SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 92 Membalas


__ADS_3

Di sebuah gedung kosong , Hana berdiri santai di hadapan Mayang dan Chalista . Tatapan nya yang tajam dan dingin mampu membuat Chalista sedikit gentar . Mayang menatap Hana dengan tenang , membuat Hana sedikit curiga .


" Hana , aku tidak ada hubungan nya dengan semua ini . Aku hanya ingin menggagalkan rencana Chalista yang ingin menjebak tuan Sean . .! " kata Mayang terlihat lemah . Wajah nya pun tampak semakin bengkak .


" Apa aku harus mempercayai mu . . ? " kata Hana datar .


" Hana , aku tahu aku pernah menyakiti mu . Tapi tolong untuk kali ini percaya sama aku . Aku sudah menyadari perbuatan ku di masa lalu . aku bodoh Hana , aku mengkhianati persahabatan kita demi kesenangan sesaat . Tolong beri aku kesempatan untuk menebus kesalahan ku, Hana . . ! " ratap Mayang tertunduk .


" Apa aku harus mempercayai mu . . ? " kata Hana tajam . Mayang tertunduk .


" Hana , , jika kau berkenan , tolong percaya pada ku kali ini aja . . aku hanya ingin menolong tuan Sean . Mungkin anak buah mu bisa memeriksa CCTV di hotel . . ! " kata Mayang .


ceklek


Mereka menoleh pada pintu yang terbuka , ternyata Rendy yang datang bersama dua anak buah nya yang lain . Dia langsung menghampiri Hana .


" nona , anda bisa melihat rekaman CCTV ini . .! " kata Rendy . Hana menerima ponsel Rendy , dalam rekaman itu dimana dua orang pria menggotong Sean yang tampak sempoyongan lalu membawa nya masuk ke sebuah kamar . Setelah itu dia pria tadi keluar dan berdiri tegap di depan kamar . beberapa menit kemudian tampak Mayang datang dan ingin menerobos masuk ke kamar tadi . Tapi dia malah di pukul oleh penjaga pintu , tampak Mayang menendang alat vital kedua pria penjaga itu hingga mereka berguling kesakitan , Mayang langsung menerobos ke kamar , dan untung nya Rendy dan anak buah nya datang dan meringkus dua pria tadi .


" Apa rekaman ini bisa membuktikan kalau perempuan ini tidak terlibat . . ? " kata Hana menunjuk Mayang .


" Kalau hanya rekaman ini . itu mungkin terlihat meragukan . Tapi nona kami kemarin menemukan sebuah handycam yang di simpan di atas meja rias tak jauh dari ranjang . Memori cards nya sudah saya masukan ke ponsel saya . Silahkan nona cek . . ! "


Hana meraih ponsel Rendy . Dia mengotak-atik sebentar , dan tak lama terdengar suara video di putar .


Di dalam rekaman itu terlihat Chalista berbaring santai di atas ranjang di kamar hotel kemarin dengan pakaian yang terbuka , sesaat kemudian terlihat dua orang pria masuk dan langsung mendorong Sean ke atas ranjang .


" Kurang ajar . berani-beraninya kau menjebak ku . . ! " kata Sean dengan wajah memerah


" kerja bagus , anak-anak . sekarang kalian pergilah dan berjaga di depan pintu . Jangan biarkan siapa pun masuk sampai aku selesai bercinta dengan laki-laki sombong ini . . ! " kata Chalista .


" Baik nona . .! "


Tampak dua pria itu keluar . Chalista menolehkan kepala nya pada Sean , Sean berusaha bangkit dan berjalan menuju kamar mandi . tapi dengan cepat Chalista menarik tangan Sean hingga Sean terjatuh ke ranjang dan Chalista langsung naik ke tubuh Sean .


" Sean , aku sudah berulang kali menyatakan cintaku pada mu . Tapi kau selalu menolak ku dengan kejam . Sekarang , jangan salahkan aku jika aku memiliki mu dengan cara ini . .kau merasa tersiksa dengan rasa di tubuh mu , bukan .? Jangan di tahan Sean , ayo lepaskan hasrat mu pada ku . Dengan senang hati aku akan membuka pa*ha ku untuk mu . . . ! "


Dengan kasar Chalista merobek tank top bagian depan nya hingga terlihat aset kembar nya . Dia mengulurkan tangan nya pada kemeja Sean dan hendak menarik nya . Tapi dengan kuat Sean mendorong Chalista hingga jatuh dari atas tubuh nya dan segera berlari menuju kamar mandi . Tapi karena tubuh nya tidak stabil , Sean berlari dengan sempoyongan . Chalista berlari mengejar Sean dan menarik kemeja bagian belakang Sean hingga kancing nya terlepas .


" Kau tidak akan bisa lepas dari ku lagi , Sean . . ! " kata Chalista memeluk Sean dari belakang . Terlihat Sean semakin lemah . Chalista membalik badan Sean dan menarik nya ke atas ranjang , dan dengan kasar dia mendorong Sean hingga dia jatuh tertelentang . Tampak Chalista menyeringai dan bergerak menaiki tubuh Sean kembali , dan duduk tepat di atas aset berharga Sean hingga membuat Sean terlihat semakin tersiksa . Dia menyentuh perut kotak Sean yang menjadi kesukaan Hana . Terlihat Sean mengeratkan rahang nya dengan wajah yang semakin memerah .


" hentikan perbuatan mu atau kau akan menderita di tangan kekasih ku . . ! " kata Sean tercekat .


" Hana . . ??? hahahahaha , , apakah dia masih akan mau menemui mu setelah melihat adegan panas kita , sayang . . ??! " kata Chalista menggoyang kan tubuh nya dengan exotic .


" Chalista , , berhenti aku bilang. . . !!! " kata Sean dengan wajah yang terlihat menggelap . Bukan nya berhenti Chalista malah semakin liar . Dengan beraninya dia mencium dada bidang Sean , membuat Sean melenguh pelan . Chalista bergerak semakin gila , membuat akal sehat Sean semakin memudar . Dengan kasar Sean menegakkan tubuh nya hingga posisi nya kini berubah duduk . Dia mencengkeram tangan kanan Chalista dengan cukup kuat . dalam keadaan terkejut Chalista dengan nekat menarik tengkuk Sean hingga bibir mereka bersentuhan . Tanpa membuang waktu Chalista langsung mencoba ******* bibir Sean , tapi Sean bersikeras mengatupkan bibir nya hingga membuat Chalista kesal . Dengan ganas Chalista mencium leher Sean dan menggigit nya pelan . ( wajah Hana merah padam ) Terdengar lenguhan pelan dari Sean , dia terlihat memejamkan mata nya dan menelan ludah nya kasar . Sean tampak menikmati aksi Chalista . Chalista tampak menyeringai penuh kemenangan . Tiba-tiba dengan kasar Sean membanting tubuh Chalista ke ranjang dan langsung menindih nya .


" apa kau sudah tak tahan lagi sayang . . ? ayo lakukan semau mu . aku milik mu sekarang dan nanti . . ! " kata Chalista mengusap dada Sean . Sean tampak diam menatap Chalista . Sean seperti orang linglung . dengan gerakan patah-patah dan terlihat ragu , Sean mendekatkan wajah nya ke wajah Chalista , , saat bibir mereka hampir bersentuhan* . . . .


BRAAK


" Dasar biadap . . ! "


Dalam video itu terlihat Mayang masuk mendorong Sean keras hingga jatuh kesamping . Mayang menarik rambut Chalista dan melemparnya ke lantai .


" Siapa elo, , berani-beraninya elo ganggu kami !! " teriak Chalista .


" Siapapun gue elo gak perlu tahu . tapi yang jelas aku tidak akan membiarkan lon** kayak elo merusak hubungan tuan Sean dan Hana . cih . .dasar tidak tahu malu . mengakui kekasih orang lain dan kau menjebak tuan Sean dengan cara hina seperti ini . sungguh menjijikkan . .! " kata Mayang .


Chalista bangkit dan menyerang Mayang . terjadilah adu gulat ala ciwi-ciwi . Jambak sana cakar sini . bahkan baju mereka pun tak lepas dari sasaran tangan mereka . Karena terlalu lelah , gerakan Chalista terlihat semakin lemah dan hanya melawan dengan sisa tenaganya . Mayang dengan kasar menjambak Chalista dan membenturkan ke dinding bertepatan dengan Rendy dan anak buah nya masuk .

__ADS_1


" cepat , ikat tuan Sean sebelum dia hilang kendali . jangan sampai Hana tersakiti untuk yang kedua kali nya . . ! " teriak Mayang .


Tapi tiba-tiba Mayang terjatuh dengan posisi telentang karena Chalista menarik kaki nya . Dan dengan cepat Chalista menduduki perut Mayang dan menghantam wajah Mayang dengan tas nya yang terjatuh dengan bertubi-tubi . Rendy memerintahkan anak buah nya untuk melerai Mayang dan Hana . Dan bertepatan dengan itu Hana dan yang lain nya datang .


BRAAAKH . .


Ponsel Rendy hancur setelah Hana membanting nya dengan kuat ke lantai membuat mereka terkejut . terutama Rendy yang menatap iba ponsel nya yang kini tinggal puing nya . Tatapan Hana tajam terhunus pada Chalista yang tersenyum puas .


" bagaimana , Hana . Bagusan video ku dengan Sean . bahkan Sean mencium ku dengan ganas . aaah , , bahkan aku masih bisa merasakan betapa tegang nya aset milik Sean . . ! " kata Chalista memancing emosi Hana. Hana terlihat terdiam dengan mata yang memerah .


tes


setetes airmata nya jatuh melintasi pipi nya . Dan dalam berikutnya menyusul tetes demi tetes hingga menjadi sebuah aliran yang deras . Suasana sunyi di gedung kosong itu , berubah semakin menyeramkan akibat suara Isak tangis yang memilukan dari Hana .


" hahahaha , , kenapa kau menangis Hana . . ? sudah lah , tangan dan bibir Sean sekarang sudah dia bagi dengan ku , dia sudah menyentuh ku jadi relakan saja dia untuk ku . . . ! " kata Chalista penuh provokasi .


" Hana , , jangan biarkan kau di kalahkan oleh ucapan wanita gila ini . Jangan perlihatkan sisi lemah mu pada musuh mu . teriak lah , , berteriak lah dan luapan emosi mu agar dada mu tidak sesak . . . .!! " kata Mayang . dulu saat mereka masih bersahabat , disaat Hana sedang kesal , kalimat inilah yang menjadi andalan Mayang untuk meredakan emosi Hana .


" hahaha , ,walau pun kau menangis darah sekalipun , kau tidak bisa mengelak jika aku dan Sean sudah pernah berciuman . . ! " kata Chalista puas melihat kekecewaan dari mata Hana .


Nafas Hana tampak berat , dada nya naik turun dengan cepat dengan tatapan yang semakin tajam tertuju pada Chalista .


" Hana , jangan biarkan sisi lemah mu menguasai mu . Hana adalah gadis yang kuat . . Lepaskan , , lepaskan semua amarah mu . . teriak lah . . berteriak lah Hana . . TERIAK . . . !!! " kata Mayang dengan berteriak


" aaaaaaaaakhh . . . . . .


Jeritan Hana menggema di setiap sudut ruang gedung itu . Rendy dan anak buah nya sampai menutup telinga mereka . Setelah berteriak , Hana tampak sedikit tenang . Dia mengatur nafas nya pelan dengan memejamkan mata nya hingga benar-benar tenang . Suasana kembali hening . Hana perlahan membuka mata nya . Mata yang tadi nya terlihat penuh dengan kekecewaan , rasa sakit dan marah , kini berubah menjadi tatapan tajam yang membuat Chalista dan Mayang merinding .


" jauhkan gadis itu dan lepaskan ikatan nya. . ! " perintah Hana menunjuk arah Mayang . Tanpa bicara anak buah rendy langsung bergerak . mereka membawa Mayang ke sisi mereka dan melepas ikatan nya . Hana perlahan melangkahkan kaki nya mendekati Chalista yang tampak ketakutan .


" m mau apa elo . jangan dekat-dekat . .! " kata Chalista dengan suara bergetar . Hana berjongkok di depan Chalista .


" ya , kau sudah melihat nya di dalam video itu , bukan ..? " kata Chalista terlihat angkuh saat melihat Hana yang terlihat putus asa .


" di bagian mana dia menyentuh mu . .? " Chalista terdiam saat merasa ada kejanggalan di pertanyaan Hana .


" Dia mencium mu di bibir kan . . ? aah iya , bahkan aset kalian telah bersentuhan walau tidak secara langsung . . . ! " kata Hana menarik nafas panjang .


" Sudah ku bilang , serahkan Sean pada ku . .! " kata Chalista memaksa diri nya untuk terlihat kuat .


" Kau tahu Lista , dari dulu aku paling benci jika milik ku di sentuh oleh orang lain tanpa seizin dari ku . Jika terjadi seperti itu , biasa nya aku akan menghapus jejak orang yang berani menyentuh nya . Kau tahu bagaimana aku mengahapus jejak nya . . ? " kata Hana pelan .


" ba ,,bagaimana . . ? " kata Chalista terlihat bodoh .


" bakar . aku akan membakar nya agar jejak itu musnah selama nya . . ! " kata Hana dengan senyum miring . gurat ketakutan seketika terpancar dari mata Chalista .


" hmm , , aku ingat , tadi aku melihat Sean menyentuh tangan kanan mu , lalu kau yang lebih banyak menyentuh tubuh kekasih ku . Kau mencium dan menjilat bibir Sean . . jadi . . . . . .


Chalista terlihat panik dengan ucapan Hana yang terjeda . Dia menatap Hana lekat dengan tubuh sedikit bergetar .


" hmm , , tapi aku tidak tega membakar mu , kita sama-sama cewek . Dan aku takut nanti karma datang pada ku , jadi aku harus bagaimana . . ? " kata Hana terlihat polos . Chalista terlihat sedikit lega mendengar ucapan Hana ,


" Hana , , kau tahu kita sama-sama cewek . Aku mencintai Sean ,tapi Sean lebih mencintai kamu . aku juga ingin di cintai oleh Sean . kau tahu kan perasaan seorang cewek jika cinta nya di tolak , . ? " kata Chalista kembali memainkan trik .


" kalau aku jadi kau , aku akan merelakan Sean dan mencari cowok lain . . ! " jawab Hana enteng .


" Tapi aku tidak akan melepaskan Sean . Aku akan tetap berusaha mendapatkan Sean bagaimana pun cara nya. . ! " kata Chalista dengan tatapan tajam . Sedetik kemudian dia baru menyadari ucapan nya dan menatap Hana dengan gurat penyesalan .


" Hana , , aku . .

__ADS_1


" Rendy , tadi aku melihat salah satu anak buah mu menyimpan sebuah bungkusan obat . berikan pada ku satu , , , ! " kata Hana bangkit dan membalik badan ke belakang nya .


" Bungkusan obat . . ? siapa .. ? " kata Rendy bingung


" Tato kelinci di leher kanan . . ! " kata Hana . Rendy menatap anak buah nya yang di sebutkan ciri nya . Dengan wajah kikuk , seorang pemuda maju dan merogoh saku celana nya . Dengan malu dia menyerahkan sesuatu yang di maksud Hana .


" ini yang nona maksud . . ? " kata nya malu-malu .


" Siapa nama elo ? "


" rekan sayang memanggil saya Jojo , nona . ! "


" apa masih ada lagi ? " kata Hana


" Haa . . ? kata Joko cengo . Tapi melihat Hana yang menatap nya lekat , membuat dia tergagap


" ini yang terakhir nona . . ! "


" nanti gue ganti , jangan khawatir . Tolong elo kasih obat ini sama dia . Gue pengen lihat reaksi nya secara langsung . . ! " kata Hana santai .


" obat apa itu , , pergi , jangan mendekat . . !!! " teriak Chalista ketakutan .


" aku gak tahu itu obat apa , tunggu setelah bereaksi baru kita tahu . . ! " jawab Hana santai . Dengan kasar Jojo membuka mulut Chalista dengan paksa .Tapi Chalista tetap mengeratkan gigi nya nya . Tanpa ragu Jojo meremas aset kembar Chalista hingga secara repleks Chalista membuka mulutnya hendak berteriak . tapi dengan cepat Jojo menjepit rahang nya dengan tangan nya dengan kuat dan langsung menuangkan serbuk putih itu kedalam mulut Chalista dan membekap mulut Chalista hingga mau tak mau menelan nya sampai dia terbatuk .


" Uhuk uhuk , , sialan . . uhuk .uhuk . . ! " umpat Chalista


" Berapa lama obat nya bereaksi . . ? " kata Hana saat Jojo kembali ke sisi nya .


" sekitar 30 menit lagi , nona . . ! "


" bawa mereka ke mobil , kita pergi dari tempat ini. . ! " kata Hana .


" Baik nona . . ! "


mereka langsung bergerak sesuai perintah Hana. Hana berjalan dengan tegap melewati Mayang yang masih menatap nya menuju pintu , langkah Hana terhenti dan kepala menoleh ke samping .


" terima kasih . . ! " kata Hana tertuju pada Mayang lalu melanjutkan langkah nya .


Tanpa ada yang menyadari nya , Mayang tersenyum sinis dalam hitungan detik .


" ternyata kau masih bodoh seperti dulu , Hana . . !! "


B


E


R


S


A


M


B


U


N

__ADS_1


G


__ADS_2