SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 117 SIAPA AKU. . ???


__ADS_3

Grusuk


Grusuk


Sraakh


Sraakh


Derap langkah kaki yang menginjak ranting dan daun kering , serta sorot lampu menghiasi pekat nya malam di hutan pinggiran sungai yang berasal dari aliran air terjun . Beberapa kelompok yang terdiri beberapa pria berpakaian serba hitam menyusuri aliran sungai dengan menyorotkan lampu ke arah sungai . Ya , mereka adalah gabungan anggota Sean dan Devan yang tengah mencari Hana . Mereka meneliti dengan seksama setiap cela batu berharap bisa menemukan apa yang mereka cari . Mereka terus menyusuri sungai itu tanpa rasa lelah .


" ya Tuhan , semoga Nana ku tidak kenapa-kenapa . Lindungi lah dia dimana pun dia berada . ! " batin Sean di setiap langkah nya . Rasa penyesalan terus membayangi nya kala mengingat sikap terakhirnya pada Hana karena larut dalam emosi . Dia terus melanjutkan pencarian mereka tanpa menghiraukan dingin nya malam .


* * * * *


Suasana mansion keluarga Winata tampak suram . Mommy dan Daddy yang langsung kembali ke negara SS saat mendengar kabar hilang nya putri kesayangan nya , terus menangis sambil memeluk bingkai yang berisi foto Hana . Daddy menghampiri mommy dan merangkul nya , membuat tangisan mommy semakin kencang .


" Hana , , dimana kamu nak , huhuuuu . ! " ratap mommy . Daddy mengeratkan pelukan nya , hati orang tua mana yang tak sakit saat mendapat kabar kalau putri kesayangan nya jatuh ke jurang . Daddy pun merasakan sakit yang tak terhingga , tapi dia berusaha terlihat tegar agar sang istri tak semakin terpuruk .


" Sayang , kamu tenang ya . Putri kita gadis yang kuat , dia pasti bisa bertahan dalam kondisi apapun . Berdoa lah semoga Hana cepat kembali pada kita . ! " hibur Daddy .


Tak hanya mommy dan Daddy , Devan yang beberapa waktu lalu tersenyum dan tertawa bahagia kala menyambut kehadiran sang buah hati . Kini terlihat sangat terpukul setelah mengetahui kejadian saat dia jatuh pingsan . Dia tidak menyangka jika Hana mengorbankan diri nya demi menyelamatkan sang istri dan buah hati nya . Dengan rasa penyesalan yang mendalam , Devan meninju dinding dengan luapan besar dari emosi nya . Saking emosinya dia tidak menyadari tangan nya yang terluka dan darah yang bercucuran . Tubuh Devan merosot di dinding dengan tangis yang tertahan . Dia menangkup wajah nya dengan bahu yang bergetar .


" Aaaaarrrrghh . . . Hana , , , maafkan kakak . . . !! " ratap Devan terisak .


Bella yang mendengar teriakan penyesalan Devan di luar ruangan khusus , kembali meneteskan airmata mengingat kejadian dimana sang adik ipar kesayangan nya jatuh ke jurang dengan melemparkan senyum pasrah . Tubuh Bella terguncang dengan tangis pilu nya .


" Kau harus ingat putri ku . Karena kasih sayang anty mu kita selamat dari orang yang ingin mencelakakan kita . Anty mu begitu menyayangi mu . ! " kata Bella terisak seraya mengusap lembut rambut bayi nya yang hitam dan tebal .


" Nyonya , mohon jangan menangis lagi . cobalah untuk menenangkan diri . Nyonya baru saja melahirkan , takut nya nanti akan menganggu pemulihan kesehatan nyonya . Emosi nyonya dan nona kecil sudah terikat , nona kecil sudah bisa merasakan emosi ibu nya . Jika nyonya terus bersedih maka akan berdampak pada kesehatan nyonya dan nona kecil . . " kata dokter Reva . Bella menatap Reva sekilas , dia menarik nafas pelan dan membuang nya dengan pelan juga . Dia tersenyum pada bayi nya yang tertidur pulas .


" Maafin mamah ya sayang . Kita doa Kan semoga anty cepat kembali sama kita . Dia pasti senang banget lihat keponakan cantiknya ini . ! " kata Bella menghibur diri nya . * * *


Devan termenung dengan masih bersandar di dinding . Pria yang terkenal dingin dan kejam itu , kini terlihat seperti orang yang sudah tidak mempunyai semangat hidup . Saat sebuah tepukan mendarat di bahunya , mampu menariknya kembali ke dunia nyata . Melihat siapa yang sudah berjongkok di depan nya , mata yang masih merah kini kembali menggenang . Dan saat dia di tarik ke dalam pelukan , Devan tak dapat menahan tangis penyesalan nya .

__ADS_1


" maafkan Devan , Daddy . Devan gagal menjaga Hana . Devan kakak yang tidak becus . . . Pukul , ,pukul Devan , dad . Hajar Devan , hukum Devan dengan berat . . Hiks hiks tapi tolong maafkan Devan . . !! " Raung Devan dalam pelukan sang Daddy .


" sssstt . . Devan tenang lah . . Jangan membuang-buang waktu seperti ini . ." kata Daddy menepuk pelan punggung putra nya yang tampak frustasi . Setelah cukup lama terdiam , mereka melerai pelukan . Daddy menatap Devan yang tampak kacau .


" Daddy datang kesini untuk menjemput Bella dan cucu Daddy . Daddy tahu dari anak buah Daddy kalau Bella sudah melahirkan . Mommy mu sangat terpuruk di mansion , jadi Daddy ingin membawa menantu dan cucu Daddy untuk pulang supaya mommy sedikit terhibur . Kau bisa menyusul Sean dan yang lain nya mencari Hana bersama anak buah Daddy . .! " kata Daddy .


" Baiklah , dad . ! " kata Devan lesu . Devan bangkit dan membawa Daddy ke ruang khusus . Bella dan dokter Reva serentak menoleh kala pintu terbuka . Saat melihat sang papah mertua , Bella kembali berkaca-kaca dan saat sang papah mertua nya merangkulnya tangis Bella kembali pecah . Devan buru-buru membawa putri nya ke dalam gendongan nya agar tidurnya tidak terganggu .


" Daddy , hiks hiks hiks . .!! "


" Bella , kamu tenang ya . . Hana akan segera kembali pada kita . Daddy datang menjemput kamu dan cucu Daddy pulang , biar Devan bisa membantu pencarian Hana . ! " kata Daddy menenangkan menantu nya . Bella mengangguk dan menyeka airmata nya . perhatian Daddy teralih pada bayi di dalam gendongan Devan .


" ini cucu Daddy ." kata Devan . Daddy mengambil cucu pertama nya dan menatap nya dengan penuh kasih sayang di iringi dengan mata nya yang berkaca-kaca .


" Cucu opa cantik sekali . .! " kata Daddy mencium nya lembut .


" Reva , istri dan putri ku akan kembali ke mansion hari ini Bersama Daddy . kau ikutlah bersama mereka dan rawat mereka . .! " kata Devan .


" Baik tuan .! "


" sayang , kamu harus membawa kembali Hana pulang bagaimana pun keadaan nya . . ! " kata Bella sebelum masuk ke mobil . Mata Bella kembali berkaca-kaca , tapi dia berusaha menahan nya agar tidak menangis .


" Aku akan mencari Hana sampai ketemu dan membawa nya pulang . Kamu tenang saja , . ! " kata Devan mengecup kening Bella . Brangkar Bella pun di dorong ke dalam mobil yang di sudah di siapkan oleh Devan sebelum nya di susul Reva yang menggendong bayi . Mobil Bella di berikan pengawalan yang cukup ketat . Mobil Daddy berada di belakang mobil Bella , sedangkan di depan dan di belakang di kawal oleh mobil orang Daddy .


S


K


I


P


Sean dan Devan terus melakukan pencarian tanpa rasa lelah . Hingga tidak terasa waktu tiga hari tiga malam telah berlalu . Semua aliran sungai yang berasal dari muara air terjun sudah mereka telusuri , bahkan setiap desa yang mereka temukan , mereka masuki dan menanyakan kemungkinan ada yang menemukan seseorang yang tersangkut di bebatuan sungai atau tersesat di desa mereka . Salah satu nya adalah desa kembang Sari . Tapi mereka harus kecewa dengan jawaban mereka yang mengatakan tidak pernah menemukan apa yang mereka sebutkan . Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menghentikan sejenak pencarian mereka dan membuat pengaturan untuk pencarian Hana lebih lanjut .

__ADS_1


_______________


Di sebuah ruang rawat VIP , dengan telaten Nadira menyeka tubuh gadis yang mereka temukan di sungai dengan air hangat . setelah selesai Nadira mengganti pakaian gadis berambut pirang alami itu di bantu seorang suster . Dia sedikit tertegun saat melihat sebuah tato naga hitam yang melilit sebuah pedang besar di lengan kiri gadis itu . Setelah semua selesai perawat itu membawa baskom dan lap kotor keluar , tinggalan Nadira yang selalu menatap gadis itu dengan intens .


" Siapa kamu sebenar nya. ? Melihat dari tekstur kulit dan rupa mu , seperti nya kamu anak orang mampu . .! " kata Nadira pada gadis yang sudah koma selama tiga hari sejak mereka menemukan nya .


FLASHBACK ON


Faisal langsung memeriksa arah telunjuk istri nya , betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang dengan postur tubuh seorang perempuan tersangkut di cela batu yang cukup besar . Setelah berpandangan cukup lama , mereka mengangguk dan langsung menghampiri nya . Awal nya Faisal sedikit ragu untuk membalik tubuh orang itu . Tapi setelah mengumpulkan keberanian serta bujukan dari sang istri , perlahan dia membalik tubuh orang itu hingga tampak lah seorang gadis dengan wajah yang pucat dan babak belur . Faisal menaruh jarinya ke dekat hidung gadis itu , dia bisa merasakan sebuah hembusan nafas yang lemah , lalu memeriksa nadi nya .


" Dia masih hidup . .! " kata Faisal .


" Ayo kita harus segera menolong nya. .! " kata Nadira . Faisal melepas jaket nya dan menyelimuti gadis yang memakai tank top hitam yang sudah compang camping itu lalu menggendong nya di bantu Nadira yang menaikkan nya ke punggung Faisal . Karena Medan perjalanan nya sedikit bertebing dan berkelok-kelok di tambah membawa beban yang cukup berat , membuat perjalanan mereka sedikit lambat . Hingga saat hari sudah mulai gelap barulah mereka tiba di desa Kembang Sari , desa kelahiran Nadira . Mungkin karena hal inilah warga desa tidak mengetahui tentang Faisal dan Nadira yang menemukan seorang gadis yang tersangkut di sungai . Pasal nya saat hari sudah mulai gelap para warga akan menutup seluruh pintu dan jendela dan tidak akan pernah keluar sampai matahari kembali terbit . Karena mereka takut dengan serangan binatang buas yang kadang tersesat di desa mereka , maklum desa mereka masih sangat dekat dengan hutan .


Mereka membawa gadis itu ke puskesmas terdekat dengan mengakui nya sebagai keluarga mereka yang mengalami kecelakaan di sungai . Setelah bidan melakukan pemeriksaan . Karena alat pemeriksaan di puskesmas tidak memadai , bidan itu menyarankan agar segera membawa gadis itu ke rumah sakit agar bisa melakukan pemeriksaa secara intens . Tanpa membuang waktu mereka lalu pulang sebentar ke rumah peninggalan orangtua Nadira untuk mengunci rumah dan mengambil mobil , setelah itu mereka segera kembali ke puskesmas dan membawa gadis itu masuk ke mobil . Setelah membayar administrasi, Faisal langsung melajukan mobil nya menuju kota .


skip


Tak butuh waktu terlalu lama , mereka berhasil mencapai rumah sakit yang tak jauh dari rumah mereka di kota M dan langsung melakukan pemeriksaan . Setelah beberapa saat , dokter keluar dan mengatakan Kalau gadis itu dalam keadaan koma , dan ada keretakan pada salah satu tulang rusuk nya . Dokter juga menemukan luka lebam dan luka gores di beberapa bagian tubuh gadis yang di klaim oleh Faisal dan Nadira sebagai anak mereka saat mengisi data pasien tadi . Mereka bernafas lega dan penuh syukur karena mereka bisa membawa gadis itu tepat waktu .


FLASHBACK OFF


Lamunan Nadira buyar saat tanpa sengaja melihat jari-jari gadis di depan nya bergerak pelan . Nadira menunggu gadis itu siuman dengan semangat . Hingga akhirnya mata gadis terbuka dan menunjukkan bola mata biru yang indah membuat Nadira terpesona . Mata biru itu menatap lekat pada Nadira .


" sebentar aku panggil dokter dulu . ! " kata Nadira hendak melangkah .


" tunggu . . " Nadira langsung berhenti saat mendengar suara lemah dan berat itu dan berbalik .


" ya , apa kamu membutuhkan sesuatu ? aah iya air . ! " kata Nadira menyadari apa yang di perlukan gadis itu . Nadira langsung meraih gelas di nakas dan membantu gadis itu minum dengan menggunakan pipet . Nadira tersenyum saat air di gelas di habiskan oleh gadis itu . Tatapan yang tadinya lemah kini terlihat sedikit terang tengah menatap nya .


" Apa kau masih memerlukan sesuatu ? " kata Nadira lembut . Alis gadis itu terlihat mengernyit , hingga akhirnya sebuah kalimat pertanyaan keluar dari bibir gadis itu membuat Nadira tersentak .


" Siapa aku . . ??? "

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2