasar .


" Nona tidak apa-apa ?? " kata Willy langsung memijit bahu nona muda kesayangan nya .


" Kak Willy , kenapa bos mu menyerahkan urusan hotel ini pada ku . . ?? kan sudah ada kakak yang sudah ahli meng-handle semua urusan bisnis nya . . ! " sungut Hana memijit pelipis nya . Tadi malam Devan memberitahu mereka kalau dia akan ke negara L untuk mengurus masalah bisnis nya di sana dalam waktu yang tak bisa di tentukan . Dia pun menyerahkan urusan hotel SINAR MENTARI pada Hana . Awal nya Hana menolak dengan alasan dia sibuk mengurus masalah mall nya . Tapi Devan adalah seorang pebisnis yang sudah di kenal di mannca negara seperti Daddy nya. Dia tahu masalah Mall belum apa-apa , dia ingin Hana mulai belajar untuk mengurus bisnis yang cukup besar itu . akhir nya Hana menerima nya walau dengan hati yang kesal .Hati nya sedikit lega saat Sean mengatakan akan meminta Willy untuk mendampingi nya .


" Nona kesayangan ku . . nona harus semangat untuk belajar mengurus bisnis hotel ini . Karena bos Devan akan memberikan hotel ini pada nona . . !! " kata Willy .


" APA ?? " kata Hana kencang . Membuat laki-laki yang terkadang terlihat kemayu itu terlonjak . Dia menepuk dada nya pelan untuk menenangkan gejolak jantung nya .


" Nona , jangan teriak-teriak . nanti jantung Eike copot loh . . kalau Willy metong , siapa yang akan bantu nona cantik . . hmm ??! " kata Willy dengan gaya kemayu nya membuat Hana tertawa terpingkal-pingkal . Willy tersenyum melihat nona muda nya tidak cemberut lagi . Mereka akhir nya masuk ke mode serius . Willy mulai mengajari Hana dengan sabar dan teliti , bagaimana mengurus bisnis hotel .


_____________


Sean menatap anak buah nya yang telah membacakan laporan tentang masalah yang sedang di hadapi oleh perusahaan nya di negara A , dan masalah yang sedang di hadapi oleh anggota mafia nya yang di panggil The Blood .


" Orang yang telah berhasil mencuri data penting perusahaan , telah di amankan, tuan . Dan kemanan data perusahaan sudah lebih di perketat . Jonson dan anggota nya juga telah berhasil menangkap tiga orang yang telah membuat kerusuhan di wilayah kekuasaan tuan . Mereka sudah di amankan di markas . ! " kata pria berbadan kekar itu menutup laporan nya .


" Apa sudah di temukan petunjuk ?? " kata Sean .

__ADS_1


" Regan sudah mengintrogasi mereka . Tapi mereka tetap bungkam . . ! "


" Baik . aku akan ke markas setelah menyelesaikan masalah di perusahaan . ! " kata Sean pelan .


" Baik tuan . saya permisi . ! " kata pria kekar itu .


" Roy . . !! " Pria kekar tadi berhenti dan membalik badan nya kembali .


" Saya tuan . .


" Bagaimana penyelidikkan tentang Tara . . ! " kata Sean dingin .


" Masih belum ada petunjuk tuan . maaf . ! " kata Roy menunduk .


" Pergi lah . . ! " kata Sean . Roy langsung pergi meninggalkan Sean yang terdiam .


" Tara , sebenarnya dimana kamu ??? " * * *


Disisi lain , Seorang pria paruh baya tertawa terbahak-bahak hingga suara nya memenuhi ruangan yang luas itu . Dia menghisap cerutu di tangan nya dengan pelan . Tampak dia sangat menikmati setiap hisapan cerutu nya .


" Ternyata anak itu bergerak cepat juga . . . hmmm , baiklah , , untuk menghormati keponakan ku satu-satunya itu , aku akan mengundang nya makan siang hari ini , atur jadwal pertemuan ku dengan nya dan buat janji sekarang . . !! " kata pria paruh baya itu .


" Baik tuan ... ! " seorang pria berumur sekita 40 tahun yang bekerja sebagai asisten nya itu pergi meninggalkan ruangan bos nya .


Seorang gadis yang memakai pakaian minim dan ketat , menghampiri pria paruh baya itu dan langsung duduk di pangkuan nya .


" Om . . Nadira kangen nih . . ! " kata gadis itu menggoyangkan bo***g yang duduk di pangkuan pria paruh baya dengan nakal . pria itu langsung membuang cerutu nya dan langsung menerkam gadis nakal itu .


* * *


Sean memasuki ruang interogasi yang terlihat temaram , terlihat empat pria yang terkapar pingsan dengan kaki yang terikat satu sama lain . Jika seseorang yang takut dengan hal yang berbau horor , mereka pasti akan langsung pingsan . Pasal nya , saat kaki melangkah masuk ke ruang itu , bau anyir darah langsung menyerbu masuk ke Indra penciuman . Dalam ketemaraman itu , masih jelas terlihat percikan darah yang masih baru atau pun darah yang sudah mengering akibat penyiksaan terhadap orang yang telah berani mengusik ketenangan The Blood , menghiasi dinding putih yang kini terlihat seperti lukisan alami . Dapat di pastikan jika empat pria itu bukan lah orang pertama yang menjadi korban interogasi .


" sudah bos . Alat penyadap dan pelacak yang di tanam si tubuh mereka sudah di musnahkan sebelum membawa mereka ke markas . . ! "


" bagus . . bangunkan mereka . ! "


Dua orang yang mengikuti Sean masuk dengan cepat mengangkat ember yang berisi air yang sudah di campur garam , lalu menyiram ke empat pria tadi .


*BYUUR


BYUUR*


" Aaakh . . .PERIH . . PERIH . . HENTIKAN . . . !!! " Mereka melolong kesakitan saat air bercampur garam itu menyentuh luka-luka di sekujur badan mereka . mereka mencoba mengusap air di tubuh mereka , tapi bukan nya merasa baikan mereka semakin merasakan perih saat tangan mereka menyentuh tubuh nya . Tapi salah satu pria itu terlihat tenang ,walau tubuh nya bergetar menahan perih di tubuh nya .


" katakan . . . ! "


Suara bariton di depan mereka mampu menghentikan aksi mereka . Mereka mendongak melihat siapa yang kini berdiri di depan mereka . Wajah mereka yang sudah bengkak akibat menjadi samsak anak buah Sean karena tidak mau menjawab pertanyaan mereka , kini menjadi sangat pucat .


" Siapa yang menyuruh kalian . . ! " kata Sean tajam .


Hening .Tidak ada jawaban . Sean menatap mereka tajam .


" Tidak ingin menjawab ?? " kata Sean tersenyum miring .


" bawa peralatan ku . ! " kata Sean terdengar gembira .


*sreek


trinng* .


Di atas meja , telah berjajar rapi berbagai macam pisau , dari pisau yang berukuran besar , sampai pisau yang berukuran kecil . Bahkan jarum untuk menjahit luka , gunting , gergaji besi dan kapak pun juga ikut berjajar . Sean melirik semua alat itu , pilihan nya jatuh pada pisau bedah . Dia meraih pisau itu dan menghampiri salah satu nya . Dia mensejajarkan tubuh nya pada laki-laki di depan nya .

__ADS_1


" Siapa yang menyuruh kalian mengusik saya . . !! " tanya Sean rendah , tapi suara nya terdengar menyeramkan di ruangan temaram itu . Sean menatap mereka dengan tidak sabar .


" Kalian punya mulut , tapi tidak kalian gunakan dengan benar . Aku rasa mulut kalian sudah tidak berguna , . !


Sean mencengkeram rahang laki-laki itu , mengangkat wajah nya , lalu dia menempelkan pisau bedah itu ke sudut bibir pria tadi . Dengan wajah tanpa ekspresi , perlahan Sean menarik pisau dari sudut bibir nya sampai ke telinga nya .


" aaakh . . shialan kamu . . dahsyar ibhlis . . !! " pria itu berteriak tertahan akibat luka menganga di pipi nya hingga ucapan nya pun sedikit tidak jelas .


" Masih belum mau bicara ?? " Sean menatap 3 perusuh lain nya . Mereka terlihat ketakutan , tapi tetap tidak ingin bicara . Dengan gerakan cepat Sean kembali menggoreskan pisau tadi ke pipi sebelah nya dengan luka yang sama hingga membuat rahang bagian bawah nya terlihat menggantung . sandera yang lain terlihat bergidik melihat kondisi teman nya yang terlihat mengerikan hingga membuat Mereka tidak berani bergerak . Sedangkan pria itu hanya bisa menitikkan airmata nya tanpa bisa bersuara .


" Bos , mereka tidak ingin bicara . Mungkin mereka mengira kalau bala bantuan akan segera datang , . ! " kata salah satu anak buah Sean .


" Tidak akan ada yang bisa menemukan markas kelompok The Blood . . ! " kata anak buah Sean satu nya lagi .


" Jarum . . ! " kata Sean dingin . Salah satu anak buah Sean memberikan jarum penjahit luka yang sudah di pasang benang pada Sean dan mengambil pisau dari tangan Sean . Sean mendekati pria di samping korban selanjutnya . Pria itu tampak ketakutan , Sean menekan kepala pria itu ke lutut nya hingga dagu nya tertekan . Pria itu meronta , tapi karena sudah berhari-hari tidak di beri makan dan minum , kekuatan nya kalah dengan kekuatan Sean . Dengan santai nya Sean menjahit mulut pria itu tanpa menghiraukan Geraman pria tadi . setelah selesai dia menghempaskan kepala pria tadi dengan kuat hingga membentur dinding di belakang nya . Pria itu tampak melotot pada Sean dengan suara menggeram yang tak tahu arti nya .


" Gunting . . ! " kata Sean dingin . Anak buah Sean memberikan gunting pada Sean dan mengambil jarum dari tangan Sean . Saat Sean mendekati pria ke tiga , tapi saat Sean akan mulai bermain . .


" Aku akan katakan . . . ! x kata pria itu sedikit kencang karena saking kan takut nya .


" katakan . . .


" Kami dari kelompok WOLFI . . Bos kami menyuruh kami untuk membuat keributan dengan kelompok kalian dan memancing anggota kalian agar membuat keributan di wilayah kami . Dengan begitu bos kami punya alasan untuk menantang kelompok The Blood . . ! " kata dengan sedikit gemetar . Sean tersenyum menatap pria tadi . Dia menyerahkan gunting pada anak buah nya .


" karena dia telah berbaik hati , maka beri mereka bertiga hadiah . Buka dinding kolam nya dan biarkan dia menemani si kembar Pira bermain . . ! " kata Sean seraya bangkit . Anak buah Sean melepas ikatan di kaki dan tangan ke tiga pria tadi . Mereka di giring ke dinding sebelah kiri mereka , anak buah Sean menekan sebuah tombol di dinding , dinding sebelah kiri bergeser ke atas hingga kini tampak lah sebuah kolam yang tenang dengan dasar yang terlihat gelap , di tepi kolam terdapat pagar sebatas dada orang dewasa . Anak buah Sean mendorong ke tiga pria tadi ke tepi kolam . Lalu meninggalkan mereka dan mengunci pintu pagar kembali. Mereka lalu berdiri di belakang Sean .


" Lihat lah , sebentar lagi Pira akan datang . Mereka sangat menyukai aroma kalian . . ! " kata Sean santai . Awal mereka mendengar nama Pira , mereka menyangka bahwa itu adalah nama seorang gadis . Pikiran mereka sedikit liar saat mendengar nama yang cukup cantik itu . Namun ketiga pria tadi merasakan firasat buruk saat melihat Permukaan air mulai beriak kecil , semakin lama semakin membesar hingga tampak lah dua buah sirip muncul di permukaan air yang mengarah ke mereka .


" Pira . ??. PIRANHA . . . !!! " teriak pria ketiga tadi yang baru memahami nama cantik itu . Dia langsung menempel ke pagar kolam . Namun terlambat , dengan sekali kibasan ekor ikan piranha yang berukuran sepanjang bantal guling itu , mampu menjatuhkan kedua pria yang telah terluka parah itu . Pria yang masih di tepi kolam berteriak histeris melihat kedua teman nya di lahap dengan rakus oleh ikan itu .


" tuan , tolong keluarkan saya dari sini . Saya sudah memberikan informasi penting pada anda . tolong kasihani saya , tuan . . !!! " ratap pria itu dengan wajah ketakutan . Sean hanya menunjukkan wajah datar nya .


" Bos , bagaimana kalau dia menemani Bubu saja ?? seperti nya si kembar sudah kenyang . . ! " kata anak buah Sean .


" lakukan . . ! " Anak buah Sean langsung membawa pria tadi ke sebuah tempat . Tak lama terdengar suara jeritan yang melengking , hingga akhir nya suasana kembali hening .


Sean menatap lekat pria yang tersisa seorang . Dia mendekati pria itu , dan berjongkok di depan nya .


" Katakan siapa yang menyuruh mu mencuri data penting perusahan DOMINIC CORP . . jika kau jujur aku akan memberikan kematian tanpa rasa sakit untuk mu . ! " kata Sean dengan tampang seram nya . Dia sudah bosan bermain-main .


" Aku tahu mau aku jujur atau berbohong , aku akan tetap mati di tangan anda , tuan Sean . Karena tidak ingin terlalu berat menanggung beban dalam kematian ku . Aku akan mengatakan siapa yang telah menyuruh ku . Tapi tolong tepati janji anda untuk membunuh saya dengan cara yang paling cepat . . ! " kata pria itu terlihat tenang .


" Aku tidak pernah mengingkari janji ku . . ! " kata Sean dingin .


" Aku percaya . . Aku disuruh seseorang untuk mencuri data penting perusahan anda . Dia menjanjikan akan memberi ku imbalan yang cukup fantastis . Karena aku butuh uang , terpaksa aku menuruti nya . Aku tidak tahu siapa nama nya dan seperti apa rupa nya , karena saat mereka menemui ku di rumah , kamar ku dalam keadaan gelap total . Tapi aku menemukan sesuatu setelah kepergian orang tua itu . barang nya aku simpan di saku ku . . ! " kata pria tadi . tanpa di suruh , anak buah Sean memeriksa saku celana nya , dan dia menemukan sebuah kalung .Dia mendekati Sean dan menyerahkan kalung itu


" Bos , saya menemukan ini . . ! " Sean menerima nya dan melihat kalung itu dengan tajam .



Tercetak sebuah senyum miring di bibir Sean . Dia sangat mengenali siapa pemilik kalung itu .


" Ternyata kau sudah tidak sabar ingin mati . . ! " kata Sean . Dia menggengam kalung itu dan menyimpan nya di saku . Dia menatap pria tadi yang terlihat pasrah . Dia mengambil pistol dari balik jas nya , dan . .


dor


Seketika pria tadi langsung tewas karena peluru tepat bersarang di kepala nya . Sean lalu pergi dengan wajah datar . .


BERSAMBUNG


KIRA-KIRA SIAPA YA ???

__ADS_1


__ADS_2