SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 86 info baru


__ADS_3

Sean kini menyetir dengan tenang . Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang . Hana asyik dengan ponsel nya . Kadang tertawa , kadang geleng-geleng kepala . Semua gerak gerik dan ekspresi Hana tak luput dari pandangan Sean .


" ck . . mentang-mentang pengantin baru , mandi berdua di kolam aja pake di posting . kenapa gak sekalian aja live streaming waktu olahraga malam . dasar kak Devan bucin . .! " gerutu Hana .


" what do you say , baby . ? " kata Sean kaget .


" nih lihat . . ! " kata Hana menunjukkan layar ponsel nya dimana terpampang foto Devan bersama Bella yang tengah berangkulan di kolam renang .


" kenapa ? kamu juga pengen liburan , hmm . . ? " kata Sean melirik Hana .


" pengen sih , tapi tunggu musim salju nanti aja . ! " kata Hana menyimpan ponsel nya . Dia celingukan meneliti setiap sudut dashboard mobil seperti mencari sesuatu .


" nyari apa ? " kata Sean


" Sean , bisa berhenti bentar , aku mau ambil jajanan ku tadi di mobil Damar . . ! " kata Hana dengan wajah bosan . Sean tersenyum setelah mengetahui keinginan Hana , dia membuka laci dashboard .


" Waaah , , kamu nyiapin ini semua buat aku ?? " kata Hana berbinar saat melihat isi laci dashboard yang penuh dengan berbagai coklat .


" Kalau kurang kamu bisa ambil di belakang . . ! " kata Sean . Hana memutar kepala nya menoleh ke belakang . mata nya semakin berbinar saat melihat sebuah paperbag besar berisi berbagai camilan dan minuman . Ada juga beberapa kotak coklat mahal , seperti nya coklat import .


" waaw , , ,Sean. . . ini semua untuk ku . . ? " kata Hana menoleh Sean .


" Buat siapa lagi kalau bukan buat kekasih ku ini. . ! " kata Sean mencubit pipi Hana gemas .


" Uuh , so sweet banget sih . makasih sayang . . sini deh . . ! " kata Hana mendekati Sean , dan . .


cup


Hana mencium pipi Sean dan tertawa pelan . dia langsung meraih sebuah camilan wafer bersalut coklat di laci dashboard . Sean sempat tak percaya mendapat sebuah ciuman dari sang kekasih . Biasa nya Sean lah yang suka mencium Hana . Itu pun di saat waktu tertentu . Senyum Sean semakin merekah saat melihat Hana yang tampak begitu menyukai camilan yang dia siapkan .


" Suka . . ? " kata Sean melirik Hana .


" Suka banget . coklat nya enak banget . coba deh kamu cicip . . ! " kata Hana menyodorkan sebuah coklat yang masih terbungkus .


" aaa . . ! " kata Sean mengkode Hana untuk menyuapi nya . Hana membuka bungkus nya lalu memasukkan nya ke mulut Sean .


" Gimana , enak kan . . ? " kata Hana .


" Enak dan manis .Tapi lebih manis Nana ku ini . .! " kata Sean .


" Gombal mu udah basi , Sean . haha . . ! " Hana tertawa kecil dan kembali menikmati camilan lain nya . Tanpa mereka sadari , sebuah mobil kuning mengikuti mereka dari jarak yang cukup jauh .


Mobil Sean berhenti di depan mansion keluarga Winata , satpam langsung membuka pintu gerbang karena mereka sudah mengenali mobil Sean , apalagi di belakang mobil Sean ada mobil nyonya besar mereka .

__ADS_1


" Apa ini mansion Sean . . ? hmm , seperti nya aku harus cepat-cepat mendapatkan Sean kembali . Aku sudah tidak sabar menjadi nyonya muda Dominic dan berkuasa di mansion besar dan mewah ini . . ! " gumam gadis berambut blonde yang berada di dalam mobil kuning yang mengikuti mobil Sean .


Tapi baru saja akan pergi , gadis itu melihat mobil Sean keluar dari gerbang tinggi itu. Alis nya tampak mengernyit tidak mengerti .


" kalau bukan mansion Sean , berarti mansion ini milik keluarga gadis itu . Ck , , kenapa harus dia sih yang lebih beruntung tinggal di mansion ini . . ! " gerutu gadis blonde itu , dia lalu melajukan mobil nya meninggalkan tempat nya .


________________


" terus awasi perempuan itu . Jangan sampai dia membuat masalah lagi . perketat keamanan nona kalian . . ! "


"baik bos . ! "


Sean meletakkan ponsel nya di atas meja . Dia menatap lurus ke depan dengan pandangan tajam .


" seperti nya kau ingin benar-benar di lenyapkan , tuan Carlos . kau pikir dengan mengirim putri mu , aku akan terjerat kembali . Jangan salahkan aku jika kalian benar-benar menderita kali ini . . ! " geram Sean . Dia bangkit lalu naik ke tempat tidur nya .


Sementara itu , di kamar nya , Hana tampak mengobrol dengan Anton , Justin dan Roky lewat video call di laptop nya . Dengan asyik nya dia mengunyah camilan nya seraya memeluk toples . Justin tak bisa menahan tawa nya hingga dia terbahak-bahak .


" kak Justin kenapa ?? lagi kasmaran ya . .? " kata Hana tak berhenti mengunyah .


" seandainya saja kamu sekarang ada di depan aku , udah aku cubit tu pipi cubby . Heran deh , kamu makan nya banyak , ngemil terus tapi badan nya gak gemuk-gemuk . Cuma pipi nya aja ya g makin medok kayak bakpau . . hahahah . . ! "


" iiissh . . mestinya kalian itu bersyukur punya adik kayak aku , udah cantik , , ba. .


" baik , pinter dan rajin menabung. . . ! " sambung Roky dan kedua teman nya . mereka tertawa bersama . Hana meletakkan toples nya lalu meraih minuman dingin di atas nakas . Setelah menghabiskan sebotol minuman dingin , Hana kembali menatap layar laptop dengan wajah datar .


" salah satu anak buah kita yang ku utus untuk menjaga mu melaporkan kalau ada sebuah mobil warna kuning mengikuti mobil tuan Sean dan mobil nyonya besar sampai ke mansion Winata . Tapi dia hanya mengawasi dari jauh . Setelah itu dia pergi mengikuti mobil tuan . Setelah hackers kita menyelidiki data perempuan itu , perempuan itu bernama Tina Addison , putri dari Carlos Addison dan Renata Addison . dulu sempat menjalin hubungan dengan tuan Sean di negara K , tapi Tina memutuskan hubungan dengan tuan Sean karena lebih memilih seorang laki-laki yang dia anggap lebih kaya dari tuan Sean . mereka tidak berkomunikasi beberapa tahun lalu , tapi saat tuan Sean sedang di negara Korean beberapa hari lalu , perempuan itu menemui tuan Sean kembali . menurut informasi yang kami dapat , perusahaan keluarga Addison sekarang dalam masa pailit . Kemungkinan besar perempuan itu sengaja kembali mendekati tuan Sean untuk mendapatkan dukungan dari nya . . ! "


" hmm . . jadi begitu . . awasi saja dulu gerak-gerik nya . aku akan memberi peringatan kecil pada nya , Jika dia masih berulah , beri dia pelajaran . Dan jika dia semakin nekat , aku sendiri yang akan turun tangan . . Berani sekali dia ingin merebut miliki ku . . !!! " kata Hana dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di tebak .


" *kok gue jadi horor sendiri lihat ekspresi Hana kayak gitu. ! " kata Roky .


" Bener , gue tiba-tiba merinding ngelihat nya . .! " timpal Justin* .


" Baiklah , terima kasih informasi nya , kakak-kakak ku yang tampan . Aku tunggu info selanjutnya . bye . . ! " kata Hana dengan wajah yang terlihat imut .


klik


ketiga pemuda itu saling menatap saat wajah Hana hilang dari layar laptop .


" Gue gak bisa bayangin kalau lihat Hana dengan ekspresi seperti itu tepat di depan gue . .! " kata Roky.


" Sumpah , gue seperti gak percaya dengan ekspresi Hana yang bisa berubah-ubah dalam hitungan detik . Kadang seram , lalu berubah imut . Kadang tertawa riang , lalu berubah dingin . . ! " kata Justin .

__ADS_1


" Gue rasa , kalau Hana mendapat gemblengan langsung dari bos , Hana akan menjadi Queen mafia yang sangat di segani oleh lawan dan kawan . Bahkan bisa saja wibawa dan kekejaman Hana bisa melebihi bos Devan sendiri . . ! " kata Anton menerawang jauh .


" Gue setuju dengan pendapat elo . . ! " kata Justin terlihat penuh harap .


* * * * *


Dua Minggu berlalu


Di sore yang hampir berganti malam , Pesawat dari Negara K mendarat dengan selamat di landasan pesawat . Setelah tangga di turunkan , satu persatu penumpang turun dengan lega .


Dari sekian banyak nya penumpang , terlihat pasangan muda berjalan masuk ke bandara dengan tangan yang bertautan erat . Wajah dan senyum mereka terlihat begitu bahagia . Mereka berjalan santai menuju pintu utama bandara .


" selamat datang bos . mari . . ! " kata Anton yang sudah menunggu di depan bandara dengan membuka pintu mobil .


" Kau tidak memberitahu kedatangan kami , kan . .?? " kata Devan .


" Bos tenang saja . . semua nya masih aman . . ! " kata Anton . Devan memang sengaja tidak memberitahu tentang kepulangan mereka karena ingin memberi kejutan pada keluarga nya . Devan dan Bella masuk ke bangku belakang . setelah itu mobil melaju menuju mansion keluarga Winata .


S


k


i


p


Mobil memasuki halaman , dengan tidak sabar Devan turun dari mobil di ikuti Bella . Dengan senyum yang lebar , Devan menarik tangan Bella menuju pintu dan langsung membuka nya , Tapi . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2